Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
00 Pendahuluan - Muhammad Husain Haikal

00 Pendahuluan - Muhammad Husain Haikal

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 4,023|Likes:
Published by Ferdian Zaman

More info:

Published by: Ferdian Zaman on Feb 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

03/18/2011

 
Sejarah Hidup Muhammad
Ditulis: Ahmad DeedatPendahuluanCETAKAN pertama buku ini habis lebih cepat dari yang diduga semula- Buku yangditerbitkan 10.000 buah ini sepertiganya telah habis dipesan ketika sedang dicetak,sedang selebihnya habis dalam waktu tiga bulan setelah buku terbit. Sambutan yangdiberikan atas buku ini menunjukkan adanya perhatian dari para pembaca, terutamaterhadap penyelidikan yang saya lakukan ini. Oleh karena itu, untuk cetakan ulangansudah harus dipikirkan, isinya perlu ditinjau kembali. Timbulnya sambutan itu sudahtentu karena persoalan yang ada dalam buku ini. Boleh jadi metoda yangdipergunakan memecahkan persoalan-persoalan itu berpengaruh juga atas adanyasambutan ini. Tetapi apapun yang menjadi sebabnya, saya bertanya-tanya di dalamhati ketika terpikir akan menghadapi cetakan kedua ini: Akan diulang sajakah sepertiapa adanya pada cetakan pertama, tanpa ditambah atau dikurangi, ataukah harus sayatinjau lagi dengan mengadakan revisi, penambahan atau koreksi lagi, mana-manayang ternyata perlu dilakukan?Beberapa orang yang sangat saya hargai pendapatnya menyarankan supaya cetakankedua ini sama seperti cetakan pertama, supaya mereka yang memiliki dua macamcetakan ini sama adanya, dan supaya waktu buat sayapun cukup terluang dalammengadakan koreksi dan revisi nanti sesudah cetakan kedua ini. Saran ini hampir-hampir saya terima. Kalaupun saran ini juga yang saya terima, tentu cetakan kedua inisejak beberapa bulan yang lalu sudah berada di tangan pembaca. Tetapi saya masihmaju-mundur juga menerima pendapat ini. Kemudian karena beberapa pertimbangan,akhirnya saya mengambil keputusan, bahwa memang penting rasanya mengadakanrevisi dan tambahan.Pertimbangan pertama dalam hal ini ialah karena adanya bebeberapa catatan yang.diberikan oleh Syaikh Muhammad Mustafa al-Maraghi, Rektor Al-Azhar, kepadasaya, ketika sebagian yang sudah selesai dicetak dari buku ini saya perlihatkankepadanya. Kemudian beliau berkenan pula memberikan kata perkenalan seperti pada permulaan buku ini.Sesudah kemudian buku ini terbit, beberapa pengarang dan ulamapun memberikan pula tanggapan dan pendapat mereka yang baik sekali melalui surat-surat kabar,majalah dan radio. Semua tanggapan itu disertai dengan pujian yang tidak sedikit puladitujukan kepada usaha yang saya lakukan ini, yang saya rasa tidak seharusnya sayamenerima semua penghargaan demikian itu. Dan yang pertama saya harapkan ialah jangan sampai buku tentang Nabi ini tercampur dengan hal-hal yang kurang layak,sementara pengarang dengan karangannya itu berhasil, sehingga dapat diterima dandapat dihargai orang. Oleh karena itu saya sangat memperhatikan sekali tanggapanitu. Adanya penghargaan dan sambutan demikian ini agaknya telah menyebabkantimbulnya beberapa pendapat yang bertolak dari masalah-masalah pelengkap saja,yang tak ada hubungannya dengan sumber-sumber yang terdapat -atau dengan pokok  persoalan yang ada- dalam buku ini. Misalnya ada yang meminta supaya beberapamasalah yang dianggap perlu dijelaskan diberi penjelasan lebih lanjut; yang lain mintasupaya diteliti lebih banyak lagi mengenai pemakaian kata-kata perangkai, atau jugadiusulkan mengenai beberapa kata pengganti yang lain, yang menurut hemat para pengusul akan lebih tepat dalam mengungkapkan arti yang dikehendaki. Tetapi ada
 
