Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TEORI NEUROSAINS

TEORI NEUROSAINS

Ratings: (0)|Views: 3 |Likes:
Published by Fajar Rudy Qimindra

More info:

Published by: Fajar Rudy Qimindra on Feb 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/02/2014

pdf

text

original

 
TEORI NEUROSAINS
1.
 
Sejarah Perkembangan Neurosains
 
 
Neurology
dimulai ketika
Cajal, ilmuwan Spanyol
(
pemenang Nobel 1906
/ menemukan 4doktrin Neuron sbb:
a. Sel saraf, sebagai unit sinyal
dan blok pembentuk dasar otak disebut neuron. Neuron terdiridari dendrite, badan sel dan axon. Dendrit adalah tunas dari badan sel yang menerima sinyaldari sel lain. Badan sel berupa selaput ( membrane) yang berisi nucleus
( DNA ).
Axon yang
 
terbentuk garis panjang dari badan sel adalah elemen yang menyampaikan informasi dendritesel lain melalui terminal axon.
b.
 
Terminal axon
menyampaikan informasi kedendrit sel lain di sinepsi, yaitu celah antara axondengan dendrite sel lain. Sinepsi sebelum celah disebut presinaptik, dan sesudahnya disebutpost sinaptik.
c.
 
Neuron
membentuk sinapsis dan berkomunikasi dengan sel saraf tertentu saja.
d.
 
Sinyal dalam neuron
berjalan kesatu arah saja, yaitu dari dendrit ke badan sel,
axon,
 
presinaptik
, menyeberang celah
sinaptik
, dan
dendrite
sel beikutnya. Selanjutnya ditemukanbahwa neuron terdiri dari neuron (syaraf) sensorik, yaitu yang menerima rangsangan dari luar,neuron motorik, yang mengendalikan kegiatan kegiatan sel otot, dan interneuron, yang menjadiperantara diantara kedua neuron.
Charles Sherrigon
menemukan bahwa neuron tidak hanya dapat bersifat aktif (mengirimkan sinyal 0, tapi juga ada yang menggunakan terminal untuk menghentikan selpenerima menyampaikan informasi, atau bersifat penghambat(inhibitory), sehingga tindakan system syaraf ditentukan oleh integrasi kedua hal ini.
Selanjutnya Luigi Galvani
( 1971 ) dan kemudian
Herman Von Helmhotz ( 1859)
menemukan bahwa terdapat aktivitas listrik pada sel-sel otot binatang dan bahwa axonmenggunakan listrik sebagai alat untuk menyampaikan informasi sensorik dari luar ke spinalcord ( urat syaraf tulung belakang ) dan otak perintah dari otak ke otot. Pengukuran Helmhotzmenunjukan bahwa kecepatan kawat metal menunjukkan bahwa kecepatan kawat metalmenyampaikan pesan ( sinyal ) 186 ribu / detik sedangkan axon 90 kai/detik, namun bersifataktif, untuk memastikan bahwa sinyal akan sampai dan tidak menurun kekuatannya. Hal inidisebut potential atau energi potensial.
Edgar Douglas Adrian
( pemenang Nobel 1932 dengan Sherrigon ) menemukan bahwabentuk, amplitude dan kekuatan energi potensial yang dihasilkan satu sel syaraf adalah sama,yang membedakannya hanya insensitasnya. Dengan demikian suatu stimlus yang kuat dariinfosensorik akan meningkatkan jumlah energi potensial perdetik.
Bernstein ( 1920
 
)
menunjukan bahwa energi potensial ditimbulkan oleh perbedaan ionantara yang terdapat di dalam dan diluar selaput sel, karena selaput sel memiliki saluran (channel ) yang memungkinkan ion potassium positif mengalir dari dalam sel dalam membranekeanykan ion negative.Bedasarkan penelitian terhadap neuron cumi,
Alan Hodgkin
dan
Huxley
( pemenangNobel 1963 ) dan
Katz
 
menemukan baha energi potensial terbentuk karena masuknya ionsodium positif mengubah voltase internal sel dan menghasilkan upstroke, pada saat hampir sama saluran potassium terbuka dan ion potassium kelur dari sel, menhasilkan downstrokesehingga sel kembali pada voltase semula. Setiap energi potensial menjadi sel punya lebihbanyak sodium di dalam , namun dikurangi dengan adanya protein yang mengangkut kelebihanion sodium keluar. Setiap energi potensial menghasilkan aliran yang mengatifkan wilayahsebelahnya secara berantai, dengan cara ini maka sinyal dari pengalaman isual, motorik, pikiranatau memori dikirim dari satu neuron lainnya.Pada Oktober 2004, sekelompok ahli yang menekuni riset-riset otak berkumpul disebuahpegunungan, didharmasala India. Ini bukan pertemuan biasa, sekalian dilakukan dalam bentukdiskusi ringan sebari rekreasi . Pesertanya bukan orang sembarangan ahli otak kelas duniaberkumpul membicarakan lihwal tentang otak,terutama kaitannya dengan meditasi danrileksasi.pertemuan tersebut membicarakan topic perihal neuroplastisitas adalah kemampuansel-sel saraf mengubah diri. Ini adalah soal kapasitas otak untuk berubah, baik karena pengaruhsengaja dari luar maupun karena perubahan metabolisme dalam otak .
 
