Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SemNas Ekonomi Kreatif 2013_Analisis Nilai Tambah dan Peluang Pengembangan Usaha

SemNas Ekonomi Kreatif 2013_Analisis Nilai Tambah dan Peluang Pengembangan Usaha

Ratings: (0)|Views: 144 |Likes:
Published by Putri Suci Asriani
The purpose of this research was to identify the opportunity and accordingly effective strategy for further development of fishes agribusiness in Bengkulu City. Kind of fishes which can be potentially developed as agribusiness primary commodities were kepala batu, karang, polapalu, and gaguk. Development strategy were through (1) improving quality and amount produce and also completion of agribusiness subsystems development by preparing production medium, farming efficiency, marketing channel acces, and empowering supporter institute, (2) training and constructing fisher in order to acceleration of technology transformation and optimizing government officer performance and perpetrator of agriculture, (3) improving fisher bargaining position by market guarantee and information, and (4) providing infrastructure to increase productivity and earnings of powered fisher, and optimizing economic institute or co-operation.
The purpose of this research was to identify the opportunity and accordingly effective strategy for further development of fishes agribusiness in Bengkulu City. Kind of fishes which can be potentially developed as agribusiness primary commodities were kepala batu, karang, polapalu, and gaguk. Development strategy were through (1) improving quality and amount produce and also completion of agribusiness subsystems development by preparing production medium, farming efficiency, marketing channel acces, and empowering supporter institute, (2) training and constructing fisher in order to acceleration of technology transformation and optimizing government officer performance and perpetrator of agriculture, (3) improving fisher bargaining position by market guarantee and information, and (4) providing infrastructure to increase productivity and earnings of powered fisher, and optimizing economic institute or co-operation.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Putri Suci Asriani on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/28/2013

pdf

text

original

 
Analisis Nilai Tambah dan Peluang Pengembangan Ikan Kering sebagaiKomoditas Unggulan Agribisnis di Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu
1
 
(Analysis of Added Value and Development Opportunity on Dried Fish as Agribusiness Primary Commodities in Bengkulu City Bengkulu Province)
 
Oleh:Putri Suci Asriani, Gita Mulyasari, Ketut Sukiyono, Musriyadi NabiuPERHEPI Komisariat Daerah Bengkulu; Jurusan Sosial Ekonomi PertanianFakultas Pertanian Universitas Bengkulu, Jalan Raya Kandang Limun BengkuluE-mail:putriasriani@yahoo.co.id; HP: 085267121508
 
ABSTRACT
 
The purpose of this research was to identify the opportunity and accordingly effective strategy for further development of fishes agribusiness in Bengkulu City. Kind of fishes which can be potentially developed as agribusiness primary commodities were kepala batu, karang, polapalu, and gaguk. Development strategy were through (1) improving quality and amount produceand also completion of agribusiness subsystems development by preparing production medium, farming efficiency, marketing channel acces, and empowering supporter institute, (2) training and constructing fisher in order toacceleration of technology transformation and optimizing government officer  performance and perpetrator of agriculture, (3) improving fisher bargaining position by market guarantee and information, and (4) providing infrastructure toincrease productivity and earnings of powered fisher, and optimizing economicinstitute or co-operation.Key words: agribusiness, primary commodities
 
I. PENDAHULUAN
Letak strategis Kota Bengkulu di Pantai Barat Sumatera dan menghadapke Samudera Hindia berdampak positif pada daerah ini, yaitu memiliki potensiekonomi yang cukup besar di sektor perikanan. Bengkulu memiliki potensiperairan laut teritorial sebesar 46145 ton per tahun dan potensi perairan laut zonaekonomi eksklusif (ZEE) sebesar 80071 ton per tahun dengan total jumlahnelayan 3756 orang. Dengan potensi laut yang cukup besar ini, sudah semestinyasektor kelautan dan perikanan mendapat prioritas utama. Jelas dari sektor inidipastikan bakal mampu meraup devisa cukup besar.Jenis ikan tangkapan di wilayah perairan kota sangat beragam, antara lain jenis pelagis besar dan kecil, demersal, dan biota laut lainnya dengan 108keragaman jenis ikan dan biota laut lainnya. Dalam bentuk segar produk hasilperairan tangkap Kota Bengkulu memasuki pasar ekspor, yaitu untuk komoditituna, cakalang, bawal, kerapu, kakap, udang putih, udang windu, lobster, dan
1
Disampaikan pada Seminar Nasional Pengembangan Ekonomi Kreatif BerbasisKomoditi Pertanian di Indonesia, Sabtu 26 Januari 2013 di Universitas Sebelas Maret, Solo.
 
