Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKNA BUDAYA BERJILBAB DI KALANGAN SISWI (Fenomenologi Jilbab di SMA Negeri 1 Baureno Kec. Baureno Kab. Bojonegoro)

MAKNA BUDAYA BERJILBAB DI KALANGAN SISWI (Fenomenologi Jilbab di SMA Negeri 1 Baureno Kec. Baureno Kab. Bojonegoro)

Ratings: (0)|Views: 133 |Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : FITRIANA SAKTI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : FITRIANA SAKTI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Feb 02, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

 
Makna Budaya Berjilbab di Kalangan Siswi
MAKNA BUDAYA BERJILBAB DI KALANGAN SISWI(Fenomenologi Jilbab di SMA Negeri 1 Baureno Kec. Baureno Kab. Bojonegoro)Fitriana Sakti
(Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya)Email: fitasakti@yahoo.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna budaya berjilbab pada siswa di SMA Negeri 1 Baureno Kec.Baureno Kab. Bojonegoro dan bagaimana rasionalitas individu dalam memakai jilbab berdasarkanperspektif Max Weber dan teori budaya Cliffort Geertz.Subyek dari penelitian ini adalah siswa SMANegeri 1 Baureno Kec. Baureno Kab. Bojonegoro. Pemilihan subyek dalam penelitian ini menggunakan
Key informan
dan
snow ball.
. Pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi danwawancara.Hasil dari penelitian ini bahwa Makna budaya berjilbab bagi siswa SMA Negeri 1 BaurenoKec. Baureno Kab. Bojonegoro hanya sebuah aksesoris yang digunakan untuk mendapatkan penilaianlebih dari seseorang sehingga tindakan tersebut merupakan tindakan rasional yang berorientasi pada nilai.Sehingga, mereka memakai jilbab karena trend yang sedang ada pada saat ini, pengaruh lingkungansekitar dan latar belakang keluarga.
Kata Kunci:
Fenomenologi Berjilbab, Siswi SMA Negeri 1 Baureno
 PENDAHULUAN
Masyarakat modern merupakan masyarakatyang kehidupannya sudah mengalamiperubahan yang dulunya tradisional menjadimodern. Hal ini di sebabkan karena kemajuantekhnologi yang semakin hari semakinberkembang dalam kehidupan mereka.Kemajuan tekhnologi ini akan membawaperubahan yang sifatnya positif dan negatif.Sedangkan, apabila perubahan tersebut bersifatnegatif akan membuat hidup individu menjadisemakin tidak terarah dan terus mengalamiketidakpastian karena dari individu tersebuttidak bisa mengendalikan dirinya sendiri untuk tidak mengikuti perubahan tersebut.
 
Perubahan tersebut tidak hanya terjadi dikota saja, namun di daerah desa jugamengalami perubahan. Namun perubahan yangterjadi di desa tidak seperti perubahan yangterjadi di kota. Perubahan ini sifatnya adalahperubahan budaya yang memang sudahmengalami pergeseran dalam halpenggunannya, Seperti pemakaian jilbab. Jilbabdalam arti sebenarnya merupakan sebuahpakaian panjang dan lebar yang digunakanuntuk menutup bagian tubuh perempuan yangmenonjol agar tidak terlihat oleh lawan jenisatau yang disebut dengan bukan mukhrim dalamajaran agama islam. Seiring dengan kemajuantekhonologi pemakaian jilbab serta bentuk  jilbab sudah mengalami perubahan ini Hal initerjadi di sekolah SMA Negeri 1 Baureno Kec.Baureno Kab. Bojonegoro. Kemajuan teknologiselalu identik dengan modernisasi yangmembuat merk atau para siswa merubahpemakaian jilbab tersebut, sehingga sudah tidak sesuai dengan aturan pemakaian jilbab yang diajarkan oleh agama. Karena, dalam ajaranagama jilbab itu di gunakan untuk menutupaurat perempuan supaya tidak terlihat olehlawan jenis agar tidak menimbulkan nafsu bagiyang melihatnya. Namun sebuah duniamodernisasi sudah merubah semuanya menjaditidak sejalan dengan apa yang sudah di ajarkanagama.
 
Banyak orang berbondong-bondong inginmemakai jilbab hanya karena ingin mengikutimodel, bukan karena mereka inginmenunjukkan simbol agama islam yang dianutnya. Dapat kita lihat orang memakai jilbabtapi pakaianya ketat dan bentuk lekuk tubuhnyasangat kelihatan sekali, sehingga orang yangmelihatnya pasti akan terkesan tidak menghargai orang tersebut dan sebaliknyamalah akan di lecehkan. Pemakaian jilbab yangsepertinya sudah menjadi budaya ini dapat kitalihat dalam lingkungan pendidikan yaitu,sekolah. Jilbab seakan-akan bukan lagi sebuahpakaian yang sakral dalam ajaran agama yangpemakaianya identik dengan seorang yangbenar-benar taat beragama dan mengertibagaimana jilbab itu sendiri bagi orang yangmemakainya. Semua orang bisa memakai jilbabdengan sesuka hatinya, tanpa memperhatikanbagaimana sepantasnya jilbab itu dipakaidengan pakaian yang pantas di gunakan untuk orang yang memakai jilbab. Karena, mereka
 
