Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
P. 1
Tawasin - Kitab Kematian

Tawasin - Kitab Kematian

Ratings: (0)|Views: 894 |Likes:
Published by mansuralhallaj

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Para Pembaca. Kitab ini bukanlah terbitan Pustaka Sufi yang asal, tetapi menggunakan gambar muka depan dari keluaran Pustaka Sufi. Disusun semula untuk manfaat semua. Dipetik dari blog Pak A.M Santrie .Untuk yang ingin berniaga seeloknya bertanya sendiri pada Pak A.M Santrie. Akhirul Kalam......Mujahadah ialah permainan kanak-kanak dan memerhatikan yang ALLAH ada dimana saja adalah perjuangan.....

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Para Pembaca. Kitab ini bukanlah terbitan Pustaka Sufi yang asal, tetapi menggunakan gambar muka depan dari keluaran Pustaka Sufi. Disusun semula untuk manfaat semua. Dipetik dari blog Pak A.M Santrie .Untuk yang ingin berniaga seeloknya bertanya sendiri pada Pak A.M Santrie. Akhirul Kalam......Mujahadah ialah permainan kanak-kanak dan memerhatikan yang ALLAH ada dimana saja adalah perjuangan.....

More info:

Published by: mansuralhallaj on Jan 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

 
1 |TAWASIN 
 
2 |TAWASIN 
AL-HALLAJ
 
(Biografi,karya,tasawuf, dan pemikirannya)
Latar Belakang
 
Pada abad ke 9 Masehi, berkembang kehidupan kerohanian Islam dengan jalan melakukan
Zuhud (mengabaikan dunia) untuk mencapai kesempurnaan ma‟rifat dan tauhid kepada Allah.
Gagasan-gagasan para ahli sufi dan syiah pada abad tersebut telah ditemukan, baik yang berupaberupa syair ataupun pemikiran yang menunjukkan keanekaragaman kemungkinan dalamkehidupan mistik, seperti halnya Al Ghazali, Dzun Nun (859 M), Bayezid Bistami (874 M), danAl Harith al Muhasibi (857 M) dan Husein Ibn Mansur Al hallaj (858 M).Pemikiran dan peranan para tokoh inilah yang perlu kita ketahui sebagai wacana keilmuan dansejarah, sekaligus menganalisa konflik pemikiran yang tidak pernah habis dibahaskan, keranapihak-pihak yang berbeda pendapat tidak pernah saling bertemu untuk memberikan klarifikasidalam satu majlis, kecuali hanya saling mengecam dan mengkafirkan dengan musabab bibitkonflik politik kekuasaan yang serakah dan licik sejak dahulu.Menarik untuk dikaji kembali penyataan yang popular yang di lontarkan oleh Husein Ibnu AlHallaj "Ana al-Haq" dan juga tak kalah populernya yaitu paham hulul. Peristiwa ini merubahpandangan masyarakat umum terhadap kaum Sufi atau para Zahid yang menjalankan praktiskerohaniannya dengan melakukan dzikir secara rutin, shalat malam dan menjauhkan diri dariperbuatan maksiat. Sehingga pada ujungnya berpengaruh terhadap perkembangan ilmu tafsiryang menjadi nadi.
 A. Biografi Al-Hallaj
 
 Memiliki nama lengkap Abu al-Mughits al-Husein bin Mansur bin Muhammad al-Baidawi . Beliau dilahirkan pada tahun 244 H (858 M) di Thur bagian distrik Baida Persia, tempat orang-orang Iran selatan yang telah terArabisasi yang merupakan sub camp dari jund Basrah, dankemudian menjadi pusat militer (dengan sebuah pabrik pembuat koin uang untuk pasukan yangkeluar dari Shiraz ke Khurasan untuk memerangi Turki), sekarang berada di wilayah Barat  Daya Iran. Beliau dibesarkan di Wasit dan Tustar yang dikenal sebagai tempat perkebunankapas dan tempat tinggal para penyortir kapas . Ayahnya adalah seorang penyortir wool(hallaj), oleh karena itu beliau diberi gelar al-Hallaj . Bersama ayahnya, al-Hallaj berimigrasike sebuah pusat tekstil di Ahwaz dan Tustar. Kakeknya, Muhammad adalah seorang penyembahapi, pemeluk agama Majusi sebelum ia masuk Islam. Ada yang mengatakan bahwa al Hallajberasal dari keturunan Abu Ayyub, sahabat Rasulullah.
 
