Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbawaslu Nomor 14 Tahun 2012 ttg Tata Cara Pelaporan dan Penanganan Pelanggaran Pileg

Perbawaslu Nomor 14 Tahun 2012 ttg Tata Cara Pelaporan dan Penanganan Pelanggaran Pileg

Ratings: (0)|Views: 3,214|Likes:
Published by integritas2012
Panduang penanganan
Panduang penanganan

More info:

Published by: integritas2012 on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2013

pdf

text

original

 
 
BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMREPUBLIK INDONESIA
 
PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMNOMOR 14 TAHUN 2012TENTANGTATA CARA PELAPORAN DAN PENANGANAN PELANGGARANPEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWANPERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKETUA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM,Menimbang :
a.
 
bahwa dalam rangka mewujudkan penyelenggarapemilihan umum yang berintegritas dan berkredibilitasserta penyelenggaraan pemilihan umum yangberasaskan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adildan demokratis, maka perlu penertiban administrasidan manajemen standar dalam penerimaan laporan danpenanganan pelanggaran pemilihan umum anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah,Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah;b.
 
bahwa dalam rangka pelaksanaan tugas, wewenang,dan kewajiban Badan Pengawas Pemilihan Umumsesuai ketentuan Pasal 73, Pasal 74, dan Pasal 120 ayat(1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum, maka tata carapelaporan dan penanganan pelanggaran pemilihanumum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah, perlu ditetapkan dengan Peraturan BadanPengawas Pemilihan Umum;c.
 
bahwa Peraturan Badan Pengawas Pemilihan UmumNomor 5 Tahun 2008 tentang Tata Cara PelaporanPelanggaran Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, DanDewan Perwakilan Rakyat Daerah, sudah tidak sesuaidengan perkembangan sehingga perlu diganti;d.
 
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimanadimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlumenetapkan Peraturan Badan Pengawas PemilihanUmum tentang Tata Cara Pelaporan dan PenangananPelanggaran Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, DanDewan Perwakilan Rakyat Daerah;
 
2
 
Mengingat :
1.
 
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 5246);2.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentangPemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 117, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 5316);3.
 
Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pengawasan PemilihanUmum;
MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUMTENTANG TATA CARA PELAPORAN DAN PENANGANANPELANGGARAN PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWANPERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH,DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:
1.
 
Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat Pemilu, adalah saranapelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung,umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan RepublikIndonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.
2.
 
Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemilu untuk memilih anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan PerwakilanRakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat DaerahKabupaten/Kota dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.
3.
 
Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yangterdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sebagaisatu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan PerwakilanRakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat,serta untuk memilih gubernur, bupati, dan walikota secara demokratis.
4.
 
Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembagaPenyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yangbertugas melaksanakan Pemilu.
5.
 
Komisi Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnya disingkat KPU Provinsi,adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu diprovinsi.
6.
 
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat KPUKabupaten/Kota, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugasmelaksanakan Pemilu di kabupaten/kota.
 
3
 
7.
 
Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disingkat Bawaslu, adalah lembagapenyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
8.
 
Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disingkat Bawaslu Provinsi,adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi.
9.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat PanwasluKabupaten/Kota, adalah panitia yang dibentuk oleh Bawaslu Provinsi yangbertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota.
10.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disingkat PanwasluKecamatan, adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatanatau nama lain.
11.
 
Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang dibentuk oleh PanwasluKecamatan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa ataunama lain/kelurahan.
12.
 
Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.
13.
 
Pengawas Pemilu adalah Bawaslu, Bawaslu Provinsi, PanwasluKabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan, Pengawas Pemilu Lapangan danPengawas Pemilu Luar Negeri.
14.
 
Peserta Pemilu adalah partai politik untuk Pemilu Anggota DPR, DPRDProvinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota dan perseorangan untuk PemiluAnggota DPD.
15.
 
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, selanjutnya disingkat DKPP,adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etikpenyelenggara Pemilu dan merupakan satu kesatuan fungsipenyelenggaraan Pemilu.
16.
 
 Temuan adalah hasil pengawasan Pengawas Pemilu, yang didapat secaralangsung maupun tidak langsung berupa data atau informasi tentangdugaan terjadinya pelanggaran Pemilu.
17.
 
Laporan Dugaan Pelanggaran adalah laporan yang disampaikan secaratertulis oleh seorang/lebih warga Negara Indonesia yang mempunyai hakpilih, pemantau Pemilu, maupun Peserta Pemilu kepada Pengawas Pemilutentang dugaan terjadinya pelanggaran Pemilu Anggota DPR, DPD, danDPRD.
18.
 
Penanganan Pelanggaran adalah serangkaian proses yang meliputipenerusan temuan, penerimaan laporan, pengumpulan alat bukti,klarifikasi, pengkajian, dan/atau pemberian rekomendasi, serta penerusanhasil kajian atas temuan/laporan kepada instansi yang berwenang untukditindaklanjuti.
19.
 
Sengketa Pemilihan Umum adalah sengketa yang terjadi antar pesertaPemilu dan sengketa Peserta Pemilu dengan penyelenggara Pemilu sebagaiakibat dikeluarkannya keputusan KPU, KPU Provinsi, dan KPUKabupaten/Kota.
20.
 
Pelapor adalah orang yang berhak melaporkan kasus dugaan pelanggaranPemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD yang terdiri atas warga NegaraIndonesia yang mempunyai hak pilih, pemantau Pemilu, dan/atau PesertaPemilu.
 
21.
 
Penerima Laporan adalah anggota Pengawas Pemilu atau pegawaisekretariat Pengawas Pemilu yang diberi tugas dan wewenang untukmenerima Laporan Pelanggaran Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD yangdisampaikan oleh Pelapor.
 
22.
 
Pelanggaran Pemilu adalah tindakan yang bertentangan atau tidak sesuaidengan peraturan perundang-undangan terkait Pemilu.
 

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->