Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tabloid Identitas Edisi 95 Periode Januari - Februari 2013

Tabloid Identitas Edisi 95 Periode Januari - Februari 2013

Ratings: (0)|Views: 92 |Likes:
Published by Kensi
Tabloid Identitas Edisi 95 Periode Januari - Februari 2013
For Details And Subscribe Please Fisit Our Website : http://www.identitasnews.com/
Tabloid Identitas Edisi 95 Periode Januari - Februari 2013
For Details And Subscribe Please Fisit Our Website : http://www.identitasnews.com/

More info:

Published by: Kensi on Feb 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2013

pdf

text

original

 
EDISI 95,Januari-Februari2013,Harga Rp. 5.000,-
Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) periode 2013-2018akan digelar 13 Juni 2013 mendatang. Beberapa kandidat Bakal Calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati,sudah mempersiapkan strategi serta mengukur kekuatan kandidat lainnya agar dapat memperoleh kemenangandalam hajatan demokrasi lima tahunan tersebut.
 
O P I N I
EDISI 95, JANUARI-FEBRUARI 2013
2
RSBI Tinggal Nama
POLEMIK menyangkut Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)terjawab sudah. Rabu, 9 Januari 2013,Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa RSBI tidak sesuai konstitusi dan mengabulkan gugatan penggugat tentang keberadaanRSBI yang dipayungi oleh Pasal 50 Ayat (3) UU Nomor 20 Tahun 2003tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal ini telah menjadi dasar hukum penyelenggaraan 1.300-an sekolah berlabel RSBI.
EBERADAAN
RSBI ini dinilai telah mendis-kriminasi warga negara miskin dan tidaksesuai dengan UUD 1945. Di samping itu RSBI juga dianggap sebagai bentuk diskriminasidan kastanisasi bagi siswa tidak mampu. Karena padaumumnya anak-anak yang bersekolah di RSBI adalahanak kaum “priayi” yang notabene dari golonganmampu. Walaupun ada quota 20 persen untuk kaumyang kurang mampu, namun itu tak terpenuhi.RSBI yang begitu mahal dan menyedot anggaranbegitu besar dari Kemendikbud, merupakan bentukdiskriminasi bagi kaum marginal. Sementara sekolahnegeri lainnya harus tertatih-tatih dengan fasilitasseadanya. Mereka seakan dijadikan anak tiri olehpemerintah. Keberadaan RSBI semakin memperlihat-kan kesenjangan mutu pendidikan antara sekolah ne-geri.Ironisnya itu terus berjalan hingga kini pada tahunkedelapan pelaksanaannya. Kesenjangan yang terciptaantara sekolah-sekolah mewah itu terus menggangadi antara himpitan banyaknya permasalah pendidikanyang terus saja mendera negeri ini. Lihat saja masihbanyak kita temui gedung sekolah bocor, sekolahroboh, dan kurangnya fasilitas yang memadai danmasih banyak lagi yang harus dibenahi bagi kemajuanpendidikan kita.Kemudian, prinsip-prinsip pendidikan yang berkea-dilan bagi seluruh rakyat Indonesia telah di kebiridalam RSBI, padahal negara Indonesia yang ikutbergabung dan menandatangani perjanjian pada 1990di Jominten, Thailand, tentang konsep pendidikanuntuk semua atau Education for All (EFA).Yang menghasilkan 6 poin kesepakatan, satu diantaranya adalah menjamin bahwa pada 2015seluruh anak, baik laki-laki maupun perempuan, darimanapun asal dan sukunya sudah mendapatkanpelayanan pendidikan dasar yang berkualitas dantidak ada diskriminasi.
Sekolah ‘priayi’