lagi pendapat yang lebih ditujukan pada inti pembahasan dalam buku ini, yangmembuat saya lebih banyak lagi memikirkan dan mengoreksinya. Alangkah besarnyakeinginan saya supaya cetakan kedua ini lebih mendekati kehendak sarjana-sarjanadan ulama itu semua, meskipun saya sendiri menganggap penyelidikan ini -sepertisaya sebutkan dalam prakata - hanya sebagai langkah permulaan saja dalam bidang inidengan bahasa Arab yang diolah menurut metoda baru.Hal lain yang menyebabkan saya mengadakan revisi dan tambahan-tambahan daricetakan pertama ini ialah setelah saya membaca kembali buku tersebut dan sesudahmempelajari beberapa pendapat yang saya terima, yang memang sebagian sudah sayasadari ketika saya sedang menulis. Kemudian juga saya dapat menerima alasan perlunya mengadakan pengamatan lebih luas sesuai dengan yang diusulkan itu gunameyakinkan mereka sehubungan dengan pendapat dan argumentasi saya. Koreksi-koreksi yang saya lakukan untuk maksud tersebut telah membawa beberapa masalahyang patut direnungkan dan patut digarap oleh setiap penulis biografi Nabi.Kalaupun pada cetakan pertama itu saya bergembira karena adanya tanggapan-tanggapan yang sampai kepada saya, maka sekali inipun lebih-lebih lagi saya merasagembira, karena saya masih akan mengadakan penyelidikan-penyelidikan itu lebihluas lagi. Hal ini saya anggap perlu sekali mengingat studi pendahuluan yang sayalakukan ini menyangkut sejarah hidup seorang manusia terbesar yang pernah dikenalsejarah, Nabi dan Rasul terakhir -selawat dan salam baginya.Pada pengantar cetakan kedua ini saya berusaha mengadakan pengamatan terhadap beberapa tanggapan tentang metoda penyelidikan yang saya kemukakan pada cetakan pertama. Pada bagian terakhir buku ini saya tambahkan dua pasal mengenai beberapa persoalan yang secara sepintas-lalu sudah disinggung juga pada bagian penutupcetakan pertama. Demikian juga beberapa revisi dan tambahan saya lakukan mana-mana yang saya anggap perlu direvisi dan ditambah dalam teks buku itu, sesuaidengan koreksi-koreksi dan beberapa pertimbangan saya sekalian guna melengkapi penyelidikan dan memenuhi beberapa tanggapan yang sudah pernah disampaikan.PEMBELA-PEMBELA ORIENTALISYang mula-mula saya terima sebagai sanggahan ialah adanya sebuah karangan yangdisampaikan kepada saya oleh seorang penulis bangsa Mesir yang menyebutkan, bahwa itu adalah sebuah terjemahan bahasa Arab dari artikel yang dikirimkannya kesebuah majalah Orientalis berbahasa Jerman, sebagai kritik atas buku ini. Artikel initidak saya siarkan dalam surat-surat kabar berbahasa Arab, karena isinya hanya berupa kecaman-kecaman yang tidak berdasar. Oleh karena itu terserah kepada penulisnya jika mau menyiarkannya sendiri. Saya rasa nama orang itupun tidak perludisebutkan dalam pengantar ini dengan keyakinan bahwa dia sudah akan mengenalidentitasnya sendiri sesudah membaca sanggahannya itu dimuat di sini. Artikel ituringkasnya ialah bahwa penyelidikan yang saya lakukan tentang peri hidupMuhammad ini bukan suatu penyelidikan ilmiah dalam arti modern, sebab saya hanya berpegang pada sumber berbahasa Arab saja, tidak pada penyelidikan-penyelidikankaum Orientalis sebangsa Weil, Goldziher, Noldeke dan yang lain; bukan mengambildari hasil penyelidikan mereka, dan karena saya menganggap Qur'an sebagaidokumentasi sejarah yang sudah tidak diragukan, padahal studi Orientalis-orientalisitu menunjukkan bahwa Qur'an sudah diubah dan diganti-ganti setelah Nabi wafat dan pada permulaan sejarah Islam, dan bahwa nama Nabipun pernah diganti. Semula
 
