• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
BAB XXVII. TABUK DAN KEMATIAN IBRAHIM
Sejarah peperangan di Tabuk dan kematian putera kesayangan Nabi Muhammad yang bernama IbrahimKetentuan Zakat dan KharajPERISTIWA rumah-tangga serta ketegangan dan kegelisahan yang timbul antara Nabidengan isteri-isterinya tidak sampai mengubah segala sesuatu mengenai masalah-masalah umum. Setelah Mekah dibebaskan dan penduduk kota itu menerima Islam,sekarang masalah-masalah umum itu sudah terasa makin penting sekali. Seluruhmasyarakat Arab sudah mulai merasakan betapa pentingnya hal itu. Rumah Suci itusudah merupakan tempat suci buat orang Arab, tempat mereka berziarah sejak  berabad-abad lamanya. Rumah Suci ini dan segala sesuatunya yang berhubungandengan itu - penjagaan, penyediaan makanan dan air serta hal-hal yang berhubungandengan masalah haji dari pelbagai macam upacara - sekarang berada di tanganMuhammad dan di bawah undang-undang agama baru ini. Sudah tentu sekali dengandibebaskannya Mekah masalah-masalah umum di kalangan Muslimin akan jadi bertambah, dan kaum Muslimin pun akan bertambah pula merasakan akan adanya pengaruh mereka di segala pelosok jazirah. Dengan bertambahnya masalah-masalahumum ini dengan sendirinya akan bertambah pula pengeluaran-pengeluaranmasyarakat umum itu.Oleh karena itu kaum Muslimin harus mengeluarkan zakat 'usyr1 dan orang-orangArab yang masih bertahan dengan jahiliahnya diharuskan pula membayar kharaj(pajak tanah). Hal ini menimbulkan kegelisahan di kalangan mereka; kadang merekamenggerutu, bahkan lebih dari hanya sekadar menggerutu. Akan tetapi, peraturan baruyang berhubungan dengan agama baru ini, soal pemungutan 'usyr dan kharaj diseluruh jazirah belum merupakan suatu jalan ke luar. Untuk maksud itu Muhammadkemudian mengutus sahabat-sahabatnya - tak lama setelah ia kembali dari Mekah -untuk memungut 'usyr dari penghasilan para kabilah yang sudah beragama Islamtanpa mengusik-usik modal pokok. Mereka semua itu berangkat menuju tujuannyamasing-masing, dan para kabilah itu pun menyambut mereka dengan ramah sekali danzakat 'usyr itu pun dibayarnya dengan segala senang hati. Tak ada pihak yang maumengelak dari itu selain daripada anak-suku dari Banu Tamim dan Banu'l-Mushtaliq.Sementara zakat 'usyr itu dikenakan kepada kabilah-kabilah dekat kabilah BanuTamim yang mereka laksanakan berupa ternak dan harta, tiba-tiba Banu'l-'Anbar [anak suku Banu Tamim], sebelum mereka itu dimintai zakat, mereka sudah siapmembawa tombak dan pedang mengusir petugas itu dari daerahnya.Setelah berita ini disampaikan kepada Muhammad, ia segera menugaskan 'Uyaina b.Hishn memimpin lima puluh orang anggota pasukan berkuda. Mereka diserbu dengantiada setahu mereka dan mereka pun lari tunggang-langgang. Lebih dari limapuluhorang terdiri dari laki-laki, wanita dan anak-anak menjadi tawanan, dan mereka inidibawa pulang ke Medinah. Tawanan itu oleh Nabi dipenjarakan. Di kalangan BanuTamim ini sudah ada sejumlah kaum Muslimin yang pernah ikut berperang disamping Nabi dalam membebaskan Mekah dan di Hunain. Yang sebagian lagi masihtetap dalam jahiliah.Setelah mengetahui apa yang terjadi terhadap kawan-kawan mereka dariBanu'l-'Anbar itu, mereka mengirimkan utusan ke Medinah, terdiri dari pemuka-
 
 pemuka mereka sendiri. Bila mereka sudah sampai di mesjid, mereka memanggil-manggil Nabi dari luar kamar: Muhammad, keluarlah ke mari. Panggilan mereka inisangat mengganggu Nabi. Sebenarnya ia tidak akan keluar menemui mereka, kalautidak karena terdengar suara azan sembahyang lohor. Begitu mereka melihat Nabi,segera mereka melaporkan apa yang telah dilakukan 'Uyaina terhadap golonganmereka itu. Juga mereka melaporkan tentang beberapa orang yang sudah masuk Islamdan pernah berjuang di sampingnya, selanjutnya dikatakan betapa kedudukan merekaitu di tengah-tengah masyarakat Arab."Kami kemari hendak berlumba," kata mereka lagi. "Berilah ijin kepada penyair danorator kami."Kemudian juru pidato mereka, 'Utarid b. Hajib berpidato. Setelah selesai, Rasulullahmemanggil Thabit b. Qais untuk membalasnya. Seterusnya penyair mereka, Az-Zabriqan b. Badr membacakan sajak-sajak yang kemudian dibalas oleh Hassan b.Thabit. Setelah selesai perlombaan itu, 'Afra' b. Habis berkata: Orang ini memangtepat sekali. Oratornya lebih ulung dari orator kita, penyairnya juga lebih pandai dari penyair kita dan suara mereka lebih nyaring dari suara kita. Dan rombongan itu punmenerima Islam. Tawanan-tawanan itu oleh Nabi dibebaskan dan dikembalikankepada mereka.Ada pun Banu Mushtaliq, begitu mereka melihat pemungut zakat dan pajak, merekalari ketakutan. Kemudian mereka mengutus orang kepada Nabi melaporkan, bahwaadanya kekuatiran yang tidak pada tempatnya itu telah menimbulkan adanya salah paham.Pengaruh Muhammad kini sudah mulai terasa sampai ke pelosok-pelosok