Paradigma. Volume 01 Nomor 01 2013memaknai jilbab itu sebagai aksesoris yang bisamempercantik dirinya. Masyarakat memandangbahwa orang yang memakai jilbab selalu identik dengan orang yang mempunyai perilaku sopandan taat beribadah. Apalagi, hal ini terjadi padalingkungan yang masyarakatnya masih beradadi pedesaan. Pemikiran orang desa sangatberbeda sekali dengan orang kota. Orang kotaberfikir bahwa orang yang memakai jilbab itusama saja dengan orang yang tidak memakai jilbab.Banyak orang memakai jilbab bukan karenaingin menutup auratnya, namun lebih kepadamengikuti trend yang sedang masuk dalamkehidupan mereka yang sudah terpengaruh olehajaran-ajaran yang bisa membuat mereka lupaakan segala yang diajarkan oleh agama yangdianutnya. Hal ini karena mereka memakai jilbab hanya atas dasar keinginan sesaat danbukan didasarkan oleh ajaran agama, yangmemang mengajarkan bahwa jilbab itu pakaianwanita yang berbentuk lebar sehingga bisamenutupi aurat kaum perempuan. Namun padasaat ini anak-anak Sekolah pada saat ini lebihmemandangnya sebagai sebuah kain yangsiapapun bisa memakainya, yang terpentingbuat mereka jilbab itu bisa membuat merekatampil lebih cantik di mata lawan jenis ataumasyarkat sekitar. Pemakaian jilbab tergolongrasional. Para siswi SMA Negeri 1 Baureno disaat malas untuk memakai jilbab, mereka bebasuntuk melepas jilbab tersebut. Sehingga,mereka tidak sepenuh hati ingin menutup auratyang sesuai dengan ajaran agama, bahwasannya jilbab mempunyai manfaat untuk menutupaurat. hukumnya bagi kaum wanitamemakainya.Pada saat di sekolah saja merekamemakai jilbab, namun di luar lingkungansekolah mereka kebanyakan tidak memakai jilbab. Hal ini disebabkan karena era globalisasiyang semakin masuk dalam kehidupan parasiswi tersebut.Seiring dengan perkembangan zaman dankemajuan tekhnologi kehidupan manusiasemakin dikendalikan oleh arus globalisasi.Tanpa mereka sadari bahwa semakin dia masuk dalam arus tersebut, maka semakin dia tidak bisa lepas dari pengaruh tersebut. Seperti halnyadalam trend pemakaian jilbab di kalangan anak SMA. Meskipun sekolah tersebut bukan sekolahberbasic agama, Pada umunya siswinyamemakai jilbab tidak di pakai setiap hari,namun hanya di pakai pada saat di sekolah saja.Di luar lingkungan sekolah mereka sudahmelepas jilbab tersebut, sehingga terkesanbahwa jilbab hanya sebagai mediamempercantik diri.Berdasarkan pemikiran diatas, makarumusan masalah yang akan di angkat dalampenlitian ini adalah “Makna Budaya Berjilbab diKalangan Siswi (Fenomenologi Jilbab di SMANegeri 1 Baureno Kec. Baureno Kab.Bojonegoro)?”
 METODE
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.Metode kualitatif merupakan pendekatan yangmelihat fenomena-fenomena yang terjadi dikehidupan masyarakat dan meneliti tentangmasalah-masalah sosial yang terjadi dimasyarakat. Metode Kualitatif ini menurutBogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3)merupakan sebuah prosedur penelitian yangmenghasilkan data-data yang di teleti berupagambar, kata-kata tertulis maupun lisan dariorang-orang yang diamati. Penelitian kualitatif bertujuan memahami fenomena tentang apayang dialami oleh subjek penelitian. Pada suatukonteks khusus yang alamiah dan denganmemanfaatkan berbagai metode ilmiah. Asumsidari penelitian kualitatif adalah perilaku terikatkonteks dalam kenyataan sosial dan tidak bisadireduksi menjadi variabel-variabel yang samadengan kenyataan fisik (Burhan,2004:35).Metode kualitatif pada penelitian inimenggunakan pendekatan fenomenologi.Pendekatan fenomenologi merupakanpandangan berfikir yang menekankan padafokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan intrepretasi-interpretasi manusia(Hamid,2005:45)
.
Penelitian dalam pendekatanfenomenologi berusaha memahami artiperistiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang yang berada dalam situasi-situais tertentuyang mempunyai ide, budaya dan nilai.Fenomenologi ini di fokuskan pada perspektif Alfert Schult yang menekankan adanyahubungan antara pengetahuan dengan perilakumanusia sehari-hari (Alain,2008:45). Tindakanmanusia di dasarkan karena adanya “
because
 
