sekitar 2,500–5,000 mg.min/m3 dan sianogen klorida sekitar 11,000 mg.min/m3 (Utama, 2006).Gejala yang paling cepat muncul setelah keracunan sianida adalah iritasi pada lidah danmembran mukus serta suara desir darah yang tidak teratur. Gejala dan tanda awal yang terjadisetelah menghirup HCN atau menelan garam sianida adalah kecemasan, sakit kepala, mual, bingung, vertigo, dan hypernoea, yang diikuti dengan dyspnea, sianosis (kebiruan), hipotensi, bradikardi, dan sinus atau aritmea AV nodus. Dalam keracunan stadium kedua, tampak kecemasan berlebihan, koma, dan terjadi kejang, nafas tersengal-sengal, kolaps kardiovaskular,kulit menjadi dingin, berkeringat, dan lembab. Nadi menjadi lemah dan lebih cepat. Tandaterakhir dari toksisitas sianida meliputi hipotensi, aritmia kompleks, gagal jantung, udem pada paru-paru dan kematian.Jika sianida yang masuk ke dalam tubuh masih dalam jumlah yang kecil maka sianida akandiubah menjadi tiosianat yang lebih aman dan diekskresikan melalui urin. Selain itu, sianidaakan berikatan dengan vitamin B12. Tetapi bila jumlah sianida yang masuk ke dalam tubuhdalam dosis yang besar, tubuh tidak akan mampu untuk mengubah sianida menjadi tiosianatmaupun mengikatnya dengan vitaminJalur terpenting dari pengeluaran sianida ini adalah dari pembentukan tiosianat (SCN-) yangdiekresikan melalui urin. Tiosianat ini dibentuk secara langsung sebagai hasil katalisis dari enzimrhodanese dan secara indirek sebagai reaksi spontan antara sianida dan sulfur persulfida (Utama,2006). Reaksi ini membutuhkan sumber utama yaitu sulfur sulfan namun jumlahnya dalam tubuhterbatas maka natrium tiosulfat dapat digunakan sebagai antidot dalam keracunan sianida karenanatrium tiosulfat dapat berfungsi sebagai pemasok sulfur. Natrium tiosulfat merupakan antidot pilihan jika diagnosisnya belum tentu jelas karena keracunan sianida atau bukan, seperti dalamkasus yang disebabkan oleh asap rokok. Melihat kasus–kasus yang telah terjadi dan penjelasanmengenai bahaya sianida bagi manusia maka besar kemungkinan seseorang mengalamikeracunan sianida, untuk itulah diperlukan tindakan untuk mengatasi keracunan sianida, yangsalah satunya adalah dengan menggunakan antidotum. Dari literatur yang didapat, antidotumyang dapat digunakan pada keracunan sianida adalah natrium nitrit dan juga natrium tiosulfattetapi selama ini berapa besar dosis efektifnya dan bagaimana cara penggunaannya belumdiketahui dengan pasti. Natrium tiosulfat akan bekerja dengan mekanisme mempercepateliminasi, sedangkan natrium nitrit akan bekerja dengan mekanisme hambatan bersaing.