Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Memahami Allah Lewat Akal

Memahami Allah Lewat Akal

Ratings:

4.65

(20)
|Views: 1,579|Likes:
Published by antony_sigit

More info:

Published by: antony_sigit on Feb 15, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

03/03/2011

 
Bab 1
 
PENDAHULUANLihatlah sekeliling anda dari tempat duduk anda. Akan anda dapati bahwa segalasesuatu di ruang ini adalah “buatan”: dindingnya, pelapisnya, atapnya, kursi tempat dudukanda, gelas di atas meja dan pernak-pernik tak terhitung lainnya. Tidak ada satu pun yangberada di ruang anda dengan kehendak mereka sendiri. Gulungan tikar sederhana pundibuat oleh seseorang: mereka tidak muncul dengan spontan atau secara kebetulan.Orang yang hendak membaca buku mengetahui bahwa buku ini ditulis olehpengarangnya karena alasan tertentu. Tak pernah terpikir olehnya bahwa barangkali bukuini muncul secara kebetulan. Begitu pula, orang yang memandang suatu pahatan tidaksangsi sama sekali bahwa pahatan ini dibuat oleh seorang pemahat. Hal ini bukanmengenai karya seni saja: batu bata yang bertumpukan pun pasti dikira oleh siapa sajabahwa tumpukan batu bata sedemikian itu disusun oleh seseorang dengan rencanatertentu. Karena itu, di mana saja yang terdapat suatu keteraturan—entah besar entahkecil—pasti ada penyusun dan pelindung keteraturan ini. Jika pada suatu hari seseorangberkata dan menyatakan bahwa besi mentah dan batu bara bersama-sama membentukbaja secara kebetulan, yang kemudian membentuk Menara Eiffel secara lagi-lagikebetulan, tidakkah ia dan orang yang mempercayainya akan dianggap gila?Pernyataan teori evolusi, suatu metode unik penyangkal keberadaan Allah, tidakberbeda daripada ini. Menurut teori ini, molekul-molekul anorganik membentuk asam-asam amino secara kebetulan, asam-asam amino membentuk protein-protein secarakebetulan, dan akhirnya protein-protein membentuk makhluk hidup secara lagi-lagikebetulan. Akan tetapi, kemungkinan pembentukan makhluk hidup secara kebetulan inilebih kecil daripada kemungkinan pembentukan Menara Eiffel dengan cara yang serupa,karena sel manusia bahkan lebih rumit daripada segala struktur buatan manusia di duniaini.Bagaimana mungkin mengira bahwa keseimbangan di dunia ini timbul secarakebetulan bila keserasian alam yang luar biasa ini pun bisa teramati dengan matatelanjang? Pernyataan bahwa alam semesta, yang semua unsurnya menyiratkankeberadaan Penciptanya, muncul dengan kehendaknya sendiri itu tidak masuk akal.Karena itu, pada keseimbangan yang bisa dilihat di mana-mana dari tubuh kitasampai ujung-ujung terjauh alam semesta yang luasnya tak terbayangkan ini pasti adapemiliknya. Jadi, siapakah Pencipta ini yang mentakdirkan segala sesuatu secara cermatdan menciptakan semuanya?Ia tidak mungkin zat material yang hadir di alam semesta ini, karena Ia pasti sudahada sebelum adanya alam semesta dan menciptakan alam semesta dari sana. PenciptaYang Mahakuasa ialah yang mengadakan segala sesuatu, sekalipun keberadaan-Nyatanpa awal atau pun akhir.Agama mengajari kita identitas Pencipta kita yang keberadaannya kita temukanmelalui akal kita. Melalui agama yang diungkapkan kepada kita, kita tahu bahwa Dia itu
 
