Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK (COOKING CLASS) PADA ANAK TK PLUS TUNAS BANGSA KELOMPOK B KECAMATAN SOOKO MOJOKERTO

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMASAK (COOKING CLASS) PADA ANAK TK PLUS TUNAS BANGSA KELOMPOK B KECAMATAN SOOKO MOJOKERTO

Ratings: (0)|Views: 2,184|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ELOK MUTHOHAROH,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ELOK MUTHOHAROH,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 22, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

 
 
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUSMELALUI KEGIATAN MEMASAK (COOKING CLASS)PADA ANAK TK PLUS TUNAS BANGSA KELOMPOK BKECAMATAN SOOKO MOJOKERTOELOK MUTHOHHAROH, PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU-PENDIDIKANANAK USIA DINI, FAKULTAS PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERISURABAYA
Abstrak Pertumbuhan ketrampilan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus pada anak tidak akan berkembang melalui kematangan begitu saja, melainkan ketrampilan itu harusdipelajari. Namun tidak semua anak memiliki kematangan untuk mengusai ketrampilan ini padatahap yang sama, hal tersebut juga terjadi pada anak TK Plus Tunas Bangsa kelompok B, yangkemampuan motorik halusnya terutama dalam kegiatan menggunting, mencetak dan membentuk,masih belum sesuai dengan capaian perkembangan yang diharapkan, hal ini dikarenakan kegiatanyang dilaksanakan dan media yang digunakan kurang bervariasi dan kurang menarik minat anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari alternatif pembelajaran yang menyenangkan, yaitudengan kegiatan memasak 
(cooking class).
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yangterdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian inidilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, dan menggunakantehnik analisis data deskriptif kwalitatif. Dari hasil penelitian ini terbukti ada peningkatankemampuan motorik halus anak sebesar 18,27%. Ini terlihat dari hasil prosentase siklus I, 63,33 %menjadi 81,6 % pada silkus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak dapat ditingkatkan melalui kegiatan memasak (
cooking class).
Kata kunci
: kemampuan motorik halus, kegiatan memasak.
 Abstract 
 
Growth in motor skills, both gross motor and fine motor skills in children will not growthrough maturity for granted, but the skills must be learned. However, not all children havematurity of mastering these skills at the same stage. It also occured on children at TK Plus Tunas Bangsa in group B, whose fine motor ability especially in cutting, and shaping were not inaccordance with the achievement of their development. It was coused of the activity done and themedia was not so variative and not to attract the children interest. The aim of this research was to find the pleasant learning alternative, that was cooking class.The research was a Classroom Action Research which consist of four stage that was planning, action, observing, and reflekting.This research was held in two cycles, each cycle consists of two meetings, and uses the descriptivequalitative data analysis technique.From the result of this research, it proved that there wasimprovement in fine motor ability of the children which was 18,27%. It can be seen from the result  percentage in cycle I, 63,33% become 81,6% in cycle II. It can be concluded that children finemotor ability can be efforted trhough cooking class.
 Keywords:
fine motor ability, cooking class.
PENDAHULUANLatar belakang Masalah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,Pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa,pendidikan Anak Usia Dini adalah suatuupaya pembinaan yang ditujukan kepadaanak sejak lahir sampai dengan usia enamtahun yang dilakukan melalui pemberianrangsangan pendidikan untuk membantu
 
 
pertumbuhan dan perkembangan jasmanidan rohani agar anak memiliki kesiapandalam memasuki pendidikan lebih lanjut.(Mendiknas: 2010). Selanjutnya dalam pasal28 dinyatakan bahwa pendidikan anak usiadini dapat diselenggarakan melalui jalurpendidikan formal, non formal dan informal.Taman Kanak-Kanak merupakanlembaga pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menanganianak usia 4
 – 
6 tahun. Sebagai lembagapendidikan prasekolah, tugas utama TamanKanak-Kanak adalah mempersiapkan anak dengan memperkenalkan berbagaipengetahuan, sikap atau prilaku, ketrampilandengan intelektual agar dapat melakukanadaptasi dengan kegiatan belajar yangsesungguhnya di sekolah dasar. (Depdiknas,2000:1)Masa anak merupakan periodeperkembangan cepat dan terjadinyaperubahan dalam aspek perkembangan. Olehkarena itu dibutuhkan kondisi pembelajaranyang menyenangkan agar anak dapatmerespon stimulasi-stimulasi yang diberikansesuai pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Perkembangan anak ialahsuatu proses perubahan dimana anak belajarmenguasai tingkat yang lebih tinggi aspek-aspek gerakan, berpikir, perasaan, daninteraksi, baik dengan sesama maupundengan benda-benda dalam lingkunganhidupnya. ( Susanto, 2011:VI)Anak- anak mengalami pertumbuhansangat pesat. Hal tersebut dapat dilihat padapertumbuhan motorik, koordinasi otot-ototdan kecepatan jasmaniahnya menunjukkankemajuan yang mencolok. Pertumbuhanketrampilan motorik, baik motorik kasarmaupun motorik halus pada anak, tidak akanberkembang melalui kematangan begitusaja, melainkan ketrampilan itu harusdipelajari.(Depdiknas. 2007:1)Perkembangan ketrampilan motorik dipengaruhi oleh berbagai faktor yangmencakup kesiapan belajar, kesempatanbelajar, kesempatan berpraktik, model yangbaik, bimbingan, dan motivasi. Hal inisesuai dengan apa yang dikemukakan olehMalina & bouchard, dalam Montolalu(2008:4) bahwa ada 5 prinsip utama dalamperkembangan anak yaitu:
1.
 
