Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGARUH  PENERAPAN METODE JARIMAGIC TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TUNARUNGU KELAS III SDLB-B KARYA MULIA I SURABAYA

PENGARUH  PENERAPAN METODE JARIMAGIC TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TUNARUNGU KELAS III SDLB-B KARYA MULIA I SURABAYA

Ratings: (0)|Views: 135|Likes:
Published by Alim Sumarno
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : MARULI ANDRIA PUSPASARI,
http://ejournal.unesa.ac.id
Jurnal Online Universitas Negeri Surabaya, author : MARULI ANDRIA PUSPASARI,
http://ejournal.unesa.ac.id

More info:

Published by: Alim Sumarno on Feb 02, 2013
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2014

pdf

text

original

 
PENGARUH PENERAPAN METODE JARIMAGIC TERHADAPHASIL BELAJAR SISWA TUNARUNGU KELAS III SDLB-B KARYAMULIA I SURABAYA
Maruli Andria Puspasari
Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya
 Lack of auditory functioning in students with hearing impairment caused delayed language development and contributes to the understanding of hearing impairment childrenon the subject matter, including the math multiplication on the count operation. Arithmeticmultiplication operation is as important as other arithmetic operations that children need tolearn in order to solve problems in daily life. In the completion of the count operation of abstract multiplication for hearing impairment children need special methods that suitable for the needs.The purpose of this study was to determine the effect of the application of the method  fingermagic on multiplication learning outcomes of hearing impairment students in third gradeSDLB-B Karya Mulia I Surabaya
. 
Conclusion the ZH value = 2.08> 1.98, then the result can be concluded Ho isrejected and Ha accepted or there is significant influence between the application of  fingermagic methods to multiplication learning outcomes of students with hearingimpairment SDLB-B Karya Mulia I Surabaya.Keywords: fingermagic, learning outcomes, students with hearing impairment 
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di SekolahDasar. Banyak siswa yang memandang matematika sebagai mata pelajaran yang paling sulit.Walau demikian matematika harus dipelajari karena matematika merupakan sarana untuk memecahkan masalah berhitung dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalambahasa,membaca dan menulis ( Abdurrahman dalam Bandi 2009:1).Banyak siswa yang beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulitdan membosankan, namun di satu sisi beberapa siswa menilai bahwa matematika adalah matapelajaran yang asyik dan menantang. Ada beberapa faktor tertentu yang mendasari pemikiransiswa terhadap mata pelajaran matematika. Pada umumnya siswa menyukai matematikakarena faktor pola pengajaran guru atau orang tua yang menyenangkan dan kreatif.Sebaliknya, siswa tidak suka belajar matematika karena malas menghafal sehingga nilainyamenjadi jelek kemudian timbul trauma pada matematika. Selain itu kebanyakan para siswakurang menyukai proses yang sistematis,mereka lebih suka cara praktis. Salah satu yangdipelajari dalam matematika yaitu operasi hitung. Operasi hitung yang dimaksud yaitupenjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Yang diteliti dalam penelitian iniadalah operasi hitung perkalian.Perkalian merupakan operasi dasar berhitung utama yang harus dipelajari oleh siswasetelah mereka mempelajari operasi penambahan dan pengurangan. Perkalian adalahpenjumlahan berulang dengan angka yang sama. Operasi perkalian yang terdapat pada matapelajaran matematika pada sekolah dasar, termasuk di sekolah luar biasa untuk siswa
 