3 |TAWASIN 
Sejak kecil al-Hallaj sudah banyak bergaul dengan orang-orang sufi terkenal. Pada saat iaberumur 16 tahun, ia menetap di Tustar dan berguru pada Sahl ibn Abdullah at-Tustury (wafat 896 M/ 282 H), seorang sufi terkenal yang pernah belajar pada Sufyan at-Tsaury (Wafat 778 M/ 161 H) . Dua tahun kemudian ia meninggalkan gurunya at-Tustury dan pindah ke Bashrah untuk 
belajar kepada Sufi „Amr al 
-Makki. Kemudian dia masuk ke kota Baghdad dan belajar kepadaal-Junaid al-Baghdadi. Al-Hallaj pernah hidup dalam pertapaan dari tahun 873-879 M bersama-sama dengan guru sufi al-
Tustury, „Amr al 
-Makki, dan Junaid al-Baghdadi.Setelah itu al-Hallaj pergi mengembara dari satu negeri ke negeri lain, menambah pengetahuandalam ilmu tasawuf, sehingga tidak ada seorang syekh ternama yang tidak pernah dimintainyanasehat. Al-Hallaj telah menunaikan ibadah haji tiga kali selama hidupnya. Dalam perjalanandan pengembaraan serta pertemuannya dengan ahli- ahli sufi itulah yang membentuk pribadidan pandangan hidup al-Hallaj sehingga dalam usia 53 tahun ia telah menjadi pembicaraulama pada waktu itu karena paham tasawufnya yang berbeda dengan yang lain. Sampai-sampai seorang ulama fiqh terkemuka yang bernama Ibn Daud al-Isfahani mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa paham dan ajaran al-Hallaj sesat. Atas dasar fatwa ini Al Hallajdipenjarakan. Tetapi setelah satu tahun dalam penjara, dia dapat melarikan diri dengan pertolongan dari seorang penjaga yang menaruh simpati padanya. Dari Baghdad ia melarikan diri ke Sus di wilayah Ahwas. Disana ia bersembunyi selama empatahun. Namun pada tahun 301H/903M ia ditangkap kembali dan dimasukkan lagi ke dalam penjara sampai delapan tahun lamanya. Akhirnya pada tahun 309/921M diadakanlah persidangaan ulama di bawah kerajaan Bani Abbas di masa khalifah al-Muktadirbillah. Padatanggal 18 Dzulkaidah 309H jatuhlah hukuman kepadanya. Dia dihukum mati dengan mula-mula dipukul dan dicambuk dengan cemeti, lalu disalib, sesudah itu dipotong kedua tangan dankakinya, dipenggal lehernya dan ditinggalakan tergantung pecahan-pecahan tubunhnya itu di pintu gerbang kota Baghdad. Kemudian dibakar tubuhnya dan abunya dihanyutkan di sungai Dajlah.
 
 Dalam riwayat lain di
ceritakan secara lebih mendetail mengenai jalannya eksekusi “ekstratragis” yang diterima al 
-Hallaj. Al-Hallaj tengah dipecut (disebat) seribu kali tanpa mengaduhkesakitan. Sesudah dipecut, kepalanya dipenggal, tapi sebelum dipancung dia sempat shalat 2rakaat. Kemudian kaki dan tangannya dipotong. Badannya digulung ke dalam tikar bambu,direndamkan ke naftah dan kemudian dibakar. Abu mayatnya dihanyutkan ke sungai sedangkankepalnya di bawa ke Khurasan untuk dipersaksikan oleh umat Islam dan sejarahnya.
 
 Dalam riwayat lain dikisahkan bahwa ketika proses hukuman mati al-Hallaj, algojo-algojomenaikkan al-Hallaj ke atas menara yang tinggi, kemudian dikerumuni orang banyak yangdatang dari berbagai penjuru yang diperintahkan untuk melempari batu kepadanya. Ketika itudia selalu mengulang-ulang kalimat yang menyebabkan ia dijebloskan ke dalam penjara danhukuman mati, yaitu Ana Al Haqq (aku adalah Yang Maha benar). Dan ketika disuruh untuk membaca syahadat, dia berteriak seraya berseru kepada Allah:
“Sesungg 
uhnya wujud Allah itu telah jelas, tidak membutuhkan penguat
semacam syahadat” 
 

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Tam PAh liked this
Pak Din liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->