Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF DENGAN STRATEGI PETA KONSEP PADA STANDAR KOMPETENSI MEMPERBAIKI SISTEM PENERIMA TELEVISI DI SMKN 1 SIDOARJO

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF DENGAN STRATEGI PETA KONSEP PADA STANDAR KOMPETENSI MEMPERBAIKI SISTEM PENERIMA TELEVISI DI SMKN 1 SIDOARJO

Ratings: (0)|Views: 385 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : BAYU GANDA ASMARA,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : BAYU GANDA ASMARA,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 28, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

pdf

text

original

 
Jurnal pendidikan teknik elektro. Volume 02 no 01 tahun 2013 halaman 105-114105
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL KOOPERATIF DENGANSTRATEGI PETA KONSEP PADA STANDAR KOMPETENSI MEMPERBAIKI SISTEMPENERIMA TELEVISI DI SMKN 1 SIDOARJO
Oleh :
BAYU GANDA ASMARA
Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran pada standar kompetensimemperbaiki sistem penerima televisi menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan strategi petakonsep. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan memproses informasi ketrampilan sosial siswa dan hasilbelajarnya.Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan enam tahap, pada tahapuji coba produk digunakan desain
 one-shot case study
dengan subjek sebanyak 30 siswa kelas XI TAV SMKN 1Sodoarjo. Instrumen penelitian berupa instrumen validasi terhadap perangkat, instrumen hasil belajar, danlembar pengamatan ketrampilan sosial siswa. Analisis data validasi antar vaidator menggunakan indeksvaliditas
≥ 0,7.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian perangkat pembelajaran dari 4 orang validatordengan 3 aspek penilain yang diantaranya adalah aspek materi ajar siswa yang didapat nilai 0,766, untuk aspekrencana pelaksanaan pembelajaran siswa didapat nilai 0,742, dan untuk aspek soal post-test didapat nilai 0,775.Hasil dari penelitian didapatkan rata-rata nilai kelas sebesar 75,33 sedangkan standar nilai kelulusankelas adalah 75 sehingga dapat Disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan pengembanganperangkat pembelajaran
 model kooperatif dengan strategi peta konsep
memenuhi standar nilai kelulusan siswa.Berdasarkan hasil penilaian ketrampilan sosial siswa terhadap pengembangan perangkat pembelajaran
 model  kooperatif dengan strategi peta konsep
dapat dikategorikan memuaskan dengan rata-rata nilai yang didapat58,59%.Kata kunci : Strategi Belajar
 peta konsep
, Model Pembelajaran
 kooperatif 
, memperbaiki sistim penerima televisiABSTRACT
This study aims to develop learning tools in improving the competency standard television receiver system usingcooperative learning model with the concept map strategy. In addition, this study also aims to process information andthe social skills of students learning outcomes.The method used is a research and development (R & D) with six stages, the product testing stage design usedone-shot case study to the subject of as many as 30 students of class XI TAV SMKN 1 Sodoarjo. The researchinstrument in the form of validation of the instrument, the instrument of learning outcomes, and students' social skillsobservation checklist. Analysis of data validation between vaidator use validity index
0.7.The results showed that the learning assessment of 4 people validator with three aspects of assessment whichinclude the aspect of teaching material students learned the value of 0.766, for aspects of the lesson plan studentsobtained the value 0.742, and to aspects of the question post-test value of 0.775 obtained.The results showed that the learning assessment of 4 people valid results of this study obtained an averagegrade of 75.33 while the value of standard grade passing score is 75 so it can be concluded that the learning outcomes of students who use software development models of cooperative learning with concept maps strategy meet standardpassing grade students. Based on the assessment of students' social skills development of the model of cooperativelearning strategies can be considered satisfactory concept map with the average value obtained is 58.59%
 Key words:
Learning Strategies concept maps, cooperative learning model, television receiver repair system
 
