Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
RUMUSAN MASALAH.doc

RUMUSAN MASALAH.doc

Ratings: (0)|Views: 77 |Likes:
Published by RIO SUQRON RAMADHAN

More info:

Published by: RIO SUQRON RAMADHAN on Jan 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

 
MAKALAH LIMBAH B3KELOMPOK RIFKI ABDULAHRIO SUQRON RRAFID RINANDAR0FI MIFBAHUL A
SMKN 06 MALANG X.RPL.5
Daftar Isi
1. PengertianLIMBAH B3 2. Sumber-sumber yang dapat menghasilkanLIMBAH B3.3. Suatu limbah dapat di katakan sebagaiLIMBAH B3apabila memenuhi syarat …...4. Dampak jangka panjang dan jangka pendek yang di timbulkan olehLIMBAH B3.5. Sistem pengelolaanLIMBAH B3.6. Penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) padaLIMBAH B3.7. LIMBAH B3 di SMK Negeri 6 MALANG.8. Cara untuk menanggulangiLIMBAH B3yang di temukan di SMKN 06 MALANG.
Pengertian LIMBAH B3.
Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksiyangmengandungbahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity)serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan
 
lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia.Berdasarkan sumbernya, limbah B3 dapat diklasifikasikanmenjadi:Primary sludge, yaitu limbah yang berasaldaritangki sedimentasi pada pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa senyawa organik yang stabil dan mudah menguap* Chemical sludge, yaitu limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan flokulasi* Excess activated sludge, yaitu limbah yang berasal dari proses pengolahan dengn lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut* Digested sludge, yaitu limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan digested aerobic maupun anaerobic dimana padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan banyak mengandung padatan organik.
Sumber-sumber yang dapat menghasilkan LIMBAH B3.
Industri-industri Penghasil Limbah B3Ketika PT Prasadha Pemusnah Limbah Industri (PT PPLI) diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal23 mei 1994, banyak kalangan industri bertanya-tanya, apakah industri mereka termasuk dalam kategori penghasillimbah B3 (Bahan beracun berbahaya). Reaksi mereka wajar saja, karena batasan tentang limbah B3 belum dipahamisepenuhnya oleh kalangan industri.Banyak industri yang tidak menyadari, limbah yang mereka hasilkan termasuk dalam kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga dengan mudah mereka melepaskannya ke air tanpa pengolahan. Ini antara lain bisa dilihat di akwasan industri tekstil. Pada kawasan tersebut, sungai-sungainya berwarna-warni, bergantung padawarna limbah yang dibuang ke sungai. Padahal, zat warna limbah tekstil mengandung unsur B3 yangmembahayakan kehidupan dan karenanya perlu penanganan khusus.Dengan demikian pengolahan limbah (waste treatment), bukan berarti suatu industri terbebas dari limbah B3.Sebab, hasil samping dari waste treatmen adalah konsentrat, yang berupa lumpur maupun debu, dengan konsentrasizat pencemar jauh lebih tinggi dari limbah yang telah diolah.Pada hakekatnya, pengolahan limbah adalah upaya untuk memisahkan zat pencemaran dari cairan ataupun padatan.Walaupu volumenya kecil, konsentarsi zat pencemar yang telah dipisahkan itu sangat tinggi. Selamaini, zat pencemar yang sudah dipisahkan itu (konsentrat) ini belum tertangani dengan baik, sehingga terjadi akumulasi bahaya yang setiap saat mengancam keselamatan lingkungan hidup. Dengan adanya pengolah limbah B3 diIndonesia diharapkan konsentrat hasil samping dari pengolahan limbah bisa diatasi.Proses industrialisasi di Indonesia sudah berlangsung 30 tahun. Di Jabotabek saja terdapat ribuan industri. Selamaini dikemanakan limbah B3 yang dihasilkan? Kalaupun memiliki pengolah limbah, jenis yang ada diindustri saat ini hanyalah jenis biasa, yang produk sampingnya justru menghasilkan konsentrat berupa limbah B3.Berdasarkan studi yang telah dilakukan oleh Bina Lingkungan Hidup DKI,ada sembilan kelompok besar penghasil limbah B3, delapan kelompok industriskala menengah dan besar, serta satu kelompok rumah sakit yang jugamemiliki potensi menghasilkan limbah B3.
1. Industri Tekstil dan kulit
Sumber utama limbah B3 pada industri tekstil adalah penggunaan zat warna. Beberapa zat warna dikenalmengandung Cr, seperti senyawa Na2Cr2O7 atau senyawa Na2Cr3o7. Industri batik menggunakan senyawa Naftolyang sangat berbahaya. Senyawa lain dalam kategori B3 adalah H2O2 yang sangat reaktif dan HClO yang bersifat toksik.Beberapa tahap proses pada indusrti kulit yang mneghasilkan limbah B3 antara lain washing, soaking, dehairing,lisneasplatting, bathing, pickling, dan degreasing. Tahap selanjutnya meliputi tanning, shaving, dan polishing.Proses tersebut menggunakan pewarna yang mengandung Cr dan H2SO4. Hal inilah yang menjadi pertimbanganuntuk memasukkan industrikulit dalam kategori penghasil limbah B3.
 
