Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Na nitrit dan Na thiosulfat sebagai antitidotum keracunan sianida

Na nitrit dan Na thiosulfat sebagai antitidotum keracunan sianida

Ratings: (0)|Views: 4,889 |Likes:
Published by septie

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: septie on Feb 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

 
MAKALAH TOKSIKOLOGINa Nitrit dan Na tiosulfat sebagai antidotum terhadap racun sianida
Di susun oleh :1.Afriandi B ( 0405001)2.Anif dian ayu L ( 0405010)3.Ardianto efendy ( 0405013 )4.Artin widiana( 1110408170)5.Choirunn nisak( 24.015 )
6.
Gresti K( 0406107 )7.Taufik ( 0406108 )8.Yunius albert ( 0406110 )9.Septiyana ( 0406109 )10.Ria M ( 0406105 )
 
PROGRAM STUDI S1 FARMASISEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI”SEMARANG 2008BAB ITINJAUAN PUSTAKASianida merupakan senyawa racun yang dapat mengganggu kesehatan serta mengurangi bioavailabilitas nutrien di dalam tubuh. Selain di dalam ketela pohon dan kacang koro; sianida juga sering dijumpai pada daun salam, cherry, ubi, dan keluarga kacang–kacangan lainnya sepertikacang almond. Sianida merupakan racun yang bekerja cepat, berbentuk gas tak berbau dan tak  berwarna, yaitu hidrogen sianida (HCN) atau sianogen khlorida (CNCl) atau berbentuk kristalseperti sodium sianida (NaCN) atau potasium sianida (KCN). Racun ini menghambat sel tubuhmendapatkan oksigen sehingga yang paling terpengaruh adalah jantung dan otak.Selain dari makanan, sianida juga dapat berasal dari rokok, bahan kimia yang digunakan pada proses pertambangan dan sumber lainnya, seperti pada sisa pembakaran produk sintesisyang mengandung karbon dan nitrogen seperti plastic yang akan melepaskan sianida. Pada perokok pasif dapat ditemukan sekitar 0.06 µg/ml sianida dalam darahnya, sementara pada perokok aktif ditemukan sekitar 0.17 µg/ml sianida dalam darahnya. Hidrogen sianida sangatmudah diabsorpsi oleh paru, gejala keracunan dapat timbul dalam hitungan detik sampai menit.Jika gas hidrogen sianida terhirup sebanyak 50 ml (pada 1.85 mmol/L) dapat berakibat fataldalam waktu yang singkat).Masuknya sianida ke dalam tubuh tidak hanya melewati saluran pencernaan tetapi dapat juga melalui saluran pernafasan, kulit dan mata. Yang dapat menyebabkan keracunan tidak hanyasianida secara langsung tetapi dapat pula bentuk asam dan garamnya, seperti asam hidrosianik 
 
sekitar 2,500–5,000 mg.min/m3 dan sianogen klorida sekitar 11,000 mg.min/m3 (Utama, 2006).Gejala yang paling cepat muncul setelah keracunan sianida adalah iritasi pada lidah danmembran mukus serta suara desir darah yang tidak teratur. Gejala dan tanda awal yang terjadisetelah menghirup HCN atau menelan garam sianida adalah kecemasan, sakit kepala, mual, bingung, vertigo, dan hypernoea, yang diikuti dengan dyspnea, sianosis (kebiruan), hipotensi, bradikardi, dan sinus atau aritmea AV nodus. Dalam keracunan stadium kedua, tampak kecemasan berlebihan, koma, dan terjadi kejang, nafas tersengal-sengal, kolaps kardiovaskular,kulit menjadi dingin, berkeringat, dan lembab. Nadi menjadi lemah dan lebih cepat. Tandaterakhir dari toksisitas sianida meliputi hipotensi, aritmia kompleks, gagal jantung, udem pada paru-paru dan kematian.Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka sianida akandiubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan melalui urin. Selain itu, sianidaakan berikatan dengan vitamin B12. Tetapi bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuhdalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengubah sianida menjadi tiosianatmaupun mengikatnya dengan vitaminJalur terpenting dari pengeluaran sianida ini adalah dari pembentukan tiosianat (SCN-) yangdiekresikan melalui urin. Tiosianat ini dibentuk secara langsung sebagai hasil katalisis dari enzimrhodanese dan secara indirek sebagai reaksi spontan antara sianida dan sulfur persulfida (Utama,2006). Reaksi ini membutuhkan sumber utama yaitu sulfur sulfan namun jumlahnya dalam tubuhterbatas maka natrium tiosulfat dapat digunakan sebagai antidot dalam keracunan sianida karenanatrium tiosulfat dapat berfungsi sebagai pemasok sulfur. Natrium tiosulfat merupakan antidot pilihan jika diagnosisnya belum tentu jelas karena keracunan sianida atau bukan, seperti dalamkasus yang disebabkan oleh asap rokok. Melihat kasus–kasus yang telah terjadi dan penjelasanmengenai bahaya sianida bagi manusia maka besar kemungkinan seseorang mengalamikeracunan sianida, untuk itulah diperlukan tindakan untuk mengatasi keracunan sianida, yangsalah satunya adalah dengan menggunakan antidotum. Dari literatur yang didapat, antidotumyang dapat digunakan pada keracunan sianida adalah natrium nitrit dan juga natrium tiosulfattetapi selama ini berapa besar dosis efektifnya dan bagaimana cara penggunaannya belumdiketahui dengan pasti. Natrium tiosulfat akan bekerja dengan mekanisme mempercepateliminasi, sedangkan natrium nitrit akan bekerja dengan mekanisme hambatan bersaing.

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
Nurul Wahyuni liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Rima Bunga liked this
Anggi Rosalia liked this
Anggi Rosalia liked this
Anggi Rosalia liked this
ChaLida Umi liked this
Addina Wulandari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->