Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
6_Makalah_Suhairi

6_Makalah_Suhairi

Ratings: (0)|Views: 149|Likes:
Published by Wandi Tabshir

More info:

Published by: Wandi Tabshir on Jan 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/06/2013

pdf

text

original

 
OVERLOAD STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK), DAN ANALISISTEKNIK SERTA PROSEDUR AKUNTANSI UNTUK PENGEMBANGANPENERAPAN AKUNTANSI PADA USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM)DI INDONESIASuhairiAbstract
The purpose of this research is to examine the perception of accountant towardsrelevance and cost-effectiveness of Financial Accounting Standard (
Standar Akuntansi Keuangan
) usage in large enterprises and small and medium enterprises (SMEs).Research is conducted to the accountants who work as public accountants, as creditanalyst at banks, and taxes official. Research towards 135 respondents proved that SAK is more relevant and cost-effectiveness for large enterprises compared to SMEs.Therefore, SAK is overloaded for SMEs compared to large enterprises. It is suggestedto provide specific SAK for SMEs.
 Keyword:
Small and Medium Enterprises, SMEs, Standar Akuntansi Keuangan,SAK, Overload.
PENDAHULUAN
Informasi Akuntansi dibutuhkan dalam pengambilan keputusan. Namun prakteakuntansi keuangan pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) masih rendah danmemiliki banyak kelemahan (Suhairi, 2004; Raharjo & Ali, 1993; Benjamin, 1990;Muntoro, 1990). Pihak bank dan fiskus seringkali mengeluhkan ketidakmampuan danatau kelemahan-kelemahan UKM dalam menyusun laporan keuangan. Benjamin (1990) berpendapat bahwa kelemahan UKM dalam penyusunan laporan keuangan itu antaralain disebabkan rendahnya pendidikan dan kurangnya pemahamam terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Sedangkan Muntoro (1990) berpendapat bahwarendahnya penyusunan laporan keuangan disebabkan karena tidak adanya peraturanyang mewajibkan penyusunan laporan keuangan bagi UKM.1
 
Standar akuntansi keuangan yang dijadikan pedoman dalam penyusunan laporankeuangan harus diterapkan secara konsisten. Namun karena UKM memiliki berbagaiketerbatasan, kewajiban seperti itu diduga dapat menimbulkan biaya yang lebih besar  bagi UKM dibandingkan dengan manfaat yang dapat dihasilkan dari adanya informasiakuntansi tersebut (
cost-effectiveness
). Di samping itu, tersedianya informasi yang lebihakurat melalui informasi akuntansi yang dihasilkan diduga tidak mempengaruhikeputusan atas masalah yang dihadapi manajemen (
relevance
).Studi awal yang dilakukan dengan jumlah responden yang terbatas, yaituterhadap Akuntan Publik dan Akuntan yang bekerja sebagai analis kredit Bank diSumatera Barat membuktikan bahwa SAK lebih
relevance
dan lebih
cost-effectiveness
 bagi perusahaan besar dibandingkan UKM (Suhairi & Wahdini, 2006). Studi yang sama juga pernah dilakukan di beberapa negara, dan menyimpulkan bahwa Standar Akuntansi yang dijadikan pedoman dalam penyusunan laporan keuangan
overload 
(memberatkan) bagi UKM (Williams, Chen, & Tearney, 1989; Knutson & Hendry,1985; Nair & Rittenberg 1983; Wishon 1985). Hal ini telah mendorong komite Standar Akuntansi Internasional (
The International Accounting Standards Board 
) untumenyusun Standar Akuntansi Keuangan yang khusus bagi UKM (Satyo, 2005).Sekalipun memberatkan, penelitian tentang jenis informasi akuntansi yangdisajikan dan digunakan oleh perusahaan kecil di Australia mengungkapkan bahwainformasi akuntansi utama yang banyak disiapkan dan digunakan perusahaan keciladalah informasi yang diharuskan menurut undang-undang (statutory), yaitu Neraca,Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas (Homes, 1986;Homes & Nicholls, 1989). Dalam penelitian ini juga terungkap bahwa sebahagian besar 2
 
UKM yang menjadi responden tidak mampu menyiapkan sendiri informasi akuntansiyang diperlukannya, sehingga perusahaan meminta jasa Akuntan Publik (Homes & Nicholls, 1989).Studi ini merupakan lanjutan dari penelitian yang pernah dilakukan oleh Suhairidan Wahdini (2006), dengan memperbanyak jumlah dan profesi responden dan jugalokasi penelitian, tidak hanya di Sumatera Barat tetapi juga di Jakarta. Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui persepsi responden terhadap
relevance
dan
cost-effectiveness
SAK bagi usaha besar dan UKM.
TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS
Pada dasarnya SAK yang dijadikan pedoman dalam penyajian laporan keuanganmengatur 2 (dua) hal, yaitu “standar pengukuran” dan “standar pengungkapan”.“Standar pengukuran” mengatur tentang bagaimana mengukur transaksi yang terjadi.“standar pengungkapan” mengatur tentang apa dan bagaimana suatu transaksi daninformasi keuangan harus diungkapkan supaya tidak menyesatkan bagi pemakai laporankeuangan.Penelitian tentang
overload 
SAK telah dilakukan di beberapa negara, antara laindilakukan oleh Williams, Chen, dan Tearney (1989). Dalam penelitiannya Williams etal. (1989) menggunakan 4 “standar pengukuran” dan menyimpulkan (a) informasiakuntansi yang sesuai dengan SAK (
 Accrual Basis
) tidak terlalu bermanfaat dan lebihmahal dibandingkan dengan informasi akuntansi berdasarkan
Cash Basis
, (b) “Standar  pengukuran” untuk bunga bank selama masa konstruksi dan
compensated absences
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->