tunarungu yang kurang memahami hal-hal yang bersifat abstrak. Hal ini ditegaskan pula olehRuntukahu yang menyebutkan bahwa operasi perkalian sama dengan operasi hitung lainnyayang perlu dipelajari agar anak dapat memecahkan masalah berhitung dalam kehidupan nyata(1996:109). Dilihat dari usia perkembangan kognitif, siswa SD masih terikat pada objek konkret yang dapat ditangkap oleh panca indera. Dalam pembelajaran matematika yangabstrak, siswa memerlukan alat bantu berupa media dan alat peraga yang dapat memperjelasmateri yang diberikan guru. Hal ini diperkuat oleh Ruseffendi yang menyatakan bahwa dalammenyelesaikan soal perkalian sebelum sampai pada angka-angka (model simbol) diperagakandulu model kongkrit atau model gambarnya,baru kemudian di ubah dalam simbol (1990 : 38).Tujuannya yaitu agar siswa dapat memahami kalimat matematika yang ditulis dengan simboltersebut.Menurut Somantri (2007:93) mengatakan bahwa tunarungu diartikan sebagai suatukeadaan kehilangan pendengaran yang mengakibatkan seseorang tidak dapat menangkapberbagai rangsangan dengar. Kurang berfungsinya indera pendengaran yang dialami anak tunarungu merupakan faktor utama minimnya pemahaman anak tuna rungu terhadap materipelajaran, termasuk pada mata pelajaran matematika mengenai operasi hitung perkalian.Sebagian siswa tunarungu mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal perkalianmatematika, selain itu siswa tunarungu yang mampu menyelesaikan soal perkalian merekabosan dengan cara penyelesaian yang lama.Siswa tunarungu mengalami hambatan dalam memahami hal-hal yang bersifat abstrak karena keterbatasan persepsi dengarnya. Hal ini yang menyebabkan siswa tunarungumengalami kesulitan menyelesaikan soal-soal matematika yang bersifat abstrak. Diperkuatoleh pendapat Soedjadi dalam Heruman (2010:1) bahwa beberapa karakteristik yang dimilikiilmu matematika yang perlu diketahui dan salah satunya adalah obyek yang dipelajari bersifatabstrak. Pembelajaran matematika yang baik adalah dimulai dari hal yang konkret menujuyang abstrak (konkret, semikonkret, semi abstrak,abstrak).Jarimagic diajarkan pada siswa tunarungu agar anak merasa senang mengadakankontak fisik dengan jari-jarinya, dimana jarimagic merupakan teknik berhitung yangmenyenangkan karena sifatnya yang teratur, sistematis, logis serta dinamis. Maksud jarimagic diajarkan kepada siswa yaitu anak diajak belajar sambil bermain denganmenggunakan jari-jarinya sendiri yang asyik dan menyenangkan.Dengan hambatan yang dialami siswa tunarungu dalam memahami hal yang bersifatabstrak,yang dalam hal ini perkalian matematika, serta pemahaman tentang materi yangdiberikan dalam kegiatan belajar mengajar maka secara tidak langsung akan mempengaruhihasil belajar anak tunarungu. Hasil belajar merupakan hasil yang dicapai dalam penguasaanmateri dan ilmu pengetahuan yang merupakan suatu kegiatan menuju terbentuknyakepribadian yang berkarakter. Pembelajaran yang berkarakter dalam hal ini misalnya siswamau mencoba mengerjakan soal ke depan, siswa gigih dalam mengerjakan soal yangdiberikan guru, serta teliti dalam menyelesaikan soal perkalian.Bila dilihat secara fisik,siswa tunarungu tidak berbeda dengan siswa normal lainnya.Mereka tidak memiliki masalah dalam menulis dan melihat,bedanya yaitu padaperkembangan bahasanya. Bahasa matematika tidaklah sama dengan bahasa konvensional.Sifat bahasanya praktis dan mudah dipahami. Hal itulah yang menjadikan peneliti yakinbahwa jarimagic mudah dipahami dan praktis. Siswa normal dapat menyerap informasi yangdidengarnya, sedangkan siswa tunarungu kesulitan menyerap informasi yang didapat darilingkungannya karena hambatan pada pendengarannya. Anak menyerap segala yangdidengarnya dan segala sesuatu yang didengarnya itu merupakan suatu latihan berpikir,dalam penelitian ini dengan bahasa matematika akan melatih siswa untuk berfikir praktis.Akan tetapi, hal tersebut tidak dialami oleh siswa tunarungu maka peneliti memasukkanbahasa matematika dalam operasi hitung. Disamping itu, bahasa merupakan kunci masuknya
 
