Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
perimbangan keuangan daerah

perimbangan keuangan daerah

Ratings: (0)|Views: 394|Likes:
Published by ahaha_hihie

More info:

Published by: ahaha_hihie on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/20/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS DANA PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAHPUSAT DAN PEMERINTAH DAERAHA. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD)1.
 
Pengertian dan Sumber Pendapatan Asli Daerah
Sejak berlakunya otonomi daerah, daerah dipacu untuk dapat berkreasidalam mencari sumber penerimaan daerah yang dapat mendukungpembiayaan pengeluaran daerah. Salah satu alternative sumber penerimaantersebut adalah pajak dan retribusi daerah yang telah ditetapkan pada Undang-undang tentang pemerintahan daerah sebagai sumber pendapatan asli daerah(PAD) yang bersumber dari daerah itu sendiri.Menurut Undang-Undang No 33 tahun 2004, yang dimaksud dengan
PAD adalah: “Pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah,
hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan,dan lain-lain PAD yang sah, yang bertujuan untuk memberikan keleluasaankepada daerah dalam menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi daerahsebagai perwujudan asas desentralisasi. PAD dapat bersumber dari:1.
 
Pajak Daerah;Pajak daerah yaitu pajak negara yang diserahkan kepada daerahuntuk dipungut berdasarkan peraturan perundang-undangan yangdipergunakan guna membiayai pengeluaran daerah sebagai badanhukum publik. Ciri-ciri yang menyertai pajak daerah dapatdiikhtisarkan seperti berikut:
 
a.
 
Pajak daerah berasal dari pajak negara yang diserahkan kepadadaerah sebagai pajak daerah
 
b.
 
Penyerahan dilakukan berdasarkan undang-undang
 
c.
 
Pajak daerah dipungut oleh daerah berdasarkan kekuatanundang-undang dan/atau peraturan hukum lainnya
 
d.
 
Hasil pungutan pajak daerah dipergunakan untuk membiayaipenyelenggaraan urusan-urusan rumah tangga daerah atau
 
untuk membiayai pengeluaran daerah sebagai badan hukumpublik.
 
2.
 
Retribusi Daerah ;Retribusi daerah yaitu pungutan daerah sebagai pembayaranatas pemakaian jasa atau karena mendapatkan jasa pekerjaan, usahaatau milik daerah bagi yang berkepentingan atau karena jasa yangdiberikan oleh daerah. Ciri-ciri pokok retribusi daerah adalah sebagaiberikut:
 
a.
 
Retribusi dipungut oleh daerah
 
b.
 
Dalam pungutan retribusi terdapat prestasi yang diberikandaerah yang langsung dapat ditunjuk 
 
c.
 
Retribusi dikenakan kepada siapa saja yang memanfaatkan,atau mengenyam jasa yang disediakan daerah.
 
3.
 
Perusahaan Daerah;Dalam hal ini, laba perusahaan daerahlah yang diharapkansebagai sumber pemasukan bagi daerah. Oleh sebab itu, dalam batas-batas tertentu pengelolaan perusahaan haruslah bersifat profesionaldan harus tetap berpegang pada prinsip ekonomi secara umum, yakniefisiensi.Dalam penjelasan umum UU No. 5/1974, pengertianperusahaan da
erah dirumuskan sebagai “suatu badan usaha yang
dibentuk oleh daerah untuk memperkembangkan perekonomian daerah
dan untuk menambah penghasilan daerah”.
Dari kutipan diatas tergambar dua fungsi pokok, yakni sebagaidinamisator perekonomian daerah yang berarti harus mampumemberikan rangsangan/stimulus bagi berkembangnya perekonomiandaerah dan sebagai penghasil pendapatan daerah. Ini berartiperusahaan daerah harus mampu memberikan manfaat ekonomissehingga terjadi keuntungan yang dapat disetorkan ke kas daerah.
 
Perusahaan daerah merupakan salah satu komponen yangdiharapkan dapat memberikan kontribusinya bagi pendapatan daerah,tapi sifat utama dari perusahaan daerah bukanlah berorientasi padaprofit (keuntungan), akan tetapi justru dalam memberikan jasa danmenyelenggarakan kemanfaatan umum. Atau dengan perkataan lain,perusahaan daerah. menjalankan fungsi ganda yang harus tetapterjamin keseimbangannya, yakni fungsi sosial dan fungsi ekonomi.Walaupun demikian hal ini tidak berarti bahwa perusahaan daerahtidak dapat memberikan kontribusi maksimal bagi ketangguhankeuangan daerah. Pemenuhan fungsi sosial oleh perusahaan daerahdan keharusan untuk mendapat keuntungan yang memungkinkanperusahaan daerah dapat memberikan sumbangan bagi pendapatandaerah, bukanlah dua pilihan yang saling bertolak belakang. Artinyabahwa pemenuhan fungsi sosial perusahaan daerah dapat berjalanseiring dengan pemenuhan fungsi ekonominya sebagai badan ekonomiyang bertujuan untuk mendapatkan laba/keuntungan. Hal ini dapatberjalan apabila profesionalisme dalam pengelolaannya dapatdiwujudkan.
 
4.
 
Lain-lain PAD yang Sah.Menurut Undang-undang No. 32 Tahun 2004, yang dimaksuddengan Lain-lain PAD yang sah antara lain penerimaan daerah di luarpajak dan retribusi daerah seperti jasa giro, hasil penjualan aset daerah.Lain-lain PAD yang sah sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No.33 Tahun 2004, meliputi:
 
a.
 
hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan
 
b.
 
 jasa giro
 
c.
 
pendapatan bunga
 
d.
 
keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->