Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perang Pemikiran Islam Di Internet

Perang Pemikiran Islam Di Internet

Ratings:

4.71

(7)
|Views: 3,545 |Likes:
Published by Abu Bakar
perang pemikiran islam di internet,
perang pemikiran islam di internet,

More info:

Published by: Abu Bakar on Feb 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2013

 
PERANG PEMIKIRAN ISLAM DI INTERNETApr 17, '07 8:46 AMfor everyone
Category: Other
PERANG PEMIKIRAN ISLAM DI INTERNET(GHAZW AL-FIKRI AL-ISLAMI FI AL-INTERNETI)Studi Komparasi Isi Website JIL (www.islamlib.com) dan Website Hidayatullah(www.hidayatullah.com)Oleh:SuratnoJuni Alfiah ChusjairiBAB IPENDAHULUANKEBANGKITAN ISLAM PASCA SUHARTOPada tanggal 21 Mei 1998, terjadi perubahan yang cukup signifikan dalam percaturan politik Indonesia dengan mundurnya Suharto dari kursi kepresidenan. Peristiwa ini,dilihat dari perspektif para ahli, dianggap telah mengubah dasar dan konstelasi politik mutakhir di Indonesia. Hal ini ditandai oleh 3 hal penting, yakni: Pertama, runtuhnyahegemoni Orde Baru dengan pilar utamanya yakni Golkar, yang ditopang oleh birokrasidan militer. Kedua, munculnya sistem politik multipartai yang memberi peluang kepadasetiap kelompok politik dengan beragam latar belakang aspirasi dan ideologi untuk ikutserta meramaikan panggung politik nasional. Ketiga, terjadinya pergeseran relasi antaraIslam dan negara. Pergeseran ini antara lain ditandai dengan: (a) semakin intensif danterbukanya gerakan Islam dalam menyuarakan kepentingan mereka melalui wadah partai politik, (b) terserapnya pemimpin dan aktivis Islam yang mewakili beragam gerakanIslam ke dalam kehidupan negara.Implikasi dari perubahan di atas, terutama yang dihasilkan dari poin ketiga, adalahsemakin menggeliatnya beragam ekspresi yang menandai kebangkitan gerakan Islam diIndonesia, seiring dengan terbukanya kran-kran kebebasan diera reformasi dan di tengahkonstelasi politik yang terus berlangsung. Implikasi yang lain adalah munculnya dua arusutama yang dianggap saling bersinggungan satu dengan lainnya. Pertama, adalahkelompok yang menghendaki penyatuan antara Islam dan negara. Kelompok ini secaramakin intens terus berupaya dalam mewujudkan pemberlakuan syariat Islam secaraformal sebagai dasar dan hukum resmi negara. Mereka dikenal sebagai kelompok Islamliteral-konservatif dengan agenda utamanya adalah formalisasi syariat Islam dalamkehidupan bernegara. Kedua, adalah kelompok yang menghendaki berlakunya Islamdalam kehidupan publik (termasuk politik-kenegaraan), tetapi tidak dalam formatsebagaimana yang dikehendaki kelompok pertama. Kelompok ini lebih merupakanantitesa dari literalisme, konservatisme dan formalisme agama serta lebih menghendakiadanya sekularisasi dalam kehidupan bernegara. Kalaupun syariat Islam akandiberlakukan dalam kehidupan publik, maka yang dimaksud bukanlah hukum Islamdalam artian formal tetapi semangat dasar Islam seperti moralitas, keadilan,
 
demokratisasi, kesejahteraan, kesetaraan gender, pluralisme dan Hak Asasi Manusia(HAM). Mereka lebih dikenal dengan nama kelompok Islam liberal-progresif.Kontestasi antara dua kecenderungan gerakan pemikiran Islam di atas tampaknya masihakan terus berlangsung seiring dengan perkembangan-perkembangan sosial politik di erareformasi ini. Terbukanya kran-kran kebebasan informasi sebagaimana digariskan dalamUUD 1945 hasil amandemen tahun 2002 Pasal 28 F turut membuka dan memperluascakupan kontestasi kedua mainstream gerakan pemikiran Islam tersebut. Implikasi darikontestasi tersebut adalah terjadinya, apa yang disebut, Bassam Tibi sebagai ”war of weltanschauungen (worldviews)” atau perang pemikiran (ghazw al-fikr). Perang pemikiran ini, menurut Bassam Tibi, adalah bagian dari kontestasi propagandis kelompok Islam literal-konservatif disatu pihak melawan kelompok Islam liberal-progresif dipihak lain.MEDIA DAN PERANG PEMIKIRAN ISLAMDi dalam perang pemikiran Islam, kegiatan saling meng-counter pemikiran lawan-lawanmereka, menurut Muis Naharong (2005), menunjukkan bahwa kedua kelompok Islamtersebut memang sangat menekankan pentingnya berperang dalam bidang pemikiran, idedan gagasan (ghazw al-fikr). Hal ini juga di dorong oleh tekad dan semangat untuk mempertahankan dan menyebarluaskan pemikiran, penafsiran, dan paham serta prinsipkeagamaan yang mereka anut. Perang pemikiran Islam akhirnya juga dianggap sebagaistrategi untuk melindungi umat Islam. Bagi kelompok Islam literal-konservatif perang pemikiran merupakan strategi untuk melindungi umat Islam dari bahaya liberalisme,sekularisme, dan pluralisme agama. Akan tetapi, sebaliknya, bagi kelompok Islam liberal- progresif perang pemikiran justru dilakukan untuk melindungi umat Islam dari bahayaliteralisme, konservativisme, formalisme dan radikalisme agama.Kegiatan saling mengcounter pemikiran dan bahkan menyebarluaskan pemikiran Islam,yang telah dilakukan oleh kedua kelompok Islam tersebut telah menciptakan ruang, dimana mereka kemudian saling berlomba dan berupaya memanfaatkan saluran-saluranmedia yang ada dari mulai majalah, koran, jurnal sampai kepada website. Muis Naharongmencatat bahwa kelompok Islam literal-konservatif di Indonesia telah berhasil meluaskan produksi mereka dalam bidang penerbitan. Misalnya penerbit Gema Insani Press (GIP)yang menerbitkan buku-buku Islami dan sudah bertahan sejak lama. Selain GIP, sekarang juga muncul penerbit buku-buku Islami bercorak literal-konservatif. Gerakan tarbiyahmenerbitkan majalah Sabili, Ummi, Saksi, Tarbawi dan lainnya. Hizb Tahrir Indonesia(HTI) memproduksi majalah Al-wafie dan buletin al-Islam. Kelompok Salafimenerbitkan majalah seperti as-Sunnah, Salafy, as-Syariah, al-Furqon dan lain-lainya.Bahkan, kelompok Islam literal-konservatif dari faksi intelektual di ISTAC, IIUMMalaysia telah dianggap sukses dengan penerbitan jurnal Islamia-nya. YayasanHiadayatulah juga menerbitkan majalah Suara Hidayatullah. Di dunia maya (cyber),kelompok-kelompok Islam literal-konservatif tersebut masing-masing juga punya websitesendiri-sendiri. Yang cukup sukses diantaranya www.hidayatullah.com.Sementara itu, kelompok-kelompok Islam liberal-progresif di Indonesia juga tak mau
 