berbagai ilmu pengetahuan sehingga keterbatasan dalam kemampuan berbahasa menghambatsiswa tunarungu untuk memahami berbagai pengetahuan lainnya.Dari hasil pengamatan data lapangan di SDLB-B Karya Mulia I Surabaya melaluiobservasi, ditemukan bahwa hasil belajar yang diperoleh dalam mata pelajaran matematikadalam hal perkalian masih belum memuaskan. Hal ini dapat dilihat melihat rata-rata nilaiulangan harian matematika dengan materi perkalian kelas III yaitu 66,sedangkan batasminimum yang ditentukan sekolah 70. Dalam pembelajaran siswa dalam menyelesaikanperkalian matematika masih menggunakan penjumlahan beruntun sehingga memerlukanwaktu yang lama dalam penyelesaian soal perkalian. Mereka kurang mampu menerima danmemahami konsep dari materi pembelajaran tanpa adanya metode pembelajaran khusus.Metode
 jarimagic
belum diterapkan di SDLB-B Karya Mulia I Surabaya khususnya dibidangmata pelajaran matematika,sebelumnya pernah menggunakan metode jarimatika namunbelum mendapatkan hasil yang memuaskan karena materi yang diberikan langsung padaperkalian diatas bilangan 6 dan posisi jari berubah-ubah sehingga siswa cepat lupa.Berdasarkan teori dan fakta dilapangan maka perlu dilakukan penelitian ulang danmengembangkan penemuan-penemuan yang sudah ada,maka peneliti akan melakukan
 penelitian tentang “Pengaruh Penerapan Metode Jarimagic Terhadap Hasil Belajar Perkalian
Siswa Tunarungu Kelas III SDLB-
B Karya Mulia I Surabaya”.
 
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif karena data yang digunakan berupa angkamatematis. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, khususnya jenispenelitian pra-eksperimen. Dalam rancangan pra eksperimen berupaya untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat hanya dengan cara melibatkan satu kelompok subyek. Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan desain “
one group pre test post test design
”. Yakni sebuah penelitian eksperim
en yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpamenggunakan kelompok control atau pembanding. Satu kelompok akan diberi pre test,intervensi dan post test dengan waktu yang ditentukan. Menurut Arikunto (2006 : 85), desainpenelitian one group Pre-test adalah 0
1
 
 – 
X - 0
2
. Tes yang dilakukan intervensi (0
1
) disebutpre-test, tes yang dilakukan sesudah intervensi (0
2
) disebut post-test. Perbedaan antara (0
1
)dan (0
2
) yaitu 0
1
 
 – 
0
2
diasumsikan sebagai efek dari eksperimen yang dilakukan ataupemberian treatment.Menurut Arikunto, (2006 : 85) rancangan
one group pretest posttest design
dengangambaransebagai berikutProsedurnya O
1
= pre tes untuk mengukur hasil prestasi belajar sebelum subyek `menggunakan metode jarimagic dalam penyelesaian soal perkalian matematika. X =intervensi atau pemberian perlakuan menggunakan metode jarimagic untuk meningkatkanhasil belajar siswa dalam penyelesaian soal perkalian matematika O
2
= post tes untuk mengukur hasil prestasi belajar setelah subyek menggunakan metode jarimagic dalampenyelesaian soal perkalian matematikaAdapun lokasi dalam penelitian ini yakni SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya. Sampelpenelitian yang diambil yakni 6 siswa tunarungu kelas III SDLB-B Karya Mulia 1 Surabaya.Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampel yang artinyasampel dipilih berdasarkan maksud dan tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh metodeO
1
X O
2
 Pre-test Perlakuan Pos-test

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->