Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pola Jahitan Dan Teknik Jahitan.html

Pola Jahitan Dan Teknik Jahitan.html

Ratings: (0)|Views: 78 |Likes:
Published by Wirman Lim Apho

More info:

Published by: Wirman Lim Apho on Feb 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2013

pdf

text

original

 
M'OBrianBlogg
readers for vet and publiceducation
SearcRSS
Categorie
A.venugopalansurgical instru(1)alat-alat bedabedah(1)buku kedokterhewan(1)cara penyembkista pada anjim'obrian bloggcontinous(1)deteksi caninedistemper(1)distemper padanjing di m'obblogg(1)fak kedokteranhewan unud cM'OBrian Blogfkh patologi m'blogg(1)fkh unud penycacingan anjin(1)ilmu penyakit(1)instrument forsurgerymobrian.blogsinternal animaldisease(1)kasusAncylostomyoskasus helmintpada anjing lo(1)kista pada anjim'obrian bloggkista pada anjiveteriner fkhm'obrian bloggkuliah virologiLab animalmanagement(M'OBrian Blogpenyakit menupada anjing(1
YYoouu ccaann rreeppllaaccee tthhiiss tteexxtt bbyyggooiinngg ttoo ""LLaayyoouutt"" aanndd tthheenn""PPaaggee EElleemmeennttss"" sseeccttiioonn.. EEddiitt ""AAbboouutt ""
pola jahitan dan teknik jahitan
Minggu, Juni 14, 2009
| Label: continous, simple continous suture, suture
BBaabb VVPPoollaa JJaahhiittaann,, AAllaatt JJaahhiitt ddaann TTeekknniikk JJaahhiittaann..Pola jahitan pada dasarnya diklasifikasikan secara luas kedalam polaterputus (interrupted sutures) dan pola lanjutan (continous sutures). Pola jahitan khusus digunakan untuk berbagai tujuan seperti jahitan otot, jahitantendon, jahitan untuk pembuluh, jahitan untuk saraf dan sebagainya, dapat juga digunakan pada salah satu atau kedua dari kategori tersebut. Klip, pindan sebagainya merupakan bentuk tipe yang berbeda namun dapatdigabungkan dengan pola jahitan terputus.Pola jahitan lebih lanjut dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.Pola aposisi, 2. Pola inversi, 3. Pola eversi, 4. Pola purestring, 5. Polatension dan 6. Pola Miselanius lainnya.Contoh berdasar pada kategori tersebut diterangkan dibawah ini.Para siswa diharapkan dapat menggambarkan diagram dari tiap-tiap polatersebut dari referensi yang ada dan juga mempraktikkannya dengan jarumdan benang.PPoollaa tteerrppuuttuuss..Saat luka di jahit dengan beberapa jahitan yang berdiri sendiri dengan jumlah tertentu maka disebut pola terputus. Secara umum pola terputuslebih dipilih untuk digunakan daripada pola lanjutan karena jika salah satu jahitan terputus atau terlepas maka jahitan lainnya tidak akan terpengaruh.Tetapi pola terputus membutuhkan waktu yang lebih banyak, membutuhkan jumlah benang yang banyak dan banyaknya lipatan simpul yang tidakdiperlukan merupakan beberapa ketidakuntungan dari pola ini.
Pola terputus sederhana (simple interrupted).
Pola ini biasa digunakanpada jahitan kulit. Benang mulai masuk dari salah satu lapisan lukaterluar masuk kedalam dan jarum menembus kulit dari dalam keluar kelapisan luka lainnya dari bawah, kemudian simpul diikat dan sisabenang dipotong.1.Benang diikat pada sisi kanan dari garis insisi. Jahitan yang dibuatmelintasi garis insisi. Simpul yang dibuat harus pada salah satu sisidan tidak pada garis insisi. Titik penusukkan jarum pada lapisanluka biasanya 1 sampai 8 inci (2 hingga 3mm) dari garis insisi.Dalam menjahit lebih pas untuk memulainya dari batas bawahkemudian berlanjut ke batas atas. Perhatikan lapisan kulit jangansampai terlipat kedalam saat ikatan benang dikencangkan cukuphanya rapat saja atau sedikit terlipat kearah luar.
Pola Mattress (pola horisontal mattress, pola horisontal mattress terputus, pola four stitch terputus).
Untuk mendapatkan ikatan yangkuat pola jahitan ini lebih dipilih pola terputus. Pola ini juga harusbersifat sedikit lentur dalam merapatkan jahitan. Jika ikatan jahitandikencangkan terjadinya lapisan luka yang terbalik keatas dapat terjadi.2.Jahitan dimulai seperti pada pola terputus sederhana. Tetapi benang jahit melintasi kembali ke lapisan sebelahnya membentuk sepertihuruf U dan kemudian diikat. Saat benang diikat bagian benangyang tampak dipermukaan terlihat paralel dan sejajar denganbagian disampingnya dari garis insisi.
Pola Mattress melalui pipa kare (Mattress suture through rubber tubing).
Saat tarikan benang dirasakan terlalu kencang dan jahitandiinginkan untuk dipotong melalui kulit lebih baik benang jahit yangtersisa dilonggarkan melalui sebagian kecil dari tabung karet untuktetap paralel pada lapisan kulit.3.
Pola Mattress silang (Cross-mattress suture).
Disini bagian benang yang4.
 
