Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Manusia Berkualitas Menurut Al

Konsep Manusia Berkualitas Menurut Al

Ratings:

4.5

(10)
|Views: 4,630 |Likes:
Published by Mustafid Amna Umary

More info:

Published by: Mustafid Amna Umary on Feb 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

 
 
KONSEP MANUSIA BERKUALITAS MENURUT AL-QUR'AN DAN UPAYAPENDIDIKANHujair AH. SanakyA. Pendahuluan
Berbicara dan berdiskusi tentang manusia selalu menarik. Karena selalumenarik, maka masalahnya tidak pernah selesai dalam artia tuntas.Pembicaraan mengenai makhluk psikofisik ini laksana suatu permainan yangtidak pernah selesai. Selalu ada saja pertanyaan mengenai manusia (Rif'atSyauqi Nawawi, 1996 : 1). Manusia merupakan makhluk yang palingmenakjubkan, makhluk yang unik multi dimensi, serba meliputi, sangat terbuka,dan mempunyai potensi yang agung.Timbul pertanyaaan siapakah manusia itu? Pertanyaan ini nampaknyaamat sederhana, tetapi tidak mudah memperoleh jawaban yang tepat. Biasanyaorang menjawab pertanyaan tersebut menurut latar belakangnya, jika seseorangyang menitik beratkan pada kemampuan manusia berpikir, memberi pengertianmanusia adalah "animal rasional", "hayawan nathiq" "hewan berpikir". Orangyang menitik beratkan pada pembawaan kodrat manusia hidup bermasyarakat,memberi pengertian manusia adalah
"zoom politicon", "homo socius",
"makhluksosial". Orang yang menitik beratkan pada adanya usaha manusia untukmencukupi kebutuhan hidup, memberi pengertian manusia adalah
"homo economicus",
"makhluk ekonomi". Orang yang menitik beratkan padakeistimewaan manusia menggunakan simbul-simbul, memberi pengertianmanusia adalah
"animal symbolicum".
Orang yang memandang manusia adalahmakhluk yang selalu membuat bentuk-bentuk baru dari bahan-bahan alam untukmencukupkan kebutuhan hidupnya, memberi pengertian manusia adalah
"homo faber" 
, [Ahmad Azhar Basyir, 1984 : 7] dan seterusnya.Al-Qur'an, mendudukan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah berupa jasmani dan rohani. Al-Qur'an memberi acuan konseptual yang sangat mapandalam memberi pemenuhan kebutuhan jasmani dan ruhani agar manusia
 
berkembang secara wajar dan baik. Al-Qur'an memberi keterangan tentangmanusia dari banyak seginya, untuk menjawab pertanyaan siapakan manusiaitu?. Dari ayat-ayat Qur’an tersebut, dapat disimpulkan bahwa manusia adalahmakhluk fungsional yang bertanggungjawab, pada surat al-Mu'minun ayat 115Allah bertanya kepada manusia sebagai berikut : "Apakah kamu mengirabahwa kami menciptakan kamu sia-sia, dan bahwa kamu tidak akandikembalikan kepada Kami?"Dari ayat ini, menurut Ahmad Azhar Basyir, terdapat tiga penegasan Allahyaitu [1] manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan, [2] manusia diciptakan tidaksia-sia, tetapi berfungsi, dan [3] manusia akhirnya akan dikembalikan kepadaTuhan, untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan yang dilakukan padawaktu hidup di dunia ini, dan perbuatan itu tidak lain adalah realisasi daripadafungsi manusia itu sendiri.
 
Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk berpribadi, sebagai makhlukyang hidup bersama-sama dengan orang lain, sebagai makhluk yang hidup ditengah-tengah alam dan sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh oleh Allah.Manusia sebagai makhluk berpribadi, mempunyai fungsi terhadap diri pribadinya.Manusia sebagai anggota masyarakat mempunyai fungsi terhadap masyarakat.Manusia sebagai makhluk yang hidup di tengah-tengah alam, berfungsi terhadapalam. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan dan diasuh, berfungsi terhadapyang menciptakan dan yang mengasuhnya. Selain itu manusia sebagai makhlukpribadi terdiri dari kesatuan tiga unsur yaitu : unsur perasaan, unsur akal, danunsur jasmani [Ahmad Azhar Basyir, 1984 : 7-8].Untuk mengaktualisasikan potensi di atas, dibutuhkan kemampuan dankualitas manusia yaitu kualitas iman, kualitas ilmu pengetahuan, dan kualitasamal saleh untuk mampu mengolah dan mengfungsikan potensi yang diberikanAllah kepada manusia tersebut. Berdasarkan permasalahan yang dikemukakandi atas, maka makalah ini lebih difokuskan pada pembahasan manusiaberkualitas menurut al-Qur'an, dengan menyoroti konsep manusia, fungsimanusia, dan manusia berkualitas menurut al-Qur'an.
 
B. Konsep Manusia dalam al-Qur'an
Dalam al-Qur'an, ada tiga kata yang digunakan untuk menunjukkan artimanusia, yaitu
kata insan,
 
kata basyar 
dan
kata Bani Adam 
. Kata insan dalam al-Qur'an dipakai untuk manusia yang tunggal, sama seperti
ins 
. Sedangkan untuk jamaaknya dipakai kata
an-nas, unasi, insiya, anasi.
Adapun kata basyar dipakaiuntuk tunggal dan jamak. Kata insan yang berasal dari kata al-uns, anisa, nasiyadan anasa, maka dapatlah dikatakan bahwa kata insan menunjuk suatupengertian adanya kaitan dengan sikap, yang lahir dari adanya kesadaranpenalaran [Musa Asy'arie, 1992 : 22]. Kata insan digunakan al-Qur'an untukmenunjukkan kepada manusia dengan seluruh totalitasnya, jiwa dan raga.Manusia yang berbeda antara seseorang dengan yang lain adalah akibatperbedaan fisik, mental, dan kecerdasan [M.Quraish Shihab, 1996 : 280].Kata insan jika dilihat dari asalnya nasiya yang artinya lupa, menunjukadanya kaitan dengan kesadaran diri. Untuk itu, apabila manusia lupa terhadapseseuatu hal, disebabkan karena kehilangan kesadaran terhadap hal tersebut.Maka dalam kehidupan agama, jika seseorang lupa sesuatu kewajiban yangseharusnya dilakukannya, maka ia tidak berdosa, karena ia kehilangankesadaran terhadap kewajiban itu. Tetapi hal ini berbeda dengan seseorangyang sengaja lupa terhadap sesuatu kewajiban. Sedangkan kata insan untukpenyebutan manusia yang terambil dari akar kata al-uns atau anisa yang berarti jinak dan harmonis, (Musa Asy'arie, 1996 : 20) karena manusia pada dasarnyadapat menyesuaikan dengan realitas hidup dan lingkungannya. Manusiamempunyai kemampuan adaptasi yang cukup tinggi, untuk dapat menyesuaikandiri dengan perubahan yang terjadi dalam kehidupannya, baik perubahan sosialmaupun alamiah. Manusia menghargai tata aturan etik, sopan santun, dansebagai makhluk yang berbudaya, ia tidak liar baik secara sosial maupunalamiah.Kata basyar dipakai untuk menyebut semua makhluk baik laki-laki ataupunperempuan, baik satu ataupun banyak. Kata basyar adalah jamak dari katabasyarah yang berarti kulit. "Manusia dinamai basyar karena kulitnya tampak jelas, dan berbeda dengan kulit binatang yang lain". Al-Qur'an menggunakan

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Masnawi Said liked this
Kangmas Mahfud liked this
Alisya Anggreana liked this
wulan_listyani liked this
Ehem Aja Deh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->