Pengembangan
perangkat pembelajaran mopdel
 
kooperatif dengan strategi peta konsep
106
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran tidak lepas dariperkembangan ilmu pengetahuan danteknologi. Untuk meningkatkan kualitaspendidikan di Indonesia dapat dilakukanmelalui peningkatan kualitas pendidikan,karena bidang pendidikan merupakan salah satuwahana untuk menghasilkan SDM yangberkualitas dan memiliki kemampuan dalammelaksanakan perannya.Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa yang secara implisitterlihat bahwa dalam pembelajaran adakegiatan memilih, menetapkan danmengembangkan metode untuk mencapai hasilyang diinginkan (Dimyati&mujiono, 2006:20).Dalam proses belajar mengajar guru memilikitanggung jawab atas keberhasilan yang dicapaisiswa. Oleh karena itu guru dapat menciptakansituasi dan kondisi belajar yang efektif denganmenggunakan cara yang sesuai sertamempertimbangkan situasi dan kondisi siswadan lingkungannya. Salah satunya denganmenerapkan model pembelajaran yang dapatmenumbuhkan kebiasaan berpikir kritis danpemecahan masalah.Model
kooperatif 
adalah mengajarkansiswa untuk belajar atas kemauan dankemampuan diri sendiri. Ada empat hal pentingmenurut Arends (dalam Nur, 2000a:9 dikutipdari Trianto, 2007:155) yang dilakukan siswaagar dapat belajar mandiri yaitu : (1)secaracermat mendiagnosis suatu situasipembelajaran tertentu, (2)memilih suatustrategi belajar tertentu untuk menyelesaikanmasalah belajar tertentu yang dihadapi,(3)memonitor keefektifan strategi tersebut,(4)cukup termotivasi untuk terlibat dalamsituasi belajar tersebut sampai masalah tersebutterselesaikan. model pembelajaran denganpendekatan pembelajaran siswa pada masalahautentik sehingga siswa dapat menyusunpengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan ketrampilan yang lebih tinggi daninkuiri, memandirikan siswa, danmeningkatkan kepercayaan diri sendiri(menurut Arends dalam Abbas, 2000:12).Penerapan pendekatan pembelajaran
kooperatif 
siswa dituntut bertanggungjawabatas pendidikan yang mereka jalani, sertadiarahkan untuk tidak terlalu tergantung padaguru.
kooperarif 
membentuk siswa mandiriyang dapat melanjutkan proses belajar padakehidupan dan karir yang akan dijalaninya.Seorang guru lebih berperan sebagai fasilitatoratau tutor yang memandu siswa menjalaniproses pendidikannya. Guru dalam pengajaranmodel
kooperatif dengan strategi peta konsep
 adalah menyajikan konsep-konsep, mengajukanpertanyaan, dan memfasilitasi penyelidikan dandialog. pengajaran model
kooperatif denganstrategi peta konsep
tidak dapat dilaksanakan jika guru tidak mengembangkan lingkungankelas yang memungkinkan terjadinyapertukaran ide secara terbuka. Intinya, siswadihadapkan situasi masalah yang otentik danbermakna yang dapat menantang siswa untuk memecahkannya.Peta konsep merupakan salah satubagian dari strategi organisasi. Strategiorganisasi bertujuan membantu siswameningkatkan kebermaknaan bahan-bahanorganisasi bertujuan membantu siswameningkatkan kebermaknaan bahan-bahanbaru, terutama dilakukan dengan mengenakanstruktur-struktur pengorganisasian baru padabahan-bahan tersebut. Strategi-strategiorganisasi dapat terdiri dari pengelompokanulang ide-ide atau istilah-istilah atau membagiide-ide atau istilah-istilah itu menjadi subsetyang lebih kecil. Strategi- strategi ini jugaterdiri dari pengidentifikasian ide-ide ataufakta-fakta kunci dari sekumpulan informasiyang lebih besar. Konsep adalah suatu abstraksiyang menggambarkan ciri-ciri umum darisekelompok objek. atau suatu gagasan ide yangrelatif sempurna dan bermakna.Berdasarkan latar belakang di atas,peneliti dapat merumuskan masalah yangdiambil adalah:1.
 
Bagaimana kelayakan perangkatpembelajaran model
kooperatif denganstrategi peta konsep
pada standarkompetensi memperbaiki sistem penerimatelevisi?2.
 
Bagaimana ketrampilan sosial siswaterhadap proses pembelajaran model
kooperatif dengan strategi peta konsep
 selama kegiatan belajar mengajar?3.
 
Bagaimana hasil belajar siswa yangmenggunakan model
kooperatif 
dengan
 strategi peta konsep
pada standarkompetensi memperbaiki sistem penerimatelevisi?Tujuan penelitian yang ingin dicapaidalam penelitian ini adalah sebagai berikut:1.
 
Untuk mengetahui layak atau tidaknyapengembangan dari perangkat
 
Jurnal pendidikan teknik elektro. Volume 02 no 01 tahun 2013 halaman 105-114107pembelajaran dengan menggunakanmodel
kooperatif dengan strategi petakonsep
pada standar kompetensimemperbaiki sistem penerima televisiselama kegiatan belajar mengajar.2.
 