Lalu, RSBI juga lebih mengagung-agungkan bahasaInggris yang digunakan sebagai bahasa pengantardalam proses pembelajarannya. Hal ini setidaknyasedikit “merendahkan” bahasa Indonesia yangmerupakan jatidiri bangsa Indonesia. Bahasa Indone-sia sebagai sebuah ilmu pengetahuan di sekolah“priayi” akan sulit berkembang karena bahasa tersebutdianggap sebagai “bahasa kelas dua”.Bagaimana mungkin bahasa Indonesia bisa ber-kembang dalam RSBI, jika guru menggunakan bahasaInggris dalam pengantar mata pelajarannya. Makatidak mengherankan bagi kita, jika pada beberapatahun terakhir ini nilai Ujian Nasional (UN) yang pal-ing banyak rendah adalah nilai bahasa Indonesia. Inimerupakan imbas dari kebijakan RSBI yang lebihmementingkan penggunaan bahasa Inggris.Pendidikan yang berkualitas bukanlah tergantungbagaimana mahirnya seseorang menuturkan bahasaasing semisal bahasa Inggris, akan tetapi pendidikanyang berkualitas adalah tercermin dari kemampuansiswanya dalam mengembangkan nalar dan berpikiranalitis. Kemudian mereka dapat mengembangkansegala sumber daya yang melekat pada dirinya tanpaharus “dibopong” oleh orang lain.Kita butuh anak-anak didik yang berjiwa mandiriyang sanggup berdiri di atas kaki sendiri dengansegala potensi yang dimilikinya. Inilah maknapendidikan yang berasaskan kemandirian anak. Bukansebagai anak yang fasih berbahasa asing, tetapi tidakmemiliki jiwa dan raga sebagai seorang Indonesia.Yang hanya mampu menghambakan diri terhadapasing dan tidak mampu memaknai kemerdekaansecara lebih bermakna.Diakui atau tidak pendidikan kita memang jauhtertinggal dalam berbagai hal, baik daya saingmamupun kualitas yang dilahirkan sekolah. Secarasarana dan prasarana pun kita masih kalah biladibandingkan dengan negara-negara lainnya. Pundemikian jawabannya bukan dengan cara membuatRSBI yang menjadikan sekolah ajang komersialisasi.Jika kita membicarakan mutu. Maka sesuai denganfilosofinya bahwa mutu adalah urusan dan tanggung jawab setiap orang, yang harus terencana, sistematis,dan merupakan sistem terbuka yang harus terusmenerus disempurnakan secara berkelanjutan sertamenghormati otonomi setiap satuan pendidikan.Kita tidak tahu apa jadinya jika MK tidak memvonisRSBI bertentangan dengan konstitusi, karena pada saatini kesenjangan kemampuan antara sekolah negeriyang ada di pelosok daerah, dengan sekolah negeriyang ada di perkotaan, bagai langit dan bumi.Pemerataan mutu pendidikan tampaknya hanyasebatas retorika. Tidak diikuti implementasi nyataoleh Kemendikbud sebagai satu pemegang otoritaspenyelenggara pendidikan.
Tamparan bagi Kemdikbud
Pencabutan status RSBI merupakan tamparan nyatabagi Kemendikbud dan hal ini harus disikapi denganlapang dada dan dilaksanakan sebagai wujud darikepatuhan hukum dan demokrasi di Indonesia. Kitatidak mau nantinya RSBI hanya berubah namanyasaja. Kemudian pascapembubaran RSBI akan menjadimimpi buruk bagi 1.305 sekolah-sekolah RSBI yangtersebar di seantero Nusantara ini dari setiap jenjangyang ada.Mereka tidak akan mendapatkan perlakuan secaraistimewa lagi, yang membuat mereka selama iniekslusif dan melangit sehingga tidak dapat digapaioleh semua anak yang ingin merasakan manisnyasekolah di tempat nyaman dan dipenuhi dengan segalafasilitas yang membuatnya lebih mudah dalambelajar.Namun demikian mereka juga tidak boleh dilupa-kan begitu saja, harus ada upaya nyata untuk mene-nangkan kepanikan yang mungkin melandanya pas-cadikeluarkan keputusan MK.Akhirnya dengan keluarnya putusan MK ini kitaberharap Kemendikbud akan memberikan perhatianyang lebih luas kepada seluruh sekolah yang adadiberbagai pelosok negeri. Keputusan ini jugahendaknya bisa dijadikan bahan evaluasi diri danpengalaman berharga untuk ke depannya bagipengelola pendidikan. Ingat pula experience is thebest teacher (pengalaman adalah guru yang palingberharga). Semoga!
