Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Uu 1 1970 Tentang k3

Uu 1 1970 Tentang k3

Ratings: (0)|Views: 150|Likes:
Published by puktoplahymold

More info:

Published by: puktoplahymold on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/15/2013

pdf

text

original

 
1/28/13
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 1 TAHUN 1970TENTANGKESELAMATAN KERJABAB ITENTANG ISTILAH-ISTILAH
Pasal 1Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan :1)“tempat kerja” ialah tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetapdimana tenaga kerja bekerja, atau sering dimasuki tempat kerja untuk keperluan suatuusaha dan dimana terdapat sumber atau sumber-sumber bahaya sebagaimana diperincidalam pasal 2; termasuk tempat kerja ialah semua ruangan, lapangan, halaman dansekelilingnya yang merupakan bagian-bagian atau berhubung dengan tempat kerjatersebut;2)“pengurus” ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja ataubagiannya yangberdiri sendiri;3)“pengusaha” ialah :a.orang atau badan hukum yang menjalankan sesuatu usaha milik sendiri danuntuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;b.orang atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankan sesuatu usahabukan miliknya danc.untuk keperluan itu mempergunakan tempat kerja;d.orang atau badan hukum, yang di Indonesia mewakili orang atau badan hukumtermaksud pada (a) dan (b), jikalau yang mewakili berkedudukan di luar Indonesia.1)“direktur” ialah pejabat yang ditunjuk oleh Mneteri Tenaga Kerja untuk melaksanakanUndang-undang ini.2)“pegawai pengawas” ialah pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen TenagaKerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja.3)“ahli keselamatan kerja” ialah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar DepartemenTenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang ini.
BAB IIRUANG LINGKUP
 Pasal 21)Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja,baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang beradadi dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.
2)
Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana
:
a.dibuat, dicoba, dipakai atau dipergunakan mesin, pesawat, alat, perkakas,peralatan atau instalasi yangberbahaya atau dapat menimbulkan kecelakaan ataupeledakan;
Prepared By: Saepul Anwar (Sekretaris PC SPKEP SPSI Kab/Kota Bekasi)Page 1 of 7
1
 
1/28/13
b.dibuat, diolah, dipakai, dipergunakan, diperdagangkan, diangkut, atau disimpanatau bahan yang dapat meledak, mudah terbakar, menggigit, beracun, menimbulkaninfeksi, bersuhu tinggi;c.dikerjakan pembangunan, perbaikan, perawatan, pembersihan ataupembongkaran rumah, gedung atau bangunan lainnya termasuk bangunan perairan,saluran atau terowongan di bawah tanah dan sebagainyad.atau dimana dilakukan pekerjaan persiapan.e.dilakukan usaha: pertanian, perkebunan, pembukaan hutan, pengerjaan hutan,pengolahan kayu atauf.hasil hutan lainnya, peternakan, perikanan dan lapangan kesehatan;g.dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan : emas, perak, logam atau bijihlogam lainnya,h.batu-batuan, gas, minyak atau minieral lainnya, baik di permukaan atau di dalambumi, maupun di dasar perairan;i.dilakukan pengangkutan barang, binatang atau manusia, baik di darat, melaluiterowongan, dipermukaan air, dalam air maupun di udara; j.dikerjakan bongkar muat barang muatan di kapal, perahu, dermaga, dok, stasiunatau gudang;k.dilakukan penyelamatan, pengambilan benda dan pekerjaan lain di dalam air;l.dilakukan pekerjaan dalam ketinggian diatas permukaan tanah atau perairan;m.dilakukan pekerjaan di bawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah;n.dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah, kejatuhan,terkena pelantingan benda, terjatuh atau terperosok, hanyut atau terpelanting; l.dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lobang;o.terdapat atau menyebar suhu, kelembaban, suhu, kotoran, api, asap, uap, gas,hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi, suara atau getaran; n. dilakukanpembuangan atau pemusnahan sampah atau limbahp.dilakukan pemancaran, penyinaran atau penerimaan radio, radar, televisi, atautelepon;q.dilakukan pendidikan, pembinaan, percobaan, penyelidikan atau riset (penelitian)yang menggunakan alat teknis;r.dibangkitkan, dirobah, dikumpulkan, disimpan, dibagi-bagikan atau disalurkanlistrik, gas, minyak atau air;s.r.diputar film, pertunjukan sandiwara atau diselenggarakan reaksi lainnya yangmemakai peralatan, instalasi listrik atau mekanik 3)Dengan peraturan perundangan dapat ditunjuk sebagai tempat kerja, ruangan-ruangan ataulapangan-lapangan lainnya yang dapat membahayakan keselamatan atau kesehatan yangbekerja atau yang berada di ruangan atau lapangan itu dan dapat dirubah perinciantersebut dalam ayat (2).
BAB IIISYARAT-SYARAT KESELAMATAN KERJA
Pasal 3Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :a.mencegah dan mengurangi kecelakaan;b.mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran;c.mencegah dan mengurangi bahaya peledakan;d.memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran ataukejadian-kejadian lain yang berbahaya
Prepared By: Saepul Anwar (Sekretaris PC SPKEP SPSI Kab/Kota Bekasi)Page 2 of 7
2
 
1/28/13
e.memberi pertolongan pada kecelakaan;f.memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja;g.mencegah dan mengendalikan timbul atau menyebar luasnya suhu, kelembaban, debu,kotoran, asap, uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar radiasi, suara dan getaranh.mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja baik physik maupunpsychis, peracunan, infeksi dan penularani.memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai; j.menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik;k.menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup;l.memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban;m.memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proseskerjanya;n.mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman ataubarang;o.mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan;p.mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpananbarang;q.mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya;r.menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahayakecelakaannya menjadi bertambah tinggi.Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) sesuaidengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknik dan teknologi sertapendapatan-pendapatan baru di kemudian hari.Pasal 4Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja dalamperencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan,pemasangan, pemakaian, penggunaan, pemeliharaan dan penyimpanan bahan,barang, produk teknis dan aparat produksi yang mengandung dan dapatmenimbulkan bahaya kecelakaan.Syarat-syarat tersebut memuat prinsip-prinsip teknis ilmiah menjadi suatu kumpulan ketentuanyang disusun secara teratur, jelas dan praktis yang mencakup bidangkonstruksi, bahan, pengolahan dan pembuatan, perlengkapan alat-alatperlindungan, pengujian dan pengesyahan, pengepakan atau pembungkusan,pemberian tanda-tanda pengenal atas bahan, barang, produk teknis dan aparatproduk guna menjamin keselamatan barang-barang itu sendiri, keselamatantenaga kerja yang melakukannya dan keselamatan umum.Dengan peraturan perundangan dapat dirubah perincian seperti tersebut dalam ayat (1) dan(2); dengan peraturan perundangan ditetapkan siapa yang berkewajibanmemenuhi dan mentaati syarat-syarat keselamatan tersebut.
BAB IVPENGAWASAN
Pasal 5Direktur melakukan pelaksanaan umum terhadap Undang-undang ini sedangkan para pegawaipengawas dan ahli keselamatan kerja ditugaskan menjalankan pengawasanlangsung terhadap ditaatinya Undang-undang ini dan membantupelaksanaannya.Wewenang dan kewajiban direktur, pegawai pengawas dan ahli keselamatan kerja dalammelaksanakan Undang-undang ini diatur dengan peraturan perundangan.
Prepared By: Saepul Anwar (Sekretaris PC SPKEP SPSI Kab/Kota Bekasi)Page 3 of 7
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->