• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
1
Daftar Isi
Pengantar Redaksi................1
Kalender..............................2
Pelatihan Singkat Asisten Redaktur
Dapur Info............................3
- Perlunya Program Eksekutif Media- Topik KB Masih Tidak Sexy & Menggigit
Analisis Info.........................7
Sosok Perempuan Dalam Film Remaja
Sumber Info.........................9
Mengenal Terapi Antiretroviral
Spesial Info ...............................11
Menyoal Kehamilan pada Remaja
Info Buku ..................................13
- Perempuan dan Otonomi Daerah Minang- Mewujudkan Idealisme yang Membumi
Profil .........................................16
L P 3 Y d a n F o r d F o u n d a t i o n
Edisi 70 Februari 2004
ISSN 0853-7402
Cara mendapatkan
 
NEWSLETTER
 
PMP AIDS: Kirimkan identitas serta nama media Anda, akan kami kirimkan secara gratis. Informasi yang kamimuat di
NEWSLETTER
 
dapat dikutip atau disiarkan tanpa ijin asal menyebut sumber. Apabila anda memiliki informasi tentang HIV/AIDS yang layakuntuk disebarkan kepada masyarakat luas, silakan kirim dan akan kami muat. Anda dapat menghubungi kami ke alamat: LP3Y Jl.Kaliurang Km 13,7Ngemplak, Sleman, Yogyakarta 55584 atau via telepon dan faksimili No. (0274)896016, email: lp3y@idola.net.id dan situs http://www.lp3y.org
Penanggung Jawab : Ashadi Siregar Pimpro/Pemimpin Redaksi : Slamet Riyadi Sabrawi Staf Redaksi : Ismay Prihastuti, Masduki, Th. Puspitawati, Rondang Pasaribu Sekretaris Redaksi : W. Nurcahyo Lay out : Ari R.
Artikel dan fotonya mana ?
 
2
DI TENGAH
persaingan antar suratkabarmemperebutkan pembaca sebagai konsumen me-dia, salah satu cara menghadapi persaingan yangsemakin sengit itu adalah dengan menyajikaninformasi yang berdaya saing.Informasi yang berdaya saing hanya bisadihasilkan oleh personel redaksi berkemampuanteruji. Itu berarti, kemampuan personel juga perluberkembang mengikuti perkembangan persainganitu sendiri.Dalam arus kerja redaksi untuk menghasilkaninformasi yang disajikan kepada pembaca, posisiAsisten Redaktur memiliki arti penting. AsistenRedaktur bertugas membantu Redaktur untukmempersiapkan informasi yang disajikan, baik yangakan dimuat pada halaman yang menjadi tanggung jawab
desk 
terkait, maupun yang akan dimuat padahalaman lain (semisal halaman depan) suatusuratkabar. Persiapan dimaksud mencakupperencanaan, penyuntingan, penulisan ulang, danlain-lain yang berkaitan dengan tugas suatu
desk 
untuk mempersiapkan berita yang siap cetak.Menilik cakupan tugas tersebut, AsistenRedaktur menjalankan peran utama dalammenentukan kualitas berita yang akan dimuat suratkabar. Setiap hasil kerja reporter berupa naskahberita, Asisten Redaktur lah yang menanganinyauntuk diperiksa berdasarkan sejumlah kriteria,sehingga mana saja yang dinyatakan layak dimuat,yang perlu diperbaiki, atau bahkan tidak layakmuat.Karena itu, Pelatihan Asisten Redaktur harianMedia Indonesia dapat dipandang sebagai bagiandari upaya strategisuntuk menjawab tantangan yangdihadapi akibat persaingan.Dengan pelatihan ini, Asisten Redakturdiharapkan mampu memberi kontribusi pentingterhadap upaya peningkatan daya saing, hal manaakan terlihat dari sentuhan kerja yang bersangkutanterhadap berita yang akan dimuat.Pelatihan bagi para wartawan Media Indone-sia ini, adalah pelatihan yang ke empat kalinyadalam dua tahun terakhir ini, setelah sebelumnya juga pernah digelar : Pelatihan Jurnalistik PemulaMedia Indonesia I, 1-11 Juli 2003; PelatihanJurnalistik Pemula Media Indonesia II, 15-25 Juli2002 dan Pelatihan Redaktur Media Indonesia, 19-28 Mei 2003.Kita berharap dengan palatihan-pelatihan ini,kinerja karyawan Media Indonesia, khususnya Re-porter, Asisten Redaktur dan Redaktur semakinmeningkat, sehingga Media Indonesia tetap akanmenjadi Media papan atas di Indonesia, karenakualitas informasinya.Bagi para peserta Pelatihan Singkat AsistenRedaktur Media Indonesia, kami mengucapkanselamat datang di kampus LP3Y dan selamatmengikuti Pelatihan. *
Pelatihan Singkat Asisten RedakturHarian MEDIA INDONESIA(Kerjasama LP3Y & Media Indonesia)
Yogyakarta, 1-13 Maret 2004
Kalender
 
