Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
jasa medik

jasa medik

Ratings: (0)|Views: 88 |Likes:
Published by purilembangasri
jasa medik
jasa medik

More info:

Categories:Types, Research
Published by: purilembangasri on Jan 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2013

pdf

text

original

 
PERBANDINGAN BIAYA PELAYANAN TINDAKAN MEDIK OPERATIFTERHADAP TARIF INA-DRG PADA PROGRAM JAMKESMASDI RSUP Dr. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANGPADA KUARTAL I TAHUN 2009
Dwi Septianis
 
, Masnir Alwi
 
, Misnaniarti
 
Abstract
The concept of 
 Indonesian Diagnosis Related Group
(INA-DRG) formerly purposed to gain bothquality and efficiency of the health services. By using this packet rate hopefully it could minimize themedical cost rate, where there surgical operation is one of the most expensive medical services. The presentstudy is aimed to investigate the comparison between surgical operations to the INA-DRG’s tariff of JAMKESMAS in RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang in kuartal I 2009.This present study is a case study that used JAMKESMAS patients as the samples who got thesurgical operation treatment since January up to April 2009 that consists of 70 patients have been taken byusing
 proportional stratified sampling
method. Type of the data that have been analyzed were secondary dataincluded stay care rate of the patients that collected by using observation method helped with the check listinstrument. The analysis of this study aimed to highlight the distribution of rupiahs rate circulation towardservices cost rate and then done with cross tabulated both two variables and the results were shown in formof narration and table of distribution.The overall results of this study shows that 98.6% of the surgical operations rates were not relevantto INA-DRG’s tariff. The total rate of surgical operations that lower than the average rate cost mostlyhappened in case of the special surgical operation and the higher commonly happened in the medium surgicaloperations. On INA-DRG’s tariff itself, type of the cheaper if compared with the average cost rate happenedin the special surgical operation and the bigger one happened in the major surgical operation.In conclusion, this present study indicates that surgical operations cost rate were not relevant andmore than INA-DRG’s tariff with 98, 6% in total. Proposed that a
clinical pathway
must be constructedbased on INA-DRG’s regulation soonly in order to be guidance for hospitals in giving their medical servicesmainly to the JAMKESMAS’s patients.Keywords: Health Services Rate, INA-DRG’s tariff, JAMKESMAS
Abstrak
Konsep
 Indonesian Diagnosis Related Group
(INA-DRG) secara umum bertujuan untuk efisiensidan mutu pelayanan kesehatan. Dengan tarif paket ini diharapkan akan mampu menekan tingginya biayakesehatan, dimana salah satu pelayanan kesehatan dengan biaya yang tinggi di suatu rumah sakit adalahtindakan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya pelayanan tindakan medik operatif terhadap tarif INA-DRG pada Program JAMKESMAS di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembangpada kuartal I tahun 2009.Penelitian ini merupakan studi kasus (
case study
) dengan sampelnya adalah pasien JAMKESMASyang mendapatkkan tindakan operasi pada bulan Januari sampai April 2009 yang berjumlah 70 orang yangdiambil dengan metode
 proportional stratified sampling
. Jenis data yang dianalisis adalah data sekunderberupa rincian biaya rawat inap pasien yang dikumpulkan menggunakan metode observasi dengan alat bantuberupa
check list 
. Analisis data dalam penelitian ini untuk menghasilkan gambaran distribusi nilai rupiah daribiaya pelayanan yang kemudian dilakukan tabulasi silang dua variabel yang hasilnya disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan narasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98,6% biaya pelayanan tindakan medik operatif tidak sesuaidengan tarif INA-DRG. Total biaya pelayanan tindakan medik operatif yang lebih kecil dari biaya rata-ratapaling banyak pada operasi khusus dan yang lebih besar dari biaya rata-rata paling banyak pada operasisedang. Sementara untuk tarif INA-DRG, jenis operasi yang biayanya lebih kecil dari biaya rata-rata palingbanyak pada operasi khusus dan yang lebih besar dari biaya rata-rata paling banyak pada operasi besar.Kesimpulan dari penelitian ini adalah biaya pelayanan tindakan medik operatif yang dilakukan diRSMH 98,6% tidak sesuai dan lebih besar dari tarif INA-DRG. Disarankan agar segera ditetapkan
clinical pathway
yang sesuai dengan INA-DRG yang bisa menjadi acuan bagi rumah sakit dalam memberikanpelayanan khususnya terhadap pasien JAMKESMAS.Kata Kunci : Biaya Pelayanan Kesehatan, Tarif INA-DRG, JAMKESMAS
 
