klien-lah yang sebaiknya mengajukan hal-hal yang ingin diketahui. Memang adabeberapa tebaran kartu yang dirancang untuk melihat secara global jalan kehidupankita. Akan tetapi bila klien lebih terbuka kepada si pewacana, maka masalah atau jalan yang tengah dihadapi oleh klien dapat didiskusikan dengan lebih baik. Denganbertukar-pikiran antara klien dan pewacana Tarot, maka hasil pewacanaan akan lebihakurat dapat dipertanggung-jawabkan.Mengungkapkan pertanyaan untuk dijawab melalui Tarot juga tidak bisasembarangan.
Arahkan pertanyaan kepada suatu hasil yang positif. Akan lebihbaik lagi jikalau pertanyaan yang diajukan lebih bersifat proaktif.
Misalnya,daripada bertanya, “Bagaimana hasil ujian saya nanti?” lebih baik bertanya, “Apa yangharus saya lakukan agar ujian bisa ditempuh dengan baik?”. Dengan demikian sipenanya tidak sekedar “pasrah menunggu “nasib”, melainkan juga berusaha untukmeraih apa yang diinginkan. Inilah intisari dari bermain Tarot.Perlu diperhatikan juga, agar meletakkan diri sendiri sebagai subjek pertanyaan.
Kurang etis rasanya menanyakan tentang orang lain pada saat kitaberwacana Tarot.
Walaupun orang yang kita tanyakan tersebut adalah orang-orangdekat yang menjadi perhatian kita. Terlebih lagi jika orang yang kita tanyakan tidaktahu atau tidak mau menjadi subjek pewacanaan. Alih-alih bertanya, “Bagaimanakehidupan anak saya nanti?”, bukankah lebih baik bertanya, “Bagaimana saya bisamembimbing anak saya dengan lebih baik lagi agar kelak hidupnya mandiri?”
Terhadap hasil pewacanaan pun kita harus awas.
Seyogyanya, kita tidak mudahterprovokasi oleh hasil pewacanaan. Harus disimak lebih baik secara menyeluruh apayang dikatakan melalui kartu. Jika dikatakan akan memperoleh rejeki, janganberhenti di situ saja. Cobalah kita gali lagi informasi yang lebih dalam. Contohnya,dari mana rejeki itu datang, dari perniagaan, bonus, atau warisan.Terkadang di dalam bermain Tarot, kita memperoleh hasil pewacanaan yang buruk.Jangan panik bila mendapatkan hasil yang negatif. Pahamilah terlebih dahulu apayang menyebabkan suatu kejadian negatif. Kalau masih bisa disiasati, mengapa tidakberusaha menghindari kejadian itu. Kita bisa mencoba untuk mendapatkan jalankeluar yang rasional tentunya untuk setiap masalah yang kita hadapi.
Leave a Comment