Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KORUPSI DAN ROKOK

KORUPSI DAN ROKOK

Ratings: (0)|Views: 0 |Likes:
Published by Alwi Zain Shsw
HUBUNGAN TERSEMBUNYI ANTARA ROKOK DAN KORUPSI
HUBUNGAN TERSEMBUNYI ANTARA ROKOK DAN KORUPSI

More info:

Published by: Alwi Zain Shsw on Jan 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

 
ROKOK dan KORUPSISepertinya dua hal itu adalah dua hal yang tidak berkaitan bahkan tidak mengenal satu samalain. Namun ternyata hal itu sangat berkaitan satu sama lain. Suatu hari (12 Desember 2012), saat@ku Saat sedang mengirim paket melewati Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, @ku melihatbeberapa mahasiswa dengan jas kuning melakukan aksi demo. Mereka membawa beberapa lembarkertas dengan tulisan-tulisan yang intinya berkaitan dengan korupsi. Yang mengusik @ku adaceletukan dari teman yang kubonceng. Dia bilang, koruptor yang mereka demo itu juga dulunyaadalah mahasiswa. Wah, bener juga!! Bahkan ada juga lho koruptor yang asalnya adalah dosen.@ku jadi bertanya-tanya. Apa saja yang dilalui oleh para mahasiswa yang memiliki idealismeanti korupsi itu sehingga akhirnya menjadi oknum pejabat yang korup. Apakah mereka benar-benarmahasiswa idealis atau mereka secara tidak sadar telah menjadi oknum mahasiswa? OK, mari kitacheck ciri-ciri oknum mahasiswa. Pertama, mereka sering menitipkan absen pada teman-temannya.Kedua, mereka tidak pernah ikut berpartisipasi dalam acara tugas kelompok. Mereka hanya numpangnama dalam kelompok itu. Namun hal ini bukan berarti mereka tidak menguasai materi tersebut.Mereka hanya malas berkontribusi karena sibuk berorganisasi. Ketiga, mereka melakukan open book saat ujian close book. Pada jaman yang serba online saat ini, mereka malah tidak perlu open book lagi. Mereka hanya perlu bertanya pada mbah google untuk setiap ujian close booknya. Keempat,mereka melakukan segala cara untuk mendapatkan Indeks Prestasi yang memuaskan atau istilahkerennya kemelut, eh Cum laude. IPK menjadi satu standar namun pada kenyataannya, IPKbukanlah satu-satunya penentu keberhasilan di dunia kerja. Yang terakhir, mungkin tidak adahubungannya dengan dunia mahasiswa namun sering dilakukan mahasiswa saat menjadi mahasiswa,yaitu bermain-main dengan sesuatu yang bernama cinta. Jika mereka tidak serius dalammelakukannya, sering melancarkan tipuan dan hal-hal yang tricky, maka tidak diragukan lagi jikamereka termasuk oknum mahasiswa.Korupsi semakin menjamur di negeri ini. Seperti gorengan yang laris manis di sore hari yangdi guyur hujan. Korupsi itu seperti rokok. Orang normal dan berpendidikan pasti mengetahui efek positif bagi para perokok. Positif kanker, positif serangan jantung, positif mencemari paru-paru, danpositif impotensi. Nah, meskipun mereka yang predikat Strata 1, Strata 2 dan Strata 3 itu telahmengetahui efek posistifnya rokok, mereka tetap saja menjadi pecandu rokok yang setia. Rokok sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Bahkan menu 4 sehat pun menjadi sempurnadenngan rokok, bukan dengan susu.Merokok itu artinya memasukkan racun pada tubuh. Meski sehari hanya 20 batang,akumulasinya pada umur 100 tahun akan terasa dengan kentara. Bisa dibilang, itu adalah selfsuicidedengan perlahan-lahan. Masalahnya tidak berhenti disitu. Yang paling beresiko pada efek positif 
 
rokok adalah para perokok pasif yang setia berada di sekitar para perokok aktif. Mereka bisa lebihmenderita dari pada para perokok. Sungguh sangat ironis.Nah, sekarang kita mengetahui hubungan rokok dan korupsi. Koruptor juga mengetahui efek dari korupsi karena meraka telah belajar dan bergelar sarjana. Mereka bahkan belajar hingga ke luar
negeri dengan niat memajukan negara ini. Namun ada ”sesuatu” yang mengubah niat suci mereka
itu. Niat itu berubah dan akhirnya malah menyengsarakan seluruh rakyat di negeri ini. Sungguh suatuironi yang sulit dipercaya. Ternyata, Para perokok bisa dikategorikan sebagai koruptor juga. Adasebuah instansi yang tidak mempekerjakan orang yang merokok. Mereka menilai, orang yangmerokok telah mengurangi jam kerjanya dengan merokok di luar ruangan meski hanya 10 atau 20menit. Mereka dibayar untuk bekerja, bukan untuk merokok. Meskipun kinerjanya bagus dan di atasstandar, merokok tetaplah tindakan yang dianggap korup. Koruptor juga memiliki kinerja yang bagushingga sampai saatnya sistem yang mereka jalankan tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.Para perokok berat akan sulit beradaptasi pada peraturan yang hanya membolehkan merokok pada jam istrahat. Merokok di ruangan ber-AC juga tidak mungkin diperbolehkan kecuali ada ruangkerja khusus perokok. Di ruangan itu akan berkumpul segala jenis perokok dari kelas bulu hinggakelas bantam. Yang jelas, ruangan itu pasti akan menjadi ruangan berasap hingga nyamuk sajaenggan untuk berkunjung ke sana.Gubernur DKI yang sedang membuat berbagai gebrakan, salah satunya mengeluarkan aturanlarangan bagi PNS untuk merokok di jam kerja. Hal itu sangat keren dan fenomenal. Hal itu perludukungan masyarakat luas karena mayoritas masyarakat bukanlah perokok. Merokok bisa merugikanmasyarakat pada umumnya. Untuk urusan birokrasi yang cuma 10 menit bisa menjadi satu jamkarena petugasnya lebih mengutamakan rokoknya terlebih dahulu. Alasannya bermacam-macam,mulai dari ngantuk jika tidak merokok, tidak ada ide jika tidak merokok dan tidak keren jika tidak merokok. Hmm... yang terakhir itu sangat gaje kriterianya.PNS, apalagi yang bekerja di dinas keagamaan, tidak seharusnya merokok karena agamamelarang tindakan bunuh diri. Merokok adalah tindakan bunuh diri, bahkan bisa dibilang bunuh dirimasal secara perlahan-lahan karena asapnya terkonsumsi masyarakat sekitar secara tidak sengaja.PNS dari kalangan guru juga tidak sepantasnya merokok. Apalagi guru olah raga yang selalumengajarkan tentang kesehatan raga dan jiwa. Apa kata dunia jika guru olah raga yang menyuarakankesehatan adalah perokok berat? Guru Sekolah Dasar yang merokok di lingkungan sekolah secaratidak sadar (namun sengaja) telah meracuni paru-paru anak yang bersih dan tidak berdosa denganasap dari neraka. Masuknya asap rokok itu membuat anak-anak bisa menjadi penderita sebagaiperokok pasif atau membangkitkan bakat mereka sebagai perokok berat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->