 
Pendahuluan
Pelayanan kesehatan yang bermutu denganpembiayaan yang efisien menjadi pilihanmasyarakat saat ini. Sebagai konsekuensinyasetiap pemberi pelayanan kesehatan dituntutuntuk bisa memberikan pelayanan yangberkualitas agar dapat menarik pelanggan. Namunhal ini berbeda jika dipandang dari segimasyarakat sebagai pihak yang menggunakan jasapelayanan tersebut, dimana biaya pelayanaankesehatan menjadi salah satu faktor penentuutilisasi terhadap pelayanan kesehatan.Fenomena yang terjadi saat ini adalahbiaya pelayanan kesehatan cenderung naik daritahun ke tahun, terutama biaya pelayanan dirumah sakit. Untuk itu perlu dicari suatu solusiuntuk mengendalikan biaya pelayanan di rumahsakit melalui mekanisme pembayaran pra upaya(
 prospective payment system
) di rumah sakit
1
.
 
Sistem
casemix
atau yang lebih populer dengannama
 Diagnosis Related Groups
(DRG)merupakan salah satu alternatif yangdikembangkan oleh negara-negara di duniadengan menggunakan prinsip
 prospective payment system
(PPS) di rumah sakit.Sementara itu, di Indonesia konsepcasemix dikenal dengan nama IndonesianDiagnosis Related Groups (INA-DRG) yangdisusun oleh pemerintah dengan mengacu padastandar penyusunan tarif pelayanan rumah sakitinternasional atau International Refined DiagnosisRelated Groups (IR-DRG) versi 2 (dua). Standartarif baku ini dibuat berdasarkan kumpulan databiaya pelayanan rumah sakit dan uji cobapenerapan sistem pembiayaan ter-padu berbasislayanan di 15 rumah sakit vertikal tahun 2006
2
.RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH)merupakan salah satu rumah sakit yang menjadipilot project tersebut dimana penerapan sistemINA-DRG berlangsung hingga saat ini yangdiberlakukan terhadap pasien JAMKESMAS.Adapun mekanisme pelaksa-naannya dirumah sakit seharusnya dengan memberikanpelayanan ke-pada pasien JAMKESMASberdasar-kan
clinical pathways
yang telahditentukan untuk tiap jenis penyakit. Semakinparah diagnosis penyakit maka tarifnya pun akansemakin tinggi. Salah satu paket tarif pe-layanandengan biaya yang besar yaitu Tindakan Medik Operatif.Berdasarkan data survei awal yangdiperoleh dengan menganalisis biaya klaim dari10 orang pasien dengan diagnosis pelayananoperasi, didapatkan sebanyak 6 (enam) pasiendengan selisih biaya pelayanan lebih dari 100%terhadap tarif INA-DRG dan hanya satu orangpasien dengan biaya pelayanan dibawah tarif INA-DRG. Selain itu rata-rata hari rawat pasienlebih lama dari standar INA-DRG, hanya ada duaorang dari 10 pasien yang dirawat sesuai denganlama hari rawat yang tercantum pada standarINA-DRG. Lamanya hari rawat pasien yangmelebihi standar yang tercantum dalam tarif paketini semakin meningkatkan kecenderung-an biayapelayanan yang lebih tinggi tersebut.Sejauh ini belum diketahui perbandingantarif paket INA-DRG terhadap biaya pelayanankesehatan yang diberikan berdasarkan tarif yangberlaku di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin(RSMH). Oleh karena itu penelitian ini akanmelihat perbandingan biaya pelayanan TindakanMedik Operatif yang diberikan dengan tarif paketINA-DRG di RSUP Dr. Mohammad Hoesin(RSMH) Palembang pada kuartal I tahun 2009.
Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan studi kasus (
casestudy
) dengan sampelnya adalah pasienJAMKESMAS yang mendapatkkan tindakanoperasi pada bulan Januari sampai April tahun2009 yang berjumlah 70 orang yang diambildengan metode
 proportional stratified sampling
.Jenis data yang dianalisis adalah data sekunderberupa rincian biaya rawat inap pasien yangdikumpulkan menggu-nakan metode observasidengan alat bantu berupa
check list 
. Analisis datadalam penelitian ini untuk meng-hasilkangambaran distribusi nilai rupiah dari biayapelayanan yang kemudian dilakukan tabulasisilang dua variabel yang hasilnya disajikan dalambentuk tabel distribusi dan narasi.
Hasil dan Pembahasan
1.
 