Menurut Balai lama, yang kemudian disetujui oleh para periset yang meneliti soal itu,otak bukanlah elemen tubuh yang statis, yang sudah jadi sehingga tidak bias berubah.
Persoalannya kemudian adalah apa yang dapat dilakukan untuk dapat mengubah “ mesinsupercanggih” ini
perubahan otak tidak mungkin terjadi tanpa intervensi serius, sistematis, danterutama latihan-latihan mental. Potensi otak untuk berubah sangat tak terbatas , bahkan bolehdikatakan tidak terukur.Pada saat yang hampir bersamaan, di laboratorium Biomolekul Fakultas KedokteranUGM Yogyakarta, pernah dilakukan penelitian dalam bidang neuronatomi (
Neurosains
).Otak dalam skala kecil , yakni bagaimana stress mempengaruhi otak. Peneliti pernah melihatapa yang terjadi pada otak tikus putih (
Rattus norvegicus )
setelah dipaparkan stress dalam
 
 jangka waktu tertentu. Yang saya lihat adalah perubahan pada jumlah
“ penerima
 
( istilahilmiahnya : respoter) dari zat penhantar informasi di otak
( istilah ilmiahnya : Neuorotranmitter)
yang bernama dopamine, sudah jadi pakem dalam brainsains bahwa informasi dapat berlanjutdi otak karena adanya perikatan antara respoter dan neurotransmiternya. Setiapneurotransmitter memiliki reseptor khusus, bahkan sebuah resepoter pun meiliki berbagai varianyang berbeda dengan yang ada dibagian yang lain tubuh, seperti pada pembuluh darah . Nah,perbedaan variasi resepoter inilah yang membedakan efek dari sebuah neurotransmitter.Bagian-bagian otak tidak saja berbeda dalam bentuknya, tetapijuga kandungan bahanorganiknya, tetapi juga kandungan bahan inorganic didalamnya. Misalnya ,ada zat bernamaenzim yang ada pada satu tempat, tetapi tidak ada pada tempat yang lain.Oleh karena itu, sekalipun yang sama karena pengaruh enzim ini, hasil akhir akanmenjadi lain. Perbedaan enzim, reseptor, neuorotransmiter, dan segala zat kimia otak inilah yangmembedakan otak saya dan anda, antara otak sehat dan otak sakit, antara normal dannirnormal. Dalam brainsains, anda dan saya berbeda secara bermakna pada kadar zat-zat ini.Terlebih spesifik pada gen yang mengode zat-zat ini.Sekalipun secara makroanatormi otak kitatampak sama .Dari penelitian sederhana yang dilakukan, peneliti menjumpai adanya perbedaanbermakna dalam kadar resptor antara tikus yang diberi stresor dan tikus yang enjoy tanpastresor . Ringkasnya, intervensi dari luar ( berupa stresor ) sanggup mengubah struktur otak,terutama pada kadar resepter dan neurotransmitter. Kita,boleh jadi tidak menemukanperubahan bermakna pada otak yang dibedah sekalipun berasal dari dua orang yang berbeda,antara orang sakit dan orang sehat , antara orang Jawa dan Jawa-Tondano ( salah satu suku diMinahasa ), antara 2 ekor tikus sehat yang disayat-sayt otaknya.Perubahan pada otak memang terjadi pada level miskropik, yang hanya dapat diamatidengan alat dan cara
khusus. Saya, misalnya menggunakan “cat” khusus
 
(istilah ilmiahnya: catimunohistokimia )
yang dibeli di Jepang Karen atidak dijual di Indonesia ( untuk diketahui :
 
setetes”cat” ini
harganya lebih dari dua juta rupiah). Oleh karena itu, jangan heran jika orangsehat dan tidak sehat relative memiliki struktur makro yang sma. Plastistas otaklah yangmembedakan bagaimana dank e mana otak kita berubah .Harapan , keinginan, dan kemampuan pun dapat mengubah struktur otak kita. Sebuahriset yang dilakaukan pada kera-kera Afrika membukti hal ini . Para periset mengukur kadar zatkimia otak bernama serotonin, pada kera-kera yang direkayasa menjadi pemimpin dan anakbuah dalam satu kelompok kecil kera Afrika. Apakah status social bisa mengubah serotonin otak? Pemempin kelompok memiliki kadar serotin tinggi, sementara para pengikutnya rendah,Namun, ketika struktur kepemimpinan itu fikocok, dibikin sebaliknya, maka kadar serotin punberubah mengikuti perubahan status. Kera-kera ini menjadi agresif dan berkelahi satu samalainnya. Anda bisa bayangkan bagaimana jadinya kera yang dahulu dianggap bos kini menjadianak buah, dan dahulunya anak buah kini menjadi bos ( tidak usah heran kalau ada pejabatyang dicopot dari jabatannya tiba-tiba menjadi gampang marah, sangat sensitif ,mudah curigadan agresif ,tidak heran jua kalau ada orang-orang biasa yang berjiwa keras, agresif dan mudahtersinggung, kemudian menjadi sedikit tenang, sedikit agresif, dan sedikit pemarah ketikamenjadi pemimpin atau orang kaya.
3.Bagaimana Otak Bekerja
 Otak bekerja dengan menggunakan prinsip sirkuit, bukan kerja sendiri. Sebuah fungsidapat terjadi karena semua bagian otak bekerja dalam sebuah sirkuit canggih. Setiap bagian
 
