Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PROSPEK PENANGANAN KRISIS LINGKUNGAN HIDUP DIKANCAH GLOBAL

PROSPEK PENANGANAN KRISIS LINGKUNGAN HIDUP DIKANCAH GLOBAL

Ratings: (0)|Views: 231 |Likes:
Published by Damanhury
Makalah PROSPEK PENANGANAN KRISIS LINGKUNGAN HIDUP DIKANCAH GLOBAL merupakan tugas Matkul Perspektif Global, Jurusan PKnH, FIS, UNY
Makalah PROSPEK PENANGANAN KRISIS LINGKUNGAN HIDUP DIKANCAH GLOBAL merupakan tugas Matkul Perspektif Global, Jurusan PKnH, FIS, UNY

More info:

Published by: Damanhury on Jan 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

 
1
PROSPEK PENANGANAN KRISIS LINGKUNGAN HIDUPDIKANCAH GLOBAL
Oleh:M. Fatkhul Damanhury09401241012PKnH A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAANJURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DAN HUKUMFAKULTAS ILMU SOSIALUNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA2012
 
2
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Krisis lingkungan hidup terus menjadi isu penting dalam pembuatan kebijakandikancah global. Mengingat dampaknya yang amat besar bagi kelanjutan kehidupan dimuka bumi. Tak peduli negara maju maupun negara berkembang semua terkena dampak dari kerusakan lingkungan. Apalagi di era industrialisasi yang secara masif merebak disegala penjuru dunia dalam berbagai bidang, lingkungan menjadi suatu hal yang riskanterkena dampak negatif dari industrialisasi.Selain itu, pembangunan dewasa ini yang mengarah pada pertumbuhan ekonomiturut menyumbang terjadinya krisis lingkungan hidup. Hal ini terlihat dari logikapembangunan yang mengarah pada penyusutan sumber daya di bumi ini. Diawali darikesalahan terminoli seperti dikatakan oleh Willem Hogendirjk (Revolusi Ekonomi, terj,1996)
1
terjadi kesalahan fatal dalam terminology pertumbuhan ekonomi (economicalgrowth). Menurutnya, istilah pertumbuhan ekonomi seperti dinomorsatukan olehkebanyakan rezim dunia, sebetulnya adalah
 pertumbuhan produksi.
Dengan aktifitasproduksi, perekonomian sesungguhnya tidak sedang berkembang, sebab sumber daya(
resources)
yang bersifat langka kian menyusut.Hogendijk mengibaratkan bumi kita saat ini ibarat sebuah kereta api yang tengahkencang melaju menuju jurang. Ketersediaan sumber daya langka yang semakin menipissepertinya tidak dapat dikompensasikan lagi atau diperbaharui. Pertumbuhan produksiyang seakan tanpa batas, agaknya berawal dari rasionalitas yang tertanam erat sejak manusia mengenal ilmu ekonomi. Dalil optimalisasi hasil dengan biaya minimal
1
Seperti dikutip oleh Indra Ismawan.
 Resiko Ekologis,
di Balik Pertumbuhan EKonomi, Yogyakarta: PenerbitMedia pRessindo, 19999, hal: 5
 
3dipraktikan oleh milyaran manusia, sehingga membentuk persepsi dan tindakan secaramissal. Sudut pandang rasionalitas ekonomi menimbulkan distorsi-distorsi yangmeniadakan eksistensi sudut pandang lainnya.
2
 Realita mengenai prisip rasionalitas ekonomi dalam perekonomian tidak benar-benar bermuara pada rasionalitas. Minimalisasi biaya produksi tidak benar-benar terjadi,
cost 
besar untuk biaya produksi justru dibebankan pada biaya ekternalitas pada generasimanusia berkutnya.Menanggapi hal ini sejumlah pakar dari MIT (
 MassachusettsInstitute of Technology
) atau Clup of Rome telah berrupaya membongkar hegemoni pertumbuhanekonomi, dengan mengajukan rekomendasi pertumbuhan ekonomi yang menyertakanaspek lingkungan hidup. Ada setidaknya lima butir pemikiran dari
 Neo-Malthusian
,yaitu:
 pertama,
pertumbuhan eskponensial merupakan sifat melekat pada kependudukandan system akumulasi capital, yaitu pola produksi massa dan reproduksi. Kedua, adaketerbatasan potensi sumber daya di planet ini. Ada keterbtasan fisik terhadappertumbuhan penduduk dan capital, yang meliputi terbatasnya cadangan sumber-sumberdaya alam yang tidak dapat menyerap polusi, keterbatasan lahan yang tidak dapatditanami, serta keterbatasan produksi per satuan lahan. Ketiga, umpan balik yang selamaini telah diabaikan dalam waktu lama.Keempat, ada dua alternatif respon yang dapat diberikan: menghilangkan gejalaketerbatasan yang menghambat pertumbuhan atau memperlemah kekuatan yangmendorong pertumbuhan. Kelima pilihanhendaknya dijatuhkan pada equilibrium state,yaitu situasi dimana kondisi kependudukan telah mencapai derajat kestabilan padatingkat tertentu yang dikehendaki, dan dimana kebutuhan materiil tercukupi dengan
2
Indra Ismawan, Op. Cit, hal: 8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->