Arbai, S.Pd, Guru SMPN 1 Kluet Timur, Aceh Selatan,kini sedang mengikuti pendidikan S2, ProgramMagister Manajemen Kepengawasan Kependidikan diUniversitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.Email: arbai@mail.ugm.ac.id
sumber:serambi indonesia
EDITORIAL
Bulan
Maret 2013 kepemimpinan StevanusVreeke Runtu (SVR) sebagai Bupati Minahasaakan berakhir.Secara jujur, kepemimpinan SVR dalammemimpin Kabupaten Minahasa banyakmenorehkan berbagai prestasi yang diantaranyamelahirkan beberapa kabupaten/kota dan inimerupakan satu prestasi bagi SVR yang relamelepaskan Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel), Kabupaten Minahasa Utara (Minut),Kota Tomohon dan Kabupaten MinahasaTenggara (Mitra) dengan tidak memikirkanterlepasnya daerah-daerah yang merupakankantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) demimensejahterahkan pembangunan dan pelayananmasyarakat Minahasa se-utuhnya.Selain itu, sosok SVR juga dikenal sebagaitokoh yang rendah hati bahkan tidak maumempromosikan kelebihannya (pencitraan)lewat berbagai media, baik cetak maupunelektronik.Sikap ini, tentunya membuat figur SVRsemakin disegani baik kawan maupun lawanpolitiknya. Memang tidak ada gading yang tidakretak, begitu juga setiap pemimpin ada lebihnyaada kurangnya. Begitu juga apa yang sudahdijalani SVR selaku pemimpin Minahasa selama10 Tahun. Ada yang perlu kita syukuri selamakepemimpinan SVR, Minahasa merupakan tolakukur kerukunan dan keamanan yang ada diSulawesi Utara. Untuk itu diharapkan bagibupati dan wakil bupati yang baru terpilihuntuk dapat mempertahankan stabilitasekonomi dan keamanan yang telah dibuat olehbupati sebelumnya dengan harapan yangkurang ditambahkan dan yang lebih di kurangi.Kepada bupati dan wakil bupati yang baru,diminta agar terus menjaga keharmonisan dansaling bergandengan tangan serta bahumembahu dalam menjalankan pemerintahanmereka sebagaimana layaknya pasanganpengantin baru dalam mengarungi bahkterarumah tangga untuk tetap saling mencintaisesama pasangan mereka agar kelakdikemudian hari apabila ada kesalahan pahamantara pasangan suami-istri maka pendetayang memberkati mereka akan berkata ‘ada apadengan cinta’.
(**)
Ada ApaDengan Cinta
Oleh: Arbai
K
Penerbit :
CV. Lentera Wangun Lestari
Pemimpin Umum:
Efraim Lengkong
Pemimpin Perusahaan:
Juliana CL Wongkai SE,
Advisor Hukum:
Dantje Katuuk,SH
Pemimpin Redaksi:
Efraim Lengkong
Redaktur Pelaksana:
Djamal Kerubim Sassoeng, SE,
Redaktur Eksekutif:
Melfin Osak,
Reporter:
Yuni Koagouw
Layout
: Ryo Kindangen,
IT/Penata Bahasa:
Ketsy Moningkey
Minahasa-Tomohon:
Fredi Tumbo,
Minahasa Selatan:
Sanly Lendongan,
Minahasa Tenggara:
Fredy Kawombon,
Nusa Utara:
Davit Saselah
Bolaang Mongondow Raya
,
Kepala Biro :
Jhon A.Waluyan,
Koresponden
: Arman Muno, Ade Muno,Ferra Koho, Nurhamidin, Rommy M, Hendra S
Koresponden Jakarta
: Gideon Jahja,-
Bitung:
Ryo
, Minahasa Utara:
-
Alamat Redaksi:
Jln.Sea Satu Blok S No.7Phone: 0431-832746, 0431- 3432864
E-mail:
tabloididentitas@yahoo.co.idNo Rekening Bank Sulut(0170211019380-8)-(001.02.11.059652-1
Redaksi juga menerima tulisan Opinidengan jumlah maximal 1100 karakter + fotodan dikirim langsung ke:
E-mail: tabloididentitas@yahoo.com
Wartawan Identitas dilengkapi tanda pengenalserta menjunjung tinggiKode Etik Jurnalistik, serta dilindungiUndang-undang Pers No. 40 tahun 1999.
 
