Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEGIATAN COOKING CLASS UNTIK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK SUCCES KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA

KEGIATAN COOKING CLASS UNTIK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK SUCCES KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 232 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ROHMANI ABDAH,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : ROHMANI ABDAH,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 31, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
 
KEGIATAN
COOKING CLASS
UNTIK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIKHALUS ANAK KELOMPOK B TK SUCCES KECAMATAN RUNGKUT SURABAYARohmani Abdah
Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
Dra. Hj. Meuthia Ulfah, M.Si
Program Studi PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya
Abstrak 
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh anak kelompok B TK Succes Surabaya kemampuanfisik motorik yang harus dilatih pada anak didik, yaitu kemampuan motorik halus faktor penyebabnyaadalah pembelajaran kurang menarik misalnya melipat, menggunting, LKA dan sebagainya. Hal inimenyebabkan anak menjadi bosan dan bermain sendiri.Untuk itu mengarah pada alternatif tindakanperbaikan untuk meningkatkan motorik halus anak, perlu melalukan penelitian ilmiah denganmenggunakan penelitian tindakan kelas ( PTK ), yang didukung dengan penerapan kegiatan cookingclass dengan media tahu dan tepung. Adapun permasalahan yang dibahas pada penelitian ini.Bagaimana penggunaan kegiatan
cooking class
dapat meningkatkan motorik halus anak padakelompok B TK Succes Kecamatan Rungkut Surabaya ?, dengan tujuan ingin mengetahui keberhasilanpenggunaan kegiatan
cooking class
dalam meningkatkan motorik halus pada anak didik kelompok BTK Succes Kecamatan Rungkut Surabaya.Hasil penelitian yang diperoleh dari data hasil pengamatanaktivitas anak, aktivitas guru serta tingkat pencapaian kemampuan motorik halus anak yang mengalamipeningkatan signifikan pada setiap siklusnya. Sebagaimana penyajian hasil rata-rata presentasi siklus 1yang memperoleh presentase ketuntasan sebesar 60% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%.Maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan
cooking class
sangattepat untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak, khususnya pada kelompok B.
Kata kunci
: kegiatan
cooking class
, motorik halus.Abstract
One of the problems faced by the children of group B at TK Success Surabaya is their physicalmotor skill must be developed, especially their fine motor skill. It is because their learning process isnot interesting, such as their folding, cutting, etc. It can cause the students become bored, and play bythemselves.Based on that background, there is a way to improve children’s fine motor skill. There is aresearch in the form of classroom action research to find the solution of the problem. This research issupported by cooking class by using tofu and flour. The research question discussed in this research is“How can the use of cooking class improve children’s fine motor skill of group B at TK Success Rungkut Surabaya?. The purpose of this research is to know the success of using cooking class toimprove children’s fine motor skill of group B at TK Success Rungkut Surabaya.The data are collected  from the observation on children’s activity, teacher’s activity, and the achievement level of children’s fine motor skill. The improvement is very significant in every cycle. the completeness level percentagein the first cycle is 60% and it becomes 85% in the second cycle. Based on the result, it can beconcluded that the use of cooking class can improve children’s fine motor skill, especially children of group B.
 Keywords :
cooking classes activity, fine motor skill.
PENDAHULUAN
Dari perkembangan yang peneliti lihat ternyatabanyak anak-anak yang masih perlu perkembangandalam motorik halusnya, Ini bisa dilihat ketika awalpertama masuk sekolah, Kebanyakan mereka sulituntuk meremas-remas plastisin. Dalam kegiatanmembentuk maupun mencetak menggunakan mediaplastisin hasil bentukannya masih kurang sesuaidengan bentuk yang ditentukan. Dari 20 anak, hanya7 anak yang dapat membentuk dan mencetak sesuaidengan ketentuan, sementara 13 anak masih
 