Untuk mengetahui ketrampilan sosialterhadap model
kooperatif denganstrategi peta konsep
pada standarkompetensi memperbaiki sistem penerimatelevisi selama kegiatan belajar mengajar.3.
 
Untuk mengetahui perbedaan hasil belajarsiswa menggunakan model
kooperatif dengan strategi peta konsep
pada standarkompetensi memperbaiki sistem penerimatelevisi selama kegiatan belajar mengajar.Peneliti berharap, penelitian ini dapatmemberikan manfaat sebagai berikut:Bagi siswa : Diharapkan dapatmeningkatkan kemampuan siswa dalam prosespembelajaran didalam kelas, sehingga dapatmeningkatkan prestasi belajar siswa, Memberimotivasi kepada siswa agar lebih berprestasidengan belajar secara aktif untuk memecahkanmasalah-masalah yang berkaitan dengan materipelajaran.Bagi guru : Diharapkan hasil penelitianini dapat dipakai sebagai alternatife para gurudalam penggunaan metode pembelajaran yangtepat pada siswa, Melatih keterampilan gurudalam berkreasi dalam proses kegiatan belajarmengajar.Bagi pihak Sekolah : Diharapkan dariperangkat pembelajaran yang telahdikembangkan oleh peneliti dapat digunakandalam proses belajar mengajar.Teori pemrosesan informasi adalah teorikognitif tentang belajar yang menjelaskanpemrosesan, penyimpanan dan pemanggilankembali pengetahuan dari otak (Nur, 1998:2).Pemrosesan diperoleh saat rangsanganditerima oleh indera yang kemudianrangsangan tersebut tersimpan sesaat dalamregister penginderaan. Kemudian adapemrosesan awal dan dipindahkan ke memori jangka pendek yang selanjutnya diproses lagiuntuk ditransfer ke memori jangka panjang.peta konsep
(concept mapping)
 merupakan teknik pencatatan yangdikembangkan pada tahun 1970-an oleh TonyBuzan yang didasarkan pada riset tentangbagaimana cara kerja otak yang sebenarnya (dePorter dan Hernacki, 2002:152).
“A mind mapis a powerfull graphic technique which provides a universal key to unlock the potentialof the brain”
(Buzan, Tony). Artinya, petapikiran adalah teknik pembuatan grafik yangmenyediakan kunci universal untuk membukapotensi otak.Menurut Nur (2000b ) dalam trianto(2007;161) peta konsep ada empat macam,yaitu : pohon jaringan
(network tree),
rantaikejadian
(events chain),
peta konsep siklus
(cycle concept map)
, dan peta konsep laba-laba
(spider concept map).
 1.
 
Pohon JaringanIde-ide pokok dibuat dalam persegiempat, sedangkan beberapa kata laindihubungkan oleh garis penghubung. Kata-katapada garis penghubung memberikan hubunganantara konsep-konsep. Pada saatmengkonstruksi suatu pohon jaringan, tulislahtopic itu dan daftar konsep-konsep utama yangberkaitan dengan topik itu. Daftar dan mulailahdengan menempatkan ide-ide atau konsep-konsep dalam suatu susunan dari umum kekhusus. Cabangkan konsep-konsep yangberkaitan itu dari konsep utama dan berikanhubungan pada garis-garis itu. Pohon jaringancocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: (1) Menunjukkan informasi sebab-akibat,(2) Suatu hirarki, dan (3) Prosedur yangbercabang.2.
 
Rantai KejadianPeta konsep rantai kejadian dapatdigunakan untuk memberikan suatu urutankejadian, langkah-langkah dalam suatuprosedur, atau tahap-tahap dalam suatu proses.Misalnya dalam melakukan eksperimen. Rantaikejadian cocok digunakan untuk memvisualisasikan hal-hal: (1) Memberikantahap-tahap suatu proses, (2) Langkah-langkahdalam suatu prosedur, (3) sutu urutan kejadian.3.
 
Peta Konsep SiklusDalam peta konsep siklus, rangkaiankejadian tidak menghasilkan suatu hasil akhir.Kejadian akhir pada rantai itu menghubungkankembali ke kejadian awal. Seterusnya kejadianakhir itu menghubungkan kembali ke kejadianawal siklus itu berulang dengan sendirinya dantidak ada akhirnya. Peta konsep siklus cocok diterapkan untuk menunjukkan hubunganbagaimana suatu rangkaian kejadianberinteraksi untuk menghasilkan suatukelompok hasil yang berulang-ulang.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->