Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY PADA MATERI KOMPOSISI TRANSFORMASI GEOMETRI DI KELAS XII IPA 2 SMA NEGERI 3 NGANJUK

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TWO STAY-TWO STRAY PADA MATERI KOMPOSISI TRANSFORMASI GEOMETRI DI KELAS XII IPA 2 SMA NEGERI 3 NGANJUK

Ratings: (0)|Views: 516 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : YUNITA RATNA SARI, Susanah Susanah,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : YUNITA RATNA SARI, Susanah Susanah,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Jan 31, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/06/2014

pdf

text

original

 
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN
TWO STAY-TWO STRAY 
PADAMATERI KOMPOSISI TRANSFORMASI GEOMETRI DI KELAS XII IPA2 SMA NEGERI 3 NGANJUK
Yunita Ratna Sari
1
, Susanah
2
 Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabayaemail :yunitaratna_sari@ymail.com
1
2
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengelolapembelajaran, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswaterkait dengan penerapan metode pembelajaran
twostay-two stray
. Penelitian yang telah dilaksanakan dikelas XII IPA 2 SMA Negeri 3 Nganjuk inimerupakan penelitian deskriptif dengan rancangan
one shot-case study
. Pengambilan data dilakukanselama empat kali pertemuan dimana tiga kalipertemuan digunakan untuk menerapkan metodepembelajaran
two stay-two stray
dan satu kalipertemuan digunakan untuk melaksanakan tes hasilbelajar kognitif. Data yang diperoleh dalam penelitianini adalah data tentang kemampuan guru dalammengelola pembelajaran, data aktivitas siswa, datahasil belajar afektif, serta hasil belajar kognitif.Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwakemampuan guru dalam mengelola pembelajaransecara umum memperoleh rata-rata skor sebesar 3,39dan termasuk ke dalam kategori baik. Selama prosespembelajaran aktivitas yang paling dominan munculbaik pada siswa
stay
maupun siswa
stray
adalahmemperhatikan penjelasan teman/guru. Di sampingitu, persentase kemunculan aktivitas lain menempatiurutan kedua pada siswa
stay
adalah menjelaskanhasil diskusi kelompok sedangkan pada siswa
stray
 adalah mengajukan pertanyaan. Hasil belajar siswamenunjukkan bahwa banyak siswa yang mencapaiketuntasan belajar kognitif sebesar 80,56% dan hasilbelajar afektif dari 75% siswa termasuk ke dalamkategori baik.
Kata kunci
:
two stay-two stray
, pengelolaanpembelajaran, aktivitas, hasil belajar.
PENDAHULUAN
Ada beberapa siswa yang menganggapbahwa matematika merupakan pelajaran yangmenarik dan menyenangkan namun ada sebagiansiswa yang merasa kesulitan dalam mempelajarimateri yang ada pada pelajaran matematika,khususnya siswa sekolah menengah. Bila ditinjaulebih lanjut, pada dasarnya ada banyak faktor yangmelatarbelakangi kesulitan mereka dalam belajarmatematika. Widdihartono [26] menyatakan bahwasalah satu faktor penting yang menjadi alasanmengapa siswa mengalami kesulitan dalam belajarmatematika adalah faktor pedagogis yaitu faktorkurang tepatnya guru dalam mengelola prosespembelajaran dan menerapkan metodologipembelajaran di dalam kelas.Pada hakekatnya, belajar matematikabukanlah kegiatan menghafalkan sebuah materi.Belajar merupakan proses aktif yang dilakukan olehsiswa untuk membangun pengetahuannya.Silberman[20] menyatakan bahwa dalam suatuproses pembelajaran diperlukan keterlibatan mentaldan aktivitas siswa itu sendiri. Salah satu metodepembelajaran yang sesuai untuk membuat siswamampu secara aktif membangun pengetahuan danpemahaman mereka akan suatu konsep matematikaadalah metode pembelajaran
two stay-two stray
.Dengan menggunakan metode pembelajaran
two stay-two stray
, siswa dituntut untuk secara aktif mempelajari sebuah konsep melalui aktivitaspemecahan masalah, mengungkapkan ide, melakukandiskusi serta presentasi dalam sebuah kelompok dimana setiap anggota kelompok memiliki peran dantanggung jawabnya masing-masing. Sehingga dalamkegiatan belajar pada masing-masing kelompok tidak ada siswa yang pasif dan tidak berkontribusi.Menurut Setyasari [19] dalam penelitiannya yangberjudul “Peningkatan Motivasi dan Hasil BelajarSiswa Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe
Two Stay-Two Stray
pada Materi Sifat-SifatSegiempat” dengan menggunakan metode
two stay-two stray
pada proses pembelajaran, suasana kelasmenjadi lebih menyenangkan sehingga siswa dapatlebih tertantang dan termotivasi untuk belajarmatematika serta hasil belajar siswa juga menjadisemakin meningkat.
 