 
menunjukkan hasil yang kurang sesuai. Keadaantersebut disebabkan oleh salah satunya adalah hanyamenggunakan media LKA dan kertas lipat dengankegiatan mewarnai (LKA), melipat (origami) sertakegiatan calistung.Mengingat pentingnya perkembangan motorik halus, maka sangat perlu diberikan berbagai bentuk kegiatan sebagai cara meningkatkan kegiatanmotorik halus anak. Masalah ini akan coba diatasidengan menggunakan kegiatan
cooking class.
Berdasarkan UU no. 20 di atas dapat diketahuibahwa pendidikan dapat di berikan sejak anak usia0 tahun melalui pemberian rangsangan pendidikanyang tepat, sehingga berbagai potensi yang dimilikidapat berkembang optimal. Usia 0-6 tahun atauyang disebut juga masa kanak – kanak adalahwaktu yang ideal untuk mempelajari ketrampilantertentu. Dalam hal ini Hurlock memberikan alasan,yaitu
 pertama
anak – anak. senang mengulang-ulang, sehingga mereka cepat terampil.
Kedua
Anak-anak mudah dan cepat belajar karena tubuhmereka masih lentur, sehingga dapat dibentuk dengan baik (
Kamtini dan Husni, 2005 : 1
).Fungsi pendidikan taman Kanak – kanak adalah mengenalkan peraturan dan menanamkandisiplin pada anak yang meliputi peraturan dalamkeluarga inti dan peraturan yang ada di dalammasyarakatnya serta negaranya. Fungsi yang lainadalah mengenalkan anak pada dunia sekitar,menumbuhkan sikap dan perilaku yang baik,mengembangkan kemampuan berkomunikasi danbersosialisasi serta mengembangkan keterampilan,kreativitas dan kemampuan yang dimiliki anak serta menyiapkan anak untuk memasuki pendidikandasar.Menurut Sujono, dkk (2005:110) motorik adalah semua gerakan yang mungkin dapatdilakukan oleh seluruh tubuh, sedangkanperkembangan motorik anak adalah proses seoranganak – anak belajar untuk terampil menggerakkananggota tubuh.Motorik halus yaitu merupakan aktivitas yangdilakukan anak dengan menggunakan ketrampilan– ketrampilan tangan maupun kakinya. Sepertimenulis, merangkai, menyusun benda imajinasiteratur dan sebagainya (
 Baraja, 2008:65
).Dengan pengembangan kemampuan motorik anak mendapat pengalaman belajar untuk menemukan, bergerak. Aktivitas sensori motoryang meliputi penggunaan otot – otot besar dankecil memungkinkan anak untuk memenuhiperkembangan perseptual motorik (
Sujiono,2009:63
).
Cooking class
adalah suatu kegiatan memasak yang dilakukan secara berkelompok dalam sebuahtempat untuk mengolah dan memasak dengan caralebih terkonsep dengan benar .
( http//:DesiCandra.com/2010/07/26/cooking class
)Tujuan dari kegiatan
cooking class
dalamMontolalu (2005:315) yaitu: a). Mengembangkanekspresi melalui berbagai media dengan gerakantangan b). Mengembangkan fantasi, imajinasi dankreasi c). Melatih otot – otot tangan/jari, koordinasiotot dan mata d). Melatih kecakapanmengkombinasi warna e). Menunjuk perasaanterhadap gerakan tangan f). Mengembangkanmotorik halus anak Kegiatan
cooking class
berdasarkan pendapatdari Pramita, (2010:47) merupakan wahana yangtepat untuk anak TK yang mampu menumbuhkandan meningkatkan pengalaman belajar anak secaralangsung. Pada saaat yang sama, aktivitas inimampu membangun kreativitas anak, mengenalkanbahan makanan, mengolah makanan, perpaduanwarna, bahkan melatih motorik halus anak, melaluigerakan memotong, meremas, membentuk danmencetak.
METODE
 Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian tindakan kelas dengan menggunakandesain spiral model empat tahapan yang lazimdilalui yaitu perencanaan, pengamatan, dan refleksidengan sampel anak-anak kelompok B di TKSucces Rungkut lor Surabaya berjumlah 20 anak yang terdiri dari 7 laki-laki dan 13perempuan.Lokasi penelitian di TK SuccesRungkut lor Surabaya yang beralamatkan di Jl.Rungkut lor gang VII No.2 Surabaya.Teknik pengumpulan data dalam melakukan penelitiantindakan kelas (PTK), menggunakan teknik observasi, yang terdiri dari dari lembar observasiaktivitas anak, aktivitas guru, lembar observasikemampuan.Alat yang digunakan untuk observasipengembangan motorik halus guru dan anak berupanilai skor, adapun data yang diperoleh dianalisismenggunakan patokan standar keberhasilan dandikatakan berhasil apabila telah memperolehbintang 4 dengan standar 80% dari anak yanghadir.
 
