Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
39Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengelolaan Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi Perah

Pengelolaan Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi Perah

Ratings:

4.95

(21)
|Views: 17,683|Likes:
Published by mpoed

More info:

Published by: mpoed on Feb 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

07/06/2013

 
124
 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. 8, No.1, Maret 2005 : 124-136 
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR USAHA PETERNAKAN SAPI PERAHMELALUI PENERAPAN KONSEP PRODUKSI BERSIH
Hidayatullah, Gunawan, Kooswardhono Mudikdjo
1
, dan Erliza, N.
2
1
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu, Jl. Irian Km 615 Bengkulu 38119
2
Insitut Pertanian Bogor, Jl. Raya Padjadjaran Bogor 
ABSTRACT
Development activities should take into account the environment capacity and quality. Dairy farmbusinesswith scale more than 20 cattle’s and located in same place tends to pollute environment, but better waste managementapplied will give an aditional benefit to the environment. Dairy farm system applying cleaner production was analternative in minimizing cattle waste. This study aimed to evaluate the benefit of dairy farm system life cycleapplying cleaner production and how much the pollutant concentration in liquid waste could be minimized. Datacollected were life cycle process of dairy farm system, waste management system and characteristics of liquid wasteof dairy farm. Water samples collected three times from liquid waste tanks were analyzed in Chemistry LaboratoryFaculty of Mathematics and Life Sciences, University of Sebelas Maret, Solo. The results were compared to thequality standard of liquid waste. The result showed that integrated farming system applying cleaner production asable to increase additional benefit for the farming system (B/C Ratio > 1) and reduced the liquid waste discharged tothe environment. The result, of water quality were (pH = 7.25; Total Dissolved Suspension (TDS) = 804 mg/L; TotalSolid Suspension (TSS) =356 mg/L; Chemistry Oxigen Demand (COD) = 48 mg/L; Biology Oxigen Demand (BOD)= 240 mg/L; Nitrite = 0.06 mg/L; Nitrate = 0.09 mg/L; NH
3
-N = 0.39 mg/L; H
2
S = 0.54 mg/L). These concentrationswere still below the maximum quality standard allowed.
Key words
:
dairy cattle, wastes, cleaner production, Solo
ABSTRAK
Kegiatan pembangunan peternakan perlu memperhatikan daya dukung dan kualitas lingkungan. Usahapeternakan sapi perah dengan skala usaha lebih dari 20 ekor dan relatif terlokalisasi akan menimbulkan pencemaranterhadap lingkungan. Pencemaran ini disebabkan oleh pengelolaan limbah yang belum dilakukan dengan baik, tetapikalau dikelola dengan baik, limbah tersebut memberikan nilai tambah bagi usaha peternakan dan lingkungan disekitarnya. Sistem usaha peternakan dengan penerapan produksi bersih merupakan salah satu upaya yang dapatdilakukan dalam meminimisasi limbah ternak. Penelitian tentang Pengelolaan Limbah Cair Sapi Perah MelaluiPenerapan Produksi Bersih ini telah dilakukan di CV. Lembah Hijau Multifarm (LHM) Solo, Jawa Tengah. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan limbah padat dan cair sapi perah melalui penerapan produksibersih dan berapa besar kadar polutan dalam limbah cair ternak dapat diminimisasi. Data yang dikumpulkan meliputiproses daur hidup sistem usaha peternakan, sistem pengelolaan limbahnya dan karateristik limbah cair sapi perah.Contoh air diambil sebanyak tiga kali dan dianalisis di Lab. Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Universitas Sebelas Maret, Solo dan dibandingkan dengan baku mutu limbah cair. Hasil penelitian menunjukkan daurhidup sistem usahatani yang dilakukan mampu meningkatkan keuntungan bagi sistem tersebut (B/C Ratio >1) danmengurangi limbah yang terbuang ke lingkungan. Hasil analisis kualitas air adalah Derajat Keasaman (pH) = 7,25;
Total Dissolved Suspention
(TDS) = 804 mg/L;
Total Solid Suspention
(TSS) = 356 mg/L;
Chemistry Oxigen Demand 
(COD) = 483 mg/L;
 Biology Oxigen Demand 
(BOD) = 240 mg/L; Nitrit = 0,003 mg/L; Nitrat = 0,09 mg/L; NH
3
-N =0,39 mg/L; H
2
S = 0,54 mg/L. Kadar polutan dalam limbah cair tersebut semuanya masih berada di bawah baku mutulimbah cair maksimum yang diperbolehkan.
Kata kunci
:
usaha peternakan sapi perah, limbah, produksi bersih, Solo
 
