Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Organizational Behavior

Organizational Behavior

Ratings: (0)|Views: 35 |Likes:
Published by ade_k012
Paper mengenai Kasus OB
Paper mengenai Kasus OB

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: ade_k012 on Jan 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2014

pdf

text

original

 
Bab I. Rising Issue
Case : Eksodus Besar-Besaran Karyawan Trans TV Tahun 2007Pada tahun 2007, publik dikagetkan dengan informasi yang menyatakan bahwa banyak karyawan Trans TV yang mengundurkan diri dan pindah ke stasiun TV lainnya. Dalam jangkawaktu 4 bulan, sejak September s.d Desember 2007, ada sekitar 60 orang karyawan Trans TVyang mengundurkan diri dan memutuskan untuk pindah ke stasiun TV lain yang kebanyakanadalah TV One. Dan Jika dilihat lebih lanjut, dari 60 orang yang memutuskan untuk hengkangtersebut, 90% di antaranya adalah mereka yang memiliki dedikasi yang tinggi pada pekerjaandan kinerja yang luar biasa. Sebut saja Ratna Dumila, presenter cantik lulusan Fakultas HukumUNAIR yang sudah digadang-gadang Chairul Tanjung menjadi ikon Trans TV bersama PrabuRevolusi, secara mendadak hengkang ke TV-One. Tidak hanya itu, Githa Nafeeza, RezaPrahadian (wartawan kepresidenan Trans TV), Divi Lukmansyah (Koordinator seluruh presenter Trans TV), Iwan Sudirwan (Kepala Divisi - boss besar seluruh program berita Trans TV), bahkan sampai produser Reportase Investigasi yang menghasilkan liputan-liputan luar biasatentang tahu berbahan formalin, bakso daging tikus, atau obat-obatan daur ulang. Bayangkankalau 60 orang dengan kualitas sehebat itu kemudian pindah dalam waktu yang hampir  bersamaan. Dan gelombang eksodus itu bahkan masih berlanjut sampai Maret 2008, meskipun jumlah yang keluar tidak sebanyak tahun 2007. Tapi, bila ditotal, jumlah mereka yangmemutuskan untuk hengkang dari Trans TV sejak tahun 2007 sampai dengan Maret 2008mencapai hampir 100 orang.Menurut beberapa sumber dari dalam, hal di atas ternyata terjadi karena mereka merasa bahwa Trans TV kurang memberikan penghargaan atas apa yang mereka lakukan buat perusahaan. Dedikasi dan loyalitas yang mereka berikan ternyata tidak disambut dengan sepadanoleh perusahaan. Hal ini membuat kebanyakan orang-orang terbaik Trans TV memilih untuk hengkang, meskipun kenyamanan atmosfir kerja di Trans TV masih belum bisa ditandingi olehstasiun TV lainnya di Indonesia.
 
Di antara Stasiun TV swasta nasional lain di Indonesia, TransTV adalah stasiun TV yang menawarkan penghasilan paling rendah. Bahkan, standar gaji TransTV setara dengan standar gaji stasiun TV lokal seperti Banten-TV atau JTV.
 
Bab II. Teori yang
 
Digunakan
Untuk membahas dan menganalisa fenomena yang terjadi pada kasus Trans TV di atas,dimana permasalahannya adalah terjadi eksodus besar-besaran karyawan Trans TV ke stasiunTV lainnya, penulis melihat bahwa yang menjadi isu utama dalam permasalahan ini adalahmengenai motivasi karyawan dalam bekerja. Untuk itu teori yang akan digunakan oleh penulisadalah Teori Motivasi dari Maslow (Need Hierarchy Theory).Teori Hierarki Kebutuhan yang dikembangkan oleh Abraham Maslow (1943-1970) inimenyatakan bahwa manusia memiliki motivasi karena didorong oleh adanya kebutuhan-kebutuhan. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, dimana orang akanmemulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutanHirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yanglebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan padasuatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting. Kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
Kebutuhan physiological (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, memiliki)
Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan pengakuan)
Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif, kebutuhan estetik dan kebutuhanaktualisasi diri)
 
Bab III. Analisa
Jika kita mengaitkan permasalahan eksodus besar-besaran karyawan Trans TV denganteori motivasi dari Maslow, maka dapat kita lihat bahwa pada dasarnya para karyawan yangmemutuskan untuk hengkang dan pindah ke stasiun TV lain yang memberikan penghasilan lebihdibandingkan dengan yang mereka terima selama di Trans TV, masih berada pada level
 Basic Need 
dari teori Maslow, yaitu kebutuhan akan physiological, sehingga begitu ada tawaran lainyang mampu memenuhi kebutuhan physiological tersebut mereka akan segera pindah. Memanghal ini tidak lepas dari peran perusahaan, yaitu Trans TV yang belum mengakomodir 
basic need 
dari para karyawannya, yang dibuktikan dengan gaji karyawan yang termasuk rendahdibandingkan dengan industri sejenis. Apalagi mereka yang memutuskan pindah sebanyak 90%adalah karyawan-karyawan terbaik Trans TV.Selama ini Trans TV berusaha membangun image yang bagus di mata masyarakat,sehingga masyarakat memang melihat Trans TV sebagai salah satu perusahaan yangmenjanjikan. Hal ini dapat dilihat pada saat mereka mengadakan program rekrutmen pada bulanJanuari 2007 yang masuk rekor MURI karena jumlah peserta yang mencapai lebih dari 100.000 pelamar. Hal tersebut menunjukkan betapa tinggi citra merek Trans TV di mata masyarakatIndonesia, yang memang terlihat pada karyawannya yang kelihatan sangat bangga memakaiseragam hitam-hitam berlogo Trans TV.Kembali pada teori Maslow di atas, Trans TV lupa bahwa para karyawannya adalahmanusia yang memiliki motivasi bekerja karena ingin memenuhi kebutuhan mereka. Dankebutuhan yang paling utama adalah kebutuhan physiological (makanan, minuman, dsb). TransTV lebih fokus pada bagaimana menghasilkan pencitraan yang baik di mata masyarakat sehingga para karyawan yang bekerja di sana akan merasa bangga karena berhasil diterima di perusahaansekelas Trans TV. Dengan demikian Trans TV berusaha memenuhi motif Esteem tanpa terlebihdahulu berusaha memenuhi kebutuhan physiological para karyawannya, jika dilihat dari piramida Maslow pada penjelasan sebelumnya. Ini adalah suatu kesalahan yang dilakukan TransTV karena menurut teori Maslow, manusia akan termotivasi bekerja karena terpenuhinya
 safetyneed 
dan
esteem need 
mereka (rasa bangga dan mendapat pengakuan/penghargaan) jikakebutuhan akan Physiological sudah terpenuhi lebih dahulu. Tidak peduli seberapa besar tingkat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->