jazirah.Setiap ada golongan atau kabilah yang mencoba-coba hendak melawan pengaruh itu, Nabi sudah siap pula mengirimkan kekuatan ke sana dan mengharuskan merekatunduk membayar kharaj dengan tetap dalam kepercayaan mereka, atau sebagai orangIslam dengan membayar zakat.Berita RumawiSementara perhatiannya sedang diarahkan ke seluruh jazirah Arab supaya jangan lagiada pihak yang akan dapat menggoyahkan, dan keamanan di seluruh wilayah itu benar-benar aman sampai ke pelosok-pelosok, tiba-tiba ada berita sampai kepadanyadari pihak Rumawi, bahwa negara itu sedang menyiapkan sebuah pasukan tentarayang hendak menyerang perbatasan tanah Arab sebelah utara, dengan suatu seranganyang akan membuat orang lupa akan penarikan mundur yang secara cerdik dilakukan pihak Arab di Mu'ta dulu itu. Juga akan membuat orang lupa akan pengaruh Musliminyang deras maju ke segenap penjuru yang hendak membendung kekuasaan Rumawidi Syam dan kekuasaan Persia di Hira. Berita itu tiba sudah begitu konkrit. Ia tidak lagi ragu-ragu dalam mengambil kesempatan ini. Ia hendak menghadapi sendirikekuatan itu dan akan menghancurkannya sekali dengan mengikis habis setiapharapan dalam hati pemimpin-pemimpin mereka yang bermaksud hendak menyerangdan mengganggu kawasan itu.Ketika itu musim panas belum berakhir. Suhu panas musim pada awal musim rontok yang sampai pada titik yang sangat tinggi itu merupakan musim maut yang sangatmencekam di wilayah padang pasir. Di samping itu memang perjalanan dari Medinah
 
ke Syam, selain perjalanan yang panjang juga sangat sukar sekali ditempuh. Perlu adakeuletan, persediaan bahan makanan dan air. Jadi, tidak ada jalan lain Muhammadharus memberitahukan niatnya hendak berangkat menghadapi Rumawi itu kepadaumum; supaya mereka juga bersiap-siap. Tidak ada jalan lain juga harus menyimpang pula dari kebiasaannya dalam ekspedisi-ekspedisinya yang sudah-sudah, yang dalammemimpin pasukannya sering ia menuju ke jurusan lain daripada yang sebenarnyadituju, untuk menyesatkan pihak musuh supaya berita perjalanannya itu tidak diketahui.Seruan Muhammad menghadapi RumawiKemudian Muhammad menyerukan kepada semua kabilah bersiap-siap dengan pasukan yang sebesar mungkin. Orang-orang kaya dari kalangan Muslimin jugadimintanya supaya ikut serta dalam menyiapkan pasukan itu dengan harta yang ada pada mereka serta mengerahkan orang supaya sama-sama menggabungkan diri kedalam pasukan itu. Dengan demikian, itu akan berarti sekali sehingga dapat membawarasa cemas kedalam jiwa pihak Rumawi, yang sudah terkenal oleh banyaknya jumlahorang dan besarnya perlengkapan.Bagaimana gerangan kaum Muslimin menyambut seruan ini, yang berarti harusmeninggalkan isteri, anak dan harta-benda, dalam panas musim yang begitu dahsyat,dalam mengarungi lautan tandus padang sahara, kering, air pun tak seberapa,kemudian harus pula menghadapi musuh yang sudah mengalahkan Persia, dan belumdapat dikalahkan oleh kaum Muslimin? Akan tetapi iman mereka, kecintaan merekakepada Rasul, serta kemesraan kepada agama, mereka pun terjun menyambut seruanitu, berangkat dalam satu arak-arakan yang rasanya dapat menyempitkan ruang padang sahara itu, sambil mengerahkan semua harta dan ternak mereka, siap dengansenjata ditangan, dengan debu yang sudah mengepul, yang begitu sampai beritanyakepada musuh, mereka akan lari tunggang-langgang. Ataukah barangkali perjalananyang begitu sulit itu, di bawah lecutan udara panas, dibawah ancaman lapar dan haus,mereka akan jadi enggan dan kembali surut?Mereka yang tinggal di belakang dan orang-orang Munafik Dua perasaan itu di kalangan Muslimin ada pada waktu itu. Ada yang menyambutagama ini dengan hati yang bersemarak cahaya dan bimbingan Tuhan, hati yangsudah berkilauan cahaya iman, dan ia sudah tidak mengenal yang lain. Ada yangmasuk agama dengan suatu harapan, dan dengan rasa gentar. Mereka mengharapkanharta rampasan perang, karena kabilah-kabilah itu sudah tak berdaya menahanserbuan Muslimin, lalu mereka menyerah dan bersedia membayar jizya2 dengan taatdan patuh. Yang merasa gentar karena kekuatan ini dapat menghantam kekuatan lainyang merintanginya, dan ditakuti kekuasaannya oleh setiap raja. Golongan pertama,dengan segera mereka itu berbondong-bondong menyambut seruan Rasulullah. Adaorang miskin dari mereka itu, tidak ada binatang beban yang akan ditungganginya,ada pula orang yang kaya raya, menyerahkan semua harta kepadanya untudiserahkan kepada perjuangan di jalan Allah, dengan hati ikhlas, dengan harapan akangugur pula sebagai syahid di sisi Tuhan. Sedang yang lain masih berat-berat langkahdan mulai mereka itu mencari-cari alasan, sambil berbisik-bisik sesama mereka danmencemooh ajakan Muhammad kepada mereka untuk menghadapi suatu peperanganyang jauh, dalam udara yang begitu panas membakar.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...