 bernama "Qutham" atau "Quthama." Sesudah itu kemudian diganti menjadi"Muhammad" untuk disesuaikan dengan bunyi ayat, "Dan membawa berita gembirakedatangan seorang rasul sesudahku, namanya Ahmad," sebagai isyarat yang terdapatdalam Injil tentang nabi yang akan datang sesudah Isa. Dalam keterangannya penulisitu menambahkan bahwa penyelidikan kaum Orientalis itu juga menunjukkan, bahwa Nabi menderita penyakit ayan, dan apa yang disebut wahyu yang diturunkankepadanya itu tidak lain adalah akibat gangguan ayan yang menyerangnya; dan bahwagejala-gejala penyakit ayan itu terlihat pada Muhammad ketika sedang tidak sadarkandiri, keringatnya mengalir disertai kekejangan, dari mulutnya keluar busa. Bila sudahkembali ia sadar dikatakannya bahwa yang diterimanya itu adalah wahyu, laludibacakan kepada mereka yang percaya pada apa yang diduga wahyu dari Tuhan itu.Sebenarnya saya tidak perlu menghiraukan karangan semacam ini atau padasanggahannya kalau tidak karena penulisnya itu seorang Mesir dan Muslim pula.Andaikata penulisnya itu seorang Orientalis atau misi penginjil, akan saya biarkansaja ia bicara menurut kehendak nafsunya sendiri. Apa yang sudah saya sebutkan padakata pengantar dan dalam teks buku ini sudah cukup sebagai argumen yang akanmenggugurkan pendapat mereka itu. Bagaimanapun juga penulis surat ini adalahsebuah contoh dari sebagian pemuda-pemuda dan orang-orang Islam yang begitu sajamenyambut baik segala apa yang dikatakan pihak Orientalis dan menganggapnyasebagai hasil yang benar-benar ilmiah, dan berdasarkan kebenaran sepenuhnya.Kepada mereka itulah tulisan ini saya alamatkan sekadar mengingatkan tentangadanya kesalahan yang telah dilakukan oleh kaum Orientalis. Ada pula kaumOrientalis yang memang jujur dalam penyelidikan mereka, meskipun tentunya tidak lepas dari kesalahan juga.SEBAB-SEBAB KESALAHAN ORIENTALISKesalahan-kesalahan demikian itu terselip dalam penyelidikannya kadang disebabkanoleh kurang telitinya memahami liku-liku bahasa Arab, kadang juga karena adanyamaksud yang tersembunyi dalam jiwa sebagian sarjana-sarjana itu, yang tujuannyahendak menghancurkan sendi-sendi salah satu agama, atau semua agama. Ini adalahsikap berlebih-lebihan yang selayaknya dihindarkan saja oleh kalangan cendekiawan.Kita melihat ada juga orang-orang Kristen yang begitu terdorong oleh sikap berlebih-lebihan ini sampai mereka mengingkari bahwa Isa pernah ada dalam sejarah.Yang lain kita lihat bahkan sudah melampaui batas-batas yang berlebih-lebihan itudengan menulis tentang Isa yang sudah gila misalnya.Timbulnya pertentangan antara gereja dengan negara di Eropa itu telah pulamenyebabkan kalangan sarjana di satu pihak dan kaum agama di pihak lain hendak saling mencari kemenangan dalam merebut kekuasaan.Sebaliknya Islam, sama sekali bersih dari adanya pertentangan serupa itu. Hendaknyamereka yang mengadakan penyelidikan di kalangan Islam dapat menghindarkan diridari kekuasaan nafsu demikian ini, yang sebenarnya telah menimpa orang-orangBarat, dan sering menodai penyelidikan sarjana-sarjana itu. Juga hendaknya mereka berhati-hati bila mempelajari hasil yang datang dari Barat, yang berhubungan denganmasalah-masalah agama. Segala sesuatu yang telah dilukiskan oleh para sarjanasebagai suatu kebenaran, hendaklah diteliti lebih seksama. Banyak di antaranya yangsudah terpengaruh begitu jauh, sehingga telah menimbulkan permusuhan antara

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Wahyu Abadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->