Hasil Observasi
Tindakan operasi di Instalasi Bedah Sentral(IBS) RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembangdi-kategorikan menjadi tiga kelompok, yaituoperasi khusus, besar, dan sedang. Hasil observasimenun-jukkan bahwa 25,7% sampel denganoperasi khusus, 42,8% sampel dengan operasi
 
besar, dan sebanyak 31,4% sampel denganoperasi sedang. Terdapat sebanyak 25 kelompok diagnosis dalam INA-DRG yang ditegakkan atassampel. Namun diagnosis yang terbanyak yaitusebesar 17% sampel me-rupakan kelompok diagnosis
 IP other digestive system procedures.
2.
 
Biaya Operasi
Hasil penelitian menunjukkan rincian biayarata-rata untuk masing-masing kelompok operasi,dimana untuk biaya operasi yang lebih kecil daribiaya rata-rata paling banyak terdapat padakelompok operasi besar, sedangkan untuk biaya
 
operasi yang lebih dari biaya rata-rata palingbanyak pada operasi sedang. Ini artinya operasisedang memiliki kecenderungan untuk merugikarena sebagian besar biayanya lebih besar daribiaya rata-rata yaitu sebanyak 54,5%.Tarif untuk masing-masing kategoritindakan operasi tersebut ditentukan mengikutikelas pera-watan dan sudah meliputi bahan habispakai obat dan alat kesehatan standar, jasa nondokter, jasa anastesi dan jasa dokter sebagaimanayang tercantum dalam SK DIRUT RSMH Nomor:KU.06.02.1.242 tentang Tarif Pelayanan RSUPDr. Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2009
3
.
3.
 
Biaya Keperawatan
Berdasarkan hasil penelitian didapatkanbahwa biaya keperawatan yang lebih kecil daribiaya rata-rata paling banyak terdapat padaoperasi sedang dan yang lebih besar dari biayarata-rata paling banyak pada operasi khusus. Halini menunjukkan bahwa kecenderungan tindakankeperawatan pada operasi khusus untuk merugi,namun hal ini tidak terlalu mengkhawatirkankarena tidak sampai melebihi 50% darikeseluruhan.Pelayanan keperawatan ini termasuk kelompok pelayanan utama yang ada di suaturumah sakit. Pelayanan keperawatan dilakukanoleh berbagai staf medik fungsional sesuai dengan jenis dan status penyakit penderita tertentu
4
.
 
