Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Infeksi Toxoplasma Gondii Pada Kehamilan

Infeksi Toxoplasma Gondii Pada Kehamilan

Ratings: (0)|Views: 643|Likes:

More info:

Published by: Vienny Widhyanti Rosarya on Feb 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes.Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksididerita oleh ibu hamil, dimana pada infeksi maternal biasanya asimptomatik dan berlalu tanpa diketahui. Tapi, akibatnya pada janin bervariasi mulai, dari tanpagejala sampai gejala yang berat atau bahkan menyebabkan kematian, atau ditemuianak yang bertahan hidup dengan gejala-gejala yang terkait dengan otak, paru- paru, mata, dan telingaKini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksiadanya zat anti (antibodi) yang spesifik terhadap kuman penyebab infeksi tersebutsebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman). Antibodi yangterburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)A.Saat ini, tindakan pencegahan terhadap infeksi ini dimulai dengan perhatian pada kekebalan ibu. Program-program pencegahan ini meliputi strategiimunisasi, pemeriksaan laboratorium untuk uji saring ibu atau bayi, dan pengobatan yang dini
1
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKAA.INFEKSI TOXOPLASMA GONDII PADA KEHAMILAN1.Definisi
Penyakit ini merupakan penyakit protozoa sistemik yangdisebabkan oleh
Toxoplasma gondii
dan biasa menyerang binatangmenyusui, burung, dan manusia.
2.Epidemiologi
Data yang ada menunjukkan toksoplasmosis merupakan infeksi parasit yang djumpai di seluruh dunia, namun dengan angka sero-positif yang berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya. Perbedaan angkaseropositif ini menjadikan perbedaan pendekatan perlu tidak-nyadilakukan skrining serologi terhadap ibu hamil.Jika suatu daerah mempunyai angka seropositif tinggi makadapat dikategorikan daerah tesebut relatif transmisi infeksinya tinggidengan "kekebalan" yang telah terbentuk juga tinggi, serta jumlah orangyang kemungkinan untuk mendapat infeksi primer baru relatif lebihsedikit. Dan sebaliknya jika angka seropositif suatu daerah rendah makakemungkinannya adalah daerah tersebut tidak endemis, sehingga masih banyak orang yang
 
 belum terpapar oleh toksoplasma. Maka pada daerahyang seropositifnya tinggi, jika ingin melakukan program skrining,dibutuhkan upaya yang sangat besar untuk mendapatkan populasiyang mengalami infeksi primer apalagi pada ibu hamil. Jika dilakukan juga skrining pada daerah ini maka tujuan utamanya adalah terapi.Sedangkan pada daerah yang seropositifnya rendah maka jika dilakukanskrining tujuan utamanya adalah pencegahan, baik dengan kampanyehigiene maupun vaksinasi jika vaksinnya sudah ada pada populasiseronegatif.Masalahnya sampai saat ini di Jakarta saja belum ada data resmitentang epidemiologi serologi toksoplasmosis, apalagi untuk Indonesia.
 
Ditambah lagi belum adanya data mengenai angka serokonversi padaibu hamil dan dampaknya pada bayi yang dilahirkan di Indonesia.Sebagai ilustrasi pada tabel 1 disajikan beberapa angkakejadian toksoplasmosis pada kehamilan:Table 1. Frekuensi toksoplasmosis dalam kehamilanLokasi FrekuensiPerkiraan prevalensitoksoplasmosis padatoksoplasmosiskehamilan per 1000kongenital per 1000kelahirankelahiranBirmingham, 0.60.12Melbourne, 52Brussels, Belgia14.32Geneva, 93.5Karvina, 3.21.6Paris, Perancis 16Data (-)London, UKData(-)0.07-0.25
3.Transmisi
Yang dimaksud dengan transmisi adalah penularan toksoplasma.Toksoplasmosis terjadi akibat salah satu atau ketiga stadia toksoplasmamasuk kedalam tubuh manusia : yaitu kista dalam jaringan, takizoit,maupun bradizoit.Sebagian besar penularan toksoplasma pada manusia terjadiakibat makan makanan yang dimasak kurang matang atau mentah atauakibat tercemarnya air minum oleh kotoran hewan yang mengandungoosit toksoplasma, seperti yang terjadi pada saat banjir di Canada. Dari penelitian yang ada; daging sapi, domba dan sebagian kecil daging babi; demikian juga sayuran yang tercemar kotoran hewan dapatmenjadi media penularan toksoplasma. Penularan manusia ke manusiahanya terjadi pada kehamilan (ibu ke janin). Hingga saat ini belum adalaporan mengenai penularan melalui air susu ibu. Sedangkan dari air 
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->