Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK A DI TK ISLAM MUTIARA SURABAYA

MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK MELALUI METODE BERCERITA PADA KELOMPOK A DI TK ISLAM MUTIARA SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 1,555|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : TRI YUNI YANTI, Rohita Rohita,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : TRI YUNI YANTI, Rohita Rohita,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 22, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2014

pdf

text

original

 
 
1
 
MENINGKATKAN DISIPLIN ANAK MELALUI METODE BERCERITAPADA KELOMPOK A DI TK ISLAM MUTIARA SURABAYATri Yuni Yanti
Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri SurabayaRohita, S.Pd., M.Pd(ita_oracle@yahoo.co.id)
Abstrak
Meningkatkan kedisiplinan anak kelompok A di TK Islam Mutiara Surabaya, merupakan salahsatu tujuan utama guna pembentukan perilaku pada anak, adapun faktor yang menyebabkanterjadinya perilaku tidak disiplin adalah proses pembelajaran yang dilakukan tenaga pendidik cenderung pada pencapaian target materi, mementingkan pada penghafalan konsep serta kurangdakam penanam disiplin anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatandisiplin melalui metode bercerita pada anak kelompok A di TK Islam Mutiara Surabaya. Denganrumusan masalah, yaitu apakah metode bercerita dapat meningkatkan disiplin anak kelompok A diTK Islam Mutiara Surabaya.Menggunakan pada alternatif tindakan pemecahan masalah, penelitianberupaya menemukan solusi melalui penelitian tindakan kelas (PTK) dengan perlakuan 2 (dua)siklus, subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Islam Mutiara Surabaya yangberjumlah 20 anak, terdiri dari 11 anak laki-laki dan 9 anak perempuan.Teknik pengumpulan datamenggunakan teknik observasi dan analisis melalui uji penelitian kualitatif, rata-rata tingkatpencapaian dalam meningkatkan disiplin melalui metode bercerita pada kelompok A di TK IslamMutiara Surabaya pada siklus I mencapai 65% dan meningkat pada siklus II menjadi 95%. Makadapat diambil kesimpulan bahwa dalam penggunaan metode bercerita dapat meningkatkan disiplinpada anak kelompok A di TK Islam Mutiara Surabaya.Kata Kunci : Metode Bercerita, Kedisiplinan Anak 
Abstract
 Imprving A group children’s disicipline at TK 
 Islam Mutiara Surabayais a main goal to createchi
ldren’s attitude. There are some factors which can cause students are not disipline. There are
(1)learning proses which conducted by the tachers only focus on the goal achievement and (2) thelearning process only focus on the concept of memorizing rather than rain disipline improvement through telling stpry at A group childrem of TK Islam Mutiara Surabaya. The research problemsused in this research are whetherthe use of telling story method can improve children disiplineand how telling story method impro
ves children’s discipline at A group a children TK 
 Islam Mutiara Surabaya.By yusing an alternative to solve the problem, the researcher tries to find asolution through a classroom action research in two cyles. The subject of this research are 20children of grup A at TK Islam Mutiara Surabaya. They are 11 boys and 9 girls.The datacollecting teachique used is observation. The data analysis used is qualitative research test. The
average children’s achivement in improving their discipline ata TK 
 Islam Mutiara Surabayais65% in the first cycle and it becomes 95% in the second cycle. Based on the data, it can
concluded that the use of telling story can improve children’s discipline of group A at TK 
 Islam Mutiara Surabaya.Keyword : Telling Story Method, chi
ldern’s d 
iscipline
PENDAHULUAN
Pentingnya pembinaan disiplin anak untuk mengembangkan kemampuan penyesuaian diridengan lingkungannya, merupakan modal dasarbagi kehidupan yang sukses di masa depan.Pembiasaan disiplin pada diri anak penting karenadengan berdisiplin dapat memantapkan peran sosialanak.Rimm (dalam Shochib, 2010:3) mengemukakanbahwa rahasia keberhasilan pengembangan diriadalah kedisiplinan. Orang yang terlatih disiplinakan lebih besar kemungkinannya meraihkeberhasilan dibandingkan orang yang tidak disiplin. Tujuan dari disiplin adalah membentuk perilaku anak yang sesuai dengan peran yangditentukan lingkungan atau kelompok sosialnya.Untuk itu dalam penanaman disiplin diperlukanperan orang tua di rumah maupun guru di sekolah.Begitu pula halnya di sekolah. Seluruh personilsekolah adalah model bagi anak, semua arahan dan
 
