Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Hukum

Filsafat Hukum

Ratings: (0)|Views: 26 |Likes:
Published by dejavu_4y34233

More info:

Published by: dejavu_4y34233 on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
Filsafat Hukum, Aliran dan Perannya dalam Pembentukan Hukum di IndonesiaBAB I1. PENDAHULUANJika berbicara filsafat, seakan berada pada ranah yang sangat abstrak, dan filsafat hukummerupakan cabang dari filsafat, filsafat hukum mempunyai fungsi yang strategis dalam pembentukan hukum di Indonesia. Sekedar menyinggung konsep dalam Islam, bahwa Islammenilai hukum tidak hanya berlaku di dunia saja, akan tetapi juga di akhirat, karena putusankebenaran, atau ketetapan sangsi, disamping berhubungan dengan manusia secara langsung, juga berhubungan dengan Allah SWT,
[
1]maka manusia disamping ia mengadopsi hukum-hukumyang langsung dari wahyu Tuhan yang berbentuk kitab suci, manusia dituntut untuk selalumencari formula kebenaran yang berserakan dalam kehidupan masyarakat, memberikan maknafilosofis dengan mengetahui hakikat kebenaran yang hakiki. Kaitannya dengan pembentukanhukum di Indonesia, setidaknya kita sadar bahwa hukum di bentuk karena pertimbangankeadilan (gerechtigkeit) disamping sebagai kepastian hukum (rechtssicherheit) dan kemanfaatan(zweckmassigkeit)
[
2]Keadilan ini berkaitan dengan pendistribusian hak dan kewajiban, diantara sekian hak yangdimiliki manusia terdapat hak yang bersifat mendasar yang merupakan anugerah alamiahlangsung dari Allah, SWT, yaitu hak asasi manusia atau hak kodrati manusia, semua manusiatanpa pembedaan ras, suku, bangsa, agama, berhak mendapatkan keadilan. Sangatlah pentingkiranya sebelum membentuk suatu hukum yang akan mengatur perjalanan masyarakat, haruslahdigali tentang filsafat hukum secara lebih komprehensif yang akan mewujudkan keadilan yangnyata bagi seluruh golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. Seperti argumen Bismar Siregar bahwa ia pernah mengatakan “bila untuk menegakkan keadilan saya korbankan kepastianhukum, akan saya korbankan hukum itu, hukum hanya sarana, sedangkan tujuan akhirnya adalahkeadilan”.2. RUMUSAN MASALAH1. Apakah sebenarnya hakikat filsafat hukum?2. Apa saja aliran-aliran filsafat hukum?3. Bagaimana peran filsafat hukum dalam pembentukan hukum di Indonesia ?BAB II
[[
 
PEMBAHASANSemenjak kita duduk di bangku pendidikan lanjutan serta Perguruan Tinggi kita seringmendengar tentang filsafat, apakah sebenarnya filsafat tersebut? Seseorang yang berfilsafatdiumpamakan seorang yang berpijak dibumi sedang tengadah ke bintang-bintang, dia inginmengetahui hakikat keberadaan dirinya, ia berfikir dengan sifat menyeluruh (tidak puas jikamengenal sesuatu hanya dari segi pandang yang semata-mata terlihat oleh indrawi saja). Ia juga berfikir dengan sifat (tidak lagi percaya begitu saja bahwa sesuatu itu benar). Ia juga berfikir dengan sifat spekulatif (dalam analisis maupun pembuktiannya dapat memisahkan spekulasimana yang dapat diandalkan dan mana yang tidak), dan tugas utama filsafat adalah menetapkandasar-dasar yang dapat diandalkan
[
3].Kemudian lebih mengerucut lagi adalah Filsafat hukum, yaitu ilmu yang mempelajari hukumsecara filosofi, yang dikaji secara luas, mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebutdengan hakikat. Dan tujuan mempelajari filsafat hukum untuk memperluas cakrawala pandangsehingga dapat memahami dan mengkaji dengan kritis atas hukum dan diharapkan akanmenumbuhkan sifat kritis sehingga mampu menilai dan menerapkan kaidah-kaidah hukum.Filsafat hukum ini berpengaruh terhadap pembentukan kaidah hukum sebagai hukum inabstracto.A. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT HUKUMPengertian Filsafat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalahPengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yang ada, sebab, asal,dan hukumnya,Teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan atau juga berarti ilmu yang berintikanlogika, estetika, metafisika dan epistemologi.Pakar Filsafat kenamaan Plato (427-347 SM) mendefinisikan filsafat adalah ilmu pengetahuanyang berminat mencapai kebenaran yang asli, kemudian Aristoteles (382-322 SM) mengartikanfilsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, dan berisikan di dalamnya ilmu ;metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.Secara Umum Pengertian Filsafat adalah Ilmu pengetahuan yang ingin mencapai hakikatkebenaran yang asli dengan ciri-ciri pemikirannya yang 1) rasional, metodis, sistematis, koheren,integral, 2) tentang makro dan mikro kosmos 3) baik yang bersifat inderawi maupun noninderawi. Hakikat kebenaran yang dicari dari berfilsafat adalah kebenaran akan hakikat hidupdan kehidupan, bukan hanya dalam teori tetapi juga praktek 
[
4].
[[
 
Kemudian berkenaan dengan Filsafat Hukum Menurut Gustaff Radbruch adalah cabang filsafatyang mempelajari hukum yang benar. Sedangkan menurut Langmeyer: Filsafat Hukum adalah pembahasan secara filosofis tentang hukum, Anthoni D’Amato mengistilahkan denganJurisprudence atau filsafat hukum yang acapkali dikonotasikan sebagai penelitian mendasar dan pengertian hukum secara abstrak, Kemudian Bruce D. Fischer mendefinisikan Jurisprudenceadalah suatu studi tentang filsafat hukum. Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berartikebijaksanaan (prudence) berkenaan dengan hukum (juris) sehingga secara tata bahasa berartistudi tentang filsafat hukum
[
5].Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa Filsafat hukum merupakan cabang filsafat, yaknifilsafat tingkah laku atau etika, yang mempelajari hakikat hukum. Dengan perkataan lain filsafathukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis, jadi objek filsafat hukum adalahhukum, dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai pada inti atau dasarnya, yang disebutdengan hakikat
[
6].Purnadi Purbacaraka & Soerjono Soekanto menyebutkan sembilan arti hukum, yaitu:1) Ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan yang tersusun secara sistematis atas dasar kekuatan pemikiran.2) Disiplin, yaitu suatu sistem ajaran tentang kenyataan atau gejala-gejala yang dihadapi.3) Norma, yaitu pedoman atau patokan sikap tindak atau perilaku yang pantas atau diharapkan.4) Tata Hukum, yaitu struktur dan proses perangkat norma-norma hukum yang berlaku padasuatu waktu dan tempat tertentu serta berbentuk tertulis.5) Petugas, yakni pribadi-pribadi yang merupakan kalangan yang berhubungan erat dengan penegakan hukum (law enforcement officer).6) Keputusan Penguasa, yakni hasil proses diskresi .7) Proses Pemerintahan, yaitu proses hubungan timbal balik antara unsur-unsur pokok darisistem kenegaraan .8) Sikap tindak ajeg atau perilaku yang teratur, yakni perilaku yang diulang-ulang dengan carayang sama, yang bertujuan mencapai kedamaian.9) Jalinan nilai-nilai, yaitu jalinan dari konsepsi-konsepsi abstrak tentang apa yangdianggap baik dan buruk 
[
7].
[[[

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->