Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Slow Learner

Slow Learner

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by Frenki Lestari

More info:

Published by: Frenki Lestari on Jan 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
PENGERTIAN
 
Slow learning yaitu suatu istilah nonteknis yang dengan berbagai cara dikenakan padaanak-anak yang sedikit terbelakang secara mental, atau yang berkembang lebih lambatdaripada kecepatan normal. (Chaplin, 2005 : 468)
 
Slow learning adalah anak dengan tingkat penguasaan materi yang rendah, padahalmateri tersebut merupakan prasyarat bagi kelanjutan di pelajaran selanjutnya, sehinggamereka sering harus mengulang (Burton, dalam Sudrajat, 2008).
 
Namun secara garis besar lamban belajar (slow learning) adalah anak yang memilikipotensi intelektual sedikit di bawah normal tetapi belum termasuk tunagrahita. Dalambeberapa hal mereka mengalami hambatan atau keterlambatan berpikir, merespon rangsangandan adaptasi sosial, tetapi masih jauh lebih baik dibanding dengan tunagrahita, lebih lambandibanding dengan yang normal. Mereka butuh waktu yang lebih lama dan berulang-ulanguntuk dapat menyelesaikan tugas-tugas akademik maupun non akademik, sehinggamemerlukan pelayanan pendidikan khusus. Anak dengan SL (slow learning) memiliki cirifisik normal. Tapi saat di sekolah mereka sulit menangkap materi, responnya lambat, dankosa kata juga kurang, sehingga saat diajak berbicara kurang jelas maksudnya atau sulitnyambung. Dari sisi perilaku, mereka cenderung pendiam dan pemalu, dan mereka kesulitanuntuk berteman. Anak-anak lambat belajar (slow learning) ini juga cenderung kurang percayadiri. Kemampuan berpikir abstraknya lebih rendah dibandingkan dengan anak padaumumnya.
 
Slow learning atau anak lambat belajar adalah mereka yang memiliki prestai belajarrendah (di bawah rata-rata anak pada umumnya) pada salah satu atau seluruh area akademik,tapi mereka ini bukan tergolong anak terbelakang mental. Skor tes IQ mereka menunjukkanskor anatara 70 dan 90, walaupun demikian tidak keseluruhan anak slow learner memiliki IQseperti itu. Kelemahan akademik utama yang dialami oleh slow learner adalah membaca,berbahasa, dan memori, sosial, dan perilaku.
 
2.2 CIRI-CIRI ANAK SLOW LEARNING
 
Karakteristik dari individu yang mengalami slow learning :
 
1.
 
Fungsi kemampuan di bawah rata-rata pada umumnya.
 
2.
 
Memiliki kecanggungan dalam kemampuan menjalin hubungan intrapersonal.
 
3.
 
Memiliki kesulitan dalam melakukan perintah yang bertahap.
 
4.
 
Tidak memiliki tujuan dalam menjalani kehidupannya
 
5.
 
Memiliki berbagai kesulitan internal seperti; keterampilan mengorganisasikan, kesulitantransfer belajar, dan menyimpulkan infromasi.
 
6.
 
Memiliki skor yang rendah dengan konsisten dalam beberapa tes.
 
7.
 
Memiliki pandangan mengenai dirinya yang buruk.
 
8.
 
Mengerjakan segalanya secara lambat.
 
9.
 
Lambat dalam penguasaan terhadap sesuatu.
 
2.3 GEJALA SLOW LEARNER
 
 
Membaca
 
 
Individu yang mengidap keterlambatan dalam kemampuan membaca, mengalamikesulitan dalam mengartikan atau mengenali struktur kata-kata atau memahami struktur katatersebut. Mereka juga mengalami kesulitan lain seperti cepat melupakan apa yang telahdibacanya. Sebagian para ahli berargumen bahwa kesulitan mengenali bunyi-bunyi bahasa(fonem) merupakan dasar bagi keterlambatan kemampuan membaca, dimana kemampuan inipenting sekali bagi pemahaman hubungan antara bunyi bahasa serta tulisan yangmewakilinya.
 
 
Bahasa Tertulis
 
Masalah yang dihadapi oleh SL (slow learner) dengan bahasa tertulis tampak daritulisan tangan, kemampuan mengeja, susunan kata, penggunaan kosakata, serta kualitas daritulisan yang dihasilkan. Banyak penderita SL dalam hal membaca juga memiliki kesulitandalam menulis karena keduanya berkaitan dengan bahasa (penerimaan serta pengekspresian).
 
 
Memori
 
Penderita slow learner juga mengalami kelemahan dalam mengingat. Merekamemiliki kesulitan dalam mengolah informasi sehingga dapat disimpan dalam memori jangkapanjang.
 
 
Sosial dan Perilaku
 
Murid yang menderita slow learning kemungkinan juga akan memperlihatkan suatutantangan sosial atau perilaku. Beberapa diantara mereka memperlihatkan kebiasaan yangkurang dapat diterima oleh masyarakat dibandingkan dengan kawan sebayanya. Mereka tidak dapat memperkirakan akibat dari tindakannya itu, menyalah tafsirkan tanggapan darilingkungannya, dan kurang dapat menyesuaikan perilakunya dalam situasi sosial yangberbeda-beda. Oleh karena itu, mereka terkadang diasingkan dan ditolak oleh rekan-rekansebayanya.
 