 
bimbingan serta aturan-aturan di sekolah dalamkelas harus dapat pula membentuk perilaku anak khususnya dalam pendisiplinan anak. Diantaranyayang terkait dengan penelitian ini adalah dalampendisiplinan anak, penyesuaian diri anak danpenerimaan lingkungan pada anak.Akan tetapi perilaku anak didik di TK IslamMUTIARA Surabaya, masih sangat kurang. Hal initerlihat dari tingkah laku anak setiap hari seperti,ribut waktu belajar, tidak membereskan mainansetelah dipakai, serta duduk tidak ditempat duduk yang telah ditentukan.Adapun salah satu faktor yang menyebabkanterjadinya perilaku tidak disiplin pada anak adalahproses pembelajaran yang dilakukan tenagapendidik saat ini termasuk guru Kelompok A TKIslam MUTIARA Surabaya cenderung padapencapaian target materi dan mementingkan padapenghafalan konsep serta kurang dalam penanamandisiplin pada anak. Hal ini dapat dilihat darikegiatan pembelajaran di dalam kelas yang selaludidominasi oleh guru. Penyampaian materi,biasanya guru menggunakan metode ceramah,sementara anak hanya duduk dan mendengarkanapa yang disampaikan guru, selain itu kesempatanyang dikehendaki guru kepada anak untuk berperansangat sedikit.Pada dasarnya banyak metode yang dilakukandalam meningkatkan disiplin, salah satunya adalahmetode bercerita. Metode cerita merupakan salahsatu strategi pembelajaran yang memberikanpengalaman secara lisan bagi anak dan jugamerupakan cara untuk meyampaikan nilai-nilaiyang berlaku di masyarakat (Montolalu, 2005:102).Dari uraian yang ada di atas, maka penelitian iniakan membahas sebuah permasalahan yang
 berjudul
Meningkatkan Disiplin Anak MelaluiMetode Bercerita Kelompok A Di TK IslamMutiara Surabaya
 Disiplin berasal dari kata
dicipline,
artinyaseseorang yang belajar dari atau secara sukarelamengikuti seorang pemimpin. Hal ini adalah orangtua atau guru yang berkewajiban mengajar anak tentang perilaku moral yang disetujui olehkelompok masyarakatnya. (Lubis. 2008:3).Poerwadarminta dalam Kamus Besar BahasaIndonesia (2005: 28) mengartikan kata disiplinadalah latihan batin dan watak dengan maksudsupaya segala perhatian anak selalu mentaati tatatertib di sekolah.Menurut Hurlock (dalam Ulfah, 2006:
13
)mengartikan perilaku disiplin yakni perilakuseseorang yang belajar dari atau secara sukarelamengikuti seorang pemimipin. Dalam hal ini, anak merupakan murid yang belajar dari orang dewasatentang hidup menuju kearah kehidupan yangberguna dan bahagia dimasa mendatang.Menurut Rachman (dalam Susilowati, 2005: 18)bahwa disiplin sebagai upaya mengendalikan diridan sikap mental individu atau masyarakat dalammengembangkan kepatuhan dan ketaatan dalammelaksanakan tata tertib yang ada.Menurut ahli lain, Prijodarminto (1994:23)bahwa disiplin adalah suatu kondisi yang terciptadan terbentuk melalui proses dari serangkaianperilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan,kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan atauketertiban. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bagianperilaku dalam kehidupannya. Perilaku itu terciptamelalui proses binaan melalui keluarga, pendidikandan pengalaman.Dari seluruh pengertian di atas diambilkesimpulan bahwa yang dimaksud disiplin adalahsuatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melaluiproses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yangbaru secara keseluruhan sebagai hasilpengalamannya sendiri dalam interaksi denganlingkungannya yang menunjukkan nilai-nilaiketaatan atau kepatuhan, kesetiaan, keteraturan,ketertiban, kesadaran diri, dan senang hati dalammelakkukan.Adapun kepatuhan atau ketaatan pada peraturantata tertib yang ada di kelas adalah seperti halnyamerapikan dan mengembalikan mainan padatempatnya, tidak berlarian dalam kelas, duduk padatempatnya, membuang sampah pada tempatnya danlain-lain.Disiplin sebagai upaya pengembangan anak untuk berperilaku sesuai dengan aturan dan normayang diterapkan oleh masyarakat mempunyai limaunsur yaitu: (Ulfah, 2006: 17)a.
 
PeraturanSalah satu
unsur
pokok disiplin adalahperaturan. Peraturan adalah ketentuan-ketentuanyang telah ditetapkan untuk menata tingkah lakuseseorang dalam suatu kelompok, organisasi,institusi atau komunitas. Tujuannya adalahmembekali anak dengan pedoman perilaku yang
 
 
disetujui dalam situasi tertentu (Hurlock dalamUlfah, 2006: 17).b.
 