T
 
elly Tjanggulung
lly Tjanggulung
Tony Lasut
ony Lasut
Hesky Naray
esky Naray
Fabian Sarundajang
abian Sarundajang
Maxi Rondonuwu
axi Rondonuwu
Hi M. Assegaf
i M. Assegaf
Ronal Kandoli
onal Kandoli
James Sumendap
ames Sumendap
Jermia Damongilala
ermia Damongilala
Hapy Rumbai
apy Rumbai
Jelly Massie
elly Massie
L I P U T A N K H U S U S
EDISI 95, JANUARI-FEBRUARI 2013
3
Pemilihan Umum Kepala Daerah(Pemilukada) Kabupaten MinahasaTenggara (Mitra) periode 2013-2018 yang akan digelar 13 Juni 2013mendatang, membuat beberapakandidat Bakal Calon (Balon) Bupati-Wakil Bupati, sudah mempersiapkanstrategi serta mengukur kekuatankandidat lainnya agar dapat memperoleh kemenangan dalamhajatan demokrasi lima tahunantersebut.
EBUT
saja, James Sumendap, DrMaxi Rondonuwu, Hesky Naray,Hapy Rumbay, Jelly Masie, JemiSiwi, Ronal Kandoli danbeberapa figur lainnya yang sudahmelakukan sosialisasi untukmemperkenalkan diri mereka sebagaiBalon Bupati-Wakil Bupati.Beberapa tokoh masyarakat yangditemui IDENTITAS mengungkapkanbahwa figur Bupati Telly Tjanggulung(T2) menurut mereka berhasilmembangun sarana infrasturkturmeskipun ada beberapa programseperti pengentasan kemiskinan yangdinilai belum berhasil.Selain itu, T2 yang juga menjabatsebagai Ketua PG Mitra menghadapibeberapa masalah internal, seperti takharmonisnya hubungan diantarasesama kader.Namun dari kendala diatas, T2 yangdidaulat ‘Bunda Pembangunan’ initerus mendapat penghargaan daripemerintah pusat berupa di bidangpertanian, Kesehatan bahkan di bidangpemerintahan.Atas dasar itulah, T2 sudah menya-takan kesiapannya untuk majudalam Pemilukada men-datang.“Saya siap ber-tarung dalam Pilkadapada 13 Junimenda-tang,”te-gasman-tanFirst Lady Talaud ini.Drs Jeremia Damongilala Msi,merupakan calon Bupati yang perludiperhitungkan para kanditat lainnya.Putra Tombatu ini merupakan sosok yangdikenal memiliki banyak pengalaman,seperti mantan Ketua Pemuda SinodeGMIM, mantan Wakil Ketua DPRD KotaManado (PDI-P) dan saat ini masihmenjabat sebagai Wakil Bupati Mitra.Damongilala merupakan sosokputra daerah yang dicintai olehmasyarakat Mitra. Kecintaan merekaterlukis disaat Damongilalamendampingi Tjanggulung dalamPemilukada yang lalu. KemenanganTjanggulung tidak lepas dari FigurDamongilala dalam meraup suara.Kesiapan Damongilala untukbertarung dalam perebutan orangnomor satu di Mitra terlihat saatJeremia datang di sekretriat PDIP dandiantar langsung ribuansimpatisannya yang memenuhi ruas jalan pusat kota Ratahan. Kans kuatBupati Mitra ini mengungkapkanbahwa keinginannya menjadi bupatipada periode mendatang karenadaerah ini butuh
‘Perubahan’ 
. “Saat inikabupaten Mitra perlu adaperubahan,”tegasnya.Dengan Slogan ‘
Siap SejahterakanWarga Mitra’,
Dr Maxi Rondonuwu(MaRon) dalam rangka pemenangandirinya sebagai Bupati Mitra, beberapawaktu yang lalu langsung
action