2.4 MASALAH SLOW LERNER DALAM PENDIDIKAN, PENYESUAIAN SOSIAL,EMOSIONAL, EKONOMI
 
a). Pendidikan
 
Faktor penting yang mempengaruhi pembelajaran adalah tingkat kepandaian orang tua dan juga keluarga. Orang tua yang terpelajar sangat memperhatikan perkembangan intelektualanak mereka. Mereka mulai mendidik dan melatih anak mereka sebelum masuk TK. Mereka juga menyediakan mainan pendidikan dan buku yang membantu anak belajar. Mereka jugamendidik sendiri anak mereka dalam membaca dan aritmatika. Dengan cara ini merekamelatih anak mereka untuk meningkatkan kecepatan/ laju pembelajaran. Orang tua yangterdidik dapat menyediakan pengalaman dan materi pendidikan bagi anak mereka sesuaitingkat kecerdasan mereka sendiri. Tetapi jika orang tua tidak terdidik, mereka tidak dapatmengambil langkah untuk memajukan anak mereka. Mereka jarang memperlihatkan minatpada perkembangan intelek anak mereka. Sebagai akibatnya anak mereka tidak mendapatkancukup kesempatan untuk melatih pikiran mereka supaya dapat meningkat laju pembelajaranmereka. Anak-anak seperti ini ketika pertama kali masuk sekolah dan melihat anak lain sudahlebih maju akan kehilangan kepercayaan diri mereka. Hal ini berlanjut ke ketumpulan intelek yang menyebabkan slow learning.
 
b). Emosi
 
Semua anak pasti mengalami permasalahan emosional, tetapi slow learner mengalamipermasalahan yang serius dan untuk waktu yang lama sehingga sangat mengganggu proses
 
belajar mereka. Permasalahan emosional ini berakibat pada prestasi akademis yang rendah,hubungan interpersonal yang tidak baik, dan harga diri yang rendah. Bagian penting dalamperkembangan personal, sosial dan emosional adalah konsep diri dan harga diri. Aspek dariperkembangan mereka ini sangat dipengaruhi pengalaman mereka di rumah, bersama teman,dan di sekolah. Konsep diri meliputi bagaimana kita memandang kekuatan, kelemahan,kemampuan, sikap dan nilai-nilai kita sendiri. Perkembanganya bermula sejak lahir dan terusdipengaruhi/ dibentuk oleh pengalaman. Kuranganya konsep diri yang positif dapat merusak perkembangan sosial anak. Slow learner biasanya suka menarik diri, tidak dewasa, memilikigambaran diri yang rendah, atau depresi sehingga mudah terganggu (disturbed). Anak-anak seperti ini biasanya tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit teman atau bermain dengananak yang sangat lebih muda dari mereka. mereka suka berkhayal. Mereka menderita karenakurang memiliki ketrampilan social. Program pelatihan ketrampilan social sangat efektif dalam memperbaiki perilaku sosial anak yang menarik diri dan tidak memiliki teman. Ketikaanak mulai sekolah mereka menilai diri mereka berdasarkan keberhasilan. Hal ini dapatterlihat ketika bahkan kegagalan kecil dapat menyebabkkan anak merasa tidak berharga.Perkembangan social dan emosional anak selama kelas-kelas awal dibentuk oleh tigapengaruh. Yang pertama adalah orang tua dan keluarga. Kedua adalah kelompok temansebaya. Yang ketiga adalah pengalaman di sekolah. Ketegangan di rumah dan hubungandengan saudara dan orang tua dapat menyebabkan frustasi pada anak. Rasa takut dan cemasyang disebabkan sikap guru juga akan mengganggu emosi anak. Ketegangan dan frustasianak dapat menjadi penyebab slow learning.
 
c). Ekonomi
 
Kemiskinan merupakan factor utama dari slow learning di negara berkembang. Kemiskinanmempengaruhi anak dalam dua hal (i) mengganggu/ menghambat kesehatan anak dan (ii)mengurangi kapasitas belajar mereka. Kemiskinan menyababkan banyak kekurangan mental
dan moral yang pada akhirnya mempengaruhi performa siswa. Seperti ungkapan “di badan
yang s
ehat terdapat pikiran yang sehat”. Otak dan pikiran dapat bekerja secara optimal dalam
badan yang sehat yang seringkali terpengaruhi oleh kemiskinan. Kekayaan jugamempengaruhi perolehan informasi melalui pengayaan (enriched) pengalaman. Anak darikeluarga kaya memiliki kesempatan untuk menjelajah dan memperoleh materi untuk memenuhi kebutuhannya. Kemiskinan belum tentu menyebabkan slow learning tetapimenciptakan kondisi yang mengarah pada slow learning.
 
2.5 METODE BELAJAR BAGI SLOW-LEARNER
 
A. Guru dan Slow-learner
 
Anak slow-learner mungkin merupakan cobaan berat bagi seorang guru. Keadaan anak yangmemang tidak memungkinkan untuk memuaskan seorang guru lewat prestasi belajar,membuatnya perlu diperhatikan dan dibimbing dengan caranya sendiri. Tiga dari lima siswayang dibimbing seorang guru bisa merupakan anak slow-learner, maka pengetahuan yangmemadai mengenai bagaimana cara yang tepat untuk mengakomodasi mereka sangatdiperlukan. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat membantu guru dalam menghadapi anak slow-learner:
 
1. Pahami bahwa anak membutuhkan lebih banyak pengulangan, 3 sampai 5 kali, untuk memahami suatu materi daripada anak lain dengan kemampuan rata-rata. Maka, dibutuhkanpenguatan kembali melalui aktivitas praktek dan yang familiar, yang dapat membantu prosesgeneralisasi.
 
2. Anak slow-learner yang tidak berprestasi dalam akademik dasar dapat memperolehmanfaat melalui kegiatan tutorial di sekolah atau privat. Tujuan tutorial bukanlah untuk menaikkan prestasinya, tetapi membantunya untuk optimis terhadap kemampuannya dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->