Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kolaborasi

Kolaborasi

Ratings: (0)|Views: 640|Likes:
Published by Zanaz Ikromul Anam
Perawat
Perawat

More info:

Published by: Zanaz Ikromul Anam on Jan 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG
Masyarakat indonesia tak pernah lepas dari masalah kesehatan. Kesehatan diindonesia merupakan sebuah masalah kompleks yang harus mendapatkan perhatian khusus. Dalam menangani masalah kesehatan tersebut tentunya tidak dapat dilepaskan dari pelayanan kesehatan yang diberikan. Pelayanan kesehatan diindonesia merupakan kolaborasi dari berbagai elemen tenaga medis, sepertidokter, perawat, tenaga farmasi serta profesi lainnya yang terkait dalam sistemmedis. Pelayanan keperawatan merupakan salah satu elemen yang penting dantidak dapat di pisahkan dari sistem pelayanan kesehatan di indonesia.
B.TUJUAN PENULISAN
1.Tujuan UmumSetelah membaca makalah ini, diharapkan kita semua dapat menambah pengetahuan tentang sistem kolaborasi tim tenaga kesehatan.2.Tujuan KhususPenulis membuat makalah ini dengan tujuan sebagai berikut :
a)
Dapat menambah ilmu bagi penulis dan para pembaca
b)
Dapat mengetahui tentang perlunya kolaborasi dalam sebuah timtenaga kesehatan yang sangat erat hubungannya dalam melayani pasienc)Menambah wawasan dalam mata kuliah konsep dasakeperawatand)Memperdalam untuk pembuatan makalah.
1
 
BAB IIPEMBAHASANA.Definisi kolaborasi
Siegler dan Whitney (2000), mengutip dari National Joint PracticeCommision (1977), mengatakan bahwa tidak ada definisi yang mampumenjelaskan sekian ragam variasi dan kompleksnya kolaborasi dalam konteks perawatan kesehatan.Shortridge, et. Al., (1986) mendefinisikan kolaborasi sebagai hubungantimbal balik dimana (pemberi pelayanan) memegang tanggung jawab paling besar untuk perawatan pasien dalam kerangka kerja bidang respektif mereka. Praktik kolaboratif menekankan tanggung jawab bersama dalam manajemen perawatan pasien dengan proses pembuatan keputusan bilateral yang didasarkan padamasing-masing pendidikan dan kemampuan praktisi.Jonathan (2004) mendefinisikan kolaborasi sebagai proses interaksi di antara beberapa orang yang berkesinambungan.Menurut Kamus Heritage Amerika (2000), kolaborasi adalah bekerja bersama khususnya dalam usaha penggabungan pemikiran.Gray (1989) menggambarkan bahwa kolaborasi sebagai suatu proses berpikir dimana pihak yang terlibat memandang aspek-aspek perbedaan dari suatu masalahserta menemukan solusi dari perbedaan tersebut dan keterbatasan pandanganmereka terhadap apa yang dapat dilakukan.American Medical Assosiation (AMA, 1994) mendefinisikan istilahkolaborasi sebagai sebuah proses dimana dokter dan perawat merencanakan dan praktik bersama sebagai kolega, bekerja saling ketergantungan dalam batasan- batasan lingkup praktik mereka dengan berbagi nilai-nilai, saling mengakui danmenghargai terhadap setiap orang yang berkontribusi untuk merawat individu,keluarga dan masyarakat.ANA (1992) menambahkan, kolaborasi hubungan kerja di antara tenagakesehatan dalam memberikan pelayanan kepada pasien adalah dalam melakukan
2
 
diskusi tentang diagnosa, melakukan kerjasama dalam asuhan kesehatan, saling berkonsultasi dengan masing-masing bertanggung jawab pada pekerjaannya.Kolaborasi merupakan proses kompleks yang membutuhkan sharing pengetahuanyang direncanakan yang disengaja, dan menjadi tanggung jawab bersama untuk merawat pasien, dan kadangkala itu terjadi dalam hubungan yang lama antaratenaga profesional kesehatan (Lindeke dan Sieckert, 2005).Dari berbagai definisi yang dikemukakan para ahli, dapat disimpulkan bahwa kolaborasi adalah suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam, yangmelibatkan beberapa orang untuk bekerja sama dengan menggabungkan pemikiran secara berkesinambungan dalam menyikapi suatu hal dimana setiap pihak yang terlibat saling ketergantungan di dalamnya. Apapun bentuk dantempatnya, kolaborasi meliputi suatu pertukaran pandangan atau ide yangmemberikan perspektif kepada seluruh kolaborator.Menurut Carpenter (1990), kolaborasi mempunyai 8 karakteristik, yaitu :1.Partisipasi tidak dibatasi dan tidak hirarkis.2.Partisipan bertanggung jawab dalam memastikan pencapaiankesuksesan.3.Adanya tujuan yang masuk akal.4.Ada pendefinisian masalah.5.Partisipan saling mendidik atau mengajar satu sama lain.6.Adanya identifikasi dan pengujian terhadap berbagi pilihan.7.Implementasi solusi dibagi kepada beberapa partisipan yang terlibat.8.Partisipan selalu mengetahui perkembangan situasi.
B.Elemen Kunci Efektivitas Kolaborasi
1.KerjasamaMenghargai pendapat orang lain dan bersedia untuk memeriksa beberapa alternatif pendapat dan perubahan kepercayaan.2.Asertivitas
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->