 2
Allah, Maha Pengasih dan Maha Pemurah, Yang menciptakan langit dan bumi darikehampaan.Meskipun kebanyakan orang mempunyai kemampuan untuk memahami kenyataanini, mereka menjalani kehidupan tanpa menyadari hal itu. Bila mereka memandanglukisan pajangan, mereka takjub siapa pelukisnya. Lalu, mereka memuji-muji senimannyapanjang-lebar perihal keindahan karya seninya. Walau ada kenyataan bahwa merekamenghadapi begitu banyak keaslian yang menggambarkan hal itu di sekeliling mereka,mereka masih tidak mengakui keberadaan Allah, satu-satunya pemilik keindahan-keindahan ini. Sesungguhnya, penelitian yang mendalam pun tidak dibutuhkan untukmemahami keberadaan Allah. Bahkan seandainya seseorang harus tinggal di suatu ruangsejak kelahirannya, pernak-pernik bukti di ruang itu saja sudah cukup bagi dia untukmenyadari keberadaan Allah.Tubuh manusia menyediakan begitu banyak bukti yang mungkin tidak terdapat diberjilid-jilid ensiklopedi. Bahkan dengan berpikir beberapa menit saja mengenai itu semuasudah memadai untuk memahami keberadaan Allah. Tatanan yang ada ini dilindungi dandipelihara oleh Dia.Tubuh manusia bukan satu-satunya bahan pemikiran. Kehidupan itu ada di setiapmilimeter bidang di bumi ini, entah bisa diamati oleh manusia entah tidak. Dunia inimengandung begitu banyak makhluk hidup, dari organisme uniseluler hingga tanaman,dari serangga hingga binatang laut, dan dari burung hingga manusia. Jika andamenjumput segenggam tanah dan memandangnya, di sini pun anda bisa menemukanbanyak makhluk hidup dengan karakteristik yang berlainan. Di kulit anda pun, terdapatbanyak makhluk hidup yang namanya tidak anda kenal. Di isi perut semua makhluk hidupterdapat jutaan bakteri atau organisme uniseluler yang membantu pencernaan. Populasihewan di dunia ini jauh lebih banyak daripada populasi manusia. Jika kita jugamempertimbangkan dunia flora, kita lihat bahwa tidak ada noktah tunggal di bumi iniyang tidak mengandung kehidupan. Semua makhluk ini yang tertebar di suatu bidangseluas lebih daripada jutaan kilometer persegi itu mempunyai sistem tubuh yang berlainan,kehidupan yang berbeda, dan pengaruh yang berbeda terhadap keseimbanganlingkungan. Pernyataan bahwa semua ini muncul secara kebetulan tanpa maksud atau puntujuan itu gila-gilaan. Tidak ada makhluk hidup yang muncul melalui kehendak atauupaya mereka sendiri. Tidak ada peristiwa kebetulan yang bisa menghasilkan sistem-sistemyang serumit itu.Semua bukti ini mengarahkan kita ke suatu kesimpulan bahwa alam semestaberjalan dengan “kesadaran” (
consciousness 
) tertentu. Lantas, apa sumber kesadaran ini?Tentu saja bukan makhluk-makhluk yang terdapat di dalamnya. Tidak ada satu pun yangmenjaga keserasian tatanan ini. Keberadaan dan keagungan Allah mengungkap sendirimelalui bukti-bukti yang tak terhitung di alam semesta. Sebenarnya, tidak ada satu orangpun di bumi ini yang tidak akan menerima kenyataan bukti ini dalam hati sanubarinya.Sekalipun demikian, mereka masih mengingkarinya "secara lalim dan angkuh, kendati hati
 
 3
sanubari mereka meyakininya" sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an. (Surat an-Naml, 14)Buku ini ditulis untuk menunjukkan kenyataan yang diingkari oleh sebagian orangini karena keberadaannya asing menurut perhatian mereka, dan juga untuk membongkarpenipuan dan penyimpulan jahiliyah yang menjadi sandaran mereka. Karena inilah makabanyak persoalan yang ditelaah di buku ini.Orang yang membaca buku ini akan segera lebih mengamati bukti-buktikeberadaan Allah yang tak terbantah dan menyaksikan bahwa keberadaan Allahmencakup segala benda: “akal” mengetahui hal ini. Sebagaimana Ia menciptakan tatananyang menyeluruh ini, Dialah yang juga memeliharanya dengan tak henti-hentinya.

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mahfudz Spdi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->