dengan melakukan pengobatan gratisyang ada di daerah ‘salak’ ini.Terobosan tersebut langsungmendapat sorotan dari warga bahkanmenuai dukungan parpol untukmengusungnya. Namun keinginanKepala Dinas Kesehatan Propinsi Sulutini berlabuh di PDIP sangat besar.Hal ini terlihat saat mendaftarkandirinya di Sekretariat DPC PDIP Mitradengan diantar langsung ribuansimpatisan bahkan pendukungnya.Kepada Sejumlah wartawan, MaRonmengatakan bahwa kehadirannya diMitra mewakili putra Mitra untuk majusebagai Bupati Mitra pada periodemendatang. Persiapan dan sosialisasisudah dilaksanakan sejak tahun lalubahkan kans kuat bupati Mitra inimengatakan bahwa kabupaten Mitrasaat ini butuh pemimpin yang siapmembangun, kabupaten Mitra butuhperubahan yang lebih baik dari saat ini.“Saya berkomitmen, jika dipilih olehPDIP menjadi calon bupati mendatangmaka saya siap untuk bekerja samadengan partai PDIP,”ungkapnya.Anehnya lagi jika tidak terpilih sebagaicalon bupati dari PDIP, dirinya siapmendukung calon yang diusung PDIP.James Sumendap SH, putra Tombatuini merupakan anggota DPRD PropinsiSulut (PDIP) Dapil Mitra-Minsel sudahbanyak memberikan sumbangsihdalam membangun kabupaten Mitra.Keuletan dan keberaniannya tentunyamembuat sebahagian warga Mitrabersimpati terhadapnya.Berbagai terobosan pun terusdilakukan Sumendap sejakmenjabat Ketua DPC PDIPMitra menggantikanJeffrie Massie.Sosialisasi ketingkatdesa danKelurahan terus dilakukannyasehingga membuat masyarakatsemakin percaya akan figurnyasebagai salah satu calon pemimpinmendatang.Dalam pertemuan waktu lalu, parakader
Moncong Putih
pun sepakatuntuk mencalonkannya sebagai calonBupati periode 2013–2018. “Jika rakyatmenginginkan saya memimpin limatahun ke depan maka saya siap,”ungkap Panglima PDIP dibeberapaPemilukada Sulut ini.Kehadiran sosok Tony Lasut(Sekretaris DPC PG Mitra) yang jugasebagai Ketua DPRD Mitra dalam bursacalon Bupati Mitra tidak langsungmembuat ketua Golkar Mitra, T2,menjadi galau.Pasalnya, kehadiran Tony dalamPemilukada membuat mesin partaiGolkar menjadi pincang. Namun resikobesar pun tentunya akan dihadapiLasut. Selain harus siap untuk direcalldari jabatannya saat ini, tak membuatmassa militannya takut. Bahkan,mereka menilai peluang Lasut dalamajang perebutan DB I J sangat besar.Lain lagi dengan Hi Muhamad Asegaf dari ke-empat bakal calon wakil bupati,Asegaf merupakan figur yang menarikuntuk dipinang. Pasalnya saat inidirinya masih menjabat sebagai SekdaBoltim. Putra Ponosakan Belang inimendapat dukungan dari umat muslimMitra. Hal ini terlihat jelas saat Asagaf bertandang ke sekretariat PDIP.kedatangannya diantar oleh ratusanumat muslim serta tokoh-tokoh agamasambil mengalunkan musik rebana.“Rakyat butuh perhatian, bukan janjitetapi bukti dan komitmen membangunMitra,”ucap Asegaf. Diapun berjanji jikaterpilih sebagai calon Wakil Bupati dariPDIP maka dirinya akan berusaha untukmenang. “Saya menang, rakyatsejahtera,”janjinya.Dari semua kandidat, masing-masing memiliki karakter, kelebihandan kekurangan. Berkaca daripengalamanpemilukadadibeberapa daerahyang ada diSulawesi Utara,figur, dana dancampur tanganmerupakansenjata pamung-kas yang palingampuh dalammemenangkanpertarunganmemperebutkankursi nomor satu.
(*)
S

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->