managementanimal lab(1)manajemen hlab(1)materi kuliah f materi virologi(1)Paper. makalarabies M'OBria(1)patologi istilahistilahnya di mblogg(1)patologi kedokhewan di m'obblogg(1)penuntun prakFKH(1)Penuntun PrakIlmu PenyakitBakterial dan J(1)penyakit dalapenyakit dalahewan(1)penyakit padaM'OBrian Blogpenyakit tumoanjing(1)perjanjian sewrumah m'obria(1)Rabies(1)rabies di baliM'OBrian Blograbies di m'obrblogg ada di bradiologi dasarmatakuliahkedokteran hem'obrian bloggradiologi prinsim'obrian bloggradiologi veterim'obrian bloggsimple continosuture(1)surgical instru(1)suture(1)tes toefl(1)toefl test englitoefl test on mblogg(1)tumor pada hem'obrian bloggtumour caninem'obrian bloggunud penyakitanjing M'OBria(1)vet tumour m'blogg(1)veteriner(1)
Archives
panjang dimasukkan kebagian lapisan kulit lainnya secara diagonalyang membuat seperti huruf X. Bagian yang tersembunyi dibuat paralelseperti pada lapisan disampingnya.Keuntungannya pola ini merapatkan jaringan lebih baik daripadapola mattress horisontal sederhana.
Pola Mattress terputus kedalam (Interrupted inverted mattress suture).
Disini bagian benang yang panjang terlihat melintasi garis insisi danbagian yang tak terlihat dibuat paralel terhadap garis insisi. Jahitantidak dilakukan penusukan jarum melalui lapisan mukus pada organberongga tetapi melalui lapisan muskuler.5.
Pola Halstead (Halstead suture).
Ini merupakan pola jahitan Lembertterputus duakali menggunakan benang tunggal yang dilakukan hal yangsama pada sisi lainnya dan diikat. Ini merupakan pola yang berbedadari pola mattress horisontal sederhana.6.
Pola Mattress vertikal (Vertical mattress suture).
Tidak seperti pada polamattress horisontal, bagian yang terlihat pada jahitan disisi insisiterlihat vertikal terhadap garis insisi tetap pada posisi paralel.7.Penusukan jarum pada kulit pada salah satu lapisan dari luarberkisar 0.5 sampai 1.0 cm dari garis insisi dan penusukan jarumpada sisi jaringan lainnya dilakukan dengan ukuran yang sama daribawah ke atas. Jarum kemudian masuk kedalam kulit pada sisikedua dekat dengan garis insisi dan kembali posisi awal dankemudian simpul diikat. Ikatan dilakukan hanya untuk merapatkanlapisan kulit dan tidak menimbulkan lipatan keatas.Pola mattress vertikal juga memiliki kapasitas mempertahankantegangan ikatan dan meskipun lebih baik daripada pola mattresshorisontal. Pola tersebut memiliki interfensi yang kurang terhadappembuluh darah yang menuju lapisan kulit daripada pola horisontal.Ketidakuntungannya bahwa pola ini membutuhkan waktu yang lebihlama dan membutuhkan benang didalam jaringan.
Pola Mattress vertical Donati’s.
Pola ini sedikit berbeda dengan denganpola mattress vertikal. Benang jahit yang terlihat keluar hanya satu darikedua lapisan karena dilapisan lainnya dijahit intrakutan.8.
Pola Crushing atau Gambee (Crushing suture).