2. Pabrik kertas dan percetakan
Sumber limbah padat berbahaya di pabrik kertas berasal dari proses pengambilan kmebali (recovery) bahan kimiayang memerlukan stabilisasi sebelum ditimbun. Sumber limbah lainnya ada pada permesinan kertas, pada pembuangan (blow down) boiler dan proses pematangan kertas yang menghasilkan residu beracun. Setelah residutersebut diolah, dihasilkan konsentrat lumpur beracun.Produk samping proses percetakan yang dianggap berbahaya dan beracun adalah dari limbah cair pencucian rolfilm, pembersihan mesin, dan pemrosesan film. Proses ini menghasilkan konsentrat lumpur sebesar 1-4 persen dari volume limbah cair yang diolah. Industri persuratkabaran yang memiliki tiras jutaan eksemplar ternyatamemiliki potensi sebagai penghasil limbah B3.
3. Industri kimia besar
Kelompok industri ini masuk dalam kategori penghasil limbah B3, yang antara lain meliputi pabrik pembuatanresin, pabrik pembuat bahan pengawet kayu, pabrik cat, pabrik tinta, industri gas, pupuk, pestisida, pigmen, dansabun.Limbah cair pabrik resin yang sudah diolah menghasilkan lumpur beracun sebesar 3-5 persen dari volume limbahcair yang diolah. Pembuatan cat menghasilkan beberapa lumpur cat beracun, baik air baku (water-base) maupunzat pelarut (solvent-base). Sedangkan industri tinta menghasilkan limbah terbesar dari dari pembersihan bejana- bejana produksi, baik cairan maupun lumpur pekat. Sementara, timbulnya limbah beracun dari industri pestisida bergantung pada jenis proses pada pabrik tersebut, yaitu apakah ia benar-benar membuat bahan atau hanyamemformulasikan saja.
4. Industri farmasi
 Kelompok indusrti farmasi terbagi dalam dua sub-kelompok, yaitu sub-kelompok pembuat bahan dasar obat dansub-kelompok formulasi dan pengepakan obat. Umumnya di Indonesia adalah sub-kelompok kedua yang tidak  begitu membahayakan. Tapi, limbah industri farmasi yang memproduksi atibiotik memiliki tingkat bahaya cukuptinggi. Limbah industri farmasi umumnya berasal dari proses pencucian peralatan dan produk yang tidak terjual dan kadaluarsa.
5. Industri logam dasar
Industri logam dasar nonbesi menghasilkan limbah padat dari pengecoran, percetakan, dan pelapisan, yangmengahasilkan limbah cair pekat beracun sebesar 3 persen dari volume limbah cair yang diolah. Industri logam untuk keperluan rumah tangga menghasilkan sedikit cairan pickling yang tidak dapat diolah di lokasi pabrik danmemerlukan pengolahan khusus. Selain itu juga terdapat cairan pembersih bahan dan peralatan, yang konsentratnyamasuk kategori limbah B3.
6. Industri perakitan kendaraan bermotor
Kelompok ini meliputi perakitan kendaraan bermotor seperti mesin, disel, dan pembuatan badan kendaraan(karoseri). Limbahnya lebih banyak bersifat padatan, tetapi dikategorikan sebagai non B3. Yang termasuk B3 berasaldari proses penyiapan logam (bondering) dan pengecatan yang mengandung logam berat seperti Zn dan Cr.
7. Industri baterai kering dan aki
Limbah padat baterai kering yang dianggap bahaya berasal dari proses filtrasi. Sedangkan limbah cairnya berasaldari proses penyegelan. Industri aki menghasilkan limbah cair yang beracun, karena menggunakan H2SO4 sebagaicairan elektrolit.
8. Rumah sakit
 Rumah sakit menghasilkan dua jenis limbah padat maupun cair, bahkan juga limbah gas, bakteri, maupun virus.Limbah padatnya berupa sisa obat-obatan, bekas pembalut, bungkus obat, serta bungkus zat kimia. Sedangkan limbahcairnya berasal dari hasil cucian, sisa-sisa obat atau bahan kimia laboratorium dan lain-lain. Limbah padat atau cair rumah sakit mempunyai karateristik bisa mengakibatkan infeksi atau penularan penyakit. Sebagian juga beracun dan bersifat radioaktif.Selama ini sangat sulit mengetahui secara persis, berapa jumlah limbah B3 yang dihasilkan suatu industri, karena pihak industri enggan melaporkan jumlah dan akrakter limbah yang sebenarnya. Padahal, kejujuran pihak industri untuk melaporkan secara rutin jumlah dan karakter limbahnya merupakan informasi berharga untuk menjagakeselamatan lingkungan bersama.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->