3
JUDUL
di atasmerupakanrekomendasi untuklangkah LP3Yselanjutnya dalamprogram integrasiAGKR (AIDS-Gender-KesehatanReproduksi) yangmerupakan daribenang merah hasildiskusi SeminarEvaluasi ProgramIntegrasi AIDS-Gender-KesehatanReproduksi, LP3Y-Ford Foundation, Jogjakarta Plaza Hotel, Jumat-Sabtu6-7 Februari 2004. Acara ini dihadiri 28 peserta yangmempunyai keterkaitan dengan program tersebut baikpernah sebagai narasumber, fasilitator, alumni, mitramaupun bentuk lain. Beberapa peserta di antaranyaLies Marcoes, Sita Aripurnami, Tuti Parwati, RuhaeniDzuhatin, ‘Trio Libelstiga sekawan Daniel Dhakidae,Hotman Siahaan dan Saur Hutabarat.Untuk ‘membuka’ sejarah tentang programkerjasama dengan Ford Foundation ini, diawalipengantar Direktur LP3Y, Ashadi Siregar danpemaparan program keseluruhan oleh Slamet RiyadiSabrawi. Sesi pertama seminar diisi pemaparan petasituasi makro mengenai dunia per-LSM-an dandikaitkan dengan posisi LP3Y sebagai institusi yang
concern 
terhadap isu AGKR. Lies Marcoes menguraisejak dari Konferensi Mexico 1975 di mana saat itu isu-isu ekonomi tidak berhasil di negara berkembang didunia III. Kaum feminis menyalahkan karenaperempuan tidak diajak berperan serta. DalamKonferensi Nairobi 1985 muncul paradigma relasigender. Isu ini merupakan isu sepihak dari LSM danakademisi, pemerintah tidak mau menanggapi.Tahun 1994 dalam ICPD (KonperensiInternasional untuk kependudukan dan Populasi) diKairo mulai didengungkan
‘Reproductive Health & Reproductive Rights’.
Relasi gender saja dianggap tidakmenyelesaikan masalah, karena ada isu yang spesifiktentang perempuan, yaitu tubuh dan seksualitasnya.Di sini, unsur-unsur media, lembaga agama dan LSMmulai dilibatkan oleh
funding agencies.
Dalam konteksinilah LP3Ymelahirkanprogramnya yangbertujuanmengajak persuntuk berpihakpada korban,yakni jurnalismeempati. Tahun1995 konperensidi Beijingmenghembuskan
Gender Mindstreaming 
,negara dianggaptidak berpihakpada isu gender. Peran LP3Y pada situasi ini yang pal-ing pas adalah menjembatani situasi makro denganmikro melalui jurnalisme.Diskusi yang terjadi memunculkan beberapapertanyaan di antaranya, sejauh mana capaian targetdalam pelatihan yang selama ini diselengga-rakanLP3Y? Apa sebenarnya targetnya, mungkin secarakuantitas bisa ditunjuk-kan sudah sekian jurnalis yangikut pelatihan. Namun berapa persen dari yang ikutpelatihan benar-benar bisa menerapkan ilmunya?Apalagi selama ini workshop yang diselenggarakanoleh LP3Y dinilai lebih ditujukan pada jurnalis yunior,reporter. Sepulang dari pelatihan mereka kebanyakantidak bisa ‘berkutik’ ketika liputannya kandas di mejaredaktur. Oleh karena itu LP3Y perlu mengubahkebijakannya agar tujuan yang diharapkan, jurnalismeempati yang berpihak pada korban dan prosesselanjutnya terjadi perubahan kebijakan, bisa terwujud.
PROGRAM VS OTONOMI DAERAH
Pilihan isu AGKR sebagai program, ke depannyamenghadapai tantangan besar seiring ditetapkannyaotonomi daerah. Lies Marcoes memandang era otonomidaerah lebih sebagai suatu ‘masalah’. Di masasebelumnya, pusat masih mempunyai hak danwewenang untuk mengontrol, terutama masalahpendanaan dalam program, dengan mulai berlakunyaotonomi daerah, bukan hanya kontrol yang tidak ada,bahkan isu-isu AGKR menjadi prioritas ke sekian.Otonomi daerah juga memunculkan kembalikonservatismedalam agama, fragmentasi kelompok.
PERLUNYA PROGRAMEKSEKUTIF MEDIA
D a p u r I n f o
Pimpro PMP-AGKR, Slamet Riyadi sedang memberikan presentasi-nya 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...