Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbawaslu Nomor 15 Tahun 2012 ttg Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pileg

Perbawaslu Nomor 15 Tahun 2012 ttg Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pileg

Ratings: (0)|Views: 1,121|Likes:
Published by integritas2012
Panduan sengketa
Panduan sengketa

More info:

Published by: integritas2012 on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
 
BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIAPERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIANOMOR 15 TAHUN 2012TENTANGTATA CARA PENYELESAIAN SENGKETA PEMILIHAN UMUMANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH,DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKETUA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM,Menimbang
: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 259 ayat (5)Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, perlumenetapkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umumtentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Pemilihan UmumAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;
Mengingat
: 1.
 
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 5246);2.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 117, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor5316);3.
 
Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2012 tentangOrganisasi, Tugas, Fungsi, Wewenang, dan Tata KerjaSekretariat Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum,Sekretariat Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi,Sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan UmumKabupaten/Kota, dan Sekretariat Panitia PengawasPemilihan Umum Kecamatan (Lembaran Negara Tahun 2012Nomor 181);
 
2
MEMUTUSKAN
:
Menetapkan
:
PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMTENTANG TATA CARA PENYELESAIAN SENGKETAPEMILIHAN UMUM PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWANPERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH,DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum ini yang dimaksud dengan:1.
 
Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat Pemilu, adalah sarana pelaksanaankedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas,rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesiaberdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.2.
 
Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemilu untuk memilih anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan PerwakilanRakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat DaerahKabupaten/Kota dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.3.
 
Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disingkat DPR, adalah DewanPerwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang DasarRepublik Indonesia Tahun 1945.4.
 
Dewan Perwakilan Daerah, selanjutnya disingkat DPD, adalah DewanPerwakilan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang DasarNegara Republik Indonesia Tahun 1945.5.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disingkat DPRD, adalah DewanPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat DaerahKabupaTen/Kota, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang DasarRepublik Indonesia Tahun 1945.6.
 
Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yangterdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sebagai satukesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan RakyatDaerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat, serta untukmemilih gubernur, bupati, dan walikota secara demokratis.7.
 
Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah PenyelenggaraPemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakanPemilu.8.
 
Komisi Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnya disingkat KPU Provinsi, adalahPenyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu di provinsi.9.
 
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat KPUKabupaten/Kota, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakanPemilu di kabupaten/kota.
 
3
10.
 
Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disingkat Bawaslu, adalah lembagaPenyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.11.
 
Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disingkat Bawaslu Provinsi,adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi.12.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat PanwasluKabupaten/Kota, adalah panitia yang dibentuk oleh Bawaslu Provinsi yangbertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota.13.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disingkat PanwasluKecamatan, adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota yangbertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan atau namalain.14.
 
Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang dibentuk oleh PanwasluKecamatan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa ataunama lain/kelurahan.15.
 
Pengawas Pemilu adalah Bawaslu, Bawaslu Provinsi, PanwasluKabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan, danPengawas Pemilu Luar Negeri.16.
 
Penyelesaian Sengketa adalah proses mempertemukan para pihak olehPengawas Pemilu untuk memperoleh kesepakatan serta proses pengambilanKeputusan oleh Pengawas Pemilu apabila diantara para pihak tidak tercapaikesepakatan.17.
 
Laporan Pelanggaran adalah laporan yang disampaikan secara tertulis olehseorang/lebih warga Negara Indonesia yang mempunyai hak pilih, pemantauPemilu, maupun Peserta Pemilu kepada Pengawas Pemilu tentang dugaanterjadinya pelanggaran Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD.18.
 
Laporan Sengketa Pemilu adalah permohonan penyelesaian sengketa yangdisampaikan oleh Pemohon kepada Bawaslu, Bawaslu Provinsi, atau PanwasluKabupaten/Kota atau laporan pelanggaran yang dikategorisasikan olehBawaslu, Bawaslu Provinsi, atau Panwaslu Kabupaten/Kota sebagai sengketaPemilu.19.
 
Musyawarah adalah proses mempertemukan para pihak oleh Pengawas Pemiluuntuk memperoleh kesepakatan.20.
 
Majelis Pemeriksa adalah Ketua Majelis merangkap anggota dan dibantusekurang-kurangnya 2 (dua) orang Anggota Majelis dari Bawaslu, BawasluProvinsi, dan Panwaslu Kabupaten/Kota yang melakukan pemeriksaanpengambilan putusan.21.
 
Kesepakatan Perdamaian adalah dokumen tertulis yang berisikan kesepakatantertulis para pihak dan mediator untuk menyelesaikan sengketa secaramusyawarah.
BAB IIRUANG LINGKUP, WEWENANG, DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILUPasal 2
(1)
 
Sengketa Pemilu terdiri atas:a.
 
sengketa antar peserta Pemilu dalam proses penyelenggaraan Pemilu; dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->