Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
teori hukum

teori hukum

Ratings: (0)|Views: 239 |Likes:
Published by Satugus Susanto
ok
ok

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Satugus Susanto on Jan 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2013

pdf

text

original

 
TUGAS TEORI HUKUMDosen Prof. Dr. I Gusti Ngurah Wairocana,SH.,MH.Resume Apakah Teori Hukum Itu
oleh:
SATUGUS SUSANTO, SE, SH., NIM : 1292461019
PROGRAM PASCA SARJANAMAGISTER KENOTARIATANUNIVERSITAS UDAYANADENPASAR 2012
 
I.
P
ENDAHULUA
N1.1.Kedekatan Teori Hukum
Bagi banyak orang, Hukum dan Teori Hukum bagaikan dua dunia yang jauh terpisah, yangdikhususkan bagi dua
 yuris
yang berbeda satu sama lain. Yang satunya dianggap kabur, tidak relevan dan berlebihan, sedangkan yang satunya lagi solid, berguna dan mutlak diperlukan.Pengalaman pertama mengenal Teori Hukum memberi kesan yang kurang menarik.
 Auditoria
yang berpengetahuan minim dalam bidang hukum disajikan hal-hal yang terlalu abstrak.
 Aldous Huxley
mengkritik bahasa dan konsep yang digunakan dalam Teori Hukum sebagai bahasayang abstrak yang membuat orang enggan dan jengkel mempelajarinya sehingga fakta danteori-teori ilmiah yang disajikan dipandang tidak relevan.Perbedaan antara Teori Hukum dengan studi hukum lainnya seperti Filsafat Hukum,Sosiologi Hukum, Hukum Ekonomi, Sejarah Hukum, Psikologi Hukum, dan lain-lain adalahcara pandang dalam Teori Hukum yang menempatkan diri sebagai orang dalam (
insider 
), darisudut pandang
 yuris
, yaitu mereka yang berurusan dengan undang-undang, traktat-traktat,kontrak-kontrak, kebiasaan-kebiasaan, praktek-praktek yuridis, perikatan-perikatan dan peradilan. Teori Hukum, sebagai cabang Ilmu Hukum bukanlah ilmu bantu bagi Ilmu Hukum,mempelajari hukum demi hukum sendiri yaitu untuk memahami hukum dengan lebih baik danmendasar.
1.2.Tiga Tingkatan Ilmu Hukum
Ilmu Hukum dipergunakan sebagai istilah yang mencakup semua hal yang berkaitandengan kegiatan mempelajari hukum. Sejak semula pengetahuan hukum (
rechtskennis
)memang berbeda pengertiannya dengan ilmu hukum (
rechtswetendchap
). Pengetahuan hukummengandung pengertian tataran minimum tentang hukum yang harus dikuasai pemakai hukumdan penerap hukum (
rechtstoepasser 
) sepanjang tidak timbul permasalahan. Ilmu Hukummenjelaskan secara sistematis dan bertanggungjawab hal-hal yang berkaitan dengan uraianyuridis, struktur-struktur kekuasaan, kaidah-kaidah dan perikatan-perikatan. Dalam penelitianempiris bahan-bahan ini harus diolah sehingga saling berkaitan secara sitematis yang dikenalsebagai tataran deskriptif. Kemudian dalam tataran eksplikatif dijelaskan jawaban terhadap pertanyaan “mengapa?” yaitu sebab dan motifnya misalnya saja: “mengapa hakim memvonisdemikian? Mengapa dalam hal ada dua kaidah atau lebih maka pilihan dijatuhkan pada suatukaidah tertentu, dan yang lainnya. Setelah itu muncul tataran yang ketiga yang preskriptif ataunormatif yang menjawab pertanyaan-pertanyaan “bagaimana seharusnya,” berupa usulan-usulan, alternatif-alternatif, pedoman-pedoman normatif yang tidak termasuk ke dalam esensiilmu. Ilmu hukum terbagi atas Dogmatika Hukum atau Ajaran Hukum dan Teori Hukum. Ditempat paling atas terletak Filsafat Hukum.
 
1.3.Filsafat Hukum
Filsafat membahas manusia dan kenyataan pada lingkup yang lebih tinggi sehingga medan pandang (
 gezichtsvel
)nya lebih luas. Filsafat juga menembus secara lebih mendalam sampaikepada kebenaran-kebenaran dan nilai-nilai yang fundamental, suatu penjelasan menyeluruhmengenai manusia dan dunia. Lingkup Filsafat Hukum lebih tinggi dibandingkan dengan TeoriHukum karena harus menjelaskan tata hukum (
rechtsbestel 
) dan tatanan hukum (
rechtsorde
)yang memuaskan dan tuntas. Filsafat Hukum menyediakan pengertian-pengertian dan nilai-nilaifundamental yang kemudian dipergunakan dalam ilmu empiris, dalam Dogmatika Hukum dandalam Teori Hukum.
1.4.Titik-Titik Tola1.41. Pandangan Statikal dan Dinamikal Atas Hukum
Pandangan tentang hukum yang paling luas dan netral: hukum adalah suatu penataanterorganisasi atas perbuatan lahiriah manusia di dalam masyarakat, yang mencakup keseluruhanaturan perilaku dan struktur-struktur kekuasaan. Studi hukum berkaitan dengan hukum yang berlaku, artinya siapa, terhadap apa, di bawah syarat-syarat dan kewajiban apa, secara respektif:siapa, atas apa, di bawah syarat-syarat apa mempunyai suatu hak subyektif. Hukum dalamkenyataan sehari-hari merupakan suatu aturan yang memaksa. Hukum dipandang sebagaisesuatu yang statis, obyektif dan eksternal pada diri sendiri, sebagaimana yang ada pada saat initerlepas dari sejarah terbentuknya dan perspektif-perspektif masa depannya.
1.42. Faktor-Faktor pada Pembentukan Hukum
Dalam semua kejadian pada mulanya dalam pembentukan hukum rancangannya bermuladari situasi kehidupan faktual yang mengarah kepada tujuan non yuridis, suatu nilai yang ingindipenuhi dan dijamin di masa depan melalui hukum yaitu suatu perikatan atau suatu struktur organisasi. Antara fakta dan tujuan ini dinilai secara bebas sehingga dihasilkan penilaian idealyaitu gambaran mengenai hubungan yang adekuat antara apa yang ada (
das sein
) dan apa yangingin dicapai atau gambaran masa depan (
toekomstbeeld 
).
1.43. Pensituasian Titik-Titik Tolak ini dalam Suatu Semangat Zaman yang LebihUmum
Kebenaran adalah sebuah penemuan yang progresif, bukan gagasan-gagasan yangditautkan lagi pada yang sudah ada, melainkan gagasan-gagasan yang untusementara hilang karena ketidak bernilaian. Sikap yang sama berlaku pula untuk nilai, bahwasanya di masa lalu adalah baik.
Merujuk pada tradisi untuk memotivasi sebuah perintah atau sebuah larangan, kritik masyarakat (
maatschappijkritiek 
) memilih acuannya tidak lagi dalam masa lalu,melainkan dalam masa kini dan bahkan dalam pikiran prospektif. Dengan demikian,manusia terarah ke masa depan.
Pandangan evolutif memungkinkan penilaian yang lebih layak tentang masa lalu,sebab orang akan menilai masa lalu dengan memperhitungkan situasi material,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->