Ini merupakan tipe jahitan yang spesial untuk menutup saluran usus. Memasukkan benang jahit dimulai dari melalui kedua bagian usus yang terpotong yang salingberhadapan seperti diawali dari serosa salah satu lapisan ke serosalapisan lainnya. Dari serosa ke lumen jarum masuk menusuk membranmukosa dekat dengan batas lapisan jaringan dan keluar melaluimuskularis. Penetrasi selanjutnya melalui muskularis lapisandisebelahnya dan masuk kedalam lumen dan menusuk membranmukosa dari lumen berjarak sedikit dari tempat awal memasukkan jahitan kemudian keluar melalui serosa dan kedua lapisan tersebutditarik dan diikat. Saat jahitan selesai dilakukan lapisan mukosadidorong kedalam sedikit dan kerapatan jaringan hanya sebatas rapat.Pola crushing lebih dipilih daripada pola inversi biasa ketika lumen dariusus besar yang dijahit hanya menghasilkan sedikit penyambungan.Sepanjang lapisan yang dijahit tidak mengalami inversi lumen usustidak akan mengalami obstruksi.9.PPoollaa jjaahhiittaann mmeenneerruuss
(Continous suture) 
.Pada pola jahitan menerus jahitan yang dibuat berseri dibuat dari benangyang terus menyambung sehingga hanya pada jahitan pertama dan yangterakhir saja yang diikat. Keuntungan dari pola jahitan menerus adalahmembutuhkan waktu yang sedikit daripada pola terputus daerah jahitanyang sama. Meskipun demikian terdapat kekurangan antara lain terjadikerusakan dimana saja sepanjang benang tersebut dapat membuat jahitantersebut lepas dan luka dapat terbuka. Pola jahitan menerus tidak sebaikpola jahitan terputus pada tempat-tempat yang memiliki tegangan yangkuat dan jika tidak hati-hati ditempatkan maka penyambungan lapisan lukatidak dapat terjadi dengan baik.
Pola menerus sederhana (Simple continous suture/Furrier’s suture).
Pola jahitan ini dimulai seperti halnya pada pola terputus sederhana dan jahitan yang dibuat diteruskan menggunakan benang yang samasampai pada simpul terakhir diikat. Benang jahit yang dibuat diteruskanke jaringan sudut kanan lapisan dan bagian yang terluar dari jahitanterbentuk diagonal dari garis insisi.1.Berguna untuk menjahit peritonium, otot dan sebagainya tetapitidak selalu direkomendasikan untuk jahitan kulit untukmendapatkan kerapatan lapisan yang sempurna.
Pola jahitan menerus terkunci (Continous lock stitch).
 “Penguncian” dilakukan dengan cara jarum dan benang melewati tiap lingkaran pola jahitan menerus sederhana sebelum diikatkan. Penguncian tersebutmenahan jaringan lebih baik karena “terkunci”.2.
Pola Lambert menerus (Continous Lambert’s suture).
Ini merupakanpola jahitan inversi yang digunakan pada rongga visera seperti usus.Jahitan dilakukan menembus serosa dan muskuler dan selaputsubmuksoa tetapi tidak melalui membran mukosa. Jahitan menuju kesebelah sudut kanan menyilang dari garis insisi melalui jaringan danbagian benang terluar terbentuk diagonal dengan begitu benang yangmelalui jaringan jaraknya berdekatan paralel satu dengan lainnya.3.
Pola Cornell.
Ini merupakan pola inversi. Jahitan melewati tiap lapisan jahitan secara alternatif. Benang masuk melalui semua selubung organ4.
 
