Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reaksi-reaksi logam transisi dan senyawanya

Reaksi-reaksi logam transisi dan senyawanya

Ratings: (0)|Views: 861 |Likes:
Published by Kartika Trianita
ada yg salah nih semacam perhitungan.. jadi dicek lagi yaa..
ada yg salah nih semacam perhitungan.. jadi dicek lagi yaa..

More info:

Published by: Kartika Trianita on Jan 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/17/2013

pdf

text

original

 
Laporan Kimia Anorganik KI-3131REAKSI-REAKSI LOGAM TRANSISI DAN SENYAWANYANama : Kartika TrianitaNIM : 10510007Tanggal Percobaan : 18 September 2012Tanggal Laporan : 27 November 2012Asisten : Albert Hendriawan (10509082)Laboratorium Kimia AnorganikProgram Studi KimiaFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamInstitut Teknologi Bandung2012
 
Abstrak
Unsur transisi merupakan unsur yang menarik untuk dipelajari. Ciri khas pada unsur transisi transisi adalah memilikiorbital d yang terisi sebagian atau penuh sebagai orbital valensi. Adanya orbital yang kosong pada orbital d inimemungkinkan terjadinya transisi elektron yang menyebabkan senyawa-senyawa transisi dapat berwarna-warni. Reaksi yangterjadi antara senyawa logam transisi dengan senyawa lain dapat menghasilkan warna-warna yang menarik. Hal ini dapatdigunakan sebagai uji kualitatif. Pada percobaan ini, dilakukan reaksi logam transisi dengan asam, reaksi pembentukanendapan hidroksida, reaksi pengendapan senyawa perak(I), reaksi redoks, kesetimbangan ion kromat dan dikromat, dan reaksipembentukan senyawa kompleks kobalt(III). Hasil percobaan menunjukkan bahwa logam Cr dan Fe tidak larut dalam asamnitrat dan aqua regia, logam Cu tidak larut dalam asam klorida dan asam sulfat, sedangkan logam Zn larut dalam semua asam.CrCl
3
0,3, MnCl
2
0,25 M, FeCl
3
0,5 M, CoCl
2
0,5 M, NiCl
2
0,5 M, dan CuSO
4
0,25 M membentuk endapan hidroksidadengan NaOH 0,1M, sedangkan ZnSO
4
0,25 M tidak. Namun, CrCl
3
0,3 M, MnCl
2
0,25 M, FeCl
3
0,5 M, dan CoCl
2
0,5 Mmembentuk endapan hidroksida dengan NH
3
5%, sedangkan NiCl
2
0,5 M, CuSO
4
0,25 M, dan ZnSO
4
0,25 M tidak. Perak(I)membentuk endapan dengan larutan NaCl dan KBr dan membentuk kompleks dengan larutan
 NH
3
5% dan
Na
2
S
2
O
3
0,1M
.Garam vanadat mengalami reaksi redoks dengan logam Zn. Begitupula terhadap gula dengan NaOH dan KMnO
4
, CrCl
3
 dengan H
2
O
2
dalam NaOH, serta CuSO
4
dengan KI dan
Na
2
S
2
O
3
. Ion kromat stabil dalam suasana basa, sedangkan iondikromat stabil dalam suasana asam. Co(II) membentuk senyawa kompleks kobalt(III), yaitu
[Co(gly)
3
] yang berwarna merahmuda. Selain itu, Co(II) juga membentuk 
ion kompleks kobalt(III) dengan oksalat, yaitu
[Co(ox)
3
]
3-
berwarna biru kehijauan,dengan karbonat membentuk [Co(ox)
3
]
3-
berwarna hijau, dengan air membentuk [Co(H
2
O)
6
]
3+
yang tidak berwarna.
 
 Kata kunci:
 Unsur transisi, orbital d, senyawa kompleks
1. PENDAHULUAN
Unsur logam transisi merupakan unsur yangmenarik untuk dipelajari. Unsur-unsur golongantransisi merupakan unsur logam yang memilikiorbital elektron d atau f yang tidak penuh dalamkeadaan netral atau kation. Unsur golongan transisimempunyai 53 unsur dan terbagi atas 3 deret, yaituderet pertama (transisi ringan, unsur pada periode 4),deret kedua (transisi berat, unsur pada periode 5), danderet ketiga (golongan lantanida).Unsur logam transisi memiliki ciri-ciri yangkhas, yaitu mempunyai biloks lebih dari satu, orbital dterisi sebagian atau penuh sebagai orbital valensi,ionnya berwarna-warni, dapat membentuk senyawakompleks dan organologam, banyak digunakansebagai katalis..Unsur-unsur ini disebut sebagai unsur transisidikarenakan letaknya berada diantara unsur-unsurlogam (golongan 1 dan 2) dan unsur-unsur non logam(golongan 13-18). Kondigurasi elektron unsur transisipenting diketahui karena tingkat oksidasi, sifatmagnetik, ikatan kimia, dan kereaktifan zatdidasarkan pada konfigurasi elektronnya.Gaambar 1. Klasifikasi unsur dalam tabel periodik Secara umum, penyerapan energi cahaya olehsenyawa logam transisi akan menyebabkan elektrontereksitasi dari tingkat energi dasar (
ground state
) ketingkat energi yang lebih tinggi (
excitation state
).Eksitasi elektron yang terjadi pada senyawa logamtransisi melibatkan perubahan tingkat energi yangsetara dengan energi cahaya tampak. Menurut TeoriMedan Kristal, perubahan tingkat energi yang setaradengan energi cahaya tampak dimungkinkan olehadanya pemisahan tingkatan energi orbital-orbital d.Pada senyawa logam utama, penyerapan energicahaya melibatkan eksitasi elektron dari subkulit s kep. Perbedaan tingkat energi yang terjadi antarasubkulit s dan p lebih besar dari energi cahaya tampak atau setara dengan energi sinar UV. Hal ini yangmenyebabkan logam utama umumnya tidak berwarna.Sifat logam transisi d pada deret pertama (3d)sangat berbeda dengan logam pada deret kedua (4d),namun perbedaan deret kedua dengan deret ketiga(5d) tidak terlalu besar. Misalnya, jari-jari logamskandium sampai tembaga memiliki ukuran yanglebih kecil dibandingkan dengan jari-jari logamyttrium sampai perak. Namun, jari-jari logam yttriumsampai perak tidak berbeda jauh dengan jari-jarilogam pada deret kelima, yang mengandung unsur-unsur golongan lantanida. Hal ini bisa terjadidisebabkan efek kontraksi lantanoid. Senyawa logamtransisi deret pertama jarang yang berkoordinasi 7,sedangkan senyawa logam transisi deret kedua danketiga dapat berkoordinasi 7-9.Banyak aplikasi dari unsur
 – 
unsur transisi.Misalnya logam transisi digunakan sebagai reduktor.Selain itu, dapat pula digunakan sebagai bahanbangunan, contohnya alumunium. Logam Cu dan Hgbernilai mata uang. Emas atau aurum banyak digunakan sebagai perhiasan.
 
 
2. PERCOBAAN
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan iniadalah sebagai berikut.Tabung reaksi mikroPipet tetesBunsenKertas mikaKertas karton putihBatang pengaduk plastik mikaGelas kimiaBahan-bahan yang digunakan adalah sebagaiberikut.Logam: Cr, Fe. Cu. ZnLarutan garam logam transisi: CrCl
3
0,3 M,MnCl
2
0,25 M, FeCl
3
0,5 M, CoCl
2
0,5 M,NiCl
2
0,5 M, CuSO
4
0,25 M, ZnSO
4
0,25M, dan AgCl 0,1MLarutan asam: HCl (3 M, 6 M), HNO
3
(3 M,6M), H
2
SO
4
(1 M, 3 M, 6 M), dan aquaregiaLarutan basa: NH
3
pekat, NaOH 0,1 MLarutan: KBr 0,1 M, Na
2
S
2
O
3
0,1 M, H
2
O
2
30%Padatan NaOHGulaKMnO
4
 K
2
C
2
O
4
.H
2
ONaHCO
3
 Glisin (natrium glisinat)Co(NO
3
)
2
.6H
2
OAqua dmCara kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut.
Bagian 1. Reaksi logam transisi dengan asam
Ke dalam 7 buah tabung mikro, masing-masingdimasukkan sedikit serbuk atau lempengan logam Cr.Pada tabung 1 hingga 7, masing-masing ditambahkanlarutan secara berturut-turut HCl 3M, HCl 6M, HNO
3
 3M, HNO
3
6M, H
2
SO
4
3M, H
2
SO
4
6M, dan aquaregia. Perubahan yang terjadi diamati. Jika tidak teramati adanya perubahan, campuran dipanaskan diatas pemanas listrik dengan penangas air. Tahap-tahapdi atas diulangi untuk logam Fe, Cu, dan Zn.
Bagian 2. Reaksi pembentukan endapanhidroksida.
Pada plastik mika transparan yang dialasi dengankarton putih, diteteskan 1-2 tetes larutan garam logamtransisi berturut-turut CrCl
3
0,3 M, MnCl
2
0,25 M,FeCl
3
0,5 M, CoCl
2
0,5 M, NiCl
2
0,5 M, CuSO
4
0,25M, ZnSO
4
0,25 M. Pada pengamatan pertama,kepada 7 larutan garam logam transisi tersebutditeteskan larutan NaOH 0,1 M hingga diamatiterbentuknya endapan, lalu diaduk. Kemudian,diteteskan lagi larutan NaOH berlebih sampaiendapan larut kembali atau bertambah banyak. Padapengamatan kedua, tahap-tahap di atas diulangi,larutan NaOH diganti dengan larutan NH
3
5%.
Bagian 3. Reaksi pengendapan senyawaperak(I)
Ke dalam sebuah tabung reaksi dimasukkan 5 mlaqua dm. Kemudian, ditambahkan 0,2 ml larutanAgNO
3
0,1M dan 0,8 ml larutan NaCl 1M, laludiamati perubahan yang terjadi. Kemudianditambahkan 1 ml larutan NH
3
5% sampai endapanlarut kembali. Kemudian ditambahkan 0,2 ml larutanKBr 0,1M sampai diamati adanya endapan. Kemudianditambahkan 1,5 ml larutan Na
2
S
2
O
3
0,1 M sampaiendapan larut kembali.
Bagian 4. Reaksi oksidasi dan reduksi
Ke dalam botol vial, sebanyak 0,01 g garamvanadium(V), ammonium vanadat dilarutkan dengan20 tetes H
2
SO
4
3M dan diencerkan dengan 2 ml air.Kemudian, ditambahkan sedikit lempengan Zn danbotol ditutup dengan prop karet. Larutan dikocok perlahan. Perubahan yang terjadi diamati dan dicatatwaktunya.Ke dalam gelas erlenmeyer 250 ml, sebanyak 0,5g NaOH dan 1 g gula dilarutkan dengan 75 ml air.Kemudian, ditambahkan dengan larutan KMnO
4
(1mg/50 ml air) dan diaduk. Perubahan yang terjadidiamati dan dicatat waktunya.Ke dalam tabung reaksi, 1 ml larutan CrCl
3
0,3Mdicampur dengan larutan NaOH 0,1M berlebih sampaiendapan yang terbentuk larut kembali. Kemudian,ditambahkan H
2
O
2
10% berlebih dan diaduk. Larutandipanaskan sampai mendidih.Ke dalam tabung reaksi, 1 ml larutan CuSO
4
 0,25M direaksikan dengan 15 tetes larutan KI 0,1Msampai diamatin adanya endapan putih dan warnalarutan menjadi coklat. Kemudian, ditambahkan 15tetes larutan Na
2
S
2
O
3
0,1M sampai warna larutanmenjadi bening.
Bagian 5. Kesetimbangan ion kromat dandikromat
Ke dalam tabung reaksi, sedikit garam kromat(natrium kromat atau kalium kromat) dilarutkandengan 15 tetes air, kemudian ditambahkan 15 tetesasam sulfat encer 1M. Kemudian, ditambahkan 15tetes NaOH encer 1M.Ke dalam tabung reaksi, sedikit garam dikromat(natrium dikromat atau kalium dikromat) dilarutkandengan 15 tetes air, kemudian ditambahkan 15 tetesNaOH encer 1M. Kemudian, ditambahkan 15 tetesasam sulfat encer 1M.
Bagian 6. Reaksi pembentukan senyawakompleks kobalt(III)
Sebanyak 0,123 g garam Co(NO
3
)
2
.6H
2
Odilarutkan dalam 100 ml aqua dm sebagai larutan stok Co(II). Ke dalam tabung reaksi, 5 ml larutan Co(II)direaksikan dengan 0,38 g garam glisin dan diaduk.Kemudian, ditambahkan 2,5 ml H
2
O
2
30% dandibiarkan beberapa saat hingga warna larutan menjadiungu.Ke dalam tabung reaksi, 5 ml larutan Co(II)direaksikan dengan 0,78 g K
2
C
2
O
4
.H
2
O dan diaduk.Kemudian, ditambahkan 5 ml larutan H
2
O
2
30%.Larutan diaduk dan dipanaskan pada suhu 30
o
C-40
o
Cselama 15 menit hingga larutan menjadi birukehijauan.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ninik Sunardi liked this
Ninik Sunardi liked this
Reyfa Fahdy liked this
Riska Rahmawati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->