• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 2
    CommentGo Back
 
Negeri Asal
Hamzah Fansuri
Syekhul Islam & Qadhi Malik al-AdilKerajaan Aceh Darussalam
Hilmy Bakar Almascaty
1
 
Sampai saat ini masih banyak dikalangan cendekia yang berbeda pendapat tentang negeriasal Mistikus Agung Nusantara, Syekh Hamzah Fansuri yang memiliki peran sentral dalamKerajaan Aceh Darussalam. Terutama setelah muridnya Syekh Syamsuddin Al-Sumatranymenjadi Mufti dan Qadhi Malik al-Adil pada zaman pemerintahan Sultan Iskandar Muda dengangelar Syekul Islam. Prof. Naquib al-Attas, cendekiawan Nusantara yang mengadakan penelitianintent terhadap Hamzah Fansuripun masih mengalami kegamangan ketika menafsirkan bait-baitsyair beliau yang menunjuk negeri asalnya, yang sebagian besar menunjuk Negeri Siam(Thailand) karena salah menafsirkan bait syair Syekh Fansuri.Untuk mengetahui asal dan perjalanan Syekh Hamzah Fansuri, ada beberapa bait syair  beliau yang harus dipecahkan dan diterjemahkan maknanya. Diantaranya adalah;
 Hamzah ini asalnya
Fansuri // 
Mendapat wujud di tanah
 Shahrnawi // 
 Beroleh khilafat ilmu yang ’ali // Daripada ’Abd al-Qadir Jilani. Hamzah di
negeri Melayu // 
Tempatnya
kapur di dalam kayu. Hamzah Fansuri 
di dalam Mekkah // mencapai Tuhan di Baitul Ka’bah // dari
 Barus
terlalu payah // akhirnya dijumpa di dalam rumah. Hamzah Fansuri
orang uryani // 
 seperti ismail menjadi qurbani // 
bukan Ajami lagi Arabi // 
 senantiasa wasil dengan Yang Baqi
Dari beberapa syair di atas, ada beberapa kata yang mesti diterjemahkan dengan tepat dandihubungkan satu dengan lainnya, yaitu
Fansur, Tanah Shahrnawi, negeri Melayu, kafuur didalam kayu (kafur, champora, kaafuuro (arab), Barus, orang uryani dan bukan Ajami lagiArabi.Fansur – Barus – Kafuur di dalam kayu – negeri Melayu
Daerah Fansur-Baros yang asal adalah tempat yang dikaitkan dengan penghasil kayukamper sebagai penghasil kapur (kamfer atau al-kafur dalam bahasa Arab). Nama ini terdapatdalam banyak sumber asli Arab, Persia, dan Cina dalam berbagai buku perjalanan, botani,kedokteran, dan pengobatan.
 Kapur 
, yang dalam bahasa Latin disebut
camphora
, merupakan bagian dalam (inti) kayu kamfer yang padat berisi minyak yang harum. Masyarakat pra-Islamtelah mengenal kafur yang masyhur itu, hal ini dibuktikan dengan penemuan penggunaan katakafur yang disebut berkali-kali dalam syair-syair Arab sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW.
1
Di kalangan bangsa Yunani purba, Sumatera sudah dikenal dengan
Taprobana.
Nama
Taprobana Insula
telah dipakai oleh Claudius Ptolemeus, ahli geografi Yunani abad keduaMasehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah ini dalam karyanya
Geographike Hyphegesis
. Ptolemeus menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri yang menjadi jalan keTiongkok, sebuah bandar niaga bernama
 Barousai 
(Barus)
yang dikenal menghasilkan
wewangian dari kapur barus
. Disebutkan pula bahwa
kapur barus
yang diolah dari kayu kamfer dari kota itu telah dibawa ke Mesir untuk dipergunakan bagi pembalseman mayat pada zamankekuasaan Firaun sejak Ramses II atau sekitar 5000 tahun lalu. Naskah Yunani tahun 70,
 Periplous tes Erythras Thalasses
, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki
chryse nesos
,atau ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang sekitar Laut Tengah sudah mendatangiSumatera mencari emas, kemenyan (
Styrax sumatrana
) dan kapur barus (
 Dryobalanopsaromatica
) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Para pedagang Nusantara sudah menjajakankomoditas mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, tercantum pada naskah
 Historia Naturalis
karya Plini abad pertama Masehi. Dalam kitab Yahudi,
Melakim
(Raja-raja), fasal 9,diterangkan bahwa Raja Solomon, raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirusyang berada dibawah kekuasaannya. Emas didapatkan dari negeri
Ophir 
. Al-Qur’an,
Surat Al- Anbiya’ 
81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (
al-ardha l-lati barak-Na fiha
). Di manakah gerangan letak negeri Ophir yangdiberkati Allah ? Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak diSumatera. Kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemeus pun menulis
Geographike Hyphegesis
berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang2
 
 bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas keSumatera dengan asumsi bahwa di sanalah letak negeri Ophir-nya King Solomon.
2
Dalam karya dua orang sejarawan, Ibn al-Atir (wafat tahun 1233 M), dan Ibn al-Baladuri(wafat tahun 1473) tercatat bahwa pada tahun 16 H/637 M, sewaktu perebutan ibu kota DinastiSassanid, yaitu Ctesiphon, orang-orang Arab menemukan kamper/kafur yang dikira garam diantara rempah-rempah dan wangi-wangian.
3
 Ibn Gulgul, abad ke-10 M, seorang ahli biobibliografi dan ilmu kedokteran dariAndalusia, mencata kafur atau kamfer dalam 63 bahan obat-obatan baru yang belum dikenalsebelumnya sebagai obat, kecuali hanya pewangian dan alat-alat ritual semata di agama-agama paganisme. Ibn Sarabiyun pada abad ke-10 juga mulai memperkenalkan zat yang sangat ampuhini. Ibn al-Baytar yang mengutip Ishaq ibn Imran yang hidup awal abad ke-9 M juga melakukanhal yang sama. Ketiganya melalui serangkaian eksperimen yang dilakukan berhasil menjelaskan berbagai fungsi dan kegunaan kafur dengan berbagai campuran untuk khasiat yang berbeda- beda. Fungsinya dalam berbagai bentuk olahan diantaranya adalah, sebagai balsem, penghobatankandung empedu, radang hati, demam tinggi, berbagai penyakit mata, sakit kepala akibat liver,memperkuat organ dan indra, mengontrol syaraf, pembiusan alami, pendarahan, menguatkangigi, dan lain-lain.Al-Kindi, salah seorang intelektual Arab, menyebutkan kapur barus sebagai salah satuunsur penting untuk membuat wangi-wangian. Sekitar abad ke-8, kapur barus merupakan salahsatu dari lima rempah dasar dalam ilmu kedokteran Arab dan Persia. Empat unsur yang lainadalah kesturi, ambar abu-abu, kayu gaharu, dan safran. Pada zaman Abbasiyah, hanya orangkaya dan para pemimpin saja yang menggunakan pewangi dari air kapur barus untuk cuci tanganselepas perjamuan makan.Ibnu Sina atau yang dalam literatur Eropa dikenal sebagai Aveceena, dalam bukunyayang terkenal tentang ensiklopedia pengobatan dan obat-obatan,
al-Qanun Fi al-Tib
, mencatatmanfaat kamfer sebagai obat penenang dan mendinginkan suhu badan yang tinggi. Kamfer jugadipakai sebelum dan sesudah pembedahan, sebagai obat liver, obat diare, sakit kepala, mimisan,dan sariawan. Aviceena menulis: "Jika kafur dipakai sedikit, maka obat ini dapat membantumenenangkan, karena bahan ini dingin. Kadang kala obat ini menurunkan suhu badan yangtinggi akibat badan kurang sehat karena lemah. Efek yang menguatkan dan menenangkan inidisertai efek harumnya. Efek pendinginannya dikurangi dengan kasturi dan ambar, dankekeringannya dikurangi dengan minyak wangi dan pelunaknya, misalnya minyak cengkeh danminyak bunga berwarna ungu lembayung. Kafur merupakan penangkal racun, khususnya racun panas. Berkat kafur pikiran menjadi lebih tajam dan terang; oleh karena itu kafur menguatkandan menyenangkan. Efeknya serupa ambar kuning, tetapi lebih kuat dan lebih bermanfaat."
4
 Selain bangsa Arab, bangsa Persia juga berdatangan untuk meneliti kegunaan kafur dariFansur ini. Buku tertua mengenai ilmu kedokteran yang ditulis dalam bahasa Persia adalah buku
Muwaffak al-Din
Abu Mansur Ali al-Harawi (abad ke-10 M), yang berjudul
 Kitab al-Abniya 'anhaqa'iq al-Adwiya
[Buku mengenai dasar dan kebenaran obat-obatan asli]. Dalam bukunya yang berjudul
 Hidayat al-muta'alimin fi al-tibb
(Panduan untuk mahasiswa ilmu kedokteran), al-Bukhori (abad ke-10) seorang mahasiswa Harawi dan dokter terkenal al-Razi (abad ke-9 dan 10M) berhasil mengembangkan kafur dalam berbagai bentuk resep, sebanyak 31 resep. Salahsatunya adalah dalam penanggulanagn penularan penyakit pes.Orang-orang Yunani telah terlibat secara intens dalam pengembangan ilmu kedokteran.Salah satu buku yang berhasil ditemukan seperti catatan Actius dari Amide dari abad ke-6 danke-7 M, menyebutkan kafur dalam karyanya Libri Medicinales.Salah satu surat pertama dari riga surat karya al-Kind yang berjudul
al-rasail al-hikmiyya fi asrul al-ruhaniyya
[Risalah-risalah Hukum tentang Rahasia-Rahasia Batin], dikatakan bahwakafur milik Devi Venus dan digunakan dalam pengasapan yang dipersembahkan kepadanya.3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

alhamdullah ini dpat mnambah wawasan sya.... syukran..

semua tulisan antum kok ga bs di donlod. tolong kirim dong ke email ana: udienhs@yahoo.com. ilmunya dibagi2 biar dpt amal jariah. syukran. Badar mahasiswa Master UM '07

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...