Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Formil Peradilan Agama Di Indonesia

Hukum Formil Peradilan Agama Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 413|Likes:
Published by Moehammad Ilham

More info:

Published by: Moehammad Ilham on Jan 29, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/03/2014

pdf

text

original

 
HUKUM FORMIL PERADILAN AGAMA DI INDONESIA1.
 
Pendahuluan
Peradilan Agama di Indonesia sejak berlakunya sistem satu atap
(one roof system)
1
dibawah naungan Mahkamah Agung mempunyai peranan penting untuk mengatasi permasalahan antarumat Islam di Indonesia. Permasalahan itu tidak hanyadi bidang Ahwal Al-syakhsiyah, namun juga dengan peraturan baru yakni Undang-undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Artinya, Peradilan Agama juga berhak menangani sengketa ekonomi syariah.dalam dunia peradilan termasuk lingkungan peradilan agama di indonesia,sumber hukum yang dipakai atau dirujuk dalam memeriksa, memutuskan danmenyelesaikan perkara secara garis besar terbagi dua, pertama, sumber hukummateriil. Kedua, sumber hukum formil yang sering disebut hukum acara
2
. Perludiketahui sekilas bahwa Hukum Materiil adalah materi hukum yang terkait denganteori hukum yang terdapat dalam kitab fiqh serta yang berhubungan denganperundang-undangan, misalnya Kompilasi Hukum Islam dan UU No. 1 Tahun 1974tentang Perkawinan. Sedangkan hukum formil menyangkut lansung tentang hal-halyang berhubungan dengan kompetensi Peradilan
3
. Kedua hukum ini salingmempuyai keterkaitan, hal ini dikarenakan hukum formil mempunyai tujuan untuk menegakkan hukum materiil dalam sidang Peradilan. Oleh karena itu keduanyahukum tersebut harus dikuasai dengan baik dan benar.Pada kesempatan yang telah lalu penulis telah mendeskripsikan yang terkaitdengan Hukum Materil Peradilan Aga ma di Indonesia, untuk kesempatan kedua inipenulis ingin melanjutkan tentang Hukum Formil Peradilan Agama di Indonesia.
1
Sudirman Malaya,
 Makalah Sekitar Hukum Formil dan Materil,
disampaikan dalam WebsiteResmi Peradilan Agama https://www.badilag.net. Di download Tanggal 12/1/2013
2
http://khoirunnisa-belajarmenulis. Blogspot .com/2012/01/ sumber- hukum- peradilan- agama.html (12/01/12)
3
Abdul Manan,
Penerapan Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan Agama,
(Jakarta:Kencana, 2008), hal. 23
 
2.
 
Pengertian
Dalam buku Pengantar Ilmu Hukum yang ditulis oleh Prof. Dr. Mr. L.J. vanApeldoorn
4
dijelaskan bahwa hukum perdata Formil mengatur cara mempertahankanhukum perdata materiil. Itu dijalankan dengan acara, karena itu hukum perdataformil disebut juga dengan
 Hukum Acara Perdata.
Menurut Sudirman Malaya
5
pada umumnya diartikan sebagai hukum yangmengatur tentang berita acara mengajukan perkara baik gugatan maupunpermohonan, memeriksa perkara dan memberikan putusan dengan tujuan untuk mempertahankan hukum materil. Dengan kalimat sederhana sering diartikan sebagaihukum yang mengatur tentang tata cara mengajukan gugatan/.tuntutan dan tata caramempertahankannya dimuka Peradilan. Atau dengan bahasa lebih sederhana lagiyaitu hukum yang mengatur tentang tata cara menegakkan hukum materil dimukaPeradilan.Hal senada juga dijelaskan oleh Sudikno Mertokusumo
6
dalam bukunyamenjelaskan bahwa hukum acara perdata/hukum formil adalah peraturan hukumyang mengatur bagaimana cara menjamin ditaatinya hukum perdata materiil denganperantaraan hakim. Dengan kata lain hukum acara perdata adalah peraturan hukumyang menentukan bagaimana cara menjamin pelaksanaan hukum perdata materiil.Lebih konkrit lagi menurut beliau bahwa hukum acara perdata mengatur tentangbagaimana cara mengajukan tuntutan hak, memeriksa serta memutusnya danpelaksanaan dari putusan tersebut.Tuntutan hak yang dimaksud bertujuan untuk memperoleh perlindunganhukum yang diberikan oleh Peradilan untuk mencegah terjadinya
 Eigenrichting
atautindakan main hakim sendiri.Dari pengertian diatas, maka penulis ingin menarik kesimpulan bahwa HukumFormil atau hukum acara Perdata adalah hukum yang mengatur tentang tata caraseseorang berproses di Peradilan.
3.
 
Sumber Hukum Formil/ Hukum Acara Perdata
4
L.J. van Apeldoorn,
Pengantar Ilmu Hukum,
(Jakarta: Pradnya Paramita, 2009), hal. 249
5
Sudirman Malaya,
Op.Cit.
6
Sudikno Mertokusumo,
 Hukum Acara Perdata Indoensia,
(Yogyakarta: Liberty, 2009), hal. 2
 
Ketentuan mengenai hokum acara yang berlaku di Peradilan Agama baru adasejak lahirnya Undang-undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan jo. PP No. 9Tahun 1975 tentang Peratuiran Pelaksanaanya. Ini pun baru sebagian kecil yangdiatur dalam kedua peraturan ini. Ketentuan tentang hokum acara perdata yangberlaku di lingkungan Peradilan Agama baru disebutkan secara tegas sejak diterbitkan UU no 7 Tahun 1989 tentangt Peradilan Agama, ini selain diatur tentangsusunan dan kekuasaan Peradilan Agama, juga didalamnya diatur tentang hokumacara yang berlaku dilingkungan Peradilan Agama. Tidak semua UU No 7 tahun1989 ini mengatur tanteng hokum acara di lingkungan Peradilan Agama, artinyasumber hokum acara yang berlaku dilingkungan Peradilan Agama adalah hokumacara yangh berlaku dilingkungan Peradilan Umum. Pada pasdal 54 UU No 7 tahun1989 tentang Peradilan Agama, kecuali yang telah diatur secara khusus dalamUndang-undang ini
7
.Adapun sumber hukum acara yang berlaku di lingkungan Peradilan Umumdiberlakukan juga untuk lingkungan Peradilan Agama adalah sebagai berikut
8
:a.
 
 Reglement op de Burgerlijk Rechtsvordering
(B.Rv)Hukum Acara yang termuat dalam B.Rv ini diperuntukkan untuk golonganEropa yang berperkara dimuka
 Raad van Justitie
dan
 Residentie gerecht 
. Saatini secara umum B.Rv sudah tidak berlaku lagi, kecuali ketentuan-ketentuanmengenai formulasi surat gugatan, perubahan surat gugat, intervensi danbeberapa ketentuan Hukum Acara Perdata lainnya.b.
 
 Inlandsh Reglement 
(IR)Ketentuan Hukum Acara ini diperuntukkan untuk golongan Bumi Putra danTimur Asing yang berada di Jawa dan Madura. Setelah beberapa kaliperubahan dan penambahan Hukum acara ini dirubah namanya menjadi
 Het  Herzience Indonesie
 
 Reglement 
(HIR) atau disebut juga Reglemen Indonesiayang diperBaharui (RIB) yang diberlakukan dengan Stb. 1848 Nomor 16 danStb. 1941 nomor 44.
7
Abdul Manan,
Op.Cit.,
hal. 7
8
 
Ibid.
hal. 8-12

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->