Menurut Suprijono [22], prosedurpelaksanaan metode
two stay-two stray
terdiri darilangkah-langkah berikut :a.
 
Membagi siswa ke dalam kelompok yang terdiridari empat orang anggota.b.
 
Memberikan tugas berupa permasalahan-permasalahan terkait dengan materi yang akandipelajari.c.
 
Memberikan waktu pada masing-masingkelompok untuk mendiskusikan materi.d.
 
Proses pertukaran informasi antar kelompok dengan ketentuan dua tinggal-dua tamu (
twostay-two stray
).Pada tahap ini, dua anggota dari masing-masing kelompok tetap tinggal (
stay
) di tempatsemula untuk menerima tamu dari kelompok lain yang akan datang berkunjung. Sementaradua orang lainnya meninggalkan kelompok danmasing-masing dari mereka bertugas untuk bertamu (
stray
) kepada kelompok lain.e.
 
Siswa berkumpul kembali dalam kelompok asaluntuk membahas hasil kunjungan dari kelompok lain.Materi yang sesuai bila disajikan denganmetode
two stay-two stray
salah satunya adalahmateri komposisi transformasi geometri sebab materikomposisi transformasi geometri terbagi menjadibeberapa sub topik sehingga masing-masingkelompok dapat mengeksplorasi sub topik yangberbeda kemudian dapat saling bertukar informasitentang sub topik tersebut.Tujuan secara umum yang ingin dicapaidalam penelitian ini adalah untuk menambahalternatif metode pembelajaran matematika di SMAkhususnya terkait dengan materi komposisitransformasi geometri.Sedangkan secara khusus, tujuan yang ingindicapai yakni untuk mendeskripsikan:1.
 
Kemampuan guru dalam mengelolapembelajaran dengan penerapan metodepembelajaran
two stay-two stray
pada materikomposisi transformasi geometri di kelas XIIIPA 2 SMA Negeri 3 Nganjuk.
 
2.
 
Aktivitas siswa pada penerapan metodepembelajaran
two stay-two stray
pada materikomposisi transformasi geometri di kelas XIIIPA 2 SMA Negeri 3 Nganjuk.
 
3.
 
Hasil belajar siswa dengan adanya penerapanmetode pembelajaran
two stay-two stray
padamateri komposisi transformasi geometri di kelasXII IPA 2 SMA Negeri 3 Nganjuk.
 
Mulyasa (2011: 75) menyatakan bahwa secaraoperasional kemampuan guru dalam mengelolapembelajaran meliputi tiga fungsi manajerial, yaitu:1.
 
PerencanaanPerencanaan yang dimaksud yaitu meliputipenetapan tujuan, dan kompetensi, sertamemperkirakan cara untuk mencapainya.2.
 
PelaksanaanPelaksanaan atau sering juga disebutimplementasi meliputi kemampuan dalammengorganisasi dan memimpin berbagaikegiatan yang berlangsung selama prosespembelajaran.
3.
 
Pengendalian/Evaluasi
 
Pengendalian atau evaluasi bertujuan untuk menjamin kinerja yang dicapai sesuai denganrencana atau tujuan yang telah ditetapkan.Dierich (dalam Hamalik, 2008)mengklasifikasikan aktivitas tersebut ke dalam 8kelompok, antara lain:1.
 
Aktivitas visual2.
 
Aktivitas lisan3.
 
Aktivitas mendengar4.
 
Aktivitas menulis5.
 
Aktivitas menggambar6.
 
Aktivitas metrik 7.
 
Aktivitas mental8.
 
Aktivitas emosionalDalam penelitian ini, aktivitas yang akandiamati pada siswa adalah sebagai berikut:1.
 
Aktivitas visual yaitu aktivitas membacareferensi terkait materi yang dipelajari2.
 
Aktivitas lisan meliputi aktivitas menyampaikanpendapat, mengajukan pertanyaan, menjelaskanhasil diskusi, mengemukakan sanggahanterhadap kelompok lain, melaporkan tanggapandan hasil kunjungan dari kelompok lain3.
 
Aktivitas mendengar yaitu aktivitasmemperhatikan penjelasan teman/guru.4.
 
Aktivitas menulis yaitu aktivitas siswa dalammengerjakan LKS terkait dengan materi yangsedang dipelajari.5.
 
