• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Cara mendapatkan
 
NEWSLETTER
 
PMP AIDS: Kirimkan identitas serta nama media Anda, akan kami kirimkan secara gratis. Informasi yang kamimuat di
NEWSLETTER
 
dapat dikutip atau disiarkan tanpa ijin asal menyebut sumber. Apabila anda memiliki informasi tentang HIV/AIDS yang layakuntuk disebarkan kepada masyarakat luas, silakan kirim dan akan kami muat. Anda dapat menghubungi kami ke alamat: LP3Y Jl.Kaliurang Km 13,7Ngemplak, Sleman, Yogyakarta 55584 atau via telepon dan faksimili No. (0274)896016, email: lp3y@idola.net.id dan situs http://www.lp3y.org
Penanggung Jawab : Ashadi Siregar Pimpro/Pemimpin Redaksi : Slamet Riyadi Sabrawi Staf Redaksi : Ismay Prihastuti, Laily Rahmawati, Masduki, Th. Puspitawati, Rondang Pasaribu Sekretaris Redaksi : W. Nurcahyo
L P 3 Y d a n F o r d F o u n d a t i o n
Edisi 65 September 2003
ISSN 0853-7402
,=BJ=H1IE
Pengantar Redaksi...................1
Kalender..................................2
Workshop Kesehatan Reproduksi untukWartawan
Dapur Info................................3
-Gikiran Fasilitator yang di-Training-Ketika Poligami Menggunakan Perspektif
Analisis Info.............................7
Radio Publik dan Wacana Gender
Sumber Info.............................9
Perempuan dan Persoalan Lingkungan
Spesial Info............................11
Laporan Kunjungan Penguatan Daerah
Info Buku...............................13
-Iklan : Maskulin atau Feminin?-Suara Hati Seorang Lesbian
Profil......................................16
Yang ini artikelnya mana ?
 
Kalender
Latar Belakang 
Persoalan yang berkaitan dengan isu kesehatanreproduksi sebenarnya dapat dikatakan bukansesuatu yang asing sama sekali bagi pekerjaprofesional media mssa (cetak maupun radio).Pengenalan atau pengetahuan atas persoalandimaksud bisa terjadi melalui pengalaman pribadi,pengalaman anggota keluarga atau kenalan dansebagainya. Akan tetapi pengetahuan yang diperoleh lewatcara tersebut tidak selalu memberikan gambaran utuhtentang persoalan yang dimaksud. Dan olehkarenanya persoalan terkait dengan kesehatanreproduksi belum tentu termasuk realitas yangdipandang layak untuk diliput dan diberitakan.Suatu pelatihan tentang kesehatan reproduksibagi pekerja profesional media massa, dirancangtidak hanya agar para profesional mengetahui danmemahami secara utuh persoalan yang terkait dengankesehatan reproduksi. Lebih dari itu, pengetahuantersebut dapat menumbuhkan kesadaran bahwapersoalan kesehatan reproduksi penting mendapatperhatian semua pihak. Apalagi dalam eradesentralisasi ini, pemerintah daerah mempunyaipeluang dan kewenangan besar untuk memberiperhatian pada permasalahan lokal, termasuk didalamnya masalah kesehatan reproduksi.Untuk inilah LP3Y dan STARH
(Sustaining Technical Achievement of Reproductive Health) 
sebuah program dari John Hopkins University yangdidukung USAID, akan menyelenggarakan workshopuntuk jurnalis radio dan media cetak.
 Tujuan 
 Adapun tujuan workshop ini adalahmengangkat masalah kesehatan reproduksi agardapat menjadi perhatian publik sekaligus menjadikebijakan publik di era Otonomi daerah. Sehinggapeserta mampu menerapkan pemahaman tersebutuntuk merancang atau membuat talkshow bagi wartawan radio dan membuat liputan mendalambagi peserta dari media cetak.
Pelaksanaan 
 Workhop terdiri atas dua angkatan. Setiap workshop terdiri atas 24 peserta baik cetak maupunradio. Adapun media yang dimaksud berada didaerah (Kab. Boyolali, Kab Purbalingga, Kab Kediri.Kab. Malang, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kab.Deli Serdang, Kab. Pematang Siantar, Kab. OganKomiring Ilir, Kab. Bangka, Kab. Tulang bawang,dan Kab. Lebak).Untuk angkatan
 pertama 
, workshop untukradio akan diselenggarakan pada 14-17 Oktober2003, dan media cetak pada 20-23 Oktober 2003.Sedangkan untuk angkatan
kedua 
,rencananya akan di selenggarakan pada 9-12Desember 2003 (Radio) dan 15-18 Desember 2003(Cetak). Untuk keterangan lebih lanjut dapatmenghubungi
LP3Y 
, Jl. Kaliurang Km 13,7 GangBanteng Umubulmartani, Ngemplak, Sleman Yogyakarta. Telp/Fax:
0274-896016
atau
896141
E-mail :
lp3y@idola.net.id..
Di Era Otonomi DaerahWorkshop Wartawan Tentang
KesehatanReproduksi
 
