Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1945

SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1945

Ratings: (0)|Views: 375|Likes:
Published by Hari Suprihatin
author by Vincentia T.S
author by Vincentia T.S

More info:

categoriesTypes, Reviews
Published by: Hari Suprihatin on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/22/2013

pdf

text

original

 
Vincent Tunjung SariXII A 3
SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA TAHUN 1945-SEKARANG
SISTEM PEMERINTAHAN INDONESIA
Tahun 1945-1949Secara umum, terjadi penyimpangan dari ketentuan UUD 1945 antara lain: a. Berubahfungsi komite nasional Indonesia pusat dari pembantu presiden menjadi badan yang diserahikekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN yang merupakan wewenang MPR. b.Terjadinya perubahan sistem kabinet presidensial menjadi kabinet parlementer berdasarkan usulBP – KNIP.Pada masa ini, lembaga-lembaga negara yang diamanatkan UUD 1945 belum dibentuk,karena UUD 1945 pada saat ini tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya mengingat kondisiIndonesia yang sedang disibukkan dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dengandemikian, sesuai dengan Pasal 4 Aturan Peralihan dalam UUD 1945, dibentuklah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP). Komite ini merupakan cikal bakal badan legislatif diIndonesia. Hal ini berdasarkan pada Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada tanggal 16Oktober 1945, diputuskanlah bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif, karena MPR dan DPR  belum terbentuk. Sehingga pada tanggal 14 November 1945 dibentuklah Kabinet Semi-Presidensiel (“Semi-Parlementer”) yang pertama, sehingga peristiwa ini merupakan perubahansistem pemerintahan agar dianggap lebih demokratis.Dari segi sejarah sistem pemerintahan yang berlaku di masa ini adalah sistem pemerintahan presidensil, namun terhitung sejak tanggal 14 November 1945, Soekarno sebagaikepala pemerintahan republik diganti oleh Sutan Sjahrir, dengan kata lain sistem pemerintahannya pun berubah ke parlementer. Alasan politis untuk mengubah sistem pemerintahan dari Presidensiil menjadi Parlementer dipicu karena seminggu sebelum perubahan pemerintahan itu, Den Haag mengumumkan dasar rencananya. Soekarno menolak hal inisedangkan Sjahrir mengumumkan pada tanggal 4 Desember 1945 bahwa pemerintahnyamenerima tawaran ini dengan syarat pengakuan Belanda atas Republik Indonesia.Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang dibentuk  pada tanggal 29 April 1945, adalah Badan yang menyusun rancangan UUD 1945. Pada masasidang pertama yang berlangsung dari tanggal 28 Mei sampai dengan tanggal 1 Juni 1945Ir.Sukarno menyampaikan gagasan tentang “Dasar Negarayang diberi nama Pancasila.Kemudian BPUPKI membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 8 orang untuk menyempurnakanrumusan Dasar Negara. Pada tanggal 22 Juni 1945, 38 anggota BPUPKI membentuk PanitiaSembilan yang terdiri dari 9 orang untuk merancang Piagam Jakarta yang akan menjadi naskahPembukaan UUD 1945. Setelah dihilangkannya anak kalimat “dengan kewajiban menjalankansyariah Islam bagi pemeluk-pemeluknya” maka naskah Piagam Jakarta menjadi naskahPembukaan UUD 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia PersiapanKemerdekaan Indonesia (PPKI). Pengesahan UUD 1945 dikukuhkan oleh Komite NasionalIndonesia Pusat (KNIP) yang bersidang pada tanggal 29 Agustus 1945. Naskah rancangan UUD
 
Vincent Tunjung SariXII A 3
1945 Indonesia disusun pada masa Sidang Kedua Badan Penyelidik Usaha PersiapanKemerdekaan (BPUPK). Nama Badan ini tanpa kata “Indonesia” karena hanya diperuntukkanuntuk tanah Jawa saja. Di Sumatera ada BPUPK untuk Sumatera. Masa Sidang Kedua tanggal10-17 Juli 1945. Tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengesahkan UUD 1945 sebagai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia.TAHUN 1949-1950Pada masa ini sistem pemerintahan indonesia adalah sistem pemerintahan parlementer,yang meganut Sistem multi partai. Didasarkan pada konstitusi RIS, pemerintahan yangditerapkan saat itu adalah sistem parlementer kabinet semu (Quasy Parlementary). Perludiketahui bahwa Sistem Pemerintahan yang dianut pada masa konstitusi RIS bukanlah cabinet parlementer murni karena dalam sistem parlementer murni, parlemen mempunyai kedudukanyang sangat menentukan terhadap kekuasaan pemerintah.Diadakannya perubahan bentuk negara kesatuan RI menjadi negara serikat ini adalahmerupakan konsekuensi sebagai diterimanya hasil Konferensi Meja Bundar (KMB). Perubahanini dituangkan dalam Konstitusi Republik Indonesia Serikat (RIS). Hal ini karena adanya campur tangan dari PBB yang memfasilitasinya.Wujud dari campur tangan PBB tersebut adanya konfrensi di atas yaitu : - Indonesiamerupakan Negara bagian RIS - Indonesia RIS yang di maksud Sumatera dan Jawa - Wilayahdiperkecil dan Indonesia di dalamnya - RIS mempunyai kedudukan yang sama dengan Belanda -Indonesia adalah bagian dari RIS yang meliputi Jawa, Sumatera dan Indonesia Timur.Dalam RIS ada point-point sebagai berikut :1. Pemerintah berhak atas kekuasaan TJ atau UU Darurat2. UU Darurat mempunyai kekuatan atas UU FederasiBerdasarkan Konstitusi RIS yang menganut sistem pemerintahan parlementer ini, badanlegislatif RIS dibagi menjadi dua kamar, yaitu Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat.TAHUN 1950-1959Era 1950-1959 ialah era dimana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusiUndang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950, dimana periode ini berlangsung dari17 Agustus 1950 sampai 5 Juli 1959. Masa ini merupakan masa berakhirnya Negara Indonesiayang federalis. Landasannya adalah UUD ’50 pengganti konstitusi RIS ’49. Sistem Pemerintahanyang dianut adalah parlementer cabinet dengan demokrasi liberal yang masih bersifat semu.Adapun ciri-ciriny adalah :a. presiden dan wakil presiden tidak dapat diganggu gugat. b. Menteri bertanggung jawab atas kebijakan pemerintahan.
 
Vincent Tunjung SariXII A 3
c. Presiden berhak membubarkan DPR.d. Perdana Menteri diangkat oleh Presiden.Diawali dari tanggal 15 Agustus 1950, Undang-Undang Dasar Sementara NegaraKesatuan Republik Indonesia (UUDS NKRI, UU No. 7/1850, LN No. 56/1950) disetujui olehDPR dan Senat RIS. Pada tanggal yang sama pula, DPR dan Senat RIS mengadakan rapat dimana dibacakan piagam pernyataan terbentuknya NKRI yang bertujuan:1. Pembubaran secara resmi negara RIS yang berbentuk federasi;2. Pembentukan NKRI yang meliputi seluruh daerah Indonesia dengan UUDS yang mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 1950.UUDS ini merupakan adopsi dari UUD RIS yang mengalami sedikit perubahan, terutama yang berkaitan dengan perubahan bentuk negara dari negara serikat ke negara kesatuan.Antara 1950 – 1959 Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer yangdalam waktu 4 tahun telah terjadi 33 kali pergantian kabinet (Feith, 1962 dan Feith, 1999).Setelah unitary dari Republik Indonesia Serikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan RepubliIndonesia (NKRI), Indonesia mulai menganut sistem Demokrasi Liberal dimana dalam sistem ini pemerintahan berbentuk parlementer sehingga perdana menteri langsung bertanggung jawabkepada parlemen (DPR) yang terdiri dari kekuatan-kekuatan partai. Anggota DPR berjumlah 232orang yang terdiri dari Masyumi (49 kursi), PNI (36 kursi), PSI (17 kursi), PKI (13 kursi), PartaiKatholik (9 kursi), Partai Kristen (5 kursi), dan Murba (4 kursi), sedangkan sisa kursi dibagikankepada partai-partai atau perorangan, yang tak satupun dari mereka mendapat lebih dari 17 kursi.Ini merupakan suatu struktur yang tidak menopang suatu pemerintahan-pemerintahan yang kuat,tetapi umumnya diyakini bahwa struktur kepartaian tersebut akan disederhanakan apabila pemilihan umum dilaksanakan.Setelah pembentukan NKRI diadakanlah berbagai usaha untuk menyusun Undang-Undang Dasar baru dengan membentuk Lembaga Konstituante. Lembaga Konstituante adalahlembaga yang diserahi tugas untuk membentuk UUD baru. Konstituante diserahi tugas membuatundang-undang dasar yang baru sesuai amanat UUDS 1950. Namun sampai tahun 1959 badanini belum juga bisa membuat konstitusi baru. Maka Presiden Soekarno menyampaikan konsepsitentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yang berisi ide untuk kembali pada UUD1945.TAHUN 1959-1966Sebagaimana dibentuknya sebuah badan konstituante yang bertugas membuat danmenyusun Undang Undang Dasar baru seperti yang diamanatkan UUDS 1950 pada tahun 1950,namun sampai akhir tahun 1959, badan ini belum juga berhasil merumuskan Undang UndangDasar yang baru, hingga akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit pada 5 Juli 1959.Bung Karno dengan dukungan Angkatan Darat, mengumumkan dekrit 5 Juli 1959. Isinya;membubarkan Badan Konstituante dan kembali ke UUD 1945. Sejak 1959 sampai 1966, BungKarno memerintah dengan dekrit, menafikan Pemilu dan mengangkat dirinya sebagai presiden

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->