kalah dengan kelompok Islam literal-konservatif. Mereka juga berlomba-lombamempromosikan ide dan gagasan masing-masing melalui saluran-saluran media yangada. Misalnya, penerbit-penerbit besar seperti LKiS, Mizan, Paramadina dan banyak lagiyang lainnya, masih menerbitkan buku-buku yang mempromosikan ide-ide Islam liberal- progresif. Bahkan, keberadaan mereka sering disebut kalangan Islam literal-konservatif sebagai agen Islam liberal (agent of liberal Islam). Di masa lalu, kita mengenal jurnalUlumul Qur’an terbitan LSAF dan majalah Ummat serta Panji Masyarakat, meskisekarang sudah tidak terbit lagi. Kita juga mengenal majalah baru seperti Syir’ah terbitanYayasan Desantara, majalah perempuan Rahima dan juga Fahmina, jurnal Progresif milik P3M, Taswhirul Afkar milik Lakpesdam-NU dan sebagainya. Sementara di dunia maya,meski semua kelompok Islam liberal-progresif juga memiliki website sendiri-sendiri,icon kelompok ini tetap ditujukan pada website www.islamlib.com milik Jaringan IslamLiberal (JIL). Hal ini karena weebsite tersebut dianggap telah menyedot perhatiansebagian umat Muslim dan no-Muslim ditanah air.Di tengah maraknya perang pemikiran Islam (ghazw al-fikri al-Islami) melalui mediaseperti dijelaskan di atas, penelitian ini berupaya memotret dan menganalisis terjadinyakontestasi perang pemikiran Islam (ghazw al-fikri al-Islami) di media terutama yang berbasis internet, dengan mengambil obyek kajian yakni www.hidayatullah.com milik Yayasan Hidayatullah dan www.islamlib.com milik Jaringan Islam Liberal (JIL). Secaraspesifik penelitian ini akan mengkaji sejauh mana isi dari kedua website tersebut, baik langsung maupun tidak, saling mengcounter pemikiran Islam mereka satu sama lain.Penelitian ini juga akan mengkaji bagaimana corak dan karakteristik isi dari keduawebsite tersebut bila dikaitkan dengan upaya mempertahankan dan menyebarluaskan pemikiran, prinsip, penafsiran dan paham keIslaman mereka.MENGAPA MENELITI HIDAYATULLAH.COM DAN ISLAMLIB.COM?Pemilihan www.hidayatullah.com dan www.islamlib.com sebagai obyek kajian dalam penelitian ini, dilandasi oleh kenyataan bahwa keduanya memiliki beberapa kelebihanyang mungkin tidak dimiliki website lain. Kelebihan-kelebihan tersebut yakni: (1)keduannya merupakan website yang secara kontinyu meng-update isinya, (2) keduanyatelah terbukti menyedot perhatian banyak kaum Muslim dan non-Muslim di Indonesiaterbukti dengan tampilan penghitung otomatis jumlah pengunjung website (automaticallyuser account) kedua website yang tak terhitung jumlahnya, dan (3) keduanya menjadiikon yang merefleksikan dan merepresentasikan pemikiran Islam literal-konservatif danIslam liberal-progresif di Indonesia pada saat ini.Sementara itu pilihan media berbasis internet sebagai obyek kajian didasarkan padakenyataan bahwa internet merupakan media yang saat ini semakin booming danmushrooming di Indonesia. Hal ini seiring dengan kemajuan perkembangan duniatelekomunikasi dan informasi global. Imbasnya, website yang dibuat di satu belahandunia tertentu bahkan akan dapat dibaca di seluruh belahan dunia lain yang melewati batas-batas geografis, yang dulu tidak mudah dijangkau manusia. Setiap orang yangmempunyai akses ke internet diseluruh dunia mempunyai kemungkinan untuk membacanya. Dengan demikian dunia maya (cyber) seperti internet menjadi ajang yang

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aroma Rosana liked this
Zalfa' Raniah liked this
Agus Hidayat liked this
Helmi Syaifuddin liked this
abdee68 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->