Tindakan keperawatan yang diberi-kan sesuaidengan kebutuhan pasien dari tindakan operasiyang dilakukan.
4.
Biaya Pelayanan Penunjang
 
Berdasarkan hasil penelitian pada babsebelumnya, diperoleh hasil perhitungan bahwabiaya pelayanan penunjang yang lebih kecil daribiaya rata-rata paling banyak pada operasi khususdan yang lebih besar dari biaya rata-rata palingbanyak pada operasi sedang. Tetapi pada operasisedang ini biaya yang lebih kecil dan biaya yanglebih besar dari biaya rata-rata seimbangbanyaknya.Pada prinsipnya pelayanan penunjang ini juga diberikan kepada pasien sesuai dengankebutuhan dalam penyembuhan pasien tersebut.Oleh karena itu biaya untuk masing-masingpasien akan berbeda-beda sesuai dengan tindakanoperasi dan kebutuhan pasien itu sendiri.
5.
Biaya Obat-obatan
 
Berdasarkan hasil penelitian biaya obat-obatan yang lebih kecil dari biaya rata-rata palingbanyak pada operasi besar dan biaya yang lebihbesar dari biaya rata-rata paling banyak padaoperasi sedang. Hal ini menunjukkan bahwa padaoperasi sedang kecenderungan pemberian obatkepada pasien banyak yang melebihi kebutuhanstandarnya.Biaya obat yang dihitung dalam penelitianini sudah diluar biaya obat yang tercakup dalampaket tindakan operasi sebagaimana yang telahdijelaskan dalam SK DIRUT RSMH Nomor:KU.06.02.1.242, bahwa tarif pada tindakanoperasi sudah meliputi bahan habis pakai obat danalat kesehatan standar.
3
Sementara untuk pasien JAMKESMASsendiri sebenarnya sudah ada formularium khususuntuk janis obat-obatan yang ditanggungJAMKESMAS. Berdasarkan Pe-domanPelaksanaan JAMKESMAS yang ditetapkan olehDepartemen Kesehatan RI terdapat 30 kelompok obat-obatan yang ditetapkan sebagai formulariumobat di rumah sakit untuk JAMKESMAS
5
.
6
. Total Biaya PelayananTindakan Medik Operatif 
Hasil perhitungan yang telah dilakukansebagaimana yang ter-cantum dalam babsebelumnya menunjukkan bahwa total biaya pe-layanan yang diberikan kepada pasien berbeda-beda dalam kelom-pok tindakan operasi khusus,besar, dan sedang. Dimana total biaya yang lebihkecil dari biaya rata-rata paling banyak padaoperasi khusus dan biaya yang lebih besar daribiaya rata-rata paling banyak pada operasisedang. Ini artinya pada operasi sedangkebanyakan biaya yang dibutuhkan untuk penyembuhan pasien lebih besar dari biaya yangumumnya pada operasi tersebut.
7
. Perbandingan Biaya PelayananTindakan Medik Operatif terhadapTarif INA-DRG
Bardasarkan hasil penelitian diperolehbahwa 98,6% biaya tindakan medik operatif yangdiberi-kan kepada pasien tidak sesuai dengan tarif INA-DRG. Hal ini me-rupakan suatu kenyataanyang ber-tentangan dimana seharusnya tarif yangtelah ditetapkan dalam INA-DRG sudah
 
mencakup keseluruhan biaya tindakan yangseharusnya dilakukan untuk penyembuhan pasien.Namun sebagaimana hasil temuan padabab sebelumnya, bahwa belum adanya
clinical pathway
di RSMH ini menjadi salah satu kendalabagi tenaga medis yang dalam hal ini adalahdokter yang menangani pasien dalam mem-berikan pelayanan dan tindakan selamaperawatan. Pelayanan yang diberikan kepadapasien selama ini hanya berdasarkan
standard ope-rating procedure
(SOP) sehinga belum tentusama dengan
clinical pathway
yang telahditetapkan oleh Depkes RI dalam prosespenetapan tarif INA-DRG ini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->