Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SE Menaker 13 2005 Tentang Putusan MK UU 13 2003

SE Menaker 13 2005 Tentang Putusan MK UU 13 2003

Ratings: (0)|Views: 121 |Likes:
Published by puktoplahymold

More info:

Published by: puktoplahymold on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2013

pdf

text

original

 
1/28/13
SURAT EDARANMENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIANOMOR : SE-13/MEN/SJ-HK/I/2005TENTANGPUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSIATAS HAK UJI MATERIL UNDANG - UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANGKETENAGAKERJAAN TERHADAP UNDANG - UNDANG DASAR NEGARAREPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
Sehubungan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 012/PPU-1/2003 tanggal 28 Oktober2004 Tentang Hak Uji Materiil Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang KetenagakerjaanTerhadap Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan telah dimuat dalamBerita Negara Nomor 92 Tahun 2004 tanggal 17 Nopember 2004, maka untuk memberikankejelasan bagi masyarakan, dipandang perlu menerbitkan Surat Edaran sebagai berikut :
1.
Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa Undang-undan Nomor 13Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,
khusus
Pasal 158 ;Pasal 159 ; Pasal 160 ayat (1)sepanjang mengenal anak kalimat "....
bukan atas pengaduan pengusaha 
";Pasal 170sepanjang mengenai anak kalimat "...
Pasal 158 ayat (1
..."; Pasal 171 sepanjangmenyangkut anak kalimat ....
Pasal 158 ayat (1) 
... " Pasal 186 sepanjang mengenai anak kalimat "...
Pasal 137 
dan
Pasal 138 ayat (1) 
.... " tidak mempunyai kekuatan hukummengikat.,
2.
Sehubungan dengan hal resebut butir 1 maka Pasal-pasal Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang dinyatakan tidak mempunyaikekuatan hukum mengikat,
dianggap tidak pernah ada dan tidak dapat digunakan lagisebagai dasar / acuan dalam penyelesaian hubungan industrial.
3.Sehubungan dengan hal tersebut butir 1 dan 2 di atas, makapenyelesaian kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) karena pekerja/buruh melakukankesalahan berat perlu memperhatikan hal - hal sebagai berikut :a.Pengusaha yang akan melakukan PHK dengan alasan pekerja/buruhmelakukan kesalahan berat ( eks Pasal 158 ayat (1), maka PHK dapat dilakukan setelahada putusan hakim pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetapb.Apabila pekerja ditahan oleh pihak yang berwajib dan pekerja/ buruh tidak dapatmelaksanakan pekerjaan sebagaimana mestinya maka berlaku ketentuan Pasal160 Undang - undang Nomor 13 Tahun 2003.
4.
Dalam hal terdapat "
alasan mendesak "
yang mengakibatkantidak memungkinkan hubungan kerja dilanjutkan, maka pengusaha dapat menempuh upayapenyelesaian melalui lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.Demikian Surat Edaran ini dikeluarkan untuk dapat diketahui dan dipergunakan sebagaimanamestinya.
Jakarta, 07 Januari 2005MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASIREPUBLIK INDONESIATtd
Prepared By: Saepul Anwar (Sekretaris PC SPKEP SPSI Kab/Kota Bekasi)Page 1 of 2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->