125
Pengelolaan Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi Perah Melalui Penerapan Konsep Produksi Bersih (Hidayatullah,Gunawan, Kooswardhono Mudikdjo, dan Erliza N.))
PENDAHULUAN
Usaha peternakan sapi perah, denganskala lebih besar dari 20 ekor dan relatif terlo-kalisasi akan menimbulkan masalah terhadaplingkungan (SK.Mentan. No.237/Kpts/RC410/ 1991 tentang batasan usaha peternakan yangharus melakukan evaluasi lingkungan). Populasisapi perah di Indonesia terus meningkat dari334.371 ekor pada tahun 1997 menjadi 368.490ekor pada tahun 2001 dan limbah yang dihasilkanpun akan semakin banyak (BPS, 2001). Satu ekorsapi dengan bobot badan 400–500 kg dapatmenghasilkan limbah padat dan cair sebesar27,5-30 kg/ekor/hari.Limbah peternakan umumnya meliputisemua kotoran yang dihasilkan dari suatu ke-giatan usaha peternakan, baik berupa limbahpadat dan cairan, gas, ataupun sisa pakan(Soehadji, 1992). Ditambahkan oleh Soehadji(1992), limbah peternakan adalah semua buangandari usaha peternakan yang bersifat padat, cairdan gas. Limbah padat merupakan semua limbahyang berbentuk padatan atau dalam fase padat(kotoran ternak, ternak yang mati atau isi perutdari pemotongan ternak). Limbah cair adalahsemua limbah yang berbentuk cairan atau beradadalam fase cair (air seni atau urine, air pencucianalat-alat). Sedangkan limbah gas adalah semualimbah yang berbentuk gas atau berada dalamfase gas.Menurut Juheini (1999), sebanyak 56,67persen peternak sapi perah membuang limbah kebadan sungai tanpa pengelolaan, sehingga terjadipencemaran lingkungan. Pencemaran ini disebab-kan oleh aktivitas peternakan, terutama berasaldari limbah yang dikeluarkan oleh ternak yaitufeses, urine, sisa pakan, dan air sisa pembersihanternak dan kandang (Charles, 1991; Prasetyo
et al
., 1993). Adanya pencemaran oleh limbahpeternakan sapi sering menimbulkan berbagaiprotes dari kalangan masyarakat sekitarnya, ter-utama rasa gatal ketika menggunakan air sungaiyang tercemar, di samping bau yang sangatmenyengat.Pengelolaan limbah yang kurang baik akan menjadi masalah serius pada usaha peter-nakan sapi perah. Sebaliknya bila limbah inidikelola dengan baik dapat memberikan nilaitambah. Salah satu upaya untuk mengurangilimbah adalah mengintegrasikan usaha tersebutdengan beberapa usaha lainnya, seperti penggu-naan suplemen pada pakan, usaha pembuatankompos, budidaya ikan, budidaya padi sawah,sehingga menjadi suatu sistem yang saling siner-gis.Upaya memadukan tanaman, ternak dan ikandi lahan per-tanian memiliki manfaat ekologisdan ekonomis. Laju pertumbuhan produktivitasusaha pertanian merupakan interaksi di antaraberbagai faktor yang ada dalam sistem usahatani.Sebagai upaya bagi peningkatan sistem usahatanidiperlukan teknologi alternatif untuk memper-baiki produkti-vitas lahan dan meningkatkanpendapatan petani, antara lain melalui teknologisistem usaha peternakan yang menerapkankonsep produksi bersih.Bapedal (1998) menyatakan bahwa pro-duksi bersih merupakan suatu strategi penge-lolaan lingkungan yang bersifat preventif danterpadu yang perlu diterapkan terus menerus padaproses produksi dan praproduksi, sehingga me-ngurangi risiko terhadap manusia dan ling-kungan. Produksi bersih tidak hanya menyangkutproses produksi, tetapi juga menyangkut penge-lolaan seluruh daur hidup produksi, yang dimulaidari pengadaan bahan baku dan pendukung,proses dan operasi, hasil produksi dan limbahnyasampai ke distribusi serta konsumsi.Semua industri di seluruh dunia semakinmenyadari keuntungan yang dapat diperoleh dariproduksi bersih dan mereka telah mengembang-kan program tersebut di perusahaannya. Strategiproduksi bersih yang telah diterapkan di berbagainegara menunjukkan hasil yang lebih efektif dalam mengatasi dampak lingkungan dan jugamemberikan beberapa keuntungan Bapedal(1998), antara lain a). Penggunaan sumberdayaalam menjadi lebih efektif dan efisien; b).Mengurangi atau mencegah terbentuknya bahanpencemar; c). Mencegah berpindahnya pence-maran dari satu media ke media yang lain; d).
 
