Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Besar Irigasi Bangunan Air I

Tugas Besar Irigasi Bangunan Air I

Ratings: (0)|Views: 165|Likes:
Published by Derry Ardiansyah

More info:

Published by: Derry Ardiansyah on Jan 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
 
UNIVERSITAS ANTAKUSUMA | Tugas Besar Irigasidan Bangunan Air I1 Deri Ardiansyah_09222010077_TEKNIK SIPIL
BAB I
PENDAHULUAN
Air merupakan sumber daya alam yang semakin hari semakin terbataspersediannya untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Berdasarkan jumlah tempatuntuk memperolehnya, air terdapat di laut dengan jumlah yang paling besar, yangkedua air berada di dalam permukaan tanah, dan yang ketiga berada di atmosfer.Meskipun berupa air juga, namun sifat air dari ketiga tempat tersebut berbeda-beda. Airdari laut memiliki rasa yang asin, dan di dalam permukaan tanah adalah air dengankualitas yang lebih baik, yaitu air tawar, dan yang terakhir adalah air yang berada diatmosfer, yaitu dalam bentuk butir-butir air hasil penguapan air hujan.Beberapa hal penting yang menyebabkan eratnya hubungan manusia dengansumber daya air, dapat disebutkan antara lain :a.
 
Kebutuhan manusia akan kebutuhan makanan nabati.Untuk kelangsungan hidupnya, manusia membutuhkan juga makanan nabati. Jenismakanan ini didapat manusia dari usahanya dalam mengolah tanah dengan tumbuhanpenghasil makanan. Untuk keperluan tumbuh dan berkembangnya, tanaman tersebutmemerlukan penanganan khusus, terutama dalam pengaturan akan kebutuhan airnya.Manusia kemudian membuat bangunan dan saluran yang berfungsi sebagai prasaranapengambil, pengatur dan pembagi air sungai untuk pembasahan lahan pertaniannya.Bangunan pengambil air tersebut berupa bangunan yang sederhana dan sementaraberupa tumpukan batu, kayu dan tanah, sampai dengan bangunan yang permanenseperti bendung, waduk dan bangunan-bangunan lainnya.b.
 
Kebutuhan manusia akan kenyamanan dan keamanan hidupnya.
 
 
UNIVERSITAS ANTAKUSUMA | Tugas Besar Irigasidan Bangunan Air I2 Deri Ardiansyah_09222010077_TEKNIK SIPIL
Seperti telah diketahui bersama, dalam keadaan biasa dan normal, sungai adalahmitra yang baik bagi kehidupan manusia. Namun, dalam keadaan dan saatsaat tertentu,sungaipun adalah musuh manusia yang akan merusak kenyamanan dan keamananhidupnya. Pada setiap kejadian dan kegiatan yang ditimbulkan oleh sifat dan perilakusungai, manusia kemudian berfikir dan berupaya untuk sebanyak-banyaknyamemanfaatkan sifat dan perilaku sungai yang menguntungkan dan memperkecil ataubahkan berusaha menghilangkan sifat yang merugikan kehidupannya. Manusia lalumembangun bangunan-bangunan air sepanjang sungai yang bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya air sungai, misalnya bendungan-bendungan,pusat listrik tenaga air ataupun membuat bangunan yang diharapkan akan dapat melindungimanusia terhadap beneana yang ditimbulkan oleh perilaku sungai, misalnya waduk,krib, tanggul, penahan lereng, bronjong dan fasilitas lainnya.Kenyataan sejarah pun kemudian membuktikan, bahwa manusia yang tidak bisabersahabat dan melestarikan keberadaan sumber daya air yang ada, akan surut danruntuh kejayaannya. Kehancuran tersebut tidak hanya semata-mata karena disebabkanoleh bencana yang ditimbulkan oleh perilaku alam, namun kebanyak merupakan prosesakibat menurunnya fungsi sumber daya air sungai sehingga mematikan beberapa saranadan prasarana yang penting bagi kehidupan manusia.Iklim turut mempengaruhi keberadaan air di muka bumi ini. Keadaan iklim yangtidak menentu membuat keberadaan air juga menjadi tidak jelas. Di Indonesia sendirimisalnya, pada waktu musim kemarau, beberapa daerah mengalami kekeringan, danketika musim hujan tiba, mengalami banjir. Oleh karena itu, di butuhkan pengelolaanair dan tentunya juga lahan yang baik. Pengelolaan air irigasi merupakan carapendayagunaan keterampilan-keterampilan, fisis, biologis, kemis, dan sumber daya
 
 
UNIVERSITAS ANTAKUSUMA | Tugas Besar Irigasidan Bangunan Air I3 Deri Ardiansyah_09222010077_TEKNIK SIPIL
sosial untuk menyediakan air dalam rangka memperbaiki produksi pangan dan serat-seratan.Untuk menunjang pengelolaan air irigasi tersebut maka dibuatlah suatu jaringanirigasi.Jaringan irigasi adalah satu kesatuan saluran dan bangunan yang diperlukanuntuk pengaturan air irigasi, mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian,pemberian dan penggunaannya.Secara hirarki jaringan irigasi dibagi menjadi jaringan utama dan jaringan tersier.Jaringan utama meliputi bangunan, saluran primer dan saluran sekunder. Sedangkan jaringan tersier terdiri dari bangunan dan saluran yang berada dalam petak tersier.Suatu kesatuan wilayah yang mendapatkan air dari suatu jarigan irigasi disebut denganDaerah Irigasi.
1.1.
 
Sejarah Irigasi
Secara umum menjelaskan perkembangan mulai dari adanya usaha pembuatanirigasi sangat sedehana, perkembangan irigasi di Mesir, Babilonia, India,dll kemudianbagaimana perkembangan irigasi di Indonesia sampai saat sekarang.
 
Irigasi Mesir Kuno dan Tradisional NusantaraSejak Mesir Kunotelah dikenal dengan memanfaatkan Sungai Nil. Di Indonesiairigasi tradisional telah juga berlangsung sejak nenek moyang kita. Hal ini dapat dilihat juga cara bercocok tanam pada masa kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia. Denganmembendung kali secara bergantian untuk dialirkan ke sawah. Cara lain adalah mencarisumber air pegunungan dan dialirkan dengan bambu yang bersambung. Ada jugadengan membawa dengan ember yang terbuat dari daun pinang atau menimba dari kaliyang dilemparkan ke sawah dengan ember daun pinang juga.
 
Sistem Irigasi Zaman Hindia Belanda

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->