 
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil observasi mengenaipelaksanaan tindakan penelitian yang terbagi dalam2 ( dua ) siklus, serta hasil akhir terhadap data yangtelah dikumpulkan dalam rangka meningkatkanmotorik halus pada anak kelompok B TK SuccesSurabaya, melalui pembelajaran kegiatan
cookingclass
yang dilakukan oleh peneliti dan temansejawat.Berdasarkan hasil pengamatan pra tindakan( studi pendahuluan ), maka peneliti berupayamengatasi permasalahan yang timbul denganmelakukan tindakan penelitian melalui kegiatanpembelajaran dengan melaksanakan kegiatan
cooking class,
sebagai upaya untuk memberikanpeningkatan motorik halus anak melalui kegiatan
cooking class
yang diawali pada tindakanpenelitian siklus I.
Siklus I
Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ( PTK ),dilaksanakan dalam 2 ( dua ) siklus ( empat kalipertemuan ) yang diimplementasikan dalam ( 4tahapan ), yang terdiri dari perencanaan,pelaksanaan / tindakan, pengamatan tindakan danrefleksi tindakan.Adapun langkah-langkah dalam tahapanperencanaan ini adalah : 1). Guru membuat rencanakegiatan harian ( RKH ) yang digunakan sebagaipedoman untuk melaksanakan kegiatanpembelajaran yang akan disampaikan kepada anak.2). Guru menyiapkan media pembelajaran berupaalat dan bahan yang dapat membantu dalamkegiatan pembelajaran
cooking class
. 3). Gurumembuat lembar observasi kegiatan anak danlembar observasi kegiatan guru. 4). Guru membuatlembar penilaian. 5). Guru membuat evaluasipembelajaran.Pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk siklus I pertemuan 1 pada hari senin tanggal 5November 2012 dikelompok B TK SuccesSurabaya dengan jumlah 20 anak yang terdiri dari13 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Padapertemuan pertama guru menyiapkan peralatan danbahan yang akan di gunakan untuk kegiatan
cooking class
, selanjutnya pada pertemuan ini, gurumemperagakan cara memotong tahu danmeremasnya yang menjadi adonan untuk dibentuk dan dicetak menjadi bebagai bentuk (lingkaran,segitiga, segiempat) dengan rapi, ini dilakukanuntuk mengetahui seberapa besar antusias anak dalam melaksanakan kegiatan
cooking class
ini,guna meningkatkan kemampuan motorik halusanak bila dibandingkan dengan media lain sepertidengan media lembar kegiatan anak (LKA),melipat, meronce, dan lain-lain yang selama inidipakai oleh guru TK Succes untuk kegiatanpeningkatan motorik halus anak.Pertemuan ke- 2 pada siklus I dilaksanakanpada hari Rabu tanggal 7 November 2012 yangmengfokuskan pada kegiatan pembelajaran
cookingclass,
dengan membuat bentuk dengan rapisehingga anak dapat meningkatkan motorik halusmelalui membentuk dengan rapi.Adapun hasil siklus I secara keseluruhan dapatdilihat dari tabel di bawah ini :Tabel 4.7 Perbandingan Pertemuan 1 dan 2 Siklus INo.Aspek yangdiamatiHasil dalam persen (% )PertemuanIPertemuanII1. AktivitasGuru63 % 67 %2. AktivitasAnak 58 % 63 %3. KemampuanMotorik Halus55 % 60 %
Siklus II
Pelaksanaan siklus 2 ini dilakukan dengan tujuanuntuk mengatasi kendala-kendala yang ada padasiklus 1 serta memperbaiki proses pembelajarannyaagar masalah-masalah yang muncul dapat interaksidengan baik sehingga dapat meningkatkankemampuan motorik halus anak dengan optimalSama seperti pada siklus pertama, siklus kedua initerdiri dari 4 ( tahapan ) yang terdiri dariperencanaan, pelaksanaan, pengamatan danrefleksi.Pada pertemuan pertama dilaksanakan padahari Senin tanggal 12 November 2012 dikelompok B TK. Sucees Surabaya dengan jumlah anak 20anak yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 12 anak perempuan, guru menyiapkan alat atau bahan
cooking class
yang lebih banyak ini akanmembantu guru dalammelaksanakan siklus II dengan bentuk-bentuk yanglebih menarik untuk anak, yang dimaksudkan agarperkembangan motorik halus anak lebih dapatmeningkat.Dan pada pertemuan kedua siklus IIdilaksanakan pada hari Rabu tanggal 14 November2012. Berdasarkan hasil pengamatan padapertemuan ke-1 yang menunjukkan anak belummemahami tentang kegiatan
cooking class
, guru

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->