Aktivitas menggambar yaitu aktivitas siswadalam mengerjakan LKS, khususnya dalammenggambar hasil komposisi transformasigeometri. aktivitas menggambar dimaksudkanuntuk membangun pemahaman siswa terhadapkonsep dasar dari setiap jenis transformasi yangdipelajari.Aktivitas metrik tidak diamati dalampenelitian ini sebab siswa tidak melakukan percebaan
 
selama proses pembelajaran berlangsung. Sedangkanaktivitas mental dan aktivitas emosional tidak diamatidalam penelitian ini, sebab aktivitas tersebut tidak dapat diamati secara langsung serta membutuhkaninstrumen khusus.Munthe (2009: 27) menyatakan bahwa hasilbelajar merupakan kemampuan-kemampuan yangdimiliki siswa setelah ia menerima pengalamanbelajar pada suatu materi tertentu. Bloom (dalamSudijono, 2009: 49) mengelompokkan hasil belajartersebut ke dalam 3 jenis
domain
atau ranah yaitu:1.
 
Ranah kognitif, yaitu ranah yang mencakupkegiatan mental (otak).2.
 
Ranah afektif, yaitu ranah yang berkaitan dengansikap dan karakter.3.
 
Ranah psikomotorik, adalah ranah yang berkaitandengan keterampilan (
skill
) dan kemampuanbertindak.Dalam penelitian ini, hasil belajar siswayang akan diamati meliputi hasil belajar pada ranahkognitif dan ranah afektif.Komposisi transformasi geometri merupakandua transformasi yang dilakukan secara berurutan.Mulyati,dkk. (2008) menjelaskan bahwa materitersebut terbagi menjadi beberapa sub materi antaralain:1.
 
Komposisi Dua Translasi2.
 
Komposisi Dua Refleksia.
 
Komposisi refleksi terhadap dua garis yangsejajar sumbu Yb.
 
Komposisi refleksi terhadap dua garis yangsejajar sumbu Xc.
 
Komposisi refleksi terhadap dua garis yangsaling tegak lurusd.
 
Komposisi refleksi terhadap dua garis yangsaling berpotongan di titik P (a,b)e.
 
Komposisi Dua Rotasi dengan Pusat yangSama
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitiandeskriptif. Dalam penelitian ini peneliti akanmendeskripsikan tentang pengelolaan pembelajaran,aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa di kelas XIIIPA 2 SMAN 3 Nganjuk terkait dengan penerapanmetode pembelajaran
two stay-two stray
pada materikomposisi transformasi geometri.Subyek penelitian ini adalah 36 siswa kelasXII IPA 2 SMAN 3 Nganjuk. Dalam penelitian inisiswa akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yangterdiri dari 4 orang anggota kemudian akan dipilihsatu kelompok secara acak untuk diamati aktivitasserta hasil belajar afektifnya selama prosespembelajaran berlangsung.Rancangan yang digunakan dalam penelitianini adalah
The One-Shot Case Study
, dimana terdapatsuatu kelompok subyek penelitian yang dikenakanperlakuan tertentu.Adapun rangkaian prosedur yang dilaksanakanpada penelitian ini adalah sebagai berikut:1.
 
Menerapkan metode pembelajaran two stay-twostray pada materi komposisi transformasigeometri selama tiga kali pertemuan.2.
 
Melakukan pengamatan terhadap kemampuanguru dalam mengelola pembelajaran, aktivitassiswa, serta hasil belajar afektif siswa selamaproses pembelajaran berlangsung.3.
 
Melakukan tes untuk memperoleh data tentanghasil belajar kognitif siswa.Data tentang kemampuan guru dalammengelola pembelajaran diperoleh denganmenggunakan lembar observasi pengelolaanpembelajaran. Pada masing-masing aspek kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan yangtelah disusun pada RPP dilakukan penyekoranberdasarkan kategori yang telah ditentukan padarubrik penyekoran pengelolaan pembelajaran.Padaakhir proses pembelajaran, ditentukan rata-rata dariskor yang telah diperoleh pada masing-masing aspek selama 3 kali pertemuan, kemudian menggolongkanpencapaian masing-masing aspek tersebut ke dalamkategori kurang, cukup, baik,dan sangat baik.Data tentang aktivitas siswa diperoleh denganmenggunakan lembar observasi siswa. Kemudianakan dianalisis dengan menghitung persentasekemunculan dari masing-masing aktivitas.Sedangkan data tentang hasil belajar kognitif diperoleh dengan menggunakan tes hasil belajarkognitif. Dari data tersebut kemudian akan dilakukananalisis terkait ketuntasan belajar dari masing-masingsiswa. Siswa dinyatakan tuntas apabila telahmencapai ketuntasan belajar sebesar 76% sesuaidengan kriteria ketuntasan minimum yang telahditetapkan oleh SMAN 3 Nganjuk.Sementara data tentang hasil belajar afektif siswa diperoleh dengan menggunakan metodeobservasi dan beracuan pada lembar penilaian afektif.Berdasarkan skor yang telah diperoleh siswa dalamseluruh aspek pada setiap pertemuan, akan ditentukanskor akhir kemudian akan digolongkan ke dalam

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->