Kebiasaan-kebiasaanKebiasaan ada yang bersifat tradisional dan adapula yang bersifat modern. Kebiasaantradisional dapat berupa kebiasaan menghormatidan memberi salam kepada orang tua. Yangbersifat modern berupa kebiasaan bangun pagi,menggosok gigi, dan sebagainya.c.
 
HukumanHukuman terjadi karena kesalahan, perlawananatau pelanggaran yang disengaja. Ini berartibahwa orang itu mengetahui bahwa perbuatanitu salah namun masih dilakukan. Anonymous,(dalam Ulfah, 2006: 18) mengemukakan bahwatujuan dari hukuman adalah menghentikan anak untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuaidengan aturan yang berlaku agar anak jera baik secara biologis maupun psikologis.d.
 
PenghargaanPenghargaan adalah unsur disiplin yang sangatpenting dalam pengembangan diri dan tingkahlaku. Penghargaan tidak harus berupa materitetapi dapat juga berupa kata-kata pujian atausenyuman.e.
 
KonsistensiUnsur kelima dari disiplin adalah konsistensidalam berbagai aturan dan pelaksanaannya.Disiplin lahir dan berkembang dari sikapseseorang di dalam sistem nilai budaya yangtelah ada di dalam masyarakat. Terdapat unsurpokok yang membentuk disiplin, pertama sikapyang telah ada pada diri manusia dan sistemnilai budaya yang ada di dalam masyarakat.Sikap atau
attitude
merupakan unsur yang hidupdi dalam jiwa manusia yang harus mampubereaksi terhadap lingkungannya, dapat berupatingkah laku atau pemikiran. Sistem nilaibudaya merupakan bagian dari budaya yangberfungsi sebagai petunjuk atau pedoman danpenunutun bagi kelakuan manusia.Perpaduan antara sikap dengan sistem nilaibudaya yang menjadi pengarah dan pedoman tadimewujudkan sikap mental berupa perbuatan atautingkah laku. Unsur tersebut membentuk suatu polakepribadian yang menunjukkan perilaku disiplinatau tidak disiplin.Disiplin sangat penting dan dibutuhkan olehsetiap anak. Disiplin menjadi prasyarat bagipembentukan sikap, perilaku dan tata tertibkehidupan berdisiplin, yang akan mengantarseorang anak sukses dalam belajar.Disiplin yang dimiliki oleh anak akanmembantu anak itu sendiri dalam tingkah lakusehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Anak akan mudah menyesuaikan diri dengan lingkunganyang dihadapinya. Aturan yang terdapat di sekolahakan bisa dilaksanakan dengan baik jika anak sudahmemiliki disiplin yang ada dalam dirinya.
Menurut Tu’u (2004:39) bahwa kedisiplinan
sebagai alat pendidikan yang dimaksud adalahsuatu tindakan, perbuatan yang dengan sengajaditerapkan untuk kepentingan pendidikan disekolah. Tindakan atau perbuatan tersebut dapatberupa perintah, nasehat, larangan, harapan, danhukuman atau sanksi. Kedisiplinan sebagai alatpendidikan diterapkan dalam rangka prosespembentukan, pembinaan dan pengembangan sikapdan tingkah laku yang baik. Sikap dan tingkah lakuyang baik tersebut dapat berupa rajin, berbudipekerti luhur, patuh, hormat, tenggang rasa danberdisiplin.Di samping sebagai alat pendidikan,kedisiplinan juga berfungsi sebagai alatmenyesuaikan diri dalam lingkungan yang ada.Dalam hal ini kedisiplinan dapat mengarahkanseseorang untuk menyesuaikan diri terutama dalammenaati peraturan dan tata tertib yang berlaku dilingkungan itu.Konteks tersebut kedisiplinan sebagai alatmenyesuaikan diri di sekolah berarti kedisiplinandapat mengarahkan anak untuk dapat menyesuaikandiri dengan cara menaati tata tertib sekolah.Berfungsinya kedisiplinan sebagai alat pendidikandan alat menyesuaikan diri akan mempengaruhiberlangsungnya kegiatan belajar mengajar disekolah. Di sekolah yang kedisiplinannya baik,kegiatan belajar mengajar akan berlangsung tertib,teratur, dan terarah. Sebaliknya di sekolah yangkedisiplinannya rendah maka kegiatan belajarmengajarnya juga akan berlangsung tidak tertib,akibatnya kualitas pendidikan sekolah itu akanrendah.
Tu’u (2004: 38) menyatakan fungsi kedisiplinan
di sekolah adalah: a) Menata Kehidupan Bersama;b) Membangun Kepribadian; c) MelatihKepribadian; d) Pemaksaan; e) Hukuman; dan f)Mencipta Lingkungan Kondusif Berikut penjelasan dari beberapa fungsikedisiplinan

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->