Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGGUNAAN KARTU GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN DI KELOMPOK B TK RAHAYU SURABAYA

PENGGUNAAN KARTU GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN DI KELOMPOK B TK RAHAYU SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 113 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SUWARTI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : SUWARTI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 26, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
 Header 
halaman gasal: Penggalan Judul Artikel Jurnal1
PENGGUNAAN KARTU GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAKDALAM MENGENAL KONSEP BILANGAN DI KELOMPOK B TK RAHAYU SURABAYA
Suwarti
PG PAUD FIP UNESArtiti75@yahoo.comAbstrak
Kemampuan Kognitif dalam mengenal konsep bilangan merupakan bekal bagi anak sebagai dasar untuk dapatmenguasai berbagai bidang studi dan membuka pengetahuan secara luas dan menunjang pendidikan dijenjangberikutnya. Untuk mengembangkan kemampuan ini pendidik atau orang tua harus mengajarkannya sejak usia dini.Namun, kenyataan yang terjadi dari 20 anak baru 25% anak yang mampu dengan mandiri dalam mengenal konsepbilangan. Hal tersebut disebabkan karena guru kurang memanfaatkan media yang tepat sesuai dengan tingkatperkembangan anak. Untuk mengatasi masalah tersebut maka akan dilakukan perbaikan dengan menggunakan mediakartu gambar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan kognitif anak dalam mengenal konsep bilanganmelalui pemanfaatan media kartu gambar. Penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2siklus dan setiap siklusnya terdiri dari empat kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I anak yang mendapat skor 1 (35%), skor 2 (50%), skor 3(15%), dan skor 4 (0%). Pada siklus II anak yang mendapat skor 1 (15%), skor 2 (20%), skor 3 (50%) dan skor 4 (15%).Adapun hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor 65% dan siklus II memperoleh skor 75%,sedangkan hasil observasi aktivitas anak pada siklus I memperoleh skor 56% dan siklus II memperoleh skor 73,5% dandapat diketahui dari siklus I ke siklus II ada peningkatan.Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuankognitif anak dalam mengenal konsep bilangan pada anak kelompok B di TK Rahayu Surabaya.Kata Kunci : Pengenalan konsep bilangan, kartu gambar
Cognitive Skill in recognizing the concept of number is a basic for children to be able to master kinds of matter, to get a lot of knowledge and to support their education in the next level. To develop this skill, teacher or  parents have to teach them since in childhood. In the fact, there are only 25% from 20 children who are able torecognize the concept of number by themselves. It is caused by the teacher who is less in using appropriate media that is comfortable with children's development level. To solve that problem, it needs improvement by applying picture card.This research aimed to know the improvement of children's cognitive skill in recognizing the concept of number trough using picture card. This research is Classroom Action Research which has 2 cycles and each cycle has four activities , those are: Planning, Action, Monitoring and Reflection. The collecting data technique used isobservation and documentation.The result showed that in the cycle I, children who get score 1 (35%), score 2 (50%), score 3 (15%) and score4 (0%). In the cycle II, chhildren who get score 1 (15%), score 2 (20%), score 3 (50%) and score 4 (15%). While theresult of observation of teachers activities in cycle I get score 65% and cycle II get score 75% , while the result of observation of students activities in cycle I get score 56% and cycle II get score 73.5%. It can be known that there is anincrease from cycle I to cycle II.From those results, it can be concluded that picture card media can increase children's cognitive skill inrecognizing the concept of number in group B TK Rahayu Surabaya.Key words: recognizing concept of number, picture card 
 
Header halaman genap: Nama Jurnal. Volume 01 Nomor 01 Tahun 2012, 0 - 216
PENDAHULUAN
Usia 4
 – 
6 tahun, merupakan masa pekabagi anak. Anak mulai sensitive
 