Kematangan
Kemampuan anak melakukangerakan motorik sangat ditentukan olehkematangan syaraf yang mengaturgerakan tersebut.
2.
 
Urutan
Pada usia 5 tahun anak telahmemiliki kemampuan motorik yangbersifat kompleks, yaitu kemampuanuntuk mengkoordinasikan gerakanmotorik dengan seimbang.1.
 
Urutan pertama, disebut pembedaanyang mencakup perkembangan secaraperlahan dari gerakan motorik kasaryang belum terarah ke gerakan yanglebih terarah sesuai dengan fungsigerakan motorik.2.
 
Urutan kedua, adalah keterpaduan,yaitu kemampuan dalammenggabungkan gerakan motorik yang saling berlawanan dalamkoordinasi gerakan yang baik, sepertiberlari dan berhenti, melempar danmenangkap, maju dan mundur.
3.
 
Motivasi
Kematangan motorik memotivasianak untuk melakukan aktivitas motorik dalam lingkup yang luas. Motivasi yangdatang dari dalam diri anak perludidukung dengan motivasi yang datangdari luar. Misalnya, dengan memberikankesempatan pada anak untuk melakukanberbagai kegiatan gerak motorik sertamenyediakan berbagai sarana danprasarana yang dibutuhkan anak.
4.
 
Pengalaman
Perkembangan gerakan merupakandasar bagi perkembangan berikutnya.
5.
 
Praktik
Beberapa kebutuhan anak usiaTaman Kanak-Kanak yang berkaitandengan pengembangan motoriknya perlu
 
 
dipraktikkan anak dengan bimbinganguru,.Berdasarkan hal itu, dapat diketahuibahwa perkembangan motorik dapat terjadiapabila anak telah matang secara biologisdan ada stimulasi dari lingkungan sebagaikegiatan belajar anak. Dan setiapketrampilan itu harus dipelajari secaraindividu, dan sebaiknya dipelajari satupersatu. Maka dari itu, sebaiknya anak diberikan latihan untuk mengembangkankemampuan motoriknya berdasarkantingkatan usia anak.Pengembangan kemampuan motorik merupakan salah satu pengembangankemampuan dasar di TK. Bahan kegiatanpengembangan motorik mencakup kegiatanyang mengarah pada kegiatan untuk melatihmotorik kasar dan halus .Gerakan motorik halus hanyamelibatkan bagian-bagian tubuh tertentu sajadan dilakukan oleh otot-otot kecil, sepertiketrampilan menggunakan jari jemari tangandan gerakan pergelangan tangan yang tepat.Oleh karena itu, gerakan ini tidak terlalumembutuhkan tenaga, namun gerakan inimembutuhkan koordinasi mata dan tanganyang cermat.(Sujiono.dkk, 2009:1.14)Dengan menggunakan media kreatif anak dapat melaksanakan kegiatan yang dapatmelatih otot-otot tangan dan koordinasimata, pikiran dengan tangannya. Semakinlama gerakan motorik halus anak akansemakin membaik dan membuat anak dapatberkreasi, seperti menggunting kertasmengikuti pola, mnggambar dan mewarnaigambar, melipat kertas menjadi bentuk tertentu, menjahit, menganyam, mencetak dan membentuk.Usia 5-6 tahun, koordinasi motorik halus anak-anak semakin meningkat.Tangan, lengan dan tubuh bergerak bersamadengan koordinasi yang lebih baik dari mata.Ciri umum perkembangan motorik halus pada anak usia 5-6 tahun mempunyaikarakteristik sebagai berikut:1.
 
Adanya peningkatan perkembangan ototyang kecil; koordinasiantara mata dantangan yang berkembang dengan baik.2.
 
Peningkatan dalam penguasaan motorik halus dapat menggunakan palu, pensil,gunting, dan lain-lain.3.
 
Dapat menjiplak gambar geometris.4.
 
Mencetak beberapa surat.5.
 
Dapat bermain pasta dan lem.6.
 
Pekerjaan ketrampilan tangan yangsemakin baik.7.
 
Memegang kertas dengan satu tangandan mengguntingnya.8.
 
Menjiplak, meniru dan menulis beberapahuruf sederhana.9.
 
Memegang pensil dengan benar antaraibu jari dan 2 jari.10.
 
Menggambar orang dengan lengkap.11.
 
Memotong bentuk-bentuk sederhana.12.
 
Belajar menggunting dan membuat bukucerita dengan gambar tempel.13.
 
Dapat menjiplak lingkaran dan bujursangkar.Namun tidak semua anak memilikikematangan untuk menguasai kemampuanini pada tahap yang sama. Di TK Plus TunasBangsa tempat peneliti mengajar, khususnyadi kelompok B, dari 15 siswa, barusepertiganya saja yang kemampuan motorik halusnya sudah berkembang dengan baik,sedangkan yang lainnya kemampuanmotorik halusnya belum berkembang sesuaiharapan. Kemampuan mereka dalammenggunting bentuk menurut garis ataupola, masih belum bisa rapi karena guruselalu mengajak anak menggunting gambar.Begitu juga pada saat membentuk danmencetak dengan plastisin hasilnya kurangbaik. Hal ini disebabkan karena teksturnyayang lembek dan lengket, dan bau plastisinyang kurang sedap, sehingga anak-anak kurang berminat untuk membentuk danmencetaknya.Dari keadaan yang ditemui peneliti ini,maka peneliti ingin mengadakan suatuperubahan kegiatan pembelajaran agar lebihmenyenangkan dan dapat mencapai hasilyang diharapkan yaitu dengan mengajak 

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->