Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ikterus

ikterus

Ratings: (0)|Views: 827|Likes:
Published by Arifatul Unsiyanah

More info:

Published by: Arifatul Unsiyanah on Jan 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/09/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG
Kata ikterus (
 jaundice
) berasal dari kata Perancis ‘
 jaune
’ yang berarti kuning.
 Ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan lainnya yang menjadikuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnya dalam sirkulasi darah.Untuk pendekatan diagnosis terhadap pasien ikterus perlu ditinjau kembali patofisiologiterjadinya peninggian bilirubin indirek atau direk (Schwartz, 1989).Pada banyak pasien ikterus dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik yang telitiditambah dengan pemeriksaan laboratorium yang sederhana, diagnosis dapat ditegakkan.Namun tidak jarang diagnosis pasti masih sukar ditetapkan sehingga perlu dipikirkanberbagai pemeriksaan lanjutan. Diagnosis ikterus bedah atau obstruksi bilier umumnyadapat ditegakkan dengan anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik yang teliti serta teslaboratorium. Walaupun demikian, sarana penunjang
imaging
yang non-invasif sepertiultrasonografi,
CT Scan
abdomen dan pemeriksaan yang invasif seperti
 percutaneoustranshepatic cholangiography
(PTC) dan
endoscopic retrograde cholangio
 
 pancreatography
(ERCP) sering diperlukan untuk menentukan letak, kausa dan luas darilesi obstruksinya. Kemajuan yang pesat di bidang endoskopi gastrointestinal maka ERCPdan PTC telah berkembang dari satu modalitas dengan tujuan diagnosis menjadi tujuanterapi pada ikterus bedah (
Lesmana, 2008).
B. TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui definisi, patofisiologi, gejala,tanda,serta penatalaksanaan dari ikterik.
 
1
 
2
BAB IIPEMBAHASANA. Definisi
Kata ikterus (
 jaundice
) berasal dari kata Perancis ‘
 jaune
’ yang berarti kuning.
 Ikterus adalah perubahan warna kulit, sklera mata atau jaringan lainnya (membranemukosa) yang menjadi kuning karena pewarnaan oleh bilirubin yang meningkat kadarnyadalam sirkulasi darah. Jaringan permukaan yang kaya elastin seperti sklera danpermukaan bawah lidah biasanya pertama kali menjadi kuning. Ikterus yang ringan dapatdilihat paling awal di sklera mata, dan bila ini terjadi kadar bilirubin sudah berkisarantara 2-2,5 mg/dl (34-43 umol/L). Kadar bilirubin serum normal adalah bilirubin direk :0-0.3 mg/dL, dan total bilirubin: 0.3-1.9 mg/dL (
Irwana, 2009).
 
Gambar
1. Sklera ikterik (
Irwana, 2009).
 
B. Patofisiologi
Pembagian terdahulu mengenai tahapan metabolisme bilirubin yang berlangsungdalam 3 fase, yaitu prehepatik, intrahepatik, pascahepatik masih relevan. Pentahapanyang baru menambahkan 2 fase lagi sehingga pentahapan metabolisme bilirubin menjadi5 fase, yaitu fase pembentukan bilirubin, transpor plasma
 , liver uptake
, konjugasi danekskresi bilier. Ikterus disebabkan oleh gangguan pada salah satu dari 5 fase metabolismebilirubin tersebut (
Sulaiman, 2006).
 
2
 
3
Gambar 2.
Metabolisme bilirubin (
Irwana, 2009).
 
 
Fase Prahepatik
 Prehepatik atau hemolitik yaitu menyangkut ikterus yang disebabkan oleh hal-halyang dapat meningkatkan hemolisis (rusaknya sel darah merah).a.
 
Pembentukan Bilirubin. Sekitar 250 sampai 350 mg bilirubin atau sekitar 4 mg per kgberat badan terbentuk setiap harinya; 70-80% berasal dari pemecahan sel darah merahyang matang, sedangkan sisanya 20-30% berasal dari protein heme lainnya yangberada terutama dalam sumsum tulang dan hati. Peningkatan hemolisis sel darahmerah merupakan penyebab utama peningkatan pembentukan bilirubin.b.
 
Transport plasma. Bilirubin tidak larut dalam air, karenanya bilirubin tak terkojugasiini transportnya dalam plasma terikat dengan albumin dan tidak dapat melaluimembran glomerulus, karenanya tidak muncul dalam air seni (
Irwana, 2009).
 

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Rendra Dananjaya liked this
Dea liked this
KonNy Sua liked this
Dea liked this
Dea liked this
Dea liked this
Dea liked this
Dea liked this
Dea liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->