2teripang. Sedangkan untuk pasaran lokal dan regional, meliputi komoditi ikantongkol, tenggiri, cucut, gurita, udang dogol, layur, cumi-cumi, dan lain-lain.Produksi total hasil perikanan tangkap pada tahun 2011 adalah sebesar29001,5 ton, atau sebesar 36,22% dari potensi lestarinya. Rata-rata 68% dari totalperikanan Kota Bengkulu bernilai ekonomis, sisanya sekitar 32% adalah ikan nonekonomis. Sebanyak 90% dari total produk ekonomis tersebut dipasarkan ke luardaerah maupun ekspor, sisanya untuk konsumsi lokal (BPS, 2011). Pemanfaatanikan non ekonomis dengan rata-rata sebanyak 32% dari total produksi adalahsebagian kecil dikonsumsi segar dan sebagian besar lainnya diolah menjadi ikankering/asin sebagai upaya pengawetan sehingga dapat dijadikan komoditi andalandaerah. Jenis olahan lainnya yang saat ini mulai dikembangkan adalah tepungikan.Ikan kering sebagai produk olahan hasil perikanan di Kota Bengkulu padaumumnya menggunakan ikan-ikan non ekonomis. Usaha pengolahan ikan keringini berkembang dengan baik di wilayah-wilayah pesisir pantai Kota Bengkulu.Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Selebar Kota Bengkulu merupakansentra produksi terbesar (Suksesmina, 2012). Letak wilayah ini tepatnya adalah disisi timur dari Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Letak kampung pengolahan ikankering ini sangat dekat dengan dermaga pendaratan kapal dan Tempat PelelanganIkan (TPI), sehingga kemudahan akses untuk ketersediaan bahan baku sangatterjamin.Berdasarkan survey dan pengamatan visual dapat diketahui bahwasebagian besar produk olahan, yaitu ikan kering/asin sudah memiliki kualitas yangcukup baik, namun pengemasan produk masih sangat kurang diperhatikan.Hampir sebagian besar produk dijual dalam bentuk curah, walaupun sebagiansudah melalui proses sortasi dan
grading
.Untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, dilakukan pemasaran antarkabupaten dalam provinsi, sedangkan untuk kebutuhan luar daerah dilakukanpemasaran antar provinsi. Pemasaran antar provinsi dilandasi oleh permintaanpasar luar daerah, permintaan tersebut masih berfluktuasi. Pemasaran produksiperikanan antar provinsi, tahun 2011 mencapai 1412 ton untuk pasar SumateraSelatan, Jambi, Jakarta, Surabaya, Sumatera Barat, Lampung, dan sebagian lagi keSumatera Utara, Batam serta Riau (Suksesmina, 2012).Program yang perlu dikembangkan berupa pengembangan komoditasunggulan dan andalan, peningkatan nilai tambah produk hasil perikanan tangkap,pengembangan sistem pemasaran, penyediaan sarana pengangkutan danpenyebaran produk, pengembangan kemitraan dan penstruktur-ulangan sistem dankelembagaan pertanian dan agroindustri, serta memberikan nilai tambah produk perikanan. Pada dasarnya, nilai tambah bukan diukur dari apa yang sudahdilakukan termasuk segala biaya yang harus dikeluarkan, tetapi dari persepsi nilaipada konsumen. Oleh karena nilai tambah diukur dengan persepsi konsumen,maka peran pemasaran termasuk 
brand 
menjadi penting. Apabila persepsi lebihtinggi dapat diberikan melalui
value creation
dan dilengkapi dengan aplikasipemasaran yang benar, maka agroindustri akan memberi sumbangan lebih besar(Azfa, 2005 dalam Syahza,
et al
, 2007).Pengembangan komoditas unggulan di daerah akan membuka peluangusaha bagi masyarakat terutama di wilayah pesisir. Menurut Basri (2003), suatupeluang usaha akan menjadi sumber pendapatan yang memberikan tambahan
 