Makna Budaya Berjilbab di Kalangan Siswi
motive
”(motiv sebab) dan “
in order tomotive
”(motif tujuan yang di capai).Penelitian ini mengambil lokasi di SMANegeri 1 Baureno Kec. Baureno Kab.Bojonegoro karena hampir semua siswinyamemakai jilbab pada saat di sekolah. padahalsekolah tersebut basicnya bukan sekolah agama.Selain itu, sekolah ini adalah sekolah yangletaknya masih tergolong di desa namun parasiswinya sudah mengalami perubahan seiringdengan zaman modernisasi saat ini. Kebanyakanpara siswanya dulunya adalah lulusan darisekolah negeri yang basicnya bukan sekolahagama. Dari sinilah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di lokasi ini.Waktu penelitian dilaksanakan untuk mengetahui makna budaya berjilbab ini adalahpada bulan februari tahun 2012 sampai denganbulan agustus 2012. Hal ini di lakukan agarpeneliti mendapatkan data valid. Untuk mendapatkan data tersebut, peneliti melakukanwawancara dengan subyek penelitian.Wawancara tidak di lakukan setiap hari, denganalasan agar subyek yang di wawancarai tidak bosan dan jenuh dengan peneliti. Jadi untuk menghindari hal tersebut peneliti melakukanwawancara satu minggu 2-3 kali. Selain disekolah peneliti juga mendatangi rumahinforman tersebut.Subyek penelitian ini adalah para siswikelas XI. Pada awalnya peneliti akanmengambil subyek penelitian dari kelas Xsampai dengan kelas XII, namun kelas XIIsudah fokus pada UAN (Ujian Akhir Nasional).Setelah itu peneliti mencari informasi lagitentang siswi perempuan antara kelas X dankelas XI yang memakai jilbab. Ternyata setelahmendapatkan data tentang siswa kelas X dankelas XI, kebanyakan yang memakai jilbabadalah kelas XI. Berdasarkan data tersebutpeneliti memilih untuk mengambil subyek siswikelas XI yang memakai jilbab. Penelitimengambil
Key
 
informan
dari penelitian ini.Dengan pertimbangan
key informan
ini adalahsalah satu siswi SMA Negeri 1 Baureno yangmemang memakai jilbab, yang sebelumnyasudah kenal dengan peneliti. Sebelum datang kesekolah tersebut, peneliti sudah menanyakanterlebih dahulu, yang tidak lain adalah
Keyinforman
dalam penelitian ini. Jadi dari sinilahpeneliti bisa mengetahui lebih jelas tentang latarbelakang dan tempat tinggal
informan
yangmenjadi subyek penelitian. Sedangkan,informan dari pimpinan sekolah dan guru dipilih secara
purposive
karena jumlahnyaspesifik dan terbatas. Peneliti memilih kepalasekolah dan salah satu guru yang sudah lamamengajar di sekolah tersebut karena untuk menggali data tentang pemakaian jilbab danlatar belakang sekolah.Penelitian ini peneliti menggunakan subyek berjumlah 7 orang. Dimana terdiri dari 5 siswidan 2 dewan guru. Alasan mengapa subyek hanya mengambil 5 siswi dan 2 guru, karenasebelumnya subyek sudah memilih 10 informanyang akan di wawancarai. Namun setelahwawancara berjalan dan sudah dilakukanternyata hasil yang didapat atau data yangdiperoleh sudah jenuh dengan adanya 5informan tersebut. Dengan kata lain datatersebut sudah mengalami kejenuhan dan tidak perlu lagi untuk di pertanyakan dengan jumlahinforman yang banyak. Pemilihan 2 dewan gurusebagai informan, karena untuk menggaliinformasi tentang profil sekolah yang jugadibutuhkan untuk deskripsi lokasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi, fildnote, mengumpulkan berbagaidokumen baik itu yang berupa tulisan ataupungambar.Awal mulanya peneliti memilih subyek sekaligus
key informan
, karena dia jugamerupakan salah satu anak yang juga memakai jilbab dan kebetulan juga tetangga rumah yangdekat dengan peneliti. Setelah peneliti sudahlebih dekat lagi dengan informan akhirnyapeneliti pun mencari informan yang lainnyamelalui informan awal yang sekaligus
keyinforman
. Akhirnya peneliti selalu melakukankomunikasi melalui
handphone
(telepon seluler)baik melalui sms ataupun telephone.Komunikasi berjalan dengan lancar.Sebelumnya peneliti juga sudah mendatangisekolah SMA Negeri 1 Baureno untuk memintaijin melakukan penelitian di sekolah tersebut.Perijinan didapat sangat mudah, karena penelitiadalah alumni dari SMA tersebut. Jadi denganmudah pula peneliti masuk dalam lingkungansekolah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->