2009(24)Juni(14)Juli(5)Oktober(5)berongga termasuk membran muksoa dalam hal usus besar. Saatbenang ditarik, benang tersebuttidak terlihat dari luar terkecuali simpul jahitan yang dibuat. Selama dilakukan penjahitan benang terlihat padasudut kanan dari garis insisi dan hal tersebut dengan lapisan jaringanlainnya paralel terhadap garis insisi.
Pola Cushing.
Ini merupakan pola yang hampir sama dengan polaCornell hanya perbedaannya pada pola Cushing pola ini tidak masukkedalam selubung mukosa dan masuk ke lumen.5.
Pola Parker-Kerr.
Merupakan pola Cushing yang digunakan untukmenutup bagian ujung. Dimulai dari mengitari forcep yang menahandari bagian ujung tersebut dan kemudian forsep ditarik dan jahitanditarik dan diikat. Pola ini juga dapat digunakan untuk jahitansementara tanpa simpul pada anastomosis intestinal untuk menutuptiap segmen intestin untuk sementara.6.
Cushing modifikasi(Guard suture).
Serupa dengan Cushing tetapipolaini jahitan awal dan akhirnya lebih luas yang dimulai dari dua komisura,dengan bayangan garis insisi yang lebih panjang. Keuntungannya yaitulebih efisien dalam mencegah keluarnya isi dalam organ.7.
Pola Mattress inversi menerus (Continous inverting mattress sututres).
Contohnya yaitu pola Cornell dan Cushing.8.
Pola Schmieden’s.
Ini merupakan pola menerus untuk jahitan saluranusus dimana selalu dilindungi dengan pola Lambert menerus atauCushing karena jahitannya masuk kedalam lumen hanya sebagian.Jahitannya masuk melalui permukaan serosa dari salah satu lapisankemudian menembus permukaan mukosa pada lapisan lainnya dankeluar melalui permukaan serosa pada lapisan tersebut.Keuntungannyapola ini cepat dalam pelaksanaannya.9.
Pola Mattress eversi menerus (Continous everting mattress suture).
Pola ini digunakan untuk lapisan kulit yang terindikasi mengalami eversiuntuk pola menerus. Pelaksanaannya hampir sama dengan pola Cornelldengan perbedaan yang penting tidak seperti pada pola Cornell bagianbenang yang terluar bersifat paralel terhadap garis insisi pada bagianbenang yang lainnya yang masuk didalam jaringan terbentuk menyilangdari lapisan kulit.10.
Pola Subkutikular menerus (Continous subkutikular suture).
Pola inihampir sama dengan pola mattress horisontal menerus denganperkecualian pola ini tidak keluar kulit. Namun demikian tusukan jarumyang dibuat diambil dari permukaan dalam dari kulit. Jika jahitan initidak diangkat setelah kesembuhan, maka benang absorabel yangdigunakan dan simpul awal dan akhir jahitannya ditanam didalam jaringan. Pola ini dapat merapatkan permukaan jaringan dari kedualapisan dan pasien perlu untuk dibawa ke rumah sakit lagi untukpengangkatan benang jahit. Selama jahitan tidak terbuka tidak adakemungkinan pasien untuk kembali ke rumah sakit.11.Jika digunakan benang non-absorabel pengangkatan benang setelahkesembuhan dapat difasilitasi dengan simpul yang berada pada luar jaringan kulit. Untuk mengangkat jahitan, lepas ikatan simpul padasalah satu ujungnya dan tarik pada bagian ujungnya.
Pola Shoe maker (Shoe maker stitch /Cobbler stitch).
Ada tiga metodeberbeda yang dijelaskan dibawah ini untuk aplikasinya. Polamenyebabkan eversi pada lapisan jaringan dan jahitan pada salah satusisinya dapat terlihat dari luar, pada tahap komplit pola ini paralelterhadap garis insisi. Derajat eversi dapat diratakan dengan derajattekanan tarikan benang dan dengan jarak dari garis insisi.12.a.)Benang jahit diulur panjang dengan jarum terpisah diujungnya. Salah satu jarum menusuk di kedua lapisan jaringan luka saat memulai jahitan dan panjangnya benang jahit panjangnya disamakan pada kedua sisi. Untuk jarumkedua setelah penusukan jarum pertama kemudian keluarmelalui penusukan titik jarum pertama masuk tetapi dariarah yang berbeda. Kemudian ujung benang ditarik dandiikat. Proses ini diulang dan akhirnya kedua ujung benangdiikat simpul.b.)Metode lainnya yaitu dengan menggunakan jarum yangpanjang yang ada pegangannya dan dengan ada mata(lubang kecil) dekat pada ujung jarum yang disebut
Shoe-maker’s needle 
atau
Cobbler’s needle 
. Jarum tanpamelakukan jahitan masuk di lapisan pada titik masuk danbenang diulurkan dan ditarik. Panjangnya benang di keduasisi panjangnya disamakan. Buat penusukkan jarumselanjutnya dengan jarum dengan benang terjulur danselanjutnya tarik ujung benang dari mata jarum. Masukkanujung benang lainnya ke mata jarum dan tarik jarumnya.Lanjutkan prosedur ini sampai akhir insisi dan terakhir diikatsimpul.c.)Pada metode ketiga menggunakan
Shoe-maker needle 
atau
Cobbler’s needle 
benang jahit yang terulur masuk melaluikedua sisi lapisan dan panjangnya disamakan pada keduasisi. Kemudian jarum membawa ujung benang yang lebihpanjang kemudian dilanjutkan lagi benang menembuskedua lapisan luka. Benang yang terulur terbawa oleh jarumdisampingnya yang ditahan oleh jari dan jarum ditarikkembali dari jaringan. Hal ini meninggalkan benang yangberbentuk melingkar. Langkah selanjutnya adalah mencariujung benang pada awal masuk pertama dan melewatibenang tersebut ke lingkaran benang tadi sambil ditahan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->