126
 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol. 8, No.1, Maret 2005 : 124-136 
Mengurangi terjadinya risiko terhadap kesehatanmanusia dan lingkungan; e). Mengurangi biayapenaatan hukum; f). Terhindar dari biaya pem-bersihan lingkungan (
clean up
); g). Produk yangdihasilkan dapat bersaing di pasar internasional;h). Pendekatan pengaturan yang bersifat fleksibeldan sukarela.Berdasarkan permasalahan dan konsepproduksi tersebut, maka penelitian ini perludilakukan dengan tujuan untuk mengetahui man-faat daur hidup sistem usahatani tersebut danmengetahui berapa besar zat pencemar yangdihasilkan dapat diminimisasi. Hasil penelitiandiharapkan dapat memberikan gambaran tentangsistem usaha peternakan yang menerapkan pro-duksi bersih, sekaligus sebagai informasi danmasukan bagi pemerintah dan swasta dalampengembangan sistem usaha peternakan yangramah lingkungan.
METODE PENELITIANKerangka Pikir
Kerangka pikir dalam penelitian inidisajikan dalam Gambar 1. Berdasarkan kerangkapikir tersebut tampak bahwa salah satu kegiatanyang dilakukan oleh CV. LHM, Solo dalamsistem usaha peternakannya adalah penambahanprobiotik starbio pada pakan sebelum diberikankepada sapi perah. Selanjutnya dilakukan eva-luasi dan analisis terhadap sistem tersebut, yaitudengan melihat kualitas limbah usaha peternakansapi perah di CV. LHM, Solo.
Pengumpulan Data
Data dalam penelitian ini terdiri dari dataprimer dan sekunder. Data primer adalah datasampel air untuk mengukur kadar polutan yang
Gambar 1.Kerangka Pikir Sistem Usaha Peternakan dengan Pendekatan Konsep Produksi Bersih.
USAHATERNAKSAPI PERAH
LIMBAHDAUR ULANGLIMBAHCAIRPADATSUSUMANUSIAPROBIOTIKSTARBIOSAWAH(PADI)
JERAMIPADI
PUPUKORGANIKKOLAMIKANSISTEM USAHA PETERNAKANDENGAN PENDEKATAN PRODUKSIBERSIH
ANALISIS

Activity (39)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Boris Pakpahan liked this
Teguh Nurliandri liked this
Welnia FaUuziah liked this
Nurifa Handayani liked this
Rydon Maihamdi liked this
Fadly Nur Rahman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->