2
D a p u r I n f o
Pelatihan AIDSWartawan Batam
A
ngin barat yangmenerpasepanjang pantaiKupang bagai musik latarbagi dua pelatihan.Pertama, pelatihan HIV/ AIDS untuk wartawanNTT. Kedua, pelatihanLSM Peduli HIV/AIDStentang “Bekerjasamadengan Media”. Keduapelatihan ini digelarparalel pada 18-19Januari 2006 di HotelKristal Kupang olehKPAD NTT (KomisiPenanggulangan AIDSNusa Tenggara Timur) dan IHPCP (
Indonesian HIV/ AIDS Prevention & Care Project, AusAID
).Pelatihan AIDS untuk wartawan (cetak/radio/tv) NTTdiikuti 22 peserta, sedang pelatihan untuk LSM Peduli AIDSmelibatkan sekitar 8 LSM (yang didanai IHPCP). Keduapelatihan dinarasumberi tim IHPCP Jakarta (Danny Yatim,Inang Winarso), Bali (Mercya), Papua (Dewi Jarot), Bandung(Arry Lesmana), Simplexius Asa (Kupang) serta Marcel L(Yayasan Mitra Indonesia/Jakarta) dan Slamet Riyadi(LP3Y/Yogya).Hari pertama untuk pelatihan wartawan dibahasmasalah kesehatan seksual,
Voluntary Counseling Test
(VCT),
Harm Reduction
dan informasi tentang HIV/AIDS secarakomprehensip disertai simulasi
Wildfire
. Hari kedua dikupassoal jurnalisme empati berikut tindak lanjutnya.Angin barat itu pula yang mem-porak-perandakanrencana gelaran sesi berbagi di tepi pantai. Sesi ter-sebutakhirnya dilakukan diruang pertemuan.Teman Odha kita,Mr.M, cukup me-nyedot empatipeserta untuk salingberbagi. Beberapapeserta yangpenasaran menagihpanitia agar bisadipertemukandengan Odha tak menyangka bahwamereka sudah salingbergabung sejak harikedua pelatihan.Dalam acara berbagi rasa bersama Odha, seorangwartawan setempat menyuatkan hal yang menarik: bila adaOdha yang meninggal harus dimuat di halaman depan.Apakah itu kebijakan redaksi? “Ya,” jawabnya. “Gila,” katasaya. Meski ia sudah meninggal, hak asasinya tak sekaligustanggal. Ia, melalui keluarganya, misalnya, punya hak untuk keberatan atau menolak bila dimuat di media, halamandepan lagi. Apalagi bila ia ditulis untuk membongkar masalalunya (distigmatisasi), ditulis penuh sensasi pula.Lalu bagaimana aturan tayang bagi Odha di televisimaupun radio? Pertanyaan itu mencuat dari wartawan TVRIKupang, Ina Djara, maupun beberapa peserta radio.Memang belum ada aturan baku dari organisasi jurnalisuntuk menayangkan Odha, hanya beberapa aturan umumyang menyangkut privasi sumber berita. Namun, bagisebagian peserta yang instusinya pernah mengikuti pelatihanserupa ke LP3Y, seperti Radio DMWS Kupang, aturan
Dari KupangMenuju Batam
Leave a Comment