Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
a

a

Ratings: (0)|Views: 16|Likes:
Published by Seprimendra
a
a

More info:

Published by: Seprimendra on Feb 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2013

pdf

text

original

 
TEORY PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT SLOW
SWAN(TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI NEO KLASIK)
I. PENDAHULUAN
 Pertumbuhan Ekonomi adalah pertumbuhan output riil suatu perekonomiansepanjang tahun. Pertumbuhan ekonomi diukur dengan peningkatan PRODUKNASIONAL BRUTO (PNB) riil atau PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)sepanjang waktu atau peningkatan pendapatan perkapita sepanjang waktu. Ukuranyang terakhir tersebut menghubungkan peningkatan output total denganperubahan jumlah penduduk. Bila output total hanya naik sedikit dibandingkandengan kenaikkan jumlah penduduk, maka hanya terjadi sedikit peningkatanstandar hidup rata-rata.Pencapaian pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah salah satu dari empat tujuanutama kebijakkan makro ekonomi. Pentingnya pertumbuhan ekonomi terletak pada sumbangannya terhadap kemakmuran masyarakat secara umum.Pertumbuhan sangat diimginkan karena akan memungkinkan masyarakatmengkonsumsi barang dan jasa lebih banyak, dan juga menyumbang padapenyediaan barang-barang dan jasa-jasa social yang lebih besar (kesehatan,pendidikan dan sebagainya), sehingga meningkatkan standar kehidupan rill.Namun demikian, pertumbuhan ekonomi yang cepat dapat juga mengakibatkanhabisnya sumber daya alam yang terbatas dan memperburuk masalah polusilingkungan.Kemampuan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang dan jasa yang lebihbanyak tergantung pada beberapa faktor:(a) Peningkatan persediaan dan mutu barang modalnya(b) Peningkatan persediaan dan mutu sumberdaya tenaga kerja(c) Peningkatan jumlah dan mutu sumberdaya alam(d) Pemakaian factor-faktor input secara efisien sehingga memaksimumkansumbangannya terhadap perluasan output, melalui peningkatan produktivitas
 
(e) Penembangan dan pengenalan teknik-teknik yang inofatif dan produk-produk baru(f) Tingkat permintaan agregat. Tingkat permintaan harus tinggi supaya dapatmenjamin penggunaan yang penuh dari kemampuan produksi yang meningkatdalam perekonomian.Pemerintah harus dapat mendorong proses pertumbuhan dengan meningkatkanpengeluaran dalam perekonomian melalui pengaturan pajak, dan dengannmeningkatkan persediaan uang dan menurunkan tingkat bunga. Di samping itupemerintah dapat mempengaruhi sisi penawaran dalam perekonomian denganmendorong inisiatif dunia usaha dan menyediakan sumber daya untuk memperbaiki produktivitas dan penelitian.
II. Model Pertumbuhan Ekonomi Solow
 – 
Swan (Neo
 – 
Klasik
 A. Mengenal Teori Solow
 – 
SwanRobert Solow dari MIT dan Trevor Swan dari Australian National Universitysecara sendiri-sendiri mengembangkan model pertumbuhan ekonomi yangsekarang sering disebut dengan nama
model pertumbuhan Neo-Klasik 
. Sepertihalnya dengan model Harrod-Domar, model Solow-Swan memusatkanperhatiannya pada bagaimana pertumbuhan penduduk, akumulasi capital,kemajuan teknologi dan output saling berinteraksi dalam proses pertumbuhanekonomi.
 
Walaupun dalam kerangka umum dari model Solow-Swan mirip dengan modelmodel Harrod-Domar, tetapi model Solow-Swan
lebih “luwes” ka
rena :(a)
Menghindari masalahy “ketidakstabilan” yang mkemrupakan cirri warranted
rate of growth dalam model Harrod-Domar(b) Bisa lebih luwes digunakan untuk menjelaskan masalah-masalah distribusipendapatan.Keluesan ini terutama disebabkan oleh karena Solow dan swan menggunakanbentuk fungsi produksi yang lebih mudah dimanipulasikan secara aljabar. Dalammodel Harrod-Domar, output dan capital dan output dan tenaga kerja masing-
masing dihubungkan oleh satu “fungsi produksi” dengan koefisien yang ti
dak bisaberubah, yaitu Q
p
= hK dan Q
n
, = nN. Dalam model Neo-Klasik dari Solow dan
 
Swan dipergunakan suatu fungsi produksi yang lebih umum, yang biasmenampung berbagai kemungkinan substitusi antara capital (K) dan tenaga kerja(L). Bentuk fungsi produksi adalah:
Q = F ( K, L )
 Yang memungkinkan berbagai kombinasi penggunaan K dan L untuk mendapatkan suatu tingkat output. Fungsi produksi semacam ini (yang seringdijumpai dalam teori ekonomi mikro) disebut
 fungsi produksi Neo-Klasik.
Dalammenggunakan fungsi semacam inilah Solow dan Swan bisa menghindari masalah
“ketidakstabilan” dan mengambil kesimpulan
-kesimpulan baru mengenaidistribusi pendapatan dalam proses pertumbuhan (seperti halnya kaum Klasik).Dengan digunakannya fungsi produksi Neo-klasik tersebut, ada satu konsekuensilain yang penting. Konsekuensi ini adalah bahwa seluruh factor yang tersedia,baik berupa K maupun berupa L akan selalu
terpakai atau tergunakan secara penuh dalam proses produksi
. Ini disebabkan karena dengan fungsi produksi Neo-Klasik tersebut, berapapun K dan L yang tersedia akan bisa dikombinasikan untuk 
 proses produksi, sehingga tidak ada lagi kemungkinan “kelebihan” dan“kekurangan” factor produksi seperti dalam model misalnya, Harrod
-Domar atau
Lewis. Posisi “full employment”
ini membedakan model Neo-Klasik. Denganadanya model Keynesian (Harrod-Domar) maupun model Klasik. Jadi jelasbahwa penggunaan fungsi produksi Neo-
Kalsik sehingga selalu jelas terdapat „fullemployment‟ merupakan cirri utama yang membedakan model ini deng
an model-model pertumbuhan lain.
B. Proses Pertumbuhan Ekonomi
Ada empat hal yang melandasi model Neo-Klasik:(a) Tenaga kerja (atau produk), L, tumbuh dengan laju tertentu, misalnya p pertahun(b) Adanya fungsi produksi Q = F ( K, L ) yang berlaku bagi setiap produksi.(c) Adanya kecenderungan menabung (prospensity to save) oleh masyarakatyang dinyatakan sebagai proporsi (s) tertentu dari output (Q0. Tabunganmasyarakat S = sQ; bila Q naik S juga naik , dan turun bila Q turun.(d) Sem
ua tabungan masyarakat diinvestasikan S = I = ∆K. Dalam model Neo
-Klasik tidak lagi dipermasalahkan mengenai keseimbangan S dan I. Dengan kata
lain perkataan permasalahan yang menyangkut “warranted rate of growth” tidak 
lagi relevan. Proses pertumbuhan dalam model Neo-Klasik selalu memenuhisyarat warranted rate of growth, karena S dinggap selalu sama dengan I.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->