D a p u r I n f o
!
MENJELANG 
pelaksanaan Workshop Peliputan -Pemantauan Wartawan tentang KesehatanReproduksi di Era Otonomi Daerah yang akandilaksanakan bulan Oktober dan Desember 2003mendatang, LP3Y bekerjasama dengan STARH
(Sus- taining Technical Achievement of Reproductive Health) 
menggelar Training of Trainers (TOT). Train-ing bagi para calon fasilitator ini dilaksanakan di Jogja Plaza Hotel pada 23 - 26 September lalu.Sebanyak 8 orang calon fasilitator dari media cetakdan radio, selain mengikuti
training 
, juga menyusunmodul yang akan digunakan untuk pelatihan bagi wartawan.Setelah dibuka oleh Direktur LP3Y, Drs. AshadiSiregar,
Training of Trainers 
diawali dengansambutan dari Deputi Keluarga Sejahtera danPemberdayaan Keluarga BKKBN Drs. ImamHariyadi MSc. Dalam sambutannya, Imam Hariyadiselain menjelaskan tentang kerjasama antara BKKBNdan STARH, juga mengupas secara singkat tentangnasib BKKBN yang harus mengalami likuidasi, sertaisu kesehatan reproduksi di era otonomi daerah.Selain Imam Hariyadi, hadir pula sebagaipemateri di hari pertama berturut-turut dari STARH:dr Bimo, Ndaru Kuntoro dan Kemal Suryawijaya,serta Drs Lufthi Sabri SKM MSc dari BKKBN. Sayang,dr Bimo yang seharusnya banyak mengupas TinjauanUmum tentang Kesehatan Reproduksi, justru lebihbanyak berkisah tentang STARH, khususnya Advokasi Untuk Perubahan Kebijakan KB/KR (Keluarga Berencana/Kesehatan Reproduksi). Bimomenyebutkan, untuk kegiatan di kabupaten,khususnya Program Peningkatan Kapasitas danFasilitasi Advokasi, STARH menggandeng INSIST.Sedang
Media Advocacy,
yakni kegiatan pelatihandan pendampingan bagi jurnalis untuk peningkatanliputan media tentang KB/KR di era otonomi daerah,STARH bekerjasama dengan LP3Y.Pertanyaan dari peserta pun akhirnya berkutatseputar STARH. Dedy dari SKH Bernas misalnya,meminta komentar tentang penilaian STARH ataspemberitaan media seputar isu KesehatanReproduksi. Menurut Bimo, media memang sangatdiharapkan dapat mengangkat topik-topik KB/KR dalam liputannya. Namun Bimo tak banyakberkomentar tentang penilaian STARH sendiriterhadap pemberitaan media tentang KB/KR selamaini.Berbeda dengan Dedy, Anggit yang pernahaktif sebagai wartawan di SKH Bernas dan Solo Pos justru tertarik mempertanyakan logo bintangberwarna biru yang dipilih STARH. Kalau warnabirunya, itu warna Keluarga Berencana kan biru, ya, jawab Bimo. Kendati lebih banyak memaparkantentang program-program STARH, namun dr Bimo juga sempat menjelaskan tentang KesehatanReproduksi. Bimo menyoroti tentang perlunyaperubahan kebijakan yang semula bersifat
 provider center 
, harus segera diubah menjadi
client center 
atau
community center.
Menyinggung tentangKeluarga Berencana, dr Bimo menegaskan, KeluargaBerencana tetap harus diperhatikan, terutama di eraotonomi daerah sekarang ini. Kuncinya sekarangpada pemerintah kabupaten dan kota, tegas Bimo.Sementara itu detail tentang KB/KR yangdilaksanakan BKKBN dipaparkan Lufthi Sabri.Kepada peserta training, Lufthi mempresentasikan
Success Story 
Keluarga Berencana. Lufthimenyebutkan, sejak diluncurkan secara nasional padatahun 1970 hingga tahun 2003 ini, tingkatpenggunaan kontrasepsi di Indonesia sudah lebihdari 50 persen. Lebih kurang enampuluh persen,kata Lufthi. Dari perjalanan waktu selama lebih dari32 tahun ini, pemerintah menurut Lufthi telahmencanangkan paradigma baru Keluarga Berencana.Di antaranya adalah memfokuskan pada kualitaspelayanan, mentaati hak reproduksi, program yangberorientasi pada klien, pemberdayaan masyarakatdan klien, serta mengurangi peran pemerintah.Tujuan strategisnya adalah menegaskanakseptabilitas dan konsistensi pengguna pelayananKB/KR yang berkualitas, Lufthi menandaskan.
Giliran Fasilitatoryang di Training
(Dari Training of Trainers Kesehatan Reproduksi di Era Otonomi Daerah)
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...