Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KHILAFAH ISLAMIYAH PERTAMA DI ALAM MELAYU

KHILAFAH ISLAMIYAH PERTAMA DI ALAM MELAYU

Ratings:

4.65

(1)
|Views: 2,415|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Hilmy Bakar Almascaty on Feb 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2015

 
Kerajaan Jeumpa AcehKhilafah Islam PertamaDi Alam Melayu
Sebuah Kajian Sosio-Antropologis-EkonomisHilmy Bakar Almascaty
 
A. Latar Belakang 
Khilafah Islamiyah
1
,yang di alam Melayu
2
 dikenal dengan istilah Kerajaan Islam,menurut para peneliti pernah tegak secara sambung menyambung sejak awal kedatanganIslam. Namun teori tentang Khilafah atau Kerajaan Islam pertama di alam Melayu sampai saatini masih banyak diperdebatkan oleh para peneliti, baik cendekiawan Muslim maupun nonMuslim. Umumnya perbedaan pendapat tentang teori ini didasarkan pada teori awal mulamasuknya Islam ke Asia Tenggara. Mengenai teori Islamisasi di Asia Tenggara, para ahlisejarah terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu pendukung (i) Teori Gujarat (ii) Teori Parsiadan (iii) Teori Mekah (Arab). Bukan maksud tulisan ini untuk membahas teori-teori tersebutsecara mendetil, namun dari penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwaTeori Mekkah (Arab) lebih mendekati kebenaran dengan fakta-fakta yang dikemukakan. TeoriMekkah (Arab) hakikatnya adalah koreksi terhadap teori Gujarat dan bantahan terhadap teoriPersia. Di antara para ahli yang menganut teori ini adalah T.W. Arnold, Crawfurd, Keijzer,Niemann, De Holander, SMN. Al-Attas, A. Hasymi, dan Hamka.
3
 Arnold menyatakan para pedagang Arab menyebarkan Islam ketika merekamendominasi perdagangan Barat-Timur sejak abad awal Hijriyah, atau pada abad VII dan VIIIMasehi. Meski tidak terdapat catatan-catatan sejarah, cukup pantas mengasumsikan bahwamereka terlibat dalam penyebaran Islam di Indonesia. Asumsi ini lebih mungkin bilamempertimbangkan fakta-fakta yang disebutkan sumber Cina bahwa pada akhir perempatanketiga abad VII M seorang pedagang Arab menjadi pemimpin sebuah pemukiman Arab dipesisir Sumatera. Sebagian mereka bahkan melakukan perkawinan dengan masyarakat lokal
1
Khilafah Islamiyah adalah sistem pemerintahan dalam Islam yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad sawkepada para pengikutnya yang diteruskan oleh pelanjut beliau, Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar, KhalifahUtsman, Khalifah Ali dan Khalifah Hasan bin Ali. Selanjutnya sistem kekhalifahan ini berkembang dan berinteraksi dengan peradaban lokal sesuai dengan perkembangan Islam ke seluruh dunia. Di Asia Tenggara,model ini diadaptasikan menjadi sistem Kerajaan yang berdasarkan kepada ajaran Islam sebagai sebuah prosestransisi menuju sistem Khilafah Islamiyah. Di beberapa tempat, para ulama juga menggunakan istilah DaulahIslamiyah. Namun semuanya merujuk kepada sistem pemerintahan dalam Islam. (lihat. Abul A’la al-Maududi,
al-Khilafah wal Mulk).
2
Alam Melayu adalah istilah yang penulis gunakan untuk kawasan Asia Tenggara atau dikenal juga dengan Nusantara. Menurut teori Malik ben Nabi dalam
al-Komenwel Islamy,
Dunia Islam sebagai sebuah entitas peradaban dibagi menjadi Dunia Islam Arab, Afrika, Eropa, Indo-Pak dan Dunia Melayu.
3
Masalah Islamisasi Nusantara, lihat misalnya :
S.M.N. Al-Attas, “Prelimenary Statement on A General Theory of theIslamization”, dalam
 Islamization of the Malay-Indonesia Archipelago,
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1969,.
 Risalah Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia di Medan,
Medan: Panitia Seminar, 1963. T.D. Situmorang dan A.Teeuw,
Sejarah Melayu,
Jakarta: Balai Pustaka, 1958, hlm. 65-66. T. Ibrahim Alfian (ed).
 Kronika Pasai,
Yogjakarta: GajahMada University Press, 1973, hlm. 100. Mohammad Said,
 Aceh Sepanjang Abad,
Medan: Waspada, 1981. Teuku Iskandar,
 De Hikayat Atjeh,
(S-gravenhage: NV. De Nederlanshe Boek-en Steendrukkerij V. H.L. Smits, 1959). Husein Djajaningrat,
 Kesultanan Aceh: Suatu Pembahasan Tentang Sejarah Kesultanan Aceh Berdasarkan Bahan-bahan Yang Terdapat Dalam Karya Melayu,
Teuku Hamid (terj.) (Banda Aceh: Depdikbud DI Aceh. 1983). Siti Hawa Saleh (edt),
 Bustanus as-Salatin,
(Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1992). Denys Lombard,
 Kerajaan Aceh, Jaman Sultan Iskandar Muda 1607-1636,
(terj), (Jakarta: Balai Pustaka,1992).
 
C. Snouck Hurgronje,
 Een- Mekkaansh Gezantscap Naar Atjeh in 1683”,
BKI65, (1991). Azyumardi Azra,
 Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII,
(Bandung:Mizan, 1995), hlm. 196. A. Hasymi,
59 Aceh Merdeka Dibawah Pemerintah Ratu
(Jakarta: Bulan Bintang, 1997).
2
 
yang kemudian membentuk komunitas muslim Arab dan lokal. Anggota komunitas itu jugamelakukan kegiatan penyebaran Islam. Argumen Arnold di atas berdasarkan kitab
`Ajaib al-Hind,
yang mengisaratkan adanya eksistensi komunitas muslim di Kerajaan Sriwijaya padaAbad X. Crawfurd juga menyatakan bahwa Islam Indonesia dibawa langsung dari Arabia,meski interaksi penduduk Nusantara dengan muslim di timur India juga merupakan faktorpenting dalam penyebaran Islam di Nusantara. Sementara Keizjer memandang Islam dari Mesirberdasarkan kesamaan mazhab kedua wilayah pada saat itu, yakni Syafi’i. Sedangkan Niemandan De Hollander memandang Islam datang dari Hadramaut, Yaman, bukan Mesir. Sementaracendekiawan senior Nusantara, SMN. Al-Attas menolak temuan epigrafis yang menyamakanbatu nisan di Indonesia dengan Gujarat sebagai titik tolak penyebaran Islam di Indonesia. Batu-batu nisan itu diimpor dari Gujarat hanya semata-mata pertimbangan jarak yang lebih dekatdibanding dengan Arabia. Al-Attas menyebutkan bahwa bukti paling penting yang perlu dikajidalam membahas kedatangan Islam di Indonesia adalah karakteristik Islam di Nusantara yangia sebut dengan
“teori umum tentang Islamisasi Nusantara”
yang didasarkan kepada literaturNusantara dan pandangan dunia Melayu.
4
 Menurut Al-Attas, sebelum abad XVII seluruh literatur Islam yang relevan tidakmencatat satupun penulis dari India. Pengarang-pengarang yang dianggap oleh Barat sebagaiIndia ternyata berasal dari Arab atau Persia, bahkan apa yang disebut berasal dari Persiaternyata berasal dari Arab, baik dari aspek etnis maupun budaya. Nama-nama dan gelarpembawa Islam pertama ke Nusantara menunjukkan bahwa mereka orang Arab atau Arab-Persia. Diakui, bahwa setengah mereka datang melalui India, tetapi setengahnya langsungdatang dari Arab, Persia, Cina, Asia Kecil, dan Magrib (Maroko). Meski demikian, yang pentingbahwa faham keagamaan mereka adalah faham yang berkembang di Timur Tengah kala itu,bukan India. Sebagai contoh adalah corak huruf, nama gelaran, hari-hari mingguan, carapelafalan Al-Quran yang keseluruhannya menyatakan ciri tegas Arab.
5
 Argumen ini didukung sejarawan Azyumardi Azra dengan mengemukakanhistoriografi lokal meski bercampur mitos dan legenda, seperti Hikayat Raja-raja Pasai, SejarahMelayu, dan lain-lain yang menjelaskan interaksi langsung antara Nusantara dengan Arabia.
6
 Hamka dalam pidatonya di acara Dies Natalis Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri(PTAIN) ke-8 di Yogyakarta pada tahun 1958, melakukan koreksi terhadap Teori Gujarat.Teorinya disebut “Teori Mekah” yang menegaskan bahwa Islam berasal langsung dari Arab,
4
Azra,
op.cit.
hal. 28
5
Al-Attas,
op.cit.
hal. 54-55
6
Azra,
op.cit.
hal.303

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
Mawardi Ismail Al-Asyi added this note
Saleum... Ustad Hilmy, saya mau dong yang file pdf nya. hihi
Rangga Lail added this note
salam bisakah sy diberikan file pdf nya trimakasih sebelumnya wass
sayavuya liked this
Nasi Rendang liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Tengku Meftah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->