Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dasar Hukum Khitan

Dasar Hukum Khitan

Ratings: (0)|Views: 36 |Likes:
Published by danubratakusuma

More info:

Published by: danubratakusuma on Jan 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

 
Subject: Dasar Hu
 
um Khitan Dasar Hu
 
um KhitanAssalamu
alai
 
um wr. wb.Khitan (sunatan) adalah sunah fithrah dan merupa
 
an syiar muslimin. Secara syar`i pra
 
te
 
nya adalah memotong
 
ulup yang menutupi ujung
 
emaluan.Dari Abi Hurairah ra. ber
 
ata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Fithrah ituada 5 macam : Khitan, istihdad (mencu
 
ur bulu
 
emaluan), mencu
 
ur
 
umis,memotong
 
u
 
u dan mencabut bulu
 
etia
 
".Dalam hadits ini
 
hitan disebut
 
an di awal dan merupa
 
an sunnah fithrah.HUKUM KHITAN:Para ulama sebenarnya aga
 
sedi
 
it berbeda pendapat
 
eti
 
a menyebut
 
anhu
 
um
 
hitan ini.1. Pendapat pertama : Sunnah bu
 
an wajib Pendapat ini dipegang oleh mazhab Hanafi (lihat Hasyiah Ibnu Abidin : 5-479;al-I
 
htiyar 4-167), mazhabMali
 
i (lihat As-syarhu As-shaghir 2-151)dan Syafi`i dalam riwayat yangsyaz (lihat Al-Majmu` 1-300).Menurut pandangan mere
 
a
 
hitan itu hu
 
umnya hanya sunnah bu
 
an wajib,namun merupa
 
an fithrah dan syiar Islam. Bila seandainya seluruh pendudu
 
 negeri sepa
 
at untu
 
mela
 
u
 
an
 
hitan, ma
 
a negara berha
 
untu
 
memerangimere
 
a sebagaimana hu
 
umnya bila seluruh pendudu
 
negeri tida
 
 mela
 
sana
 
an azan dalam shalat.Sedang
 
an meng
 
hitan ana
 
wanita hu
 
umnya mandub menurut mazhab Mali
 
i,mazhab Hanafi dan Hanbali.Dalil yang mere
 
a guna
 
an adalah hadits Ibnu Abbas marfu`
 
epadaRasulullah SAW :"Khitan itu sunnah buat la
 
i-la
 
i dan memulia
 
an buat wanita." (HR Ahmaddan Baihaqi)Selain itu mere
 
a juga berdalil bahwa
 
hitan itu hu
 
umnya sunnah bu
 
anwajib
 
arena disebut
 
an dalam hadits bahwa
 
hitan itu bagian dari fithrahdan disejajar
 
an dengan istihdad (mencu
 
ur bulu
 
emaluan), mencu
 
ur
 
umis, memotong
 
u
 
u dan mencabut bulu
 
etia
 
. Padahal semua itu hu
 
umnya sunnah, 
 
arena itu
 
hitan pun sunnah pula hu
 
umnya.2. Pendapat
 
edua, Wajib bu
 
an sunnah :Pendapat ini didu
 
ung oleh mazhab Syafi`i (lihat almajmu` 1-284/285 ;almuntaqa 7-232), mazhab Hanbali (lihat Kasysyaf Al-Qanna` 1-80 danal-Inshaaf 1-123).Mere
 
a mengata
 
an bahwa hu
 
um
 
hitan itu wajib bai
 
bai
 
la
 
i-la
 
i maupunbagi wanita. Dalil yang mere
 
a guna
 
an adalah ayat Al-Quran dan sunnah :"Kemudian
 
ami wahyu
 
an
 
epadamu untu
 
mengi
 
uti millah Ibrahim yanglurus" (QS. An-Nahl : 23).Dan hadits dari Abi Hurairah ra. ber
 
ata bahwa Rasulullah SAWbersbda,"Nabi Ibrahim as. ber
 
hitan saat berusia 80 dengan
 
apa
 
". (HR.Bu
 
hari dan muslim)Kita diperintah untu
 
mengi
 
uti millah Ibrahim as.
 
arena merupa
 
an bagian dari syariat
 
ita juga". Dan juga hadits yang berbunyi,"Potonglah rambut
 
ufur darimu dan ber
 
hitanlah" (HR. HR As-Syafi`i dalam
 
itab Al-Umm yang aslinya dri hadits Aisyah riwayat Muslim).3. Pendapat
 
etiga : Wajib bagi la
 
i-la
 
i dan mulia bagi wanita.Pendapat ini dipengang oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, yaitu
 
hitan itu wajib bagi la
 
i-la
 
i dan mulia bagi wanita tapi tida
 
wajib. (lihatAl-Mughni 1-85)WAKTU MENGKHITAN

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->