menyumbang kelebihannya masing-masing dalam sirkuit ini. Misalnya, fungsi spiritual dapatterjadi karena seluruh bagian otak memberikan sumbangsih dalam sebuah
“ sirkuitspiritual”
yang dapat melahirkan perasaan mistis atau perasaan tertentu yang berkaitan denganrasa damai dan nyaman. Oleh karena itu, sekalipun tersedia peranti otak untuk mengakses
kehadiran “
 
Tuhan
, kalau sirkuitnya tidak terbentuk,maka “
kehadiran “
itu juga menjadi tidakbermakna; bagaikan data yang tersebar disana-sini dan belum membentuk informasi,apalagipengetahuan. Sirkuit hanya akan terbentuk jika dia dirangsang terus melalui mekanismeplastisitas otak.Sirkuit otak bekerja dengan mengikuti prinsip-prinsip dibawah ini, yang berkembang dalamrentang waktu panjang kehidupan manusia ;
1. Prinsip resiprokal
. Setiap sel saraf meluas membentuk juluran-juluran (disebut juluran )ketika mereka bermigrasi, bahkan sebelum terjadi migrasi sel, pada saat awal-awal tumbuhmanusia. Migrasi sel saraf diarahkan oleh zat kimia khususnya untuk mencapai organ target.Pada otak dewasa, sirkuit-sirkuit ini dicirikan oleh hubungantimbal balik antara sel saraf.Beberapa sirkuit berhubungan secara langsung. Pada beberapa sel saraf lain, sirkuit itu terjadisecara langsung, tetapi melalui perantara saraf. Hubungan thalamus dengan korteks cerebrimerupakan contoh hubungan resiprokal..
2.
 
Hubungan bersifat konvergen atau divergen
. Disebut koneksi divergen bila penghantar iformasi berasal dari sebuah kelompok ( diskret ) menuju kesejumlah sel saraf yang tersebar dibeberapa tempat yang berbeda. Contoh system divergen adalah
lokus coeruleus 
 –
 
sekelompok sel saraf pembentuk zat kimia noradrenalin (sesuku dengan adrenalin ) yangada
 
dibatang otak yang mengirimkan julurannya ke korteks cerbri dan beberapa bagian yangkemudian memproyeksikan diri ke suatu sel saraf atau lokasi tertentu. Misalnya, juluran yangberasal darikonteks entorhinal dari korteks cerebri diproyeksikan ke korteks entorhinal yang adalobus temporal medius.
3. Susunan serial atau parallel atau keduanya
. Misalnya, masukan visual dari retina matamencapai otak dalam susunan serial dan parallel. Mula-mula masukan mata mencapai retina,kemudian menuju corpus geniculatum laterale, lalu ke korteks visual primer. Susunan ini bersifatserial. Dari korteks, visual kemudian disebarkan secara paralel tempat di otak. Susunan paralleluntuk daerah visual ini berkaitan dengan pemahaman apa yang dilihat dalam koteks gerak
(motion )
dan bentuk
(form).
 
Tiga komponen yang dilihat ini diproses secara paralel dikortekscerbri.
4. Fungsi-fungsi spesifik .
Daerah-daerah di otak di khususkan pada fungsi-fungsi tertentu.
 
Misalnya, kerusakan pada virus frontal interior kiri
( otak bahasa kiri
) mengakibatkan kerusakandalam produksi kata-kata. Namun, karena proses berbahasa adalah fungsi yang kompleks,maka kerusakan bahasa tidak hanya bergantung pada area ini saja . Koneksi divegen dankonvergen, serta tersusun serial danparalel, mungkinkanfungsi bahasa lain tidak terganggu.Karena itu, neuropsikiatris ( keluhan maupun gejala yang ditampilkan ) tidak bisa dilihat daridaerah otak saja, tetapi keseluruhan koneksi yang saling memengaruhi secara timbal balik.
4. Fungsi Kedua Belahan Otak 
 
No Otak Kiri Otak Kanan1 Bahasa Bentuk dan Pola2 Logika Daya Imajinasi / Visualisasi3 Detail Ritme dan Musik 4 Urutan Tahapan Intuisi5 Analisis Fakta Sintesa6 Pengaturan Emosi7 Perencanaan Interpersonal
Penggunaan Fungsi Otak dan Gaya Pemikiran yang distimulasikan
 Kiri Kanan-
 
Logis - Konseptual-
 
 Analistis - Idialitas-
 
Realitas - Visionari-
 
Faktual - Emosional

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->