3penghasilan kepada masyarakat jika mampu menangkap peluang usaha yangpotensial dikembangkan menjadi suatu kegiatan usaha yang nyata. Dengandemikian kemampuan masyarakat memanfaatkan peluang yang ada akandipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam menangkap peluang itu sendiri.Hal kedua adalah kemampuan mengorganisir sumberdaya yang dimilikisedemikian rupa sehingga peluang yang potensial menjadi usaha yang secaraaktual dapat dioperasikan.Seiring dengan itu, Silva (2006) mengungkapkan, pengembanganagribisnis menyebabkan mata pencaharian masyarakat tidak lagi terbatas padasektor primer dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi telah memperluasruang gerak usahanya pada sektor tertier. Kegiatan ini menimbulkan pusat-pusatpertumbuhan ekonomi di sekitarnya. Manfaat kegiatan agribisnis ini terhadapaspek ekonomi pedesaan, antara lain: 1) memperluas lapangan kerja dankesempatan berusaha; 2) peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar; dan 3)memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.Seiring dengan potensi yang ada, kebijakan strategis perlu dipersiapkanuntuk mempercepat pertumbuhan sektor perikanan tangkap, khususnyapeningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara adalahpengembangan agribisnis dan agroindustri yang terencana baik dan terkaitpembangunan sektor ekonomi lainnya. Oleh karena itu, permasalahan padapenelitian ini adalah (1) bagaimana peluang dan strategi pengembangan ikankering sebagai komoditas unggulan agribisnis di Wilayah Pesisir Kota Bengkulu;dan (2) komoditas apa saja yang berpotensi secara teknis dan sosial ekonomiuntuk dikembangkan. Berdasarkan uraian di atas, maka tujuan penelitian iniadalah untuk mengidentifikasi peluang dan strategi pengembangan agribisnis ikankering di Kota Bengkulu.
II. METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan di Kota Bengkulu dengan metode survei. Lokasi yangdipilih sebagai tempat penelitian adalah Kelurahan Kampung Melayu KecamatanSelebar Kota Bengkulu sebagai daerah berpotensi untuk pengembangan usahaikan kering ditinjau dari keragaman jenis, produksi, ketersediaan bahan baku, dansumberdaya manusianya. Syarat pemilihan lokasi penelitian didasarkan kepada 1)daerah yang terpilih sebagai sampel merupakan daerah yang berpotensimenghasilkan komoditas unggulan dan 2) pengrajin sampel adalah pengrajindengan sumber pendapatan keluarganya dari hasil olahan ikan kering.Penelitian ini menggunakan data primer. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan metode
 Rapid Rural Appraisal
(RRA), yaitu suatu pendekatanpartisipatif untuk mendapatkan data atau informasi dan penilaian (assesment)secara umum di lapangan dalam waktu relatif pendek. Analisis data dilakukansecara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui pendekatan konsep ekonomikerakyatan dari berbagai aspek, serta disesuaikan dengan keadaan fisik, ekonomi,dan kebijakan pemerintah. Penentuan komoditas unggulan agribisnis didasarkankepada beberapa indikator, antara lain 1) luas areal/populasi, 2) produktivitas, 3)produksi, 4) hasil analisis usaha, 5) kesesuaian area, dan 6) kebiasaan pengolahan.Peluang pengembangan didasarkan kepada hasil perhitungan nilai tambahdan RCR masing-masing komoditas dengan berpedoman kepada Tabel 1.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->