Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbawaslu Nomor 11 Tahun 2012 ttg Peraturan Bersama Kode_Etik

Perbawaslu Nomor 11 Tahun 2012 ttg Peraturan Bersama Kode_Etik

Ratings: (0)|Views: 336 |Likes:
Published by integritas2012
Kode Etik
Kode Etik

More info:

Published by: integritas2012 on Jan 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2013

pdf

text

original

 
1
PERATURAN BERSAMAKOMISI PEMILIHAN UMUM, BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM, DANDEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUMNOMOR 13 TAHUN 2012NOMOR 11 TAHUN 2012NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANGKODE ETIK PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUMDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKETUA KOMISI PEMILIHAN UMUM,KETUA BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM, DANKETUA DEWAN KEHORMATAN PENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM,Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 122 ayat (1)Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum, perlu menetapkanPeraturan Bersama Komisi Pemilihan Umum, BadanPengawas Pemilihan Umum, dan Dewan KehormatanPenyelenggara Pemilihan Umum tentang Kode EtikPenyelenggara Pemilihan Umum;Mengingat : 1.
 
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2004 Nomor 125 Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telahbeberapa kali diubah terakhir dengan Undang-UndangNomor 12 Tahun 2008 tentang (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4844);2.
 
Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang PemilihanUmum Presiden dan Wakil Presiden (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2008 Nomor 176, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4924);3.
 
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5249);4.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, DewanPerwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor117, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 5316);Memperhatikan : Hasil konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat RepublikIndonesia dan Pemerintah Republik Indonesia.
 
2
MEMUTUSKAN:Menetapkan : PERATURAN BERSAMA KOMISI PEMILIHAN UMUM, BADANPENGAWAS PEMILIHAN UMUM, DAN DEWAN KEHORMATANPENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM TENTANG KODE ETIKPENYELENGGARA PEMILIHAN UMUM.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Peraturan Bersama ini yang dimaksud dengan:1.
 
Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat Pemilu, adalah saranapelaksanaan kedaulatan rakyat yang diselenggarakan secara langsung,umum, bebas, rahasia, jujur dan adil dalam Negara Kesatuan RepublikIndonesia berdasarkan Pancasila, dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.2.
 
Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemilu untuk memilih anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan PerwakilanRakyat Daerah Provinsi, dan Dewan Perwakilan Rakyat DaerahKabupaten/Kota secara demokratis dalam Negara Kesatuan RepublikIndonesia berdasarkan Pancasila, dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.3.
 
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah Pemilu untuk memilih Presidendan Wakil Presiden secara demokratis dalam Negara Kesatuan RepublikIndonesia berdasarkan Pancasila, dan Undang-Undang Dasar NegaraRepublik Indonesia Tahun 1945.4.
 
Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota adalah Pemilihan untukmemilih gubernur, bupati, dan walikota secara demokratis dalam NegaraKesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, dan Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.5.
 
Penyelenggara Pemilu adalah lembaga yang menyelenggarakan Pemilu yangterdiri atas Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu sebagaisatu kesatuan fungsi penyelenggaraan Pemilu untuk memilih anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan PerwakilanRakyat Daerah, Presiden dan Wakil Presiden secara langsung oleh rakyat,serta untuk memilih gubernur, bupati dan walikota secara demokratis.6.
 
Kode Etik Penyelenggara Pemilu, selanjutnya disebut Kode Etik, adalahsatu kesatuan landasan norma moral, etis dan filosofis yang menjadipedoman bagi perilaku penyelenggara pemilihan umum yang diwajibkan,dilarang, patut atau tidak patut dilakukan dalam semua tindakan danucapan.7.
 
Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembagaPenyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yangbertugas melaksanakan Pemilu.8.
 
Komisi Pemilihan Umum Provinsi, selanjutnya disingkat KPU Provinsi,adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugas melaksanakan Pemilu diProvinsi.
 
3
9.
 
Komisi Independen Pemilihan selanjutnya disingkat KIP adalah KIP Acehdan KIP kabupaten/kota yang merupakan bagian dari Komisi PemilihanUmum (KPU) yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untukmenyelenggarakan pemilihan umum Presiden/Wakil Presiden, anggotaDewan Perwakilan Rakyat, anggota Dewan Perwakilan Daerah, anggotaDPRA/DPRK, pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, bupati/wakil bupati,dan walikota/wakil walikota.10.
 
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat KPUKabupaten/Kota, adalah Penyelenggara Pemilu yang bertugasmelaksanakan Pemilu di kabupaten/kota.11.
 
Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disingkat PPK, adalah panitia yang dibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu ditingkat kecamatan atau nama lain.12.
 
Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat PPS, adalah panitia yangdibentuk oleh KPU Kabupaten/Kota untuk melaksanakan Pemilu di tingkatdesa atau nama lain/kelurahan.13.
 
Panitia Pemilihan Luar Negeri, selanjutnya disingkat PPLN, adalah panitia yang dibentuk oleh KPU untuk melaksanakan Pemilu di luar negeri.14.
 
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat KPPS,adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk melaksanakanpemungutan suara di tempat pemungutan suara.15.
 
Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri, selanjutnyadisingkat KPPSLN, adalah kelompok yang dibentuk oleh PPLN untukmelaksanakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara luarnegeri.16.
 
Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disingkat Bawaslu, adalah lembagapenyelenggara Pemilu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.17.
 
Badan Pengawas Pemilu Provinsi, selanjutnya disingkat Bawaslu Provinsi,adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasipenyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi.18.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten/Kota, selanjutnya disingkat PanwasluKabupaten/Kota, adalah panitia yang dibentuk oleh Bawaslu Provinsi yangbertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kabupaten/kota.19.
 
Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disingkat PanwasluKecamatan, adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kabupaten/Kota yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatanatau nama lain.20.
 
Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang dibentuk oleh PanwasluKecamatan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa ataunama lain/kelurahan.21.
 
Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang dibentuk oleh Bawaslu yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.22.
 
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, selanjutnya disingkat DKPP,adalah lembaga yang bertugas menangani pelanggaran kode etikPenyelenggara Pemilu dan merupakan satu kesatuan fungsipenyelenggaraan Pemilu.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->