untuk menerimaberbagai upaya pengembangan seluruh potensianak. Masa peka adalah masa terjadinyapematangan fungsi fisik dan psikis yang siapmerespon stimulasi yang diberikan olehlingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkankemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosialemosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni,moral, dan nilai agama. Oleh sebab itu dibutuhkankondisi dan stimulasi yang sesuai dengankebutuhan anak agar pertumbuhan danperkembangan anak tercapai secara optimal(Kurikulum TK, 2004:4).Anak TK berada dalam tahappraoperasional, Piaget (dalam Suparno,2001:50-62), membagi tahap ini dalam dua bagian, yaituperkembangan pemikiran simbolis (usia 2-4 tahun)dan perkembangan pemikita intuitif (usia 4-7tahun). Pemikiran simbolis adalah pemikirandengan menggunakan simbol atau tanda,berkembang sewaktu anak mulai menirukansesuatu. Keaktifan seorang anak untuk menirukanorang tuanya atau pengasuhnya akan memperlancarpemikiran simbolisnya. Demikian juga kemampuanseorang anak menirukan macam-macam hal yangdialami dalam hidupnya akan membantupembentukan pengetahuan simbolisnya. Fungsipenggunaan simbolik secara jelas tampak dalamlima gejala, yaitu: imitasi tidak langsung,permainan simbolis, menggambar gambaran mentaldan bahasa ucapan. Sedangkan pemikiran intuitif adalah persepsi langsung akan dunia luar tetapitanpa dinalar terlebih dahulu. Begitu seorang anak berhadapan dengan suatu hal ia mendapatkangagasan atau gambaran dan langsung digunakan.Maka intuisi merupakan pemikiran imajinal atausensasi langsung tanpa pemikiran terlebih dahulu.Kelemahan pemikiran ini adalah bahwapemikirannya searah
( centred )
di mana anak hanya dapat melihat dari satu segi saja. Dalampemikiran ini anak belum dapat melihat pluralitasgagasan, tetapi hanya satu persatu. Apabilabeberapa gagasan digabungkan pemikiran anak menjadi kacau.Berdasar uraian di atas, makamengembangkan kognitif anak pada usia TKmerupakan suatu keniscayaan. Jika perkembangankognitif anak pada usia ini tidak berkembang secaraefektif akan berpengaruh terhadap perkembangankognitif pada tahap berikutnya. Efektifitasperkembangan kognitif anak usia TK merupakanindikator keberhasilan pendidikan anak padapendidikan selanjutnya.Pentingnya mengenalkan bilangan padaanak sejak dini karena untuk menunjang pendidikanditingkat yang lebih tinggi, selain itu setiap harimanusia beraktivitas, sebagaian besar aktivitasmanusia dapat dipandang sebagai aktivitas yangberkaitan dengan bilangan (matematika). Misalnya,aktivitas di pasar, dapur, perjalanan, bahkan dipermainan yang biasa dilakukan sehari-hari.Sebagai contoh, aktivitas di pasar diantaranyaadalah proses tawar menawar yang selalumemperhatikan untung rugi, pengukuran,peritungan barang dagangan, perhitungan uang.Semua aktivitas tersebut jika tidak diajarkan sejak dini maka untuk menghadapi kehidupan dimasyarakat maka akan sulit untuk bersaing.(Rohaya, 2011:11)Karena anak usia 2
 – 
7 tahun, pemikirananak lebih banyak berupa konkret dari padapemikiran logis sehingga dalam membangunpengetahuan anak dalam mengenal konsep bilanganmemerlukan benda-benda konkret yang menarik minat anak.Berdasarkan pengamatan peneliti, selamaawal semester 1 tahun pelajaran 2012
 – 
2013 yangmengajar di kelompok B TK Rahayu Surabayamasih banyak anak yang belum memahami tentangkonsep bilangan khususnya 1
 – 
10. Dari 20 anak baru 5 anak atau 25% yang mampu mengenalkonsep bilangan tanpa bantuan hal itu ditandaidengan pemahaman anak tentang bilangan denganbenda, kesesuain antara bilangan dengan bendayang
 
diambil, penulisan angka dengan jumlahgambar yang ada, sedangkan 15 anak atau 75%anak masih memerlukan bantuan. Kondisi tersebutdapat diketahui ketika anak mencoba menghitungbenda atau gambar secara bersama-sama merekabisa menjawab dengan benar, namun ketika ditanyasatu persatu ada 15 anak yang memang belum bisamenjawab pertanyaan dengan benar dan masihmembutuhkan bantuan dari guru.Dari ke 15 anak yang masih belum pahamketika diminta untuk menghitung gambar danmelingkari sesuai dengan angka yangmelambangkan dengan media buku/LKA (LembarKerja Anak) yang sudah tersedia, didalammenghitung gambar yang dilingkari tidak sesuaidengan angka yang melambangkan, selain itu padasaat pembelajaran meronce anak masih merasabingung ketika peneliti (guru) meminta kepadaanak untuk mengambil manik sejumlah 5 sambilmenghitung, hitungan anak benar namun manik yang diambil tidak sesuai dengan jumlah angkayang diucapkan.Ada beberapa penyebab dari hal tersebutyaitu media yang digunakan kurang menarik perhatian anak, media yang biasa digunakan yaitubuku lembar kerja anak tanpa ada media pendukunglain, metode pembelajaran yang digunakanmonoton yaitu demonstrasi selesai gurumemberikan tugas pada anak tanpa ada praktek darisiswa dengan media yang menarik yang membuatanak menjadi senang, sehingga anak merasa bosanbahkan jenuh terkadang anak juga kurang fokuspada saat pembelajaran berlangsung dengan
 
 Header 
halaman gasal: Penggalan Judul Artikel Jurnal3menggunakan media buku LKA yang sudah adadengan tampilan yang kurang bervariasi.Untuk menindak lanjuti hal tersebut makapeneliti ingin melakukan perbaikan dalam prosespembalajaran supaya kemampuan anak dalammengenal konsep bilangan dapat meningkat.Peneliti akan menggunakan kartu gambar yangakan digunakan dalam proses pembelajaran dalammengenalkan konsep bilangan 1
 – 
10.Banyak media yang dapat digunakan untuk mengenalkan anak pada konsep bilangan namundisini peneliti memilih menggunakan kartu gambarkarena dengan menggunakan media ini dapat secaralangsung melatih anak menghafal asosiasi antaragambar dan bilangan yang sesuai sehingga ketikaanak melihat banyaknya jumlah gambar maka iaakan dapat mengingat bilangan yangmelambangkannya. Selain itu dengan gambar-gambar yang menarik serta variasi warna makaanak akan lebih tertarik untuk menggunakan kartugambar tersebut dalam pembelajaran.Berdasarkan uraian di atas makarumusan masalah bagaiman upaya meningkatkankemampuan kognitif anak dalam mengenal konsepbilangan dan apakah kartu gambar dapatmeningkatkan kemampuan anak dalam mengenalkonsep bilangan dengan tujuan penelitian yaitumengetahui upaya peningkatan kemampuankognitif anak dalam mengenal konsep bilanganmelalui kartu gambar dan untuk mengetahuiapakah kartu gambar dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengenalkonsep bilangan.
METODE PENELITIAN
 Menurut Iskandar (2009:21), PTK adalahsecara rasional, sistematis, dan empiris reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan olehguru atau dosen, kolaborasi (tim peneliti) yangsekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatuperencanaan sampai penilaian terhadap tindakannyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajarmengajar.Sedangkan menurut Aqib (2009:3) PTKadalah penelitian yang dilakukan oleh guru dikelasnya sendiri melalui refleksi diri dengan tujuanmemperbaiki kinerja sehingga hasil belajar anak meningkat. PTK sangat bermanfaat bagi guru dalambidang pendidikan yaitu untuk meningkatkan mutuproses dan hasil pembelajaran di dalam kelas,dengan menggunakan tahapan-tahapan PTK makaguru dapat menemukan solusi dari masalah yangtimbul di kelasnya sendiri, bukan kelas orang lainyaitu dengan menerapkan berbagai macam teori dantehnik pembelajaran yang relevan secara kreatif, jadi dapat disimpulkan bahwa PTK merupakansuatu penelitian yang mengangkat masalah aktualyang dihadapi oleh guru di lapangan (Aqib,2009:3).Dari pendapat-pendapat di atas dapatdisimpulkan bahwa PTK adalah suatu cara untuk memperbaiki kinerja guru dalam menghadapi sertamenyelesaikan suatu masalah yang terjadi di dalamkelas selama proses belajar mengajar berlangsung.Alasan peneliti menggunakan PenelitianTindakan Kelas adalah karena kelas merupakan unitterkecil dan bagian terpenting dalam sistempembelajaran disekolah, maka kesadaran untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yangterjadi pada proses pembelajaran itulah makadilakukan PTK. Penelitian ini digunakan untuk memecahkan permasalahan meningkatkankemampuan anak dalam mengenal konsep bilangan.
Teknik Analisis Data
Setelah memperoleh data, maka penelitimenganalisis data yang diperoleh dari hasilpenelitian. Analisis data merupakan cara untuk mengolah data yang berkaitan dengan rumusanmasalah yang diajukan. Adapun rumus yangdigunakan untuk menganalisis data adalah sebagaiberikut :P = F X 100%
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANSiklus 1
Pelaksanaan penelitian pada siklus I ini dilakukanpada tanggal 13 dan 15 Agustus 2012 pada semesterI di TK Rahayu Surabaya tahun ajaran 2012
 – 
2013dengan jumlah peserta didik 20 anak yang terdiridari 9 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Dalamhal ini peneliti bertindak sebagai guru, adapunproses belajar mengajar mengacu pada RKH yangtelah dirancang.Pada siklus I ini mengajarkan pada anak bagaimanacara menghitung gambar pada media setelah gurumemberi contoh maka guru memberikan kartu padasetiap anak dan guru memberikan perintah kepadaanak secara kelompok untuk mengambilkan kartudengan jumlah gambar tertentu, selesai anak 
 – 
anak praktek dengan kartu gambar makan anak dimintauntuk mengerjakan LKA, dalam siklus I ini skoryang diperoleh anak dalam proses pembelajaranyaitu anak yang mendapat skor 3 belum mencapai75% dengan rincian sebagai berikut, anak yangmendapat skor(1) 25% anak yang mendapat skor (2)55% anak yang mendapat skor (3) 20% dan anak yang mendapat skor (4) belum ada, hal tersebutterjadi karena ada beberapa kendala yang dihadapiyaitu guru dalam memberikan penjelasan suarakurang jelas sehingga anak tidak memperhatikandengan pembelajaran atau pertanyaan secara klasikalanak bukan paham tetapi hanya ikut
 – 
ikut temanyang sudah bisa ketika ditanya secara individu anak tidak tahu, dengan tampilan gambar yang sama darisemua anak maka ketika anak ditanya secara klasikaldia bisa menjawab dengan benar namun ketikaditanya sendiri dia tidak tahu karena